Lingkungan – Pengertian, Jenis, Manfaat, Penyebab Kerusakan & Pelestarian

Lingkungan adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan berdasarkan interaksi alam dengan masyarakat. Istilah ini bahkan mempunyai cakupan sangat luas seiring perkembangannya. Namun secara sederhana lingkungan berhubungan erat dengan alam dan penyusunnya.

Sayangnya diantara sekian permasalahan yang dihadapi oleh manusia, kondisi lingkungan merupakan salah satu hal yang berdampak besar. Sebab kehidupan manusia bergantung pada keadaan di sekitarnya. Oleh sebab itu berbagai upaya pun terus dilakukan untuk melestarikan lingkungan.

Pengertian Lingkungan

Definisi lingkungan bisa dijelaskan dalam beberapa pengertian, mulai dari arti yang sederhana hingga spesifik seperti yang diungkapkan oleh para ahli. Secara garis besar pengertian lingkungan dapat dibagi dua, yaitu pengertian secara umum dan pengertian menurut para ahli sebagai berikut:

1. Lingkungan Secara Umum

Secara umum lingkungan dapat diartikan sebagai kombinasi dari berbagai unsur fisik meliputi sumber daya alam seperti flora dan fauna, air, tanah, mineral, serta energi matahari. Lingkungan juga mencakup hal-hal yang diciptakan manusia termasuk bagaimana cara mengelola lingkungan fisik.

Pengertian lain dari lingkungan secara umum adalah segala hal yang berada di sekitar manusia yang tinggal secara bersama-sama dan kemudian saling mempengaruhi satu sama lain terhadap kondisi kehidupan manusia.

Lingkungan terdiri atas dua komponen yang bersifat biotik dan abiotik. Komponen biotik merupakan segala hal yang memiliki nyawa seperti manusia, hewan, tubuhan, serta mikroorganisme berupa bakteri dan virus. Sedangkan komponen abiotik adalah segala hal yang tak bernyawa seperti air, udara, tanah, cahaya, iklim, kelembaban, dan suara.

panen padi Pixabay

2. Lingkungan Menurut Para Ahli

Pengertian lingkungan menurut para ahli mencakup pendapat para pakar lingkungan dan pengertian secara tertulis di dalam kamus dan perundang-undangan. Berikut ini adalah berbagai pengertian lingkungan yang tertulis dan dikemukakan oleh para ahli, yaitu:

a. Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997

Berdasarkan Undang-Undang No. 23 tahun 1997, arti lingkungan hidup adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu ruang dengan benda, keadaan, daya, dan makhluk hidup. Termasuk juga di dalamnya adalah manusia serta perilakunya yang berpengaruh terhadap kehidupan dan kesejahteraan manusia itu sendiri serta makhluk hidup lainnya.

b. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, lingkungan adalah daerah, kawasan, dan sebagainya yang ada di dalamnya, Lingkungan juga dapat diartikan sebagai suatu bagian yang ada di dalam kelurahan dan menjadi lingkungan kerja dari pelaksanaan pemerintahan desa.

c. Menurut Ensiklopedia Kehutanan

Sebagai objek kajian dari bidang kehutanan, dalam Ensiklopedia Kehutanan juga terdapat pengertian singkat lingkungan. Di dalam Ensiklopedia tersebut disebutkan bahwa lingkungan adalah jumlah total dari seluruh faktor non-genetik yang mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi pohon.

d. Menurut S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf

S. J. McNAughton dan Larry L. Wolf berpendapat bahwa definisi lingkungan adalah seluruh faktor eksternal baik yang bersifat biologis ataupun fisika, dimana faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung terhadap kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, serta aktivitas reproduksi dari organisme.

e. Menurut Michael Allaby

Michael Allaby juga menyatakan pendapat mengenai pengertian lingkungan, penjelasan tentang lingkungan hidup adalah lingkungan fisik, biotis, dan juga kimiawi yang mengelilingi kehidupan organisme.

f. Menurut Otto Soemarwoto

Otto Soemarwoto memaparkan pengertian lingkungan secara lebih kompleks. Menurutnya lingkungan dalam Bahasa Inggris adalah environment. Lingkungan dapat diartikan sebagai jumlah semua benda dan keadaan dari suatu ruang yang menjadi tempat manusia tinggal dan mempengaruhi kehidupan.

