Kenapa Air Laut Asin? Ini Penyebab dan Alasan Ilmiahnya

Kita pasti pernah berkunjung ke pantai untuk sekadar berlibur bersama keluarga atau menenangkan pikiran, bukan? Nah, saat berada di pantai pernahkah mencoba berenang dan tak sengaja meminum air laut yang terasa asin?

Kenapa air laut rasanya asin? Apa penyebabnya? Simak penjelasan ilmiah berikut ini.

Penyebab Air Laut Asin

Banyak orang mungkin bertanya-tanya kenapa air laut terasa. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang kemudian berpikir, bahwa air laut mengandung banyak sekali garam sehingga terasa asin saat dikecap. Meskipun air laut juga berasal dari air hujan, tapi bukan berarti air hujan juga terasa asin seperti halnya air laut.

air laut asin Pixabay

1. Air Hujan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, air laut berasal dari air hujan yang turun ke bumi. Namun faktanya air hujan tidaklah asin.

Semua air hujan yang turun ke bumi pasti akan mengalir ke daerah aliran sungai. Air sungai inilah yang pada kemudian mengalir ke laut sesuai siklus hidrologi. Di sepanjang perjalanan air-air ini menuju lautan, setiap tetesnya membawa berbagai garam mineral dari lingkungan yang dilewatinya, seperti kalium, natrium, kalsium, dan lain sebagainya.

Sejumlah garam mineral yang tercampur dengan air tersebut didapatkan dari berbagai macam sumber, seperti batu-batuan hingga kerak bumi yang dilalui selama air tersebut mengalir menuju laut. Selanjutnya, air akan mengalami penguapan, lalu berubah menjadi awan. Sementara garam mineral ini akan tertinggal dan menjadi alasan mengapa air laut asin.

Awan hasil penguapan tersebut, kemudian berproses dan menurunkan tetes-tetes air berupa hujan. Kejadian ini terus berulang selama jutaan tahun hingga kini.

2. Aktivitas Vulkanis

Aktivitas vulkanis yang terjadi di bawah laut dan letusan gunung berapi yang berada di bawah air juga menjadi jadi alasan penyebab asinnya air laut. Air laut yang bereaksi dengan batuan panas akan melarutkan beberapa mineral garam. Kemudian garam mineral yang terlarut tersebut akan bereaksi dengan batuan panas, sehingga terpisah dari air.

3. Lapisan Tanah

Rasa asin yang terasa pada air laut juga dipengaruhi oleh daratan atau lapisan tanah. Ketika terjadi hujan di beberapa kawasan, khususnya daratan, air akan meresap masuk ke dalam tanah sedikit demi sedikit. Ketika tanah tersebut jenuh dan tak bisa menampung air lagi, maka air akan keluar sedikit demi sedikit melalui sungai hingga akhirnya sampai ke laut.

Pada dasarnya, daratan yang mengandung cukup banyak garam ataupun mineral akan berdampak pada aliran air menuju ke laut. Dengan demikian, proses tersebut berpengaruh terhadap rasa air laut sehingga menjadi salah satu alasan asal mula air laut terasa asin.

Bahaya Mengonsumsi Air Laut

Mengingat keberadaannya yang cukup berlimpah, mungkin terbersit di pikiran kita untuk mengonsumsi air laut. Namun tunggu dulu, apakah air laut layak untuk dikonsumsi oleh manusia?

meminum air mengalir Pixabay

Faktanya, kita tidak disarankan meminum air laut, bahkan saat dalam kondisi terjepit dan ingin bertahan hidup sekalipun. Alasannya adalah air laut merupakan air yang telah terkontaminasi oleh garam dan mineral lain, seperti merkuri hingga arsen.

Oleh sebab itu, kita justru akan mengalami beberapa masalah kesehatan jika mengonsumsi air laut. Adapun beberapa efek kesehatan dari minum air laut adalah sebagai berikut:

1. Dehidrasi

Meminum air laut akan membuat tubuh seseorang mengalami dehidrasi. Hal ini disebabkan garam memiliki kemampuan untuk membuat cairan tubuh semakin berkurang .

Apabila air laut dengan kadar garam tinggi terminum, maka air yang ada di dalam tubuh akan dialihkan untuk membantu tubuh mencairkan garam berlebih. Akibatnya, fungsi tubuh lainnya akan mulai tersiksa karena kurangnya asupan air.

2. Diare

Dalam waktu beberapa jam setelah meminum air garam, tubuh manusia akan mengalami gejala terkait dengan tingginya kadar garam dalam tubuh. Gejala awal ini biasanya ditandai dengan diare berat yang tak kunjung hilang. Hal ini terjadi karena usus hanya bisa menyerap sejumlah garam dalam jangka waktu tertentu.

Air laut inilah yang jadi penyebab kelebihan garam dalam tubuh sehingga tertinggal di bagian saluran air. Umumnya, air yang mengalir keluar dari sel dan masuk ke saluran usus. Kondisi tersebut akan menyebabkan isi usus menjadi encer dan mengakibatkan terjadinya diare.

3. Gejala Kronis

Jika seseorang mengonsumsi air garam dalam jangka panjang, maka dehidrasi berat akan terjadi dan memicu efek cukup serius. Jika ini terjadi, maka tubuh akan cenderung mengalami kehilangan asupan air cukup besar. Hal ini mengakibatkan timbulnya gejala kronis lain, seperti halusinasi dan mengigau.

Bahkan tak sedikit pula yang kehilangan kesadaran ataupun mengalami kejang. Tubuh manusia tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya tanpa air. Ketika kehilangan sekitar 15 persen dari total air dalam tubuh, maka seseorang berisiko mengalami koma karena terjadi kerusakan pada otak yang risikonya berujung kematian.