Kucing – Taksonomi, Morfologi, 50 Jenis, Ciri, Perilaku dan Sejarah

Kucing adalah salah satu hewan mamalia karnivora yang berasal dari keluarga Felidae. Habitat binatang lucu ini berada di darat dan umumnya berbaur dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Selain itu, kucing juga hidup secara liar sehingga dikenal dengan sebutan kucing hutan.

Istilah kucing pada artikel ini mengacu pada kucing kecil yang telah jinak dan dipelihara oleh manusia. Sebab istilah kucing juga bisa ditujukan untuk kucing besar seperti harimau ataupun singa yang telah dibahas pada artikel kucing hutan.

Taksonomi

Berikut ini adalah taksonomi kucing dengan nama ilmiah Felis Catus.

KingdomAnimalia
FilumChordata
SubfilumVertebrata
KelasMamalia
OrdoCarnivora
FamiliFelidae
GenusFelis
SpesiesFelis Catus

Morfologi

Tak seperti tubuh anjing yang bentuknya beragam, kucing justru memiliki struktur tubuh yang hampir sama antara jenis satu dengan lainnya. Umumnya, struktur tubuh kucing meliputi kucing lokal, ras, ataupun liar tidak memiliki perbedaan yang berarti.

Kucing adalah hewan dengan bagian tubuh spektakuler, mulai dari organ fisik bagian luar hingga bagian dalam. Setiap bagian tubuh tersebut tertata pada tempatnya dengan fungsi luar biasa.

Setiap jenis kucing mempunyai bentuk, warna bulu, dan karakteristik yang khas. Bahkan setiap jenisnya memiliki wajah unik, mulai kucing berwajah datar hingga bulat. Ada juga kucing dengan telinga menunjuk ke atas dan ada pula yang terlipat dengan berbagai ukuran. Panjang bulunya pun ada yang panjang, pendek, keriting, bahkan tidak berbulu.

Kucing memiliki mata yang dilengkapi selaput pelangi atau iris berbentuk celah. Uniknya, iris mata kucing mampu menyempit dan melebar sesuai kondisi lingkungannya. Ketika iris tersebut menyerap banyak cahaya yang biasanya diperoleh dari sinar matahari ataupun lampu, maka iris mata tersebut akan mengecil dan berbentuk melengkung kerucut.

Begitupun sebaliknya, apabila iris mata kucing menyerap sedikit cahaya yang biasanya terjadi di malam hari atau ketika kucing berada di ruangan gelap, maka iris kucing akan melebar dan berbentuk bulat.

Sedangkan untuk bergerak, kucing memiliki dua pasang kaki yang terdiri dari kaki depan dan belakang. Ukuran kaki tersebut bisa pendek dan panjang tergantung spesiesnya.

Umumnya, kaki depan kucing dilengkapi dengan lima jari dan kaki belakang memiliki empat jari. Sedangkan kucing yang terlahir dengan jari berjumlah 6-7 pada kaki depan ataupun kaki belakangnya disebut sebagai polidaktil.

Sementara untuk menjaga keseimbangan tubuhnya, terutama saat melompat ataupun berlari, tubuh kucing dilengkapi dengan ekor. Setiap jenis kucing memiliki bentuk ekor yang berbeda-beda, ada yang pendek, panjang, mengembang, atau tidak berekor sama sekali.

Kucing dikenal dengan susunan tulang yang cukup banyak dan berukuran kecil. Ada sekitar 244 tulang dalam tubuh kucing tergantung pada panjang pendeknya ekor kucing. Jumlah tersebut sekitar 38 lebih banyak daripada jumlah tulang manusia. Uniknya, tulang kucing sifatnya sangat fleksibel dengan 30 ruas tulang belakang yang membuatnya bisa bergerak dengan luar biasa.

Pada dasarnya, tubuh kucing terbagi menjadi dua tipe yang cukup ekstrim, yaitu cobby dan svelte. Kucing yang memiliki tubuh dengan tipe cobby atau pendek dan bulat biasanya berkaki pendek, bahu lebar, dan kepala bundar seperti kucing Persia dan exotic berbulu pendek. Sedangkan untuk tipe svelte atau bertubuh panjang dan langsing cenderung berotot, bertulang kecil, dan kepala tirus seperti kucing Siamese dan Balinese.

kucing abyssinian thesprucepets.com

Secara lebih rinci, tipe tubuh kucing terbagi menjadi enam kategori berbeda, antara lain:

baca juga:  Lutung - Taksonomi, Morfologi, Perilaku, Sebaran & Kelangkaan

1. Oriental

Kucing dengan tipe tubuh oriental mempunyai tubuh lebih langsing, kepala panjang dan agak menyerupai bentuk segitiga, mata berbentuk seperti kacang almond, dan telinga besar. Sementara hidung, ekor, dan kakinya terlihat panjang. Contoh kucing oriental adalah jenis shorthair dan Balinese.