Jumlah pada ruang tinggal tersebut secara teoritis memang tidak terbatas, akan tetapi secara praktis jumlahnya terbatas sesuai dengan keperluan yang telah ditentukan misalnya unsur alam seperti laut, sungai, jurang, ataupun unsur dalam dunia politik dan lain sebagainya.

Secara sederhana, pengertian lingkungan hidup atau lingkungan berdasarkan pendapat Otto Soemarwoto adalah segala hal yang ada pada seluruh makhluk hidup ataupun organisme yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan makhluh hidup tersebut.

g. Menurut Jonny Purba

Jonny Purba menyatakan bahwa yang dimaksud sebagai lingkungan adalah sesuatu yang berstatus sebagai lokasi terjadinya segala macam kegiatan atau aktivitas baik yang berupa interaksi sosial pada berbagai kelompok dan juga pranatanya serta seluruh aktivitas lain yang dipengaruhi oleh nilai dan simbol yang berlaku.

h. Menurut Ahmad (1987)

Ahmad (1987) menyatakan bahwa lingkungan merupakan suatu kesatuan dengan kehidupan manusia dan yang disebut lingkungan hidup adalah satu sistem kehidupan yang di dalamnya terdapat campur tangan dari manusia.

i. Menurut St. Munadjat Danusaputro

St. Munadjat Danusaputro menyebutkan bahwa lingkungan adalah segala hal berupa benda dan kondisi, serta manusia dengan perbuatan dan tingkah lakunya, yang berada di dalam ruang tempat manusia tinggal serta mempengaruhi kesejahteraan hingga kelangsungan hidup dan jasad renik yang lain.

j. Menurut Supardi (2003)

Supardi berpendapat arti lingkungan adalah jumlah dari seluruh benda hidup dan benda mati, termasuk segala kondisi yang terdapat di dalam lingkungan tempat tinggal manusia, yaitu tempat di mana manusia ditempatkan. Menurutnya lingkungan terbagi menjadi dua, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan non-fisik. 

k. Menurut Emil Salim (1976)

Menurut Emil Salim (1976), lingkungan adalah segala hal yang meliputi benda, keadaan, kondisi, dan pengaruh yang ada di dalam suatu ruang yang ditempati, dimana lingkungan tersebut memiliki pengaruh besar terhadap hal-hal yang hidup termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan.

l. Menurut Bintarto

Bintarto menyatakan pengertian lingkungan secara sederhana dimana lingkungan hidup merupakan segala sesuatu yang terdapat di sekitar kehidupan manusia baik berupa benda maupun non-benda serta dipengaruhi sekaligus mempengaruhi tindakan dan sikap yang dimiliki manusia.

m. Menurut Sri Hayati

Lingkungan menurut Sri Hayati adalah kesatuan antara suatu ruang dan seluruh benda serta keadaan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Pada kesatuan tersebut juga terdapat makhluk hidup dan perilakunya baik manusia ataupun makhluk hidup yang lain demi melangsungkan kehidupan dan kesejahteraan.

n. Menurut Amsyari (1989)

Amsyari (1989) menjabarkan pengertian lingkungan dalam tiga kelompok. Pertama adalah lingkungan fisik yang merupakan segala sesuatu yang terdapat di sekitar manusia dan wujudnya berbentuk benda mati seperti air, udara, batu, rumah, cahaya, dan sebagainya.

Kedua adalah lingkungan biologis yang merupakan segala unsur yang terdapat di sekitar manusia dan menyerupai organisme hidup kecuali yang ada dalam diri manusia sendiri seperti hewan dan tumbuhan. Kemudian ketiga adalah lingkungan sosial yang merupakan kehidupan sekumpulan manusia yang berada di suatu lingkungan masyarakat.

o. Menurut Soedjono

Soedjono menyatakan bahwa lingkungan adalah bagian dari lingkungan hidup. Adapun di dalam lingkungan terdapat dua unsur, yaitu lingkungan hidup jasmani dan lingkungan hidup fisik yang meliputi seluruh faktor dan unsur fisik jasmaniah. Secara sederhana lingkungan dapat diartikan sebagai segala hal tentang kehidupan seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.

