Jika membahas tentang lingkungan, mungkin kata limbah merupakan kata yang cukup sering kita dengar. Limbah memang selalu ada di sekitar kehidupan manusia, karena limbah adalah hasil kegiatan dari manusia.

Limbah merupakan bahan buangan yang dihasilkan dari sebuah proses bidang produksi, apapun bentuk produksinya. Mulai dari skala kecil, seperti rumah tangga, hingga skala besar seperti industri. Limbah memiliki bentuk yang beragam, mulai dari limbah cair hingga limbah padat. Limbah padat sering disebut sebagai sampah.

Limbah seringkali menjadi bahan buangan yang keberadaannya tidak dikehendaki berada di lingkungan tinggal manusia. Karena limbah dinilai tidak memiliki manfaat apapun, baik secara ekonomis, kesehatan maupun secara visual.

Limbah sendiri mengandung beberapa senyawa kimia tertentu, sehingga seringkali berdampak negatif terhadap kehidupan manusia dan lingkungan hidup. Berikut ini akan dijelaskan beberapa hal mengenai limbah.

Karakteristik Limbah

Pada dasarnya limbah memiliki beberapa karakteristik. Karakteristik limbah dibedakan menjadi karakter fisik dan karakter kimia. Adapun karakter fisik dari limbah antara lain sebagai berikut:

Ciri Fisik Limbah

  • Zat Padat

Karakteristik limbah berupa zat padat disebut juga dengan zat solid. Zat ini adalah sebuah residu yang tidak akan hancur, walaupun sudah menempuh proses pemanasan yang mencapai suhu 103 derajat hingga 105 derajat celcius.

  • Bau

Karakteristik lain dari limbah adalah menimbulkan bau. Dalam hal ini bau merupakan efek samping yang muncul dari sebuah limbah. Bau terbentuk dari senyawa di limbah atau proses dekomposisi zat organik. Proses pembusukan tersebut yang menjadi penyebab gas menghasilkan bau. Bau ini bisa muncul baik di limbah padat, cair, maupun gas. Misalnya adalah zat amonia.

  • Suhu

Karakteristik berikutnya dapat dilihat dari suhu yang dihasilkan dari limbah. Biasanya suhu dari limbah akan lebih tinggi daripada suhu lingkungan yang ada di sekitarnya. Misalnya pada air yang tercemar limbah. Suhu air akan lebih tinggi, hal ini menandakan adanya penurunan kadar DO di dalam air.

  • Warna

Warna juga menjadi karakteristik limbah. Warna yang terlihat bergantung pada jenis limbahnya itu sendiri. Namun biasanya limbah yang mencemari air akan membuat air menjadi tidak jernih. Warna ini dihasilkan dari dekomposisi dari material organik. Selain itu, menurunnya oksigen juga bisa menyebabkan perubahan warna.

  • Kekeruhan

Selain warna, tingkat keruhnya air yang tercemar limbah juga akan meningkat. Bisa jadi disebabkan oleh lumpur, zat organik, maupun mikroorganisme yang jumlahnya besar sehingga akan lebih lama mengendap ke dasar air. Hal ini akan menyebabkan air menjadi lebih keruh.

Ciri Kimia Limbah

Adapun karakteristik limbah dari ciri kimia antara lain sebagai berikut:

  • Bahan organik

Karakteristik limbah berupa bahan organik dapat dilihat dari senyawa pembentuknya. Air limbah mengandung bahan organik dengan 10% minyak, 70% karbohidrat, dan 65% protein. Adapun lemak yang ada di dalam limbah domestik sebagian besar berasal dari sisa makanan.

  • Biologycal Oxygen Demand

BOD atau Biologycal Oxygen Demand adalah jumlah oksigen di dalam lingkungan air yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengubah bahan organik. BOD bisa dihitung berdasarkan teknik dan metode tertentu.

  • Dissolved Oxygen

DO atau Dissolved Oxygen merupakan satuan untuk melihat tingkat oksigen yang terlarut di dalam air. Sebagaimana diketahui bahwa oksigen sangat dibutuhkan untuk kehidupan makhluk hidup, maka DO sangat penting dalam perairan. Jika perairan memiliki tingkat DO yang rendah, bisa jadi perairan telah tercemar limbah.