2. Foreign

Tipe selanjutnya adalah foreign yang bertubuh langsing, meski tidak selangsing tipe oriental. Perawakannya atletis, dengan telinga besar, mata berbentuk almond, ekor dan kakinya panjang. Beberapa kucing dengan tipe foreign adalah kucing Anggora Turki dan Somalia.

3. Semi-foreign

Seperti halnya kucing foreign, ciri kucing yang termasuk dalam kategori semi-foreign ini sedikit lebih ramping namun dengan tubuh lebih besar. Contohnya adalah kucing Mesir dan Havana Brown.

4. Cobby

Kucing dengan tipe cobby memiliki tubuh pendek dan berotot. Mata dan kepalanya bulat, telinga kecil, hidung pesek, serta ekornya pendek. Beberapa jenis kucing cobby ialah Persia, Manx, dan Himalaya

5. Semi-cobby

Sama dengan kucing cobby, kucing yang tergolong semi-cobby mempunyai tubuh dan kepala bulat lebar disertai kaki pendek. Contoh jenis cobby adalah American Shorthair dan British Shorthair.

6. Substansial

Kucing substansial lebih mudah dikenali karena bertubuh besar, kekar, tapi tidak membulat. Contohnya adalah kucing Maine Coon, Bengal, dan Birman.

Ciri Khas Kucing

Sebagai salah satu mamalia yang populer dijadikan hewan peliharaan di rumah, kucing memiliki beberapa ciri khas sebagai berikut:

1. Warna Mata

Hingga saat ini, genetika pewarisan sifat mata kucing masih belum sepenuhnya bisa dijelaskan secara detail dan pasti. Perihal warna mata ini bukan sekadar menyangkut substansi warna, tetapi juga refleksi cahaya yang terfokus pada bagian mata kucing itu sendiri.

Umumnya, perbedaan warna mata setiap kucing ditentukan oleh granulasi, konsentrasi, dan endapan melanin. Selain itu, warna mata hewan menggemaskan ini juga ditentukan oleh tingkat intensitas melanin di depan ataupun belakang iris mata.

2. Bulu

Salah satu ciri khas kucing yang menjadikannya berbeda dibandingkan hewan lain adalah bulu. Ada sekitar 9.600 helai rambut pada setiap cm2 kulit di bagian atas dan sekitar 19.200 helai rambut tiap cm2 pada kulit bagian bawah.

Warna bulu pada setiap kucing juga tergantung dari banyaknya gen pada kromosom yang membentuknya. Ada gen yang bersifat dominan, seperti hitam, ada pula gen yang bersifat resesif seperti blue.

Menurut para ahli, sumber warna bulu tersebut berasal dari kadar melanin. Sementara itu, umunya ditemukan dua pigmen pada mamalia, yaitu melanin hitam dan merah.

3. Kepala

Kepala kucung tersusun dari beberapa bagian, mulai tengkorak kepala, tumpuan mata, dan rahang. Ketiga bagian ini terangkai dan terpasang secara kokoh pada tubuh kucing. Biasanya, bentuk kepala kucing dipengaruhi oleh ras kucing itu sendiri.

Umumnya, kucing ras mempunyai bentuk kepala beragam dan berciri khusus, sementara bentuk kepala kucing lokal cenderung sama atau tak ada perbedaan yang cukup mencolok. 

4. Hidung

Seperti kepala, bentuk hidup kucing bisa dibedakan berdasarkan jenisNYA. Hidung kucing memiliki bentuk yang sangat beragam, mulai dari datar atau pesek, pendek, sedang, hingga mancung.

Pada beberapa ras kucing tertentu, misalnya Persia mempunyai bentuk hidung datar atau flat. Sementara ras lainnya ada yang memiliki hidung tinggi atau mancung, contohnya adalah kucing Balinese.

5. Ekor

Kucing memiliki bentuk ekor yang cukup beragam, mulai ukuran ekor panjang, menengah, pendek, hingga tidak memiliki ekor sama sekali. Kucing berekor panjang biasanya mempunyai ciri khusus, seperti ekor dengan bulu tebal dan lurus (kucing Persia), ekor dengan bulu lembut dan lurus (kucing Ragdoll), atau ekor berbentuk cambuk (kucing Sphynx).

Begitu juga dengan kucing berekor sedang yang mempunyai ciri ekor tebal pada bagian pangkal dengan ujung tumpul, ujung ekor melingkar, ataupun ekor yang jauh dari kesan kusut. Sementara kucing dengan ekor pendek terdiri dari ekor tebal dan runcing di bagian dasar, ekor tebal dan lurus, hingga melingkar.

