Kersen / Talok – Ciri, Sebaran, Kandungan dan Manfaat

Talok atau kersen adalah buah yang tidak asing bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah pedesaan. Buah dengan nama latin Muntingia calabura L ini bentuknya bulat, mungil dengan warna cerah serta memiliki rasa dan aroma yang manis.

Mengenal Kersen / Talok

Di beberapa tempat di Indonesia buah talok memiliki sebutan yang berbeda-beda. Di Madura, Cilacap dan daerah Jawa Tengah lainnya, buah mirip ceri ini disebut sebagai kersen. Orang Belanda dulu menyebutnya dengan istilah Japanese kers atau ‘ceri jepang’.

Kebanyakan anak-anak tempo dulu sangat akrab dengan buah kecil ini. Sebab, pohon kersen sering ditemukan di sekitar kebun yang menjadi area bermain anak-anak. Buah yang matang dengan ciri warna kemerahan adalah buruan utama di sela-sela waktu bermain anak-anak tempo dulu.

Tak hanya disukai anak-anak, buah yang sebenarnya berasal dari daratan Amerika ini juga menjadi kesukaan burung-burung pemakan buah, seperti burung cabe atau kelompok merbah. Apa saja kandungan gizi dan manfaat dari buah kersen ini? Berikut ulasannya.

Karakteristik / Morfologi

Kersen adalah tumbuhan perdu dengan ciri-ciri tumbuh tinggi mencapai 12 meter. Namun umumnya pohon talok yang tumbuh di Indonesia hanya setinggi 3-6 meter saja. Buah ini tergolong buah non-musiman, yaitu buah yang terus berproduksi dan berbunga sepanjang tahun.

morfologi kersen DeviantArt

Untuk lebih mengenali pohon berbuah manis ini, berikut beberapa karakteristik morfologi umumnya:

1. Batang

Batang tanaman kersen termasuk jenis berkayu ringan dengan cabang-cabang yang mendatar dan membentuk naungan rindang. Pada bagian ranting-rantingnya memiliki rambut halus dan sedikit berkelenjar. Karena kulit dan batang kayunya lunak dan mudah kering, orang-orang pun kerap menggunakannya sebagai bahan tali serta kayu bakar.

2. Daun

Sistem pertulangan pada daun tanaman ini menyirip dengan bentuk tidak simetris dengan tepian-tepian daun yang bergerigi. Sementara itu dalam satu tangkai bunga terdiri atas 1-5 kuntum. Letak bunganya berada di sisi atas tempat tumbuhnya daun.

3. Bunga

Bunga kersen atau talok berada di sisi atas tempat tumbuhnya daun. Tangkainya memanjang berkelamin dua serta berbilangan lima. Benang sari bunga kersen berjumlah 10-100 helai.

Ketika mekar bungan akan menonjol keluar. Namun setelah menjadi buah akan menggantung ke bawah dan tersembunyi di bawah helaian daun. Dalam tiap berkas bunga, umumnya hanya akan tumbuh 1-2 biji buah.

4. Buah dan Biji

Bentuk buah kersen bulat hampir sempurna dengan diameter 1-1,5 cm. Warna utamanya adalah hijau kekuningan. Namun ketika sudah masak akan berwarna merah. Dalam satu buah kersen berisi ribuan biji berukuran kecil, bertekstur halus, dan berwarna putih kekuningan.

Sebaran Buah Kersen

Buah kersen yang umumnya digemari anak-anak ini mudah dijumpai di Indonesia. Karakter pohonnya teduh dan mudah beradaptasi menjadikan tanaman ini pilihan utama untuk halaman atau kebun masyarakat.

Selain itu, kayu kersen yang lunak dan mudah kering kerap digunakan sebagai kayu bakar. Kulit kayunya pun mudah dikupas sehingga sering dijadikan sebagai bahan tali dan kain pembalut.

pohon kersen cintaihidup.com

Pohon kersen juga kerap digunakan sebagai pohon peneduh di pinggir jalan. Proses tumbuhnya pun semi liar. Ia dapat tumbuh di selokan, jalan, bahkan dapat muncul di tengah retakan tembok hingga pagar. Oleh sebab itu, seringkali pohon kersen mudah dijumpai di berbagai wilayah, termasuk di kawasan perkotaan yang padat penduduk.

Sifat dan daya tahan pohonnya yang luar biasa ini menyebabkan kersen menjadi salah satu tumbuhan pionir yang paling banyak dijumpai di wilayah hunian manusia, terutama di kawasan tropis. Sebenarnya asal mula buah dengan kandungan air tinggi ini dari daratan Meksiko Selatan, Amerika Tengah, Peru, hingga Bolivia.

