Lidah Mertua – Taksonomi, Morfologi, Habitat & Manfaat Lingkungan

3.6/5 - (22 votes)

Lidah Mertua merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup terkenal dan jadi primadona di kalangan pecinta botani. Tanaman tropis yang juga dikenal sebagai tanaman rimpang ini mendapatkan julukan ‘lidah mertua’ berawal dari kalangan pedagang tanaman hias berbasis internasional. Saat itu, mereka memberi nama tanaman ini dengan snake plant atau mother in law tongue.

Lidah Mertua memiliki banyak karakter, ada yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran antara 50 sampai 75 cm, ada pula yang berdaun pendek dan melingkar dengan panjang sekitar 8 cm serta lebar mencapai 3 hingga 6 cm.

Lidah Mertua berdaun panjang terbagi kembali menjadi dua jenis, yaitu berdaun panjang, lebar, dan meruncing pada ujung daunnya. Sementara jenis lainnya berdaun panjang, lurus, dan meruncing.

Umumnya, tanaman ini tumbuh di habitat yang memiliki banyak kandungan air dengan pencahayaan matahari yang cukup. Dengan begitu, Rimpang dapat tumbuh semakin optimal dan memiliki bentuk sempurna.

Taksonomi

Berikut ini merupakan klasifikasi ilmiah dari tanaman Lidah Mertua yang perlu kita ketahui, yaitu:

KingdomPlantae
Sub kingdomTrachebionta
DivisiMagniliophyta
Super divisiSpermatophyta
KelasLiliopsida
Sub kelasLilidae
OrdoLilliales
FamiliAgavaceae dan Ruscaceae
GenusSansevieria
SpesiesSansevieria sp.

Morfologi

Tanaman yang dipercaya dapat mendaur ulang karbondioksida dalam ruangan ini mempunyai morfologi sebagai berikut:

lidah mertua Pixabay

1. Akar

Tanaman lidah mertua memiliki sistem perakaran serabut yang mampu menjalar di bawah ataupun di atas tanah. Akar ini tumbuh secara horizontal dan memiliki warna putih gading dengan panjang sekitar 0,4 hingga 1,8 meter. Jenis tanaman rimpang ini juga termasuk dalam golongan monokotil karena berbiji tunggal dan tidak memiliki batang berkayu.

baca juga:  10 Bunga Langka di Indonesia & Dilindungi

2. Daun Rimpang

Salah satu ciri daun lidah mertua adalah adanya garis menyempit di bagian pangkal dengan ujung daun meruncing. Daunnya memiliki serat yang bersifat keras, tapi sedikit kenyal. Serat ini biasa disebut dengan bowstring hemp yang juga sering dimanfaatkan dalam proses pembuatan kain.

Selain itu, tanaman hias ini mempunyai karakter daun yang tebal dengan kandungan air yang cukup melimpah sehingga mampu bertahan di musim kemarau yang terik. Corak daun lidah mertua berbentuk garis yang mengikuti arah serat daun. Corak ini tidak beraturan dan cenderung zigzag.

3. Bunga

Umumnya pertumbuhan bunga lidah mertua tegak lurus dari pangkal batangnya. Warna bunganya putih kehijauan dengan panjang sekitar 6 hingga 8 mm. Bunga tersebut memiliki benang sari sebanyak 6 buah dan tangkai putiknya memiliki kepala membulat tapi cukup rata.

Sementara itu, bakal buahnya memiliki bentuk serupa telur yang memanjang. Di setiap ruangnya juga terdapat biji. Biasanya dalam satu bunga lidah mertua mampu menghasilkan biji sebanyak 1-3 butir. Bentuk biji ini bulat seperti peluru dengan jenis berkeping tunggal.

Habitat

Perlu diketahui, lidah mertua adalah tanaman yang berasal dari beberapa kawasan di Asia dan Afrika, seperti India, Asia Selatan, Pakistan, Afrika Timur, hingga Arab Saudi. Secara geografis, tanaman rimpang tumbuh di daerah tropis yang kering.

Pixabay

Karakter inilah yang membuatnya cocok dibudidayakan di Indonesia dengan iklim tropis. Bisa dikatakan juga, lidah mertua mampu tumbuh mulai dari daratan rendah hingga sekitar 300 mdpl.

Lidah mertua atau yang juga dikenal dengan nama sansevieria ini sangat mudah dikenali. Sebab, tanaman ini adalah tanaman hias dengan pesona keindahan daun yang bertekstur kaku dan keras. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, daunnya tumbuh tegak berwarna kuning kehijauan dengan anakan di sekitar tanaman induk.

baca juga:  Daftar 10 Ular Terbesar Di Dunia - Piton atau Anakonda?