p. Menurut Sambas Wirakusumah

Pengertian lingkungan menurut Sambas Wirakusumah adalah seluruh aspek yang terdapat di sekitar manusia. Aspek tersebut meliputi unsur eksternal biologis dengan organisme hidup dan ilmu tentang lingkungan menjadi tempat studi dari lingkungan organisme tersebut.

q. Menurut Darsono (1995)

Darsono (1995) berpendapat bahwa lingkungan adalah seluruh benda dan kondisi serta manusia dan kegiatannya yang terdapat di dalam suatu ruang di mana manusia tinggal. Semua unsur-unsur tersebut berpengaruh terhadap kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia serta semua yang hidup lainnya.

Jenis Lingkungan

Berbagai macam lingkungan yang ada di sekitar kehidupan manusia dapat dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan sudut pandangnya. Secara umum lingkungan dibagi berdasarkan unsur pembangunnya, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik. Kemudian berdasarkan proses terbentuknya, yaitu lingkungan alami dan lingkungan buatan.

hutan kota NYC

1. Lingkungan Berdasarkan Proses Terbentuknya

Sebagaimana telah disebutkan, lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kehidupan manusia, baik berupa kondisi alam maupun apa yang ditentukan atau dibuat sendiri oleh manusia. Hal itu menunjukkan bahwa lingkungan daapt dibentuk sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ini adalah lingkungan ditinjau dari proses terbentuknya, yaitu:

a. Lingkungan Alami

Lingkungan alami adalah lingkungan yang terbentuk melalui suatu proses alam secara dinamis, artinya tidak ada kesengajaan manusia dalam pembentukan tersebut. Lingkungan ini terdiri atas sumber-sumber alami berupa ekosistem dan berbagai komponen yang ada padanya baik komponen fisik ataupun komponen biologis.

Selain itu lingkungan alami juga mempunyai tingkat heterogenitas organisme dan makhluk hidup yang sangat tinggi. Contoh lingkungan alami sangat banyak di sekitar manusia, seperti gunung, laut, hutan, bukit, lembah, pantai, danau, sungai, rawa, padang rumput, dan lain sebagainya.

b. Lingkungan Buatan

Sesuai dengan namanya, lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibentuk secara sengaja artinya ada campur tangan manusia. Dalam proses pembentukan lingkungan ini, manusia memanfaatkan bantuan teknologi baik berupa teknologi sederhana ataupun teknologi modern.

Meski terbentuk melalui kesengajaan oleh manusia, tetapi lingkungan buatan juga mempunyai peran yang penting. Tujuan pembuatannya pun semata-mata agar bisa ditempati dan dimanfaatkan oleh manusia. Contoh lingkungan buatan adalah perkampungan, pasar, jalan, sekolah, dan lain sebagainya.

2. Lingkungan Berdasarkan Unsur Pembentuknya

Lingkungan juga dapat dilihat dari unsur-unsur pembentuknya, dalam hal ini adalah komponen hidup seperti manusia dan tumbuhan serta komponen tidak hidup seperti batu dan tanah. Jenis lingkungan menurut sudut pandang ini dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan biotik dan lingkungan abiotik.

a. Lingkungan Biotik

Lingkungan biotik juga disebut sebagai lingkungan organik, yaitu komponen berupa makhluk hidup yang mendiami bumi. Komponen tersebut terdiri atas makhluk hidup berupa manusia, hewan, dan tumbuhan, serta mikroorganisme seperti bakteri dan virus. Contoh lingkungan biotik adalah manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup dalam satu lingkungan.