  • Chemical Oxygen Demand

COD atau Chemical Oxygen Demand merupakan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk oksidasi bahan organik.

  • pH

pH adalah derajat keasaman dari sebuah bahan. Limbah memiliki pH yang tidak netral. Maka dari itulah pH limbah bisa menyebabkan pengaruh terhadap lingkungan sekitarnya dan menjadi berbahay, karena limbah dapat merusak lingkungan dan kesehatan makhluk hidup di sekitarnya.

Jenis-Jenis Limbah

limbah air kotor

Limbah Berdasarkan Bentuk / Wujudnya

Berikut adalah beberapa jenis limbah berdasarkan wujudnya, antara lain sebagai berikut:

  • Limbah Padat

Salah satu jenis limbah adalah limbah padat. Limbah padat inilah yang disebut dengan istilah sampah. Limbah padat bisa berwujud kering, ataupun berwujud sampah organik yang lembab. Jenis limbah padat ini banyak ditemukan di lingkungan tempat tinggal manusia. Contoh dari limbah padar antara lain sampah sisa makanan, sampah plastik, sampah kaleng, dan sebagainya.

  • Limbah Cair

Selain limbah padat, limbah cair juga merupakan salah satu jenis limbah yang banyak kita temukan di lingkungan sekitar. Limbah ini wujudnya cair dan biasanya sudah bercampur dengan bahan buangan lainnya yang larut dengan air. Limbah cair dihasilkan dari keseharian manusia dan dunia industri. Contoh limbah cair dalam skala kecil misalnya air bekas mandi dan air bekas cucian.

  • Limbah Gas

Tidak hanya berwujud cair dan padat, limbah juga bisa berwujud gas. Limbah ini terdiri dari berbagai macam senyawa kimia yang menguap di udara sebagai medianya. Sehingga limbah gas ini dapat dengan mudah menyebar ke area yang lebih luas melalui udara. Hal ini yang sering menciptakan pencemaran udara. Beberapa contoh limbah gas yang biasa terjadi misalnya sulfur oksida, karbon monoksida, freon, dan sebagainya.

  • Limbah Suara

Limbah suara juga merupakan salah satu yang cukup sering terjadi, namun keberadaannya mungkin lebih banyak diabaikan. Limbah suara atau juga kita kenal dengan polusi suara berbentuk gelombang suara yang menciptakan gangguan. Contohnya adalah suara kendaraan bermotor yang bising, dan juga suara-suara dari mesin produksi.

Limbah Berdasarkan Sumbernya

Adapun jenis limbah berdasarkan sumbernya dibedakan menjadi beberapa poin, antara lain sebagai berikut:

  • Limbah Domestik

Jenis limbah yang pertama adalah limbah yang bersumber dari domestik. Limbah yang satu ini dihasilkan dari kegiatan sehari-hari manusia, termasuk limbah rumah tangga. Limbah ini dihasilkan di area permukiman penduduk, rumah makan, dan juga pasar. Kebanyakan limbah domestik adalah limbah kemasan, sisa makanan, dan sisa cucian.

  • Limbah Industri

Sumber limbah yang kedua adalah industri. Dimana setiap ada proses produksi, tentulah limbah akan dihasilkan dari sana. Limbah industri ini bisa berasal dari industri skala kecil dan juga skala besar. Limbah industri skala kecil misalnya sisa buangan produksi tempe. Sedangkan limbah industri dalam skala besar misalnya limbah cair, padat, dan gas yang keluar dari pabrik.

  • Limbah Pertanian

Pertanian juga menyumbangkan limbah untuk lingkungan. Limbah pertanian ini dihasilkan dari proses kegiatan tani dan perkebunan. Beberapa contoh dari limbah pertanian antara lain sekam, jerami, ranting-ranting kecil, daun-daun kering, dan semisalnya.

  • Limbah Pertambangan

Pertambangan juga merupakan salah satu bidang yang menghasilkan limbah. Dimana kemudian dikenal dengan istilah limbah pertambangan.

  • Limbah Pariwisata

Sektor pariwisata juga menjadi penyumbang limbah, khususnya dari kawasan wisata. Contoh limbah pariwisata sangat banyak sekali, mulai dari asap kendaraan wisata, sampah di kawasan wisata, bahan bakar perahu yang tumpah, dan sebagainya.