Selain itu, tanaman ini tidak berbatang, tapi memiliki bunga dan biji. Pesona lidah mertua ada pada kombinasi warna, motif, model, dan ukuran daun yang memang tiap jenisnya membawa karakter serta keunikan beragam.

Ada dua jenis sansevieria yang lazim ditemukan. Jenis pertama memiliki daun kelabu dengan belang hijau tua, sedangkan jenis yang kedua memiliki daun kelabu kekuningan dilengkapi belang yang sama.

Namun, pada jenis kedua tersebut bisa ditemukan jalur kuning di sekeliling tepi bunganya. Bunga tersebut berwarna putih, memiliki jambak yang disertai tangkai panjang dan tegak. Lidah mertua dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang mudah ditanam dan mampu bertahan hidup di lingkungan apapun. Hal inilah yang jadi salah keistimewaan flora elok ini.

Manfaat dan Khasiat

Siapa sangka di balik tampilannya yang menawan, lidah mertua ternyata mempunyai banyak manfaat yang jarang diketahui oleh banyak orang. Mulai dari kemampuannya dalam merawat rambut agar selalu tampak berkilau hingga menyerap polusi dan radiasi di sekitar rumah.

manfaat lidah mertua Pixabay

Berikut ini adalah berbagai manfaat lidah mertua yang patut untuk kita ketahui, antara lain:

1. Menyerap Polusi Udara

Pada dasarnya, semua tanaman hijau dapat dimanfaatkan untuk menyerap CO2 yang ada di dalam suatu ruangan. Seperti yang diketahui, CO2 merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan oleh tanaman untuk berfotosintesis, kemudian menghasilkan oksigen. Itulah alasan mengapa kita merasa sejuk ketika berteduh di bawah pohon saat matahari sedang bersinar cukup terik di siang hari.

2. Menetralkan Bau Tak Sedap

Bukan hanya punya kemampuan menyerap CO2 di udara, tanaman satu ini juga memiliki kemampuan untuk menyerap bau tak sedap, terutama bau kulkas yang lembab. Caranya mudah, kita hanya perlu meletakkan potongan lidah mertua di pintu kulkas dan di beberapa sudut ruangan.

baca juga:  Bonsai Asam - Cara Mudah Membuat dan Merawatnya

Karena kemampuannya ini, lidah mertua juga seringkali digunakan untuk mereduksi senyawa beracun di sebuah ruangan khusus produksi agar tak terhirup oleh pekerja.

3. Mengurangi Radiasi

Jika kita sering menggunakan barang-barang elektronik di rumah, seperti laptop, TV, atau bahkan smartphone, maka sebaiknya simpan lidah mertua di sekitar penjuru rumah. Pasalnya, tanaman ini mampu mereduksi gelombang radiasi yang dihasilkan oleh barang-barang elektronik tersebut. Dengan demikian, kesehatan pun akan lebih terjaga.

4. Mengobati Sick Building Syndrome

Sick building syndrome atau sindrom trauma terhadap gedung kerap diderita oleh orang-orang yang berada di ruangan tidak sehat. Hal ini biasanya dipicu oleh ruangan dengan kandungan zat nikotin dari asap rokok, karbondioksida, dan pemakaian AC yang berlebihan.

Dengan menggunakan lima lembar daun lidah mertua, dijamin sick building syndrome dapat diatasi secara perlahan.

5. Menyerap Polutan Berbahaya

Tidak semua jenis tumbuhan memiliki kemampuan menyerap polutan ataupun memiliki titik resisten cukup tinggi. Nah, lidah mertua merupakan jenis tanaman yang memiliki kemampuan luar biasa tersebut. Bahkan, tanaman hias ini mampu menangani hingga 107 jenis polutan yang salah satunya adalah asap rokok.

Apabila di rumah kita ada seorang perokok aktif, maka sangat disarankan untuk menanam tanaman satu ini di sekitar area rumah. Kita juga bisa meletakkan beberapa pot tumbuhan rimpang di dalam rumah agar hasilnya lebih efektif.

6. Mengatasi Sakit Kepala

Pada zaman dahulu, sebagian besar masyarakat Indonesia sangat bergantung pada tanaman untuk mengobati beberapa jenis penyakit. Banyak dari mereka yang menggunakan lidah mertua untuk mengatasi sakit kepala hebat. Cara paling mudah dengan cara membakar daunnya.

7. Menjadikan Rambut Sehat Berkilau

Tidak hanya kesehatan tubuh, tanaman ini juga baik untuk kecantikan rambut layaknya manfaat lidah buaya. Kita dapat mengolah akarnya menjadi sari, lalu usapkan secara merata pada rambut. Dengan cara ini, rambut akan semakin segar sehingga tetap sehat dan berkilau.