Sesuai dengan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa unsur dari lingkungan hidup biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa yang terdapat di atas muka bumi atau terdapat dalam lingkungan tertentu. Unsur-unsur dalam lingkungan biotik selanjutnya dibagi kembali menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Produsen, komponen yang berperan sebagai produsen dalam lingkungan biotik adalah tumbuhan, karena makhluk ini mampu memproduksi bahan makanan yang diperlukan oleh makhluk hidup yang lain.
  • Konsumen, komponen yang berperan sebagai konsumen pada lingkungan biotik adalah manusia dan hewan, karena kedua jenis makhluk hidup tersebut memanfaatkan makhluk hidup lain untuk memenuhi kebutuhannya.
  • Pengurai, komponen yang berperan menjadi pengurai dalam lingkungan biotik adalah mikroorganisme seperti bakteri, cacing tanah, dan jamur. Mikroba tersebut bertugas menghancurkan dan merombak sisa-sisa dari organisme yang sudah mati.

b. Lingkungan Abiotik

Lingkungan abiotik atau juga disebut lingkungan anorganik adalah kondisi yang ada di sekitar makhluk hidup dan bersifat anorganik atau benda mati seperti air, udara, tanah, mineral, dan batu. Contoh-contoh tersebut sekaligus menjadi unsur pembangun lingkungan abiotik.

Selain itu unsur dari lingkungan abiotik mempunyai fungsi pendukung, artinya keberadaannya diperlukan untuk membantu terciptanya suatu lingkungan. Ada empat unsur lingkungan abiotik yang bersifat vital bagi kelangsungan makhluk hidup, yaitu matahari, air, udara, dan tanah.

  • Matahari, unsur lingkungan abiotik yang bersifat fisik di mana cahaya matahari diperlukan dalam proses fotosintesis tumbuhan sebagai unsur biotik dan juga menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lain seperti manusia.
  • Air, unsur lingkungan yang paling bersifat vital bagi makhluk hidup adalah air. Karena air dibutuhkan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan untuk bertahan hidup. Tanpa air bencana kekeringan akan terjadi dan itu merugikan makhluk hidup. Meski begitu kelebihan air juga dapat mengakibatkan bencana banjir.
  • Udara, sama halnya dengan air udara juga memiliki peran sangat vital bagi makhluk hidup. Karena semua yang bernyawa memerlukan udara untuk berpanas atau respirasi. Udara sendiri terdiri atas beragam jenis gas seperti oksigen yang dihirup oleh manusia dan hewan, serta karbondioksida yang digunakan tumbuhan untuk melakukan fotosintesis.
  • Tanah, unsur abiotik berupa tanah juga sangat diperlukan bagi makhluk hidup. Tumbuhan membutuhkan tanah untuk tubuh, lalu dimanfaatkan oleh manusia dan hewan sebagai makanan. Kebanyakan mikroorgansime juga hidup di dalam tanah. Serta yang paling penting tanah menjadi tempat seluruh makhluk hidup berpijak.

Selain itu unsur-unsur lingkungan abiotik atau anorganik juga bisa dilihat berdasarkan aspek ekologi manusia. Aspek ini berkaitan erat dengan hubungan timbal balik atau interaksi dan interelasi pada manusia dengan lingkungan. Unsur tersebut diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu lingkungan alam, sosial, dan budaya.

  • Lingkungan alam, kondisi alamiah yang ada dalam suatu wilayah atau ruang tertentu dan meliputi tanah, bebatuan, iklim, dan fisiografi.
  • Lingkungan sosial, manusia dengan karakter dan seluruh aktivitasnya baik manusia sebagai suatu individu maupun sebagai makhluk sosial.
  • Lingkungan budaya, semua benda yang diciptakan oleh manusia seperti bangunan, sistem kepercayaan, tatanan lembaga sosial, serta karya seni.

Manfaat Lingkungan

Manusia sebagai makhluk yang berakal tidak hanya sebatas menggantungkan hidup pada lingkungan, tetapi juga bisa memanfaatkan lingkungan untuk mengembangkan kehidupannya. Berikut ini adalah beberapa manfaat lingkungan bagi manusia selain menjadi tempat tinggal.

  • Media untuk menghasilkan kebutuhan pokok manusia khususnya yang berupa keperluan sandang, pangan, dan papan.
  • Sumber energi yang diperlukan misalnya membuat listrik bertenaga cahaya matahari.
  • Tempat untuk manusia dan makhluk hidup lainnya melakukan interaksi dan sosialisasi.
  • Sumber mineral yang bisa dimanfaatkan kembali untuk membantu kelangsungan makhluk hidup, khususnya manusia.
  • Media untuk membentuk ekosistem serta melestarikan flora, fauna, dan berbagai sumber alam lainnya yang perlu dilindungi.