  • Limbah Medis

Salah satu bidang yang tidak pernah lepas dari limbah adalah bidang medis. Seperti yang diketahui bersama, peralatan medis dan juga obat-obatan berpotensi menjadi limbah di kemudian hari. Mulai dari sisa peralatan seperti jarum suntik, hingga limbah dari bahan kimia obat dari proses medis.

Limbah Berdasarkan Senyawa Penyusun

Jenis limbah juga dibedakan berdasarkan senyawa penyusunnya, antara lain:

  • Limbah Organik

Berdasarkan senyawa penyusunnya, limbah organik adalah limbah yang terdiri dari unsur-unsur yang berasal dari makhluk hidup. Limbah semacam ini mudah terurai atau membusuk. Limbah semacam ini biasanya berasal dari sisa makanan.

  • Limbah Anorganik

Limbah anorganik adalah jenis limbah yang berasal dari bahan-bahan fabrikasi. Karakteristik limbah anorganik adalah tidak mudah membusuk dan terurai. Bahkan proses pembusukannya membutuhkan waktu puluhan hingga jutaan tahun lamanya. Limbah jenis ini misalnya plastik, kaca, dan logam lainnya.

  • Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Jenis limbah berdasarkan senyawa penyusun selanjutnya adalah limbah B3. Sumber limbah ini adalah dari kegiatan manusia itu sendiri. Limbah jenis B3 ini dinilai berbahaya bagi makhluk hidup dan lingkungan. Limbah B3 juga memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan jenis limbah lainnya.

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (disingkat B3) merupakan salah satu jenis limbah yang berbahaya. Limbah ini berasal dari sisa produksi. Limbah ini berbahaya karena sifat, jumlah, dan atau konsentrasinya dapat merusak lingkungan dan kelangsungan hidup, baik secara langsung maupun tidak langsung.

limbah berbahaya

Limbah B3 termasuk di dalamnya antara lain bahan baku beracun, bahan yang sudah rusak, oli bekas kapal, dan sebagainya. Berikut ini beberapa karakteristik dari limbah B3 yang perlu kita ketahui:

  • Mudah Meledak

Salah satu karakteristik dari limbah B3 adalah mudah meledak. Limbah tersebut akan meledak jika berada pada suhu dan tekanan (25 derajat Celcius, 760 mmHg). Limbah ini juga bisa menghasilkan gas melalui reaksi kimia fisika dan menciptakan kerusakan lingkungan.

  • Mudah Terbakar

Karakteristik lainnya dari limbah B3 adalah mudah terbakar akibat kontak dengan api, udara, dan bahan lainnya meskipun masih berada pada tekanan dan suhu standar. Beberapa jenis limbah yang mudah terbakar antara lain seperti cat, pembersih logam, beberapa jenis tinta, dan sebagainya.

  • Beracun

Limbah beracun juga termasuk dalam karakteristik limbah B3. Limbah yang beracun mengandung zat racun atau pencemar yang bisa menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan bagi makhluk hidup. Limbah jenis ini bisa meracuni melalui media udara, meracuni dari kulit, maupun mulut. sifat racun pada limbah ditentukan dengan metode tertentu.

  • Menyebabkan Infeksi

Beberapa limbah B3 juga memiliki karakteristik dapat menyebabkan infeksi. Limbah jenis ini bisa menularkan kuman penyebab infeksi kepada makhluk hidup. Dikatakan berbahaya karena bisa menyebabkan wabah tertentu. Beberapa jenis limbah B3 yang bisa menyebabkan infeksi antara lain limbah laboratorium, limbah cair dari proses medis, dan sebagainya.

  • Korosif

Limbah B3 juga bisa jadi memiliki sifat korosif. Beberapa contoh dari sifat korosif itu sendiri antara lain menyebabkan sensasi terbakar pada kulit dan iritasi, menyebabkan perkaratan pada logam, dan memiliki pH bersifat asam tinggi.

  • Reaktif

Limbah B3 yang bersifat reaktif bisadengan mudah mengalami perubahan dan sifatnya tidak stabil. Atau bisa juga menimbulkan ledakan, gas, asap, racun, dan sebagainya jika bereaksi dengan bahan lain.