Sejarah Kucing

Berdasarkan sejarah, kucing telah berbaur dengan manusia sejak 6.000 tahun SM. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya kerangka kucing di Pulau Siprus atau sebuah negara yang terletak di Laut Tengah Bagian Timur. Sementara itu, ada juga penelitian yang menyatakan pada tahun 3.500 SM orang-orang Mesir telah memanfaatkan kucing untuk mengusir hewan pengerat pengganggu di area lumbung padi. 

baca juga:  Infografis - Peran Hutan Melawan Perubahan Iklim
species kucing Pixabay

Kucing dengan garis keturunan murni tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau pure breed, seperti Persia, Sphynx, Manx, dan lain sebagainya. Menurut penelitian, jumlah ras kucing seperti ini hanya ada sekitar 1% dari jumlah keseluruhan populasi kucing di dunia. Biasanya, kucing pure breed ini hanya dikembangbiakkan di tempat pemeliharaan resmi.

Selain kucing pure breed, ada juga kucing lokal atau kucing kampung yang merupakan hewan karnivora kecil yang termasuk dalam golongan hewan mamalia crepuscular. Kucing jenis ini diketahui telah hidup berdampingan dengan manusia sejak 9.500 tahun yang lalu.

Kucing lokal di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kucing yang hidup di dalam rumah karena dipelihara oleh manusia dan kucing yang hidup secara liar. Biasanya, kucing lokal yang hidup liar lebih banyak ditemukan di tempat-tempat umum, seperti pasar, jalanan, ataupun tempat wisata.

Sifat dan Karakteristik

Kucing dikenal sebagai salah satu hewan predator terhebat di dunia. Pasalnya, kucing memiliki keterampilan berburu yang mengagumkan. Seekor kucing mampu memburu lebih dari 1.000 spesies selama hidup.

Tubuhnya yang kecil membuat kucing dinilai tidak berbahaya bagi manusia. Namun, risiko tertular penyakit seperti rabies teta bisa terjadi jika kita tidak sengaja tergigit atau tercakar oleh binatang ini.

Kucing diidentikkan sebagai hewan penyendiri, tapi tak jarang juga kucing membentuk koloni seperti halnya kucing-kucing liar yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal manusia. Kendati demikian, koloni kucing liar tidak akan menyerang seperti kelompok singa yang kerap melakukan penyergapan terhadap mangsanya.

Di samping itu, setiap kucing cenderung memiliki daerah kekuasaan tersendiri. Untuk kucing jantan yang masih aktif secara seksual biasanya memiliki daerah yang cukup tersebar, sementara kucing jantan yang telah steril mempunyai daerah yang lebih sempit.

Kucing juga memiliki daerah netral, dimana kucing dari semua penjuru bisa bertemu sekaligus saling mengawasi tanpa terjadi konflik teritorial antara satu dan lainnya. Apabila kucing berada di luar daerah netral, maka kucing penguasa biasanya akan langsung mengejar dan mengusir asing tersebut.

Kucing lebih menyukai suasana hangat dan suka berjemur di bawah sinar matahari. Salah satu perilaku kucing yang cukup unik adalah saat buang kotoran. Biasanya, kucing akan mengubur kotoran tersebut di dalam pasir hingga tertutup.

Kucing juga berkerabat dekat dengan hewan-hewan gurun. Itulah salah satu alasan mengapa kucing tidak terlalu tahan dengan kondisi hujan, kabut, ataupun salju.

Meski begitu, ada beberapa jenis kucing yang tahan terhadap cuaca ekstrim seperti itu, misalnya Norwegian Forest Cat dan kucing Maine Coon. Kedua jenis kucing ini mampu mempertahankan suhu tubuh normalnya di angka 39o Celsius.

Selain itu, sebagian besar kucing diketahui tidak suka berendam dalam air. Namun, ada juga sebagian kecil kucing yang menyukai hal tersebut, seperti jenis kucing Turkish Van.

Perkembangbiakan

Kucing mengalami masa kehamilan sekitar 63 hari. Anak-anak kucing yang dilahirkan umumnya dalam kondisi buta dan tuli. Kondisi ini akan berubah saat anak kucing berusia 8-10 hari. Induk kucing dapat mengandung lebih dari empat bayi kucing sekaligus. Sebab, jenis rahim kucing memiliki bentuk yang unik dengan empat bagian yang berbeda.

baca juga:  Benarkah Kucing Punya 9 Nyawa? Ini Fakta Ilmiahnya!

Induk kucing akan menyapih anaknya di usia 6-7 minggu, sedangkan kematangan seksual kucing biasanya terjadi di usia 10-15 bulan. Kucing biasanya mempunyai berat antara 2,5 kg hingga 7 kg.

