Litosfer – Pengertian, Jenis Batuan Penyusun dan Manfaat Lapisan

3.6/5 - (5 votes)

Bumi yang menjadi tempat tinggal manusia dan makhluk hidup ternyata diselubungi oleh berbagai lapisan, antara lain troposfer, statosfer, mesosfer, thermosfer, ionosfer dan eksosfer. Akan tetapi lapisan-lapisan tersebut merupakan bagian dari atmosfer bumi.

Sedangkan lapisan yang kita pijak juga terdiri dari beberapa bagian yang dinamakan litosfer atau kerak bumi. Lalu apakah lapisan litosfer tersebut? Berikut adalah penjelasannya.

Pengertian Litosfer

Litosfer adalah salah satu lapisan terluar yang menyelimuti permukaan bumi. Jika diartikan secara etimologi, istilah litosfer ini berasal dari kata lithos dan sphere. Lithos berarti batu dan sphere atau sphaira berarti bulatan.

litosfer bumi polarpedia.eu

Oleh sebab itu, para ahli mengartikan litosfer sebagai lapisan batuan yang membentuk lapisan kulit bumi dengan ketebalan mencapai 66 km yang terdiri dari berbagai jenis batuan dan mineral.

Batuan Penyusun Litosfer

Para ilmuwan menyebutkan ada tiga jenis batuan penyusun litosfer, diantaranya adalah batuan beku, sedimen, dan metamorf sebagai berikut:

1. Batuan Beku

Jenis batuan pertama yang membentuk litosfer adalah batuan beku yang terbentuk dari magma pijar yang membeku. Batuan ini menjadi padat karena mengalami proses pendinginan. Batuan beku terbagi lagi menjadi tiga jenis berbeda, yaitu batuan tubir, batuan leleran, dan batuan korok.

  • Batuan Tubir
baca juga:  10 Jenis Ikan Asin Favorit Asli Indonesia - Pengertian dan Cara Pembuatan

Batuan tubir juga dikenal dengan sebutan batuan kristal. Dinamakan demikian karena batian ini terdiri dari berbagai jenis kristal yang terbentuk di dalam kulit bumi. Batuan tubir memiliki bongkahan kristal berukuran super besar yang terbentuk akibat proses pendinginan yang berjalan lambat. Salah satu jenis batuan tubir adalah batu granit.

  • Batuan Leleran

Batuan leleran atau batuan beku luar merupakan jenis batuan yang proses pembekuannya terjadi tepat di luar kulit bumi. Oleh sebab itu, proses penurunan temperaturnya juga terjadi sangat cepat. Batuan leleran juga bisa berbentuk kristal kecil, kristal besar, ataupun amorf seperti liparit. Salah satu contoh batuan leleran yang paling populer adalah batu apung.

  • Batuan Korok

Batuan korok juga dikenal sebagai batuan gang yang terbentuk di korok atau gang sesuai dengan namanya. Proses pendinginan batuan ini juga berlangsung cepat karena lokasinya yang sangat dekat dengan permukaan bumi. Batuan korok dapat berupa kristal kecil ataupun kristal besar. Salah satu contohnya adalah granit fosfir.

2. Batuan Sedimen

Jenis batuan penyusun litosfer berikutnya adalah batuan sedimen. Batuan ini terbentuk dari endapan struktur batuan yang mudah lepas dan terbawa angin ataupun air. Secara perlahan, endapan tersebut pada akhirnya menumpuk, kemudian mengeras dan membentuk batuan. Oleh karena proses tersebut, batuan ini disebut sebagai batuan sedimen. Sementara proses pengerasannya dikenal dengan nama pembaruan.

baca juga:  Misteri Suku Mante - Sejarah Orang Kedil, Asal-Usul dan Ciri

a. Batuan Sedimen Berdasarkan Proses Pengendapan

Berdasarkan tempat terjadinya proses pengendapan, ada tiga jenis batuan sedimen, antara lain

  • Batuan Sedimen Kontinental

Batuan sedimen kontinental adalah salah satu jenis batuan yang proses pengendapannya berada di kawasan tanah gurun pasir ataupun tanah los.

  • Batuan Sedimen Marine

Sesuai dengan namanya, proses pengendapan batuan sedimen marine terjadi di laut dalam. Misalnya pada endapan radiolaria di laut dalam ataupun lumpur biru dan lumpur merah yang terjadi di pantai.

  • Batuan Sedimen Lakustre

Batuan sedimen ini pengendapannya terjadi di sekitar kawasan danau, contohnya tuff danau ataupun tanah liat danau.

b. Batuan Sedimen Berdasarkan Proses Pembentukan

Sedangkan bila dilihat dari proses pembentukannya, batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yang berbeda, antara lain:

  • Batuan Sedimen Klastik

Batuan sedimen klastik merupakan batuan asal yang mengalami proses penghancuran secara mekanis dari ukuran besar menjadi kecil. Selanjutnya batuan ini mengalami pengendapan dan membentuk batuan endapan klastik berupa batuan pasir ataupun batu lempung (shale).

  • Batuan Sedimen Kimiawi

Batuan berikutnya adