Kemuning – Taksonomi, Morfologi, Manfaat & Cara Menanam

Kemuning dikenal sebagai salah satu jenis tanaman hias yang dapat tumbuh dimana pun, termasuk di pekarangan rumah. Tumbuhan yang menghasilkan bunga berwarna putih dengan bentuk cantik ini kerap dijadikan hiasan yang cukup populer di kalangan pecinta tanaman hias.

Meski demikian, kemuning bukan sekadar dimanfaatkan untuk tanaman hias, melainkan juga bisa dijadikan bahan baku obat herbal. Pasalnya, tanaman ini telah terbukti ampuh mampu mengobati beberapa jenis penyakit. Sehingga jangan heran jika semakin banyak orang yang mulai membudidayakan kemuning di pekarangan dan kebun pribadi.

Taksonomi Kemuning

Kemuning adalah tumbuhan dari kelompok suku jeruk-jerukan dengan karakteristik daun yang serupa dengan daun jeruk nipis. Tanaman ini termasuk dalam kelompok tumbuhan Angiospermae karena menghasilkan biji dan buah. Jenis biji yang dihasilkan adalah biji dikotil, yaitu berkeping dua.

tanaman kemuning wikimedia

Kemuning juga memiliki nama lain yaitu, orange jasmine karena selain daunnya yang mirip seperti daun jeruk, bagian bunganya pun nyaris mirip dengan bunga melati. Tak hanya indah, kemuning memiliki bentuk seperti semak-semak beraroma khas.

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah pohon kemuning, yaitu:

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
Sub divisiAngiospermae
KelasDycotiledonae
OrdoSapindales
FamiliRutaceae
GenusMurraya
SpeciesMurraya paniculate (L.)

Morfologi Kemuning

Karakteristik kemuning dapat dilihat dari ciri-ciri tanaman ini, mulai dari bunga, bunga, biji, batang, dan daunnya. Adapun penjelasan mengenai morfologi kemuning adalah sebagai berikut:

bunga kemuning wikimedia

1. Daun

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, daun kemuning menyerupai daun jeruk namun ukurannya jauh lebih kecil. Setiap helaian daun tersebut duduk di tangkai dengan tepian daun rata tapi agak beringgit. Panjang daunnya berkisar antara 2-7 cm dengan lebar 1-3 cm.

Perlu kita ketahui, ciri khas daun dari suku jeruk-jerukan adalah memiliki permukaan yang mengilap dengan warna hijau muda hingga pekat. Ciri yang sama juga ada pada daun kemuning. Namun bedanya, daun kemuning tidak mengeluarkan aroma apapun meski diremas. Di samping itu, daun kemuning tersusun majemuk bersirip ganjil dan berseling.

2. Batang

Kemuning yang juga dikenal sebagai tumbuhan tropis mampu tumbuh subur dengan tinggi batang mencapai 7 meter. Menariknya, kemuning justru lebih banyak ditemukan dalam ukuran kecil seperti semak-semak. Batang tanaman ini mempunyai karakteristik keras, beralur, dan tidak berduri.

3. Bunga

Bunga kemuning berwarna putih susu dengan bagian tengah kekuningan yang tersusun majemuk bertandan. Ukurannya sendiri berkisar antara 12-18 mm. Biasanya, bunga ini muncul dari bagian ujung ranting atau ketiak daun.

Bunga inilah yang memiliki kemampuan mengeluarkan aroma khas. Biasanya, aroma tersebut digunakan sebagai aromaterapi oleh sebagian orang.

4. Biji dan Buah

Buah kemuning berasal dari bagian biji berwarna hijau yang tumbuh mulai dari berwarna merah sampai menjadi oranye ketika sudah matang. Banyak orang menganggap buah kemuning mirip dengan biji melinjo, yaitu berbentuk bulat memanjang sekitar 8-12 mm dan berjenis dikotil atau berkeping dua.

Manfaat Kemuning

Diketahui, daun kemuning mengandung beberapa senyawa, seperti cadinene, geraniol, carene-3, methyl-antharanilate, bisabolene, paniculatin, eugenol, dan lain sebagainya. Sementara bagian batangnya mengandung coumarin, 5-7-dimetrhoxy-8, dan mexotioin. Tak ketinggalan pula scopoletin yang terdapat pada bunga dan semi-alfa-carotenone pada buahnya.  

Dari sekian banyak kandungan senyawa yang dimiliki kemuning, tak heran jika tanaman ini pada akhirnya dimanfaatkan sebagai obat untuk penyakit tertentu, selain dijadikan hiasan.

pagar kemuning bio.mq.edu.au

Secara lebih jelas, berikut adalah manfaat tumbuhan kemuning:

1. Menurunkan Berat Badan

Daun kemuning yang dicampur dengan daun mengkudu dan temu giring ternyata mampu membantu menurunkan berat badan. Untuk membuatnya, ktia hanya perlu menghaluskan ketiga bahan tersebut, lalu rebus dalam air hingga matang. Setelah itu, saring dan konsumsi air rebusannya setiap pagi sebelum makan.

2. Menghaluskan Kulit

Setiap orang pasti ingin memiliki kulit yang halus dan mulus. Nah, daun segar tanaman kemuning bisa membantu untuk mendapatkan kulit yang halus.

Caranya, cuci daun kemuning sebanyak 30 gr lalu tumbuk sampai benar-benar halus. Tambahkan air sebanyak satu gelas dan campur sampai merata. Setelah siap, jadikan campuran tersebut lulur untuk dibalurkan ke seluruh tubuh.

3. Melancarkan Menstruasi

Sebagian besar wanita pasti akan merasa tidak nyaman saat siklus menstruasinya terganggu. Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, kita bisa memanfaatkan daun kemuning yang dicampur dengan rimpang temulawak dan daun pacar kuku. Rebus semua bahan, lalu minum airnya sebanyak dua kali sehari secara rutin.

4. Mengatasi Rematik

Tak sedikit orang yang merasa bahwa rematik adalah penyakit paling merepotkan ketika kambuh. Namun, kita bisa mengatasinya dengan cara merebus akar kemuning, akar lantana cemara dan tiga pasang kaki ayam, lalu minum air hasilnya rebusannya secara rutin.

5. Mengobati Batu Ginjal

Kemuning juga bisa digunakan untuk mengobati batu ginjal dengan cara menjadikan bagian daunnya jus hingga halus. Kemudian, air hasil saringannya diminum secara rutin hingga kondisi berangsur membaik.

6. Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Jika kita mengonsumsi rebusan daun kemuning yang masih segar selama tiga kali sehari secara rutin, dipercaya mampu mengatasi penyakit infeksi pada saluran kencing.

Cara Menanam Kemuning

Mengingat begitu banyak manfaat kemuning, tentu membuatnya menjadi salah satu pilihan tanaman untuk dibudidayakan oleh sebagian besar orang. Apalagi kemuning merupakan jenis tumbuhan tropis yang sudah pasti tidak sulit untuk dikembangkan di Indonesia.

Berikut ini beberapa langkah mudah untuk membudidayakan kemuning, yaitu:

1. Pembibitan

Kita bisa memperoleh bibit tanaman kemuning dari biji yang dihasilkan pada buahnya yang sudah tua. Caranya mudah, buka kulit buah dan pisahkan biji yang ada di dalamnya.

Biji yang telah dipilah tersebut harus dikeringkan terlebih dulu, lalu disimpan dalam wadah tertutup agar selalu dalam keadaan kering sebelum ditanam.

2. Penanaman

Biji kemuning yang telah siap tanam, bisa kita tempatkan di dalam media tanam, seperti pot, polybag, atau langsung di atas tanah pekarangan rumah. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menanamnya adalah dengan menyiapkan media berupa tanah dicampur pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1.

Setelah itu, kita harus membuat lubang dan tanam bibit pada lubang yang tersedia. Kemudian, siram secara rutin apabila kondisi tanah terlihat mulai mengering.

3. Pemeliharaan

Pada dasarnya perawatan tanaman kemuning ini tergolong mudah. Sebab, kemuning tidak memerlukan asupan air terlalu banyak. Jika kita menyiramnya secara berlebihan justru akan menyebabkan kemuning layu dan mati.

Disarankan untuk menyiramnya ketika media tanam terlihat sudah mengering dan ingatlah, volume air yang diberikan harus dalam takaran sewajarnya. Berikan nutrisi pertumbuhan tanaman melalui pupuk kandang yang diberikan secara berkala dan secukupnya. Ketahuilah, pemberian pupuk bisa mempercepat proses pertumbuhan bunga dan buah pada kemuning.

Langkah pemeliharaan lain yang tidak boleh kita lupakan adalah pengawasan terhadap jenis lahan yang digunakan. Jika lahan tempat menanam kemuning mulai ditumbuhi rumput atau gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan, maka segera atasi dengan cara membersihkan lahan tersebut agar tanaman kemuning bisa tumbuh optimal.