Penyebab Kerusakan Lingkungan

Segala sesuatu yang digunakan dan dimanfaatkan pasti mempunyai risiko untuk mengalami kerusakan, tidak terkecuali lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan juga mempunyai kaitan dengan pencemaran yang terjadi. Pencemaran lingkungan terbagi menjadi dua jenis, yaitu pencemaran langsung dan pencemaran tidak langsung.

  • Pencemaran lingkungan langsung, artinya pencemaran yang dampaknya langsung berimbas kepada kesehatan makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Selain itu juga mempengaruhi keseimbangan ekologis berupa udara, air, dan tanah.
  • Pencemaran lingkungan tidak langsung, artinya terjadi pada berbagai bahan kimia yang bereaksi dengan unsur-unsur abiotik seperti udara, air, dan tanah, sehingga berdampak dengan terjadinya polusi.
membakar sampah Pixabay

Selain itu pencemaran lingkungan juga dapat ditinjau berdasarkan obyek pencemaran pada lingkungan. Ada tiga jenis pencemaran menurut aspek tinjauan ini, yaitu pencemaran di sungai dan laut, pencemaran tanah, dan juga pencemaran hutan.

  • Pencemaran sungai dan laut yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti membuang limbah rumah tangga dan industri berupa plastik ke aliran sungai dan laut, penggunan logam berat, memanfaatkan air panas, dan juga membuang limbah cair yang dihasilkan dari kapal. Padahal plastik, logam, dan sebagainya sangat susah untuk hancur baik secara fisik, kimia, maupun biologis.
  • Pencemaran tanah akibat pemakaian pupuk dan pestisida secara berlebihan serta pembuangan limbah plastik yang tidak bisa terurai. Tanah yang tercemar akan menunjukkan gejala seperti tanah menjadi keras dan kering, karena terdapat kandungan garam yang berlebih di dalamnya. 
  • Pencemaran hutan dikarenakan pemanfaatan yang diterapkan terhadap kawasan ini tidak dikendalikan dengan benar. Bentuk pencemaran hutan yang paling sering terjadi adalah penebangan liar yang apabila dilakukan secara berkesinambungan akan berimbas pada kegundulan hutan. Padahal hutan mempunyai peran vital sebagai paru-paru dunia dan sebenarnya bisa diperbaharui.

Secara umum ada dua faktor penyebab terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Kedua faktor tersebut adalah faktor alam yang terjadi secara alami dan faktor buatan yang terjadi akibat adanya campur tangan manusia.

1. Faktor Alam

Sesuai dengan namanya, faktor alam artinya terjadi melalui proses alam dan tidak bisa dicegah, tetapi bisa dihindari untuk meredam atau mengurangi kerusakan yang ditimbulkannya. Faktor yang alam yang mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup adalah bencana alam dan kondisi cuaca yang buruk.

Faktor alam ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan juga berbahaya untuk makluk hidup termasuk manusia. Beberapa contoh dari bencana alam yang merusak lingkungan adalah tsunami, banjir, tanah longsor, gempa bumi, letusan gunung berapi, badai, dan tornado.

2. Faktor Buatan

Manusia adalah makhluk yang memiliki kemampuan akal dan bersifat cerdas. Dengan begitu manusia menjadi satu-satunya makhluk yang mempunyai kemampuan tinggi di muka bumi. Oleh sebab itu kehidupan manusia akan mengalami perkembangan misalnya dari gaya hidup sederhana perlahan-lahan berubah menjadi gaya hidup modern.

Perkembangan tersebut juga berimbas pada peningkatan kebutuhan manusia yang tidak jarang berujung pada eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Apabila hal ini terus berlanjut pada akhirnya akan memicu timbulnya bencana alam seperti pembuangan limbah di sungai menyebabkan banjir dan penebangan liar di hutan mengakibatkan tanah longsor.

Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup

Pada kenyataannya manusia sadar bahwa lingkungan hidup yang baik sangat diperlukan untuk tetap menjaga kelangsungan hidup dari manusia. Oleh sebab itu berbagai upaya pelestarian lingkungan terus digalakkan untuk memperbaiki lingkungan yang terlanjur rusak dan mencegah timbulnya kerusakan kembali.

reboisasi Pixabay

Berikut adalah cara melestarikan lingkungan, antara lain:

  • Melakukan reboisasi atau penghijauan kembali pada lahan yang gundul, tandus, dan kritis.
  • Menerapkan sistem tebang tanam atau tebang pilih  untuk menjaga kelestarian areal hutan dan kawasan perairan di pesisir pantai, sehingga fauna hidup di dalamnya bisa tetap  terjaga.
  • Menjaga kondisi wilayah tangkapan hujan seperti pegunungan agar selalu dalam kondisi hijau, karena wilayah tersebut berperan penting terhadap perairan di darat.
  • Mengelola tanah sesuai dengan kemampuan dan kondisinya, serta membuat sistem drainase atau irigasi agar aliran air tidak tersumbat dan tergenang.
  • Mengolah limbah yang berdampak buruk bagi lingkungan hidup sebelum kemudian dibuang, sehingga tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan.
  • Menciptakan dan membiasakan diri untuk menggunakan barang-barang yang dihasilkan dari industri ramah lingkungan.
  • Menindak tegas seperti memberi sanksi kepada pelaku yang melakukan pencemaran terhadap lingkungan.
  • Memakai teknologi yang bersifat ramah lingkungan dalam pemanfaatan sumber daya alam baik yang berupa sumber daya bisa diperbaharui ataupun sumber daya tidak bisa diperbaharui.
  • Mengawasi dan melakukan evaluasi terkait perilaku pemegang Hak Pengusahaan Hutan atau HPH untuk mencegah terjadinya eksploitasi hutan secara berlebihan.
  • Menumbuhkan kesadaran pada masyarakat mengenai pentingnya untuk melestarikan udara, air, tanah, dan berbagai unsur lain yang berhubungan dengan lingkungan.

Selain itu ada beberapa langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada lingkungan. Kegiatan ini mungkin sekilas tidak berkaitan dengan lingkungan, tetapi tanpa disadari dampak yang ditimbulkan sebenarnya berujung pada keadaan lingkungan hidup, yaitu:

  • Membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya.
  • Meminimalisir penggunaan produk berbahan kertas, plastik, dan kaleng.
  • Memanfaatkan produk yang dihasilkan dari proses daur ulang.
  • Mengemat pemakaian air, listrik, serta Bahan Bakar Minyak (BBM).
  • Menanam tanaman di lingkungan rumah yang ditempati tinggal dan merawatnya.

Lingkungan di Indonesia

Konsep lingkungan di Indonesia diatur di dalam Undang Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di dalam undang-undang tersebut disebutkan bahwa yang dimaksud sebagai lingkungan adalah suatu kesatuan antara ruang, daya, keadaan, serta makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya.

Semua kesatuan tersebut kemudian mempunyai peran dalam mempengaruhi kesejahteraan manusia serta makhluk hidup yang lain dan juga berpengaruh pada kelangsungan mata pencahariannya. Penggambaran lingkungan secara sederhana adalah semua yang ada di sekitar manusia yang mempunyai interaksi dan hubungan timbal balik.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki komponen penyusun lingkungan paling lengkap. Mulai dari kekayaan flora dan fauna yang berlimpah, persediaan air yang mencukupi, sampai keberadaan bentangan alam yang memukau seperti hutan, laut, danau, sungai, dan rawa-rawa.

Hanya saja kondisi itu membuat risiko kerusakan lingkungan akibat perbuatan manusia juga cukup besar di Indonesia. Pembukaan lahan hutan menjadi pemukiman penduduk atau pusat industri cukup marak terjadi di Indonesia, belum lagi kebiasaan masyarakat membuang limbah sembarangan. Semua itu mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Beberapa masalah lingkungan yang dihadapi Indonesia khususnya di area perkotaan adalah polusi baik di udara, air, dan tanah, menipisnya sumber daya alam akibat penggunaan secara berlebihan, keanekaragaman hayati berada pada fase kritis dan terancam punah, penggundulan hutan, dan pembuangan limbah secara sembarangan.