Lahan basah adalah lahan subur yang perlu dipertimbangkan untuk media tanam tanaman pertanian atau tanaman perkebunan. Tingkat kesuburan tanah merupakan faktor penting yang menentukan pertumbuhan tanaman.

Adanya lahan basah cukup menarik perhatian, karena jenis lahan ini cocok digunakan untuk berbagai macam area, baik untuk area sawah, perkebunan, tambak dan lain sebagainya. Namun, seringkali banyak pemahaman yang kurang mengenai lahan basah, termasuk bagaimana cara untuk memperoleh serta mengelolanya.

Lahan Basah

Lahan basah memiliki beberapa pengertian. Dikutip dari Wikipedia, lahan basah adalah wilayah yang memiliki tanah jenuh dengan air, baik bersifat permanen maupun bersifat musiman. Sehingga umumnya wilayah lahan ini akan tergenang oleh lapisan air yang dangkal.

Sementara itu, terdapat pengertian lain dari lahan basah yaitu lahan yang masuk pada kategori daratan yang tergenang air atau memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

Jenis Lahan Basah

Kategori lahan dapat disebut sebagai lahan basah ditentukan oleh bermacam-macam ciri. Berikut adalah ciri-cirinya, yaitu:

  • Kawasan Rawa
    Rawa adalah daerah yang hampir selalu tergenang air sepanjang tahun. Ketinggian air di daerah ini dapat bervariasi, mulai dari sangat dangkal hingga cukup dalam. Umumnya rawa-rawa tergenang air sebagai dampak dari sistem drainase yang mengalami hambatan. Termasuk di dalamnya yaitu area rawa gambut yang banyak dijumpai di sekitar pulau jawa, terutama di daerah sekitar pantai.
  • Kawasan Paya
    Lahan paya merupakan lahan yang luas seperti lapangan dan tergenang air sepanjang waktu. Banyak orang yang menyebut area ini sebagai rawa dangkal karena genangan airnya tidak begitu dalam dan dapat dilalui. Umumnya genangan air di area ini meliputi air tawar, payau maupun air asin.
  • Kawasan Gambut
    Lahan gambut adalah lahan tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa tumbuhan dengan kondisi setengah membusuk. Lahan ini memiliki kandungan organik yang cukup tinggi, sehingga karakter tanahnya subur dan cocok untuk perkebunan.
baca juga:  Infografis - 7 Manfaat Lahan Basah

Manfaat Lahan Basah

Lahan basah dikenal sebagai area dengan kondisi tanah yang cukup subur dan memiliki banyak manfaat. Oleh karena itu, pengelolaan lahan menjadi salah satu aktivitas pendukung pertanian dan perkebunan di Indonesia.

hutan bakau Pixabay

Banyak manfaat lain yang bisa diperoleh melalui pengelolaan lahan basah, antara lain:

  • Membantu pengadaan air bersih bagi lahan lain di sekelilingnya. Sebab, lahan basah berperan penting dalam menampung air hujan untuk kemudian dimanfaatkan sebagai area penyerapan air dan untuk meningkatkan cadangan air tanah guna keperluan sehari-hari.
  • Lahan basah juga berguna sebagai daerah yang mampu memberikan sumber pangan bagi masyarakat sekitar, karena kandungan tanah yang subur. Kandungan humus yang kaya sangat cocok untuk bercocok tanam.
  • Keberadaan lahan basah juga membantu untuk menyerap limbah yang berbahaya dan membantu proses penyaringan secara maksimal. Sehingga hasil akhir dari penyaringan alami tersebut adalah air tanah yang lebih layak untuk dikonsumsi.
  • Lahan basah juga membantu meredam risiko bencana alam, seperti banjir maupun abrasi. Hal ini terjadi karena mekanisme lahan yang mampu mengelola dan menyerap air hujan secara maksimal. Selain itu, kawasan ini juga dapat mencegah kekeringan
  • Kaya keanekaragaman hayati sehingga bermanfaat untuk menjaga kelestarian ekosistem yang ada di dalamnya.
  • Mencegah perubahan iklim yang ekstrim, karena lahan basah memiliki kemampuan menyerap karbon secara maksimal, sehingga lahan tersebut dapat difungsikan sebagai peredam cuaca ekstrim penyebab tsunami ataupun badai.
baca juga:  Badak Sumatera Masih Punya Harapan

