Komponen Abiotik – Pengertian, Peran dan Fungsi, serta Contoh

Selain komponen biotik, di dalam ekosistem juga terdapat komponen lain yaitu abiotik atau unsur benda tak hidup. Komponen abiotik berupa kondisi fisik maupun kimia yang ada di dalam lingkungan ekosistem.

Pengertian Komponen Abiotik

Berbeda dengan biotik, abiotik adalah benda-benda mati yang ada di permukaan bumi dan memberikan manfaat serta pengaruh bagi kehidupan manusia dan mahluk hidup lainnya.

Meskipun berupa benda tak hidup atau mati, komponen ini juga memiliki peran penting dan dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme pada sebuah ekosistem. Oleh sebab itu, komponen biotik dan abiotik pada sebuah ekosistem sama-sama memiliki ketergantungan satu sama lain.

Secara tidak langsung, komponen abiotik juga berpengaruh terhadap seleksi alam dan penentuan makhluk hidup yang mampu bertahan hidup atau beradaptasi

Misalnya dengan menentukan ketersediaan salah satu atau beberapa komponen abiotik, maka akan terlihat organisme mana yang sanggup bertahan.

Faktor abiotik dapat membentuk banyak variasi dan berkaitan dengan kondisi alam dan lingkungan. Hal ini dapat dilihat dan diperhatikan dari berbagai jenis ekosistem yang kita akan amati.

Peran dan Fungsi Komponen Abiotik

Komponen abiotik atau unsur benda tak hidup memiliki peranan penting dalam membentuk dan menyeimbangkan ekosistem. Pengaruh komponen abiotik pada ekosistem adalah peranan secara langsung maupun tidak langsung terhadap organisme.

daerah aliran sungai Pixabay

Komponen abiotik juga berkaitan erat dengan komponen biotik dalam kesuksesan suatu ekosistem. Keduanya tidak bisa dipisahkan, sehingga jika salah satu ada yang mengalami kendala maka dapat berakibat satu sama lain. Termasuk akan berakibat pada organisme di dalam ekosistem.

Sedangkan fungsi utama komponen abiotik adalah sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap kemampuan reproduksi suatu spesies organisme atau makhluk hidup di dalam sebuah ekosistem. Hal ini dikarenakan kelangsungan hidup organisme tersebut tidak akan optimal bila tidak ada faktor dari komponen abiotik yang menunjang.

Misalnya, komponen abiotik seperti air, udara, kelembaban, cahaya matahari, bebatuan dan tanah tidak ada atau tidak berfungsi dengan baik, maka berpengaruh pada kelangsungan hidup tumbuhan.

Terutama adalah cahaya matahari yang diperlukan untuk proses fotosintesis. Jika tidak cukup cahaya matahari, maka tumbuhan akan mati karena tidak mampu bertahan hidup.

Jika tidak ada tanaman atau tumbuhan maka hewan pemakan tanaman juga terancam punah. Hal ini karena makanan yang tersedia berkurang dan berujung pada ekosistem yang tidak seimbang.

Berbagai Jenis Komponen Abiotik

Komponen abiotik juga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan komponen atau unsur lain dalam sebuah ekosistem. Komponen abiotik di antaranya adalah air, matahari, udara, bebatuan, tanah, iklim dan lain sebagainya.

jenis tanah sumur resapan Pixabay

Berikut ini penjelasan mengenai berbagai macam komponen abiotik, antara lain:

1. Air

Air atau disebut dihidrogen monoksida merupakan komponen vital yang paling dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Manusia memiliki sekitar 70 persen kandungan air di dalam tubuhnya. Fungsi air adalah sebagai pelindung dan penghantar energi dalam tubuh makhluk hidup.

Kebutuhan air suatu organisme tidak bisa disamakan dengan organisme lain. Selain itu, kondisi atau tempat satu dengan yang lain juga memiliki ketersediaan air yang berbeda. Sehingga hal ini juga mempengaruhi cara hidup organisme di suatu tempat.

Misalnya di lingkungan gurun yang sedikit air, berbagai tumbuhan pun beradaptasi dengan kondisi alam di sana. Beberapa tumbuhan seperti kaktus membentuk daun yang tebal dan berpori-pori sempit untuk mengurangi penguapan.