Namun, ada beberapa kasus seekor kucing dengan bobot mencapai 23 kg karena pemberian makanan secara berlebihan. Padahal, memberi makan secara sembarangan sangat tidak dianjurkan karena akan memengaruhi kesehatannya.

Rata-rata usia hidup kucing antara 15 hingga 20 tahun. Sejarah mencatat kucing tertua yang pernah hidup di dunia adalah Crème Puff. Kucing ini meninggal pada usia 23 tahun lebih 3 hari.

Perilaku Kucing

Jika kita amati, kucing memiliki perilaku menggemaskan sehingga biantang ini disukai oleh banyak orang. Bagi para pecinta kucing, tentu tingkah laku hewan luci ini bisa menjadi sarana tepat untuk memahami keinginan mereka.

kucing terjatuh wallpapers.net

Nah, berikut ini ada beberapa tingkah laku atau perilaku kucing yang perli kita pahami, yaitu:

1. Mendengkur

Kucing adalah salah satu mamalia yang sering mengeluarkan suara dengkuran. Hal ini biasanya terjadi saat kucing sedang merasa bahagia, nyaman, atau mengalami kepuasan tertentu.

Namun, beberapa ahli berpendapat, ada faktor lain yang membuat kucing mengeluarkan suara dengkuran. Misalnya saat kucing sedang sakit atau saat akan mati.

Pada dasarnya, dengkuran kucing bertujuan untuk mengurangi rasa sakit ataupun stres. Suara ini juga biasanya terjadi saat kucing akan melahirkan. Selain itu, anak kucing yang sedang menyusu pada induknya juga kerap mengeluarkan bunyi dengkuran yang sama.

Perlu diketahui, gelombang hertz pada dengkuran kucing berkisar antara 25-150 Hz yang dipercaya mampu mengurangi stres sekaligus depresi pada kucing.

2. Memijat

Mungkin tak sedikit dari kita yang pernah melihat kucing sedang memijat. Salah satu perilaku unik yang sering dilakukan kucing adalah memijat dengan menggunakan telapak kakinya secara bergantian. Biasanya, telapak ini digunakan untuk menekan bagian tubuh tertentu dari kucing lain ataupun manusia.

Sementara itu, hal lain yang kerap dilakukan kucing ketika memijat adalah menarik cakarnya secara halus berulang-kali. Biasanya, kucing juga mengeluarkan suara dengkuran ketika sedang memijat.

Kita juga bisa melihat anak kucing yang memijat perut induknya ketika sedang menyusu. Hal ini dilakukan agar air susu dapat mengalir lebih lancar. Nah, jika seekor kucing memijat seorang manusia, maka hal itu menandakan bahwa kucing tersebut telah menganggapnya sebagai pemilik.

3. Refleks Meluruskan Tubuh

Salah satu kemampuan unik kucing adalah refleks meluruskan. Bisa dikatakan, refleks meluruskan ini adalah kemampuan kucing dalam mengarahkan tubuhnya saat terjatuh menjadi posisi yang benar. Kemampuan ini biasanya dimiliki oleh kucing yang telah berusia 3-4 minggu dan semakin sempurna saat kucing berumur 7 minggu.

Kemampuan refleks meluruskan tubuh terjadi karena kucing mempunyai tulang punggung sangat fleksibel dan tulang selangka yang sangat fungsional.

Jenis Kucing

Setidaknya ada 50 jenis kucing yang tersebar di seluruh dunia, antara lain:

  1. Manx
  2. Maine Coon
  3. British Shorthair
  4. Burmese
  5. Chinchilla Longhair
  6. Ragdoll
  7. Birman
  8. Tonkinese
  9. Somali
  10. Persian
  11. Norwegian Forest
  12. Bobcat / Blacan (Kucing Liar)
  13. Anggora
  14. Sphynx
  15. Balinese
  16. Siamese
  17. Exotic Shorthair
  18. American Wirehair
  19. Munchkin
  20. Kucing Asli Indonesia
  21. American Bobtail
  22. Cymric
  23. Tiffanie
  24. Japanese Bobtail
  25. Bengal
  26. Javanese
  27. Toyger
  28. American Shorthair
  29. Egyptian Mau
  30. Burmilla
  31. Turkish Van
  32. Tiffany
  33. Scottish Fold
  34. Peterbald
  35. Savannah
  36. Ashera
  37. Abyssinian
  38. Cheetoh
  39. Ocicat
  40. Sailan
  41. Chausie
  42. American Curl
  43. American Ringtail
  44. Anatolian
  45. Aphrodite
  46. Cornish Rex
  47. Devon Rex
  48. Nebelung
  49. California Spangled
  50. Grumpy

Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai jenis dan gambar kucing pada daftar diatas, silakan kunjungi tautan berikut ini: Jenis dan Gambar Kucing Seluruh Dunia, Lengkap!