Persebarannya di Asia Tenggara dibawa masuk dari Filipina pada akhir abad ke-19. Setelah itu, jenis buah ini begitu cepat tersebar hingga ke seluruh wilayah tropis di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Klasifikasi Ilmiah Kersen atau Talok

Klasifikasi ilmiah merupakan cara para ahli biologi dalam mengelompokkan serta membagi organisme ke dalam kategori. Hal ini dilakukan pada organisme yang telah punah maupun yang masih hidup.

Urutan klasifikasi makhluk hidup dimulai dari tingkat tertinggi ke yang terendah. Urutan klasifikasi yang sekarang digunakan adalah:

  • Daerah (Domain)
  • Kerajaan (Kingdom)
  • Filum atau Phylum untuk hewan dan Divisio untuk tumbuhan
  • Kelas (Classis)
  • Bangsa (Ordo)
  • Suku (Familia)
  • Marga (Genus)
  • Jenis (Spesies)

Untuk buah kersen dapat diklasifikasikan berdasarkan urutan diatas sebagai berikut:

  • Kingdom/Kerajaan: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisio (Pembagian): Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Classis (Kelas) Magnoliopsida (Berkeping dua/dikotil)
  • Sub kelas: Dileniidae
  • Ordo (Bangsa): Malvales
  • Familia (Suku): Elaeocarpaceae
  • Genus (Marga): Muntingia
  • Species (Jenis): Muntingia calabura L.

Kandungan Nutrisi Buah Kersen

Tak hanya memiliki rasa manis dan disukai anak-anak, ternyata setiap 100 gram buah kersen memiliki sejumlah kandungan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, antara lain:

  • Vitamin C 80,5 mg
  • Energi 380KJ/100 Gram
  • Air 77,8 gram
  • Protein 0,384 gram
  • Lemak 1,56 gram
  • Karbohidrat 17,9 gram
  • Serat 4,6 gram
  • Abu 1,14 gram
  • Kalsium 124,6 mg
  • Fosfor 1,18 mg
  • Karoten 0,019 g
  • Niacin 0,554 g
  • Tianin 0,065 g
  • Besi 1,18 mg

Ditinjau dari segi kandungan, buah kersen sebenarnya tidak kalah jumlah gizinya dari mangga, manggis maupun buah bervitamin C lainnya. Kandungan vitamin C buah mangga sebesar 30 mg untuk tiap 100 gram-nya. Sementara pada buah kecil dengan sebutan talok ini mengandung vitamin C nya hingga 80,5 mg.

buah talok grid.id

Khasiat dan Manfaat Kersen

Dengan kandungan gizinya yang begitu tinggi, kersen memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia, yaitu:

1. Mencegah Pilek dan Flu

Pilek dan flu dapat disebabkan karena sistem imun tubuh yang menurun. Konsumsi makanan yang tinggi vitamin C dapat membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh. Dalam 100 gram kersen terkandung vitamin C sebesar 80,5 mg. Kandungan tersebut tidak kalah banyak dari buah-buah ber-vitamin C lainnya.

Vitamin C yang ada pada kersen tentu dapat digunakan untuk mencegah pilek dan flu, memperkuat daya tahan tubuh, hingga membantu menyingkirkan patogen yang menyerang tubuh.

2. Mengontrol Gula Darah

Meskipun rasanya manis, namun talok tetap aman dikonsumsi para penderita diabetes. Studi yang diterbitkan Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine pada tahun 2011 lalu menyebutkan bahwa terdapat penurunan kadar gula darah pasca pemberian ekstrak buah kersen sebanyak 500 mg.

3. Mengatasi Masalah Pencernaan

Dilansir Medical Daily, efek buah kersen sebanding dengan efek obat Omeprazole yang kerap digunakan untuk mengatasi sakit perut, GERD, hingga maag. Penelitian yang diterbitkan oleh Clinical & Experimental Pharmacology pada 2012 lalu juga menemukan hal yang mencengangkan.

Bahkan pemberian ekstrak kersen sebelum pemberian etanol dapat mengurangi terjadinya ulkus pada lambung. Selain itu, buah kersen juga dipercaya dapat membuat asam lambung netral kembali, serta dapat memberikan lapisan pelindung pada mukosa lambung.

4. Mengatasi Infeksi Bakteri

Pengobatan infeksi bakteri dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik. Dilansir Life Hack, saat ini semakin banyak bakteri yang bermutasi sehingga makin sulit dilawan dengan antibiotik yang diproduksi oleh ilmu farmasi.

Penggunaan antibiotik berlebihan dapat berefek pada mutasi bakteri sehingga pada akhirnya akan semakin kuat dan resisten. Aktivitas antibakteris yang dimiliki buah kersen dapat dijadikan antibiotik alami. Bahkan mampu mengatasi beberapa masalah lain seperti bakteri susu, sepsis, difteri, hingga infeksi staph.

Referensi: berbagai sumber