2. Cahaya Matahari

Sinar matahari adalah salah satu komponen yang berperan penting untuk membantu proses fotosintesis pada tumbuhan. Selain itu, hampir semua makhluk hidup memerlukan cahaya ini karena mengandung vitamin yang dibutuhkan tubuh.

Cahaya matahari juga mempengaruhi kelembaban dan peningkatan suhu atau temperatur udara yang berujung pada kondisi tekanan udara. Secara tidak langsung, semua komponen abiotik ini saling berkaitan satu sama salin.

3. Udara dan Suhu Udara

Udara merupakan komponen abiotik dan menjad kebutuhan primer untuk sistem pernapasan. Sedangkan karbondioksida merupakan hasil dari respirasi makhluk hidup yang dihasilan oleh manusia dan hewan.

Karbondioksida sangat dibutuhkan oleh tumbuhan untuk membantu proses fotosintesis. Selain itu, bumi juga dilindungi oleh lapisan udara yang disebut atmosfer.

Sedangkan suhu udara yang dimaksud adalah derajat panas suatu benda yang ditunjukkan dengan besaran tertentu. Suhu ini dapat mempengaruhi metabolisme dalam tubuh makhluk hidup atau komponen biotik. Beberapa makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup pada suhu tertentu.

4. Angin

Angin adalah aliran udara yang berasal dari adanya rotasi bumi dan juga karena adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin berperan penting dalam mempengaruhi suhu lingkungan dan membantu proses evaporasi atau penguapan bagi organisme.

5. Kelembaban

Kelembaban merupakan konsentrasi uap air yang ada di udara. Kelembaban secara langsung mempengaruhi iklim dan secara tidak langsung berpengaruh pada pertumbuhan makhluk hidup khususnya bagi tumbuhan.

6. Iklim

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca pada suatu waktu dan di suatu tempat di bumi atau pun planet lainnya. Iklim terbentuk akibat interaksi dari berbagai komponen abiotik, seperti suhu, air, udara, kelembaban, curah hujan, cahaya matahari dan lain-lain.

Iklim berpengaruh pada sebaran organisme di muka bumi, serta memiliki keterkaitan erat dengan kelangsungan hidup tumbuhan dan kesuburan tanah.

Contohnya wilayah Indonesia yang memiliki iklim tropis sehingga memiliki ekosistem dengan makhluk hidup yang beraneka ragam dan juga hutan yang lebat atau lebih dikenal dengan sebutan hutan hujan tropis yang tidak dimiliki wilayah dengan iklim lain.

7. Garam Mineral

Garam mineral merupakan senyawa yang terdapat di dalam tanah. Fungsinya untuk membantu proses metabolisme dan juga pertumbuhan suatu organisme.

8. Derajat Keasaman atau pH

pH adalah ukuran tingkat asam atau basa suatu benda yang diukur dengan skala 0 sampai 4. Contohnya seperti nilai pH tanah yang sangat cocok untuk ditumbuhi tanaman dengan pH berkisar antara 5,8 sampai 7,2. Kadra pH yang baik juga dipengaruhi oleh pupuk, curah hujan, aktivitas akar tanaman dan juga penguraian mineral dalam tanah.

9. Bebatuan dan Tanah

Komponen yang satu ini juga memiliki peran sangat penting, yaitu berperan dalam persebaran organisme dengan struktur fisik, pH dan kandungan mineral yang beragam di dalamnya.

Keduanya tidak bisa terpisahkan, bebatuan tanpa tanah tidak akan bisa ditempati makhluk hidup, begitu pun sebaliknya. Selain itu, komposisi partikel tanah (tekstur), jenis tanah, derajat keasaman (pH), dan kandungan garam mineral (unsur hara) juga mempengaruhi kualitas tanah.

10. Topografi

Topografi merupakan tata letak suatu tempat dilihat dari ketinggian tertentu di atas permukaan air laut atau dilihat dari garis bujur dan garis lintang. Perbedaan pada topografi juga dapat mempengaruhi jenis penerimaan tekanan udara, kelembaban, cahaya matahari dan suhu udara di suatu tempat. Topografi juga dapat menggambarkan distribusi suatu organisme atau makhluk hidup.

Itulah sepuluh contoh komponen abiotik yang paling berpengaruh dalam sesuatu ekosistem. Komponen abiotik yang berupa faktor fisik dan kimia ini juga disebut sebagai faktor ekologis.

Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Abiotik | https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-abiotik.html