Pengelolaan dan Pemanfaatan

Mengelola lahan basah membutuhkan ketekunan dan pengetahuan yang memadai. Terutama jika berencana mengubah lahan tersebut untuk kepentingan pertanian maupun perkebunan.

bajak sawah Pixabay

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan apabila ingin mengelola lahan basah secara maksimal, yaitu:

  • Melakukan pengeringan lahan, terutama bekas tanah gambut yang dapat digunakan untuk sektor pertanian dan perkebunan. Pengeringan lahan basah secara maksimal membantu menciptakan aneka ragam sawah dan perkebunan sehingga mendukung industri pakan secara maksimal.
  • Melakukan pengelolaan air. Hal ini secara tidak langsung akan membantu sistem irigasi maupun pengairan di daerah lahan basah tersebut, sehingga daerah di sekitarnya tidak kekurangan air bersih serta dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana.
  • Mempertahankan ekosistem alami juga merupakan unsur yang tetap perlu untuk dilakukan agar membantu menjaga keseimbangan alam. Pengembangan serta pengelolaan lahan yang baik akan menciptakan sistem pertanian yang optimal tanpa menimbulkan bencana sebagai efek negatif dari perubahan lahan basah menjadi area sawah maupun perkebunan.

Upaya Konservasi

Salah satu langkah yang dilakukan oleh berbagai negara termasuk pemerintah Indonesia dalam pelestarian lahan basah, yaitu melalui Ramsar Convention. Kesepakatan ini tertuang berkat pertemuan sekelompok organisasi LSM yang menciptakan konvensi lahan basah pertama di dunia pada tahun 1971.

Dalam konvensi ini banyak negara yang memutuskan untuk berkomitmen menjaga lahan basah di negara masing-masing. Salah satunya yaitu di Indonesia melalui keberadaan 7 taman nasional dan suaka margasatwa yang tersebar merata di beberapa daerah. Dengan dukungan dari UNESCO, hingga saat ini konvensi ini telah beranggotakan 38 negara.

baca juga:  Transplantasi Terumbu Karang - Arti, Tujuan & Cara

Potensi Lahan Basah di Indonesia

Sebagai negara yang kaya akan berbagai macam jenis lahan, persebaran lahan di Indonesia cukup beragam. Banyak daerah yang memiliki potensi sebagai area lahan basah.

Tercatat hingga saat ini, potensi lahan basah di seluruh Indonesia yang juga berfungsi sebagai wadah konservasi mencapai 1,3 juta ha. Kawasan tersebut termasuk dalam taman nasional di Jambi, Kalimantan Barat, Jakarta, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, Papua dan Kalimantan Tengah.

Kelestarian hayati di area suaka margasatwa dan taman nasional juga membantu ekosistem di Indonesia tetap terjaga berkat area lahan basah yang terdapat di dalam lingkungan tersebut.

Referensi: https://forestsnews.cifor.org/44328/peta-lahan-basah-dunia?fnl=id | https://alamendah.org/2015/01/11/mengenal-lahan-basah-wetland-indonesia/ | https://indonesia.wetlands.org/id/wetlands/mengapa-lahan-basah-penting/ | https://jurnalbumi.com/knol/lahan-basah/ | https://indonesia.wetlands.org/id/wetlands/apa-lahan-basah-itu/

Lahan Basah – Pengertian, Jenis Serta Pengelolaannya
5 (100%) 4 votes