Dampak Limbah

Setelah mengetahui beberapa penjelasan mengenai limbah di atas, tentu bisa diambil kesimpulan bahwa limbah itu akan berpengaruh terhadap lingkungan dan kehidupan makhluk hidup. Beberapa dampak limbah yang banyak dibicarakan antara lain sebagai berikut:

  • Dampak Limbah Terhadap Kesehatan Manusia

Manusia tentu akan menjadi salah satu korban dari adanya limbah di sekitarnya. Apalagi jika limbah tersebut telah mencemari lingkungan. Limbah bisa menyebabkan berbagai gangguan, baik secara fisik maupun secara kesehatan. Berapa contoh dampak limbah bagi manusia dan kesehatan antara lain sebagai berikut:

  • Menyebabkan kondisi lingkungan yang kotor dan berbau. Apalagi jika limbah memang merupakan jenis yang mengeluarkan bau tidak sedap.
  • Menyebabkan berbagai penyakit dan infeksi yang sangat mengganggu kesehatan. Misalnya gangguan pencernaan, diare, tifus, jamur, gangguan saraf, gangguan nafas, dan aneka pernyakit lainnya.
  • Menyebabkan keracunan yang bisa meningkatkan risiko gangguan kesehatan untuk manusia dan makhluk hidup lainnya.

Itulah beberapa dampak negatif dari keberadaan limbah bagi kesehatan manusia.

  • Dampak Limbah Terhadap Alam dan Lingkungan

Tidak hanya berdampak pada manusia dan makhluk hidup lainnya, limbah pun bisa berdampak terhadap alam dan lingkungan sekitar. Dimana kerusakan lahan dan lingkungan adalah salah satu dampak yang paling sering terjadi. Selain itu lingkungan menjadi kurang sehat untuk dihuni.

Limbah yang menyumbat sistem aliran sungai dan drainase juga akan menyebabkan masalah. Hewan-hewan juga akan mendapatkan imbasnya, dan hal ini akan menjadikan alam rusak.

Pengelolaan Limbah

Dari masalah-masalah yang ditimbulkan dari limbah tersebut, maka diperlukan sebuah sistem pengolahan limbah yang baik dan terintegrasi dengan peraturan pemerintah. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak limbah terhadap lingkungan dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Pengolahan limbah bisa dilakukan menurut tingkat perlakuan dan menurut karakteristiknya agar lebih tepat sasaran.

pengelolaan limbah padat

Misalnya limbah yang berasal dari limbah cair, tentu pengolahan yang terbaik adalah dengan mengadakan sistem sanitasi yang baik di kawasan tersebut. Tujuannya adalah agar pembuangan limbah dan pengolahan berikutnya dapat terintegrasi sesuai dengan karakteristik limbah itu sendiri.

Sistem sanitasi yang dimaksud pun tentu harus mencakup keseluruhan dari kebutuhan lingkungan tersebut. Mulai dari penyediaan air bersih, drainasse, hingga pembuangan limbahnya.

Adapun beberapa teknis pengelolaan limbah yang bisa dilakukan secara umum antara lain sebagai berikut:

  • Pengurangan Limbah

Salah satu cara untuk melakukan pengelolaan limbah adalah berusaha untuk mengurangi jumlah limbah itu sendiri. Cara ini bisa dilakukan sejak dini dan dimulai dari diri sendiri, seperti membiasakan menggunakan botol isi ulang daripada air kemasan sekali minum, dan sebagainya.

  • Daur Ulang

Daur ulang limbah juga bisa dilakukan untuk mengatasi masalah lingkungan dari sampah. Sampah-sampah anorganik dapat dimanfaatkan atau digunakan kembali untuk fungsi lainnya. Sementara itu limbah organik dapat dimanfaatkan untuk pupuk kompos dan lainnya.

  • Pengolahan

Pengolahan untuk limbah khusus atau limbah berbahaya juga perlu dilakukan. Khususnya yang berasal dari limbah industri. Pengolahan ini perlu dilakukan sesuai dengan senyawa limbah itu sendiri.

  • Pembuangan

Pembuangan limbah juga perlu dilakukan dengan mekanisme yang baik. Limbah tidak boleh dibuang sembarangan. Semuanya harus melalui peraturan terkait agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Artikel Lain