Pada 2015 lalu, Indonesia terkena dampak Badai El Nino yang menyebabkan musim kemarau panjang dan kekeringan di beberapa wilayah. Akibat badai tersebut adalah beberapa daerah di Indonesia mengalami bencana kekeringan dan kekurangan ketersediaan air.

El Nino adalah anomali iklim yang terjadi di wilayah Pasifik Selatan. Fenomena ini terjadi antara pesisir barat Amerika Latin dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Efek dari El Nino tidak hanya dirasakan pada kawasan tersebut, namun efeknya menyebar ke seluruh dunia dan berujung pada bencana alam hingga kelaparan. Ketika El Nino terjadi, maka musim hujan akan mundur dari waktu normal dan curah hujan akan berkurang.

Pengertian Kekeringan

Kekeringan adalah keadaan kurangnya pasokan air pada suatu wilayah dalam jangka waktu berkepanjangan (berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Kekurangan pasokan air dalam waktu yang lama akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan.

jenis tanah sumur resapan Pixabay

Kekeringan muncul jika suatu wilayah mengalami curah hujan dibawah rata-rata secara terus menerus. Musim kemarau yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan suatu wilayah kering, karena cadangan air tanah habis akibat penguapan, transpirasi dan penggunaan oleh manusia.

Kondisi kekeringan yang parah dapat dikategorikan sebagai bencana alam apabila wilayah yang mengalami kekurangan air telah kehilangan sumber pendapatan, akibat gagal panen atau kematian bagian-bagian ekosistem lingkungan.

Klasifikasi Kekeringan

Penyebab yang menjadikan suatu wilayah tidak tersedia cukup air dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Kekeringan Ilmiah
    • Kekeringan meteorologis adalah kekeringan yang berkaitan dengan jumlah curah hujan dibawah rata-rata normal dalam satu musim
    • Kekeringan hidrologis adalah kekeringan yang berkaitan dengan kurangnya pasokan air permukaan dan menurunnya ketersediaan air tanah
    • Kekeringan pertanian adalah kekeringan yang berhubungan dengan kandungan air di dalam tanah yang mengalami kekurangan, sehingga tidak cukup memenuhi kebutuhan tanaman tertentu pada periode waktu tertentu pada wilayah yang luas
    • Kekeringan sosial ekonomi adalah kekeringan yang berkaitan dengan kondisi pasokan komoditi ekonomi kurang dari kebutuhan normal, sebagai akibat dari kekeringan meteorologi, hidrologi, dan pertanian
  • Kekeringan Antropogenik
    • Kekeringan antropogenik terjadi karena melanggar aturan yang telah dibuat, seperti penggunaan air lebih besar dari ketersediaan air
    • Selain itu, juga disebabkan kerusakan kawasan tangkapan air dan hilangnya sumber-sumber air akibat perbuatan manusia
baca juga:  Konservasi Tanah dan Air - Pengertian, Tujuan & Metode

Penyebab Kekeringan

Bencana kekeringan disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Musim Kemarau Terlalu Lama

Penyebab umum terjadinya kekeringan adalah musim kemarau yang sangat panjang. Saat musim kemarau, curah hujan akan menurun drastis dari biasanya.

Rata-rata di Indonesia musim kemarau terjadi antara 3 bulan hingga 6 bulan. Namun jika kemarau melebihi 6 bulan maka ketersediaan sumber air tanah yang pada tahun-tahun sebelumnya akan terjadi kekurangan.

Jika musim kemarau telah melewati batas waktu tertentu dari biasanya. Maka masyarakat akan berupaya untuk mengurangi penggunaan air, karena khawatir sumber air yang ada tidak akan mencukupi.

  • Tidak Ada Daerah Resapan

Kekeringan juga dapat disebabkan jika di dalam tanah sudah tidak ada lagi cadangan air. Agar tanah dapat menyimpan air, maka diatasnya dibutuhkan pohon-pohon yang berguna untuk menyerap air hujan kemudian menyimpannya sebagai air tanah.

Daerah-daerah yang masih asri umumnya memiliki cadangan air tanah yang lebih banyak daripada daerah gundul tanpa pepohonan. Pohon-pohon ini tidak hanya berfungsi untuk mengikat air, namun juga sebagai sumber oksigen, mencegah erosi dan lain sebagainya.

  • Penggunaan Air Berlebihan

Penggunaan air diluar batas kewajaran dapat menyebabkan kekeringan. Air yang digunakan tanpa memperhitungan kecukupan sumber air untuk melewati musim kemarau akan menimbulkan kekurangan cadangan air pada bulan puncak kemarau. Oleh karena itu, penghematan dharus dilakukan, misalnya dengan mandi menggunakan shower dan bukan menggunakan gayung.

  • Sumber Mata Air Menghilang

Berkurangnya atau hilangnya mata air dapat disebabkan oleh berbagai hal, antara lain perubahan iklim, penebangan hutan, keringnya sungai bawah tanah dan lain-lain. Jika sumber mata air seperti sumur telah kering, umumnya masyarakat akan membeli air atau mengambil air ke sumber-sumber lain dengan menempuh jarak yang jauh.

  • Sumber Mata Air Jauh
baca juga:  Curah Hujan - Pengertian, Jenis dan Metode Perhitungan

Ketika masyarakat bergantung terhadap sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Maka jika terjadi kekeringan pada sumber yang biasa diambil tersebut, masyarakat tidak dapat lagi memperoleh sumber air. Oleh karena itu, masyarakat setempat akan mencari sumber mata air lain yang bisa saja jaraknya berkali-kali lipat.

  • Tidak Ada Penampungan Air

Air merupakan kebutuhan dasar makhluk hidup. Pada daerah yang kerap mengalami kekeringan, umumnya akan membuat penampungan air secara swadaya di tiap RT. Penampungan air tersebut ditujukan sebagai cadangan air bersih ketika musim kemarau tiba.

Dampak dan Kerugian

Kekeringan merupakan bencana yang memberikan dampak menyeluruh terhadap komponen kehidupan. Tidak hanya tumbuhan akan mati, bahkan ancaman kematian juga dapat terjadi pada manusia akibat kekurangan cairan dan kekurangan makanan karena gagal panen.

bencana kelaparan Pixabay

Berikut ini adalah akibat dari bencana kekeringan, yaitu:

  • Kekurangan Sumber Air Minum

Dampak yang paling fatal bagi kehidupan manusia adalah kurangnya air minum. Tubuh yang kekurangan cairan akan mengalami dehidrasi. Tidak hanya akan dialami oleh manusia, namun hewan-hewan juga akan mengalami kekurangan cairan tubuh karena tidak adanya air untuk diminum.

  • Kekurangan Air Untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Selain fungsi utamanya untuk air minum, air juga dibutuhkan dalam kegiatan sehari hari seperti memasak, mandi, buang air, mencuci dan sebagainya. Jika tidak ada air maka kegiatan-kegiatan rumah tangga tidak akan berjalan dengan baik.

  • Tanaman dan Hewan Mati

Akibat bagi tanaman adalah layu hingga kematian. Tanaman menjadi bagian penting dari siklus oksigen dan menjadi sumber pangan bagi manusia dan hewan. Jika tanaman mati, maka sumber makanan bagi hewan dan manusia akan berkurang dan menyebabkan kelaparan, bahkan ancaman kematian.

  • Bencana Kelaparan

Kekeringan yang berkepanjangan akan menyebabkan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan mengalami gagal panen. Akibatnya, cadangan makanan bagi masyarakat menjadi langka

  • Lingkungan Kotor

Adanya air dapat dimanfaatkan untuk membersihkan kotoran di sekitar kita, misalnya mengepel lantai, membersihkan hewan dan lainnya. Jika kekeringan melanda, maka tidak ada sumber air untuk membersihkan lingkungan.

  • Wabah Penyakit
baca juga:  Cara Sederhana Menyelamatkan Sumber Mata Air

Bibit penyakit akan muncul jika kekeringan terjadi. Hal ini disebabkan karena kebersihan tubuh dan lingkungan tidak terjadi karena ketiadaan air. Penyakit yang umumnya muncul adalah gatal-gatal, jamur, dan penyakit kulit lainnya.

  • Serangan Serangga

Hama tanaman akan bermunculkan saat kemarau panjang terjadi. Serangga tersebut muncul karena rantai makanan telah terganggu, seperti predator yang pergi atau mati.

Cara Mengatasi Kekeringan

  1. Reboisasi dan Penghijauan – Meski reboisasi dan penghijaun memiliki arti berbeda, namun keduanya memiliki kesamaan dalam penanaman pohon sebagai upaya memperbaiki alam sehingga tanah dapat menyimpan air.
  2. Pembuatan Waduk atau Bendungan – Upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah beserta masyarakat adalah membuat bendungan atau waduk sebagai penampungan cadangan air baik untuk keperluan irigasi serta sehari-hari.
  3. Menghemat Air – Penggunaan air sesuai kebutuhan harus dijadikan kebiasaan masyarakat, karena air memiliki peranan penting untuk kehidupan.
menanam bibit Pixabay

Kekeringan Terparah di Dunia

Sejarah mencatat beberapa bencana kekeringan terparah yang pernah terjadi, antara lain:

  • China

Pada tahun 1941 China mengalami bencana kekeringan terparah. Keringnya wilayah ini tercatat sebagai musibah mengerikan, karena menyebabkan 3 juta manusia menjadi korban.

  • Australia

Pada tahun 1982-1983 curah hujan di Australia berada pada titik dibawah rata-rata. Kondisi ini mengakibatkan kekeringan yang sangat parah dan tercatat sebagai yang terparah di Australia pada abad 20.

  • Afrika Timur

Pada 2011 hingga pertengahan 2012 beberapa negara di Afrika Timur mengalami kondisi sangat memprihatinkan. Antara lain penduduk Somalia, Djibouti, Ethiopia, dan Kenya yang berjumlah 10 juta jiwa menderita kekeringan akibat kelaparan, gagal panen, konflik, hingga serangan wabah.

Referensi: https://ilmugeografi.com/bencana-alam/kekeringan | http://pusatkrisis.kemkes.go.id/bencana-kekeringan-masih-menjadi-ancaman | https://inspirasi.co/inspirasidalamtiga/34878_tiga-musibah-kekeringan-terparah-di-dunia | berbagai sumber

Kekeringan – Pengertian, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi
5 (100%) 21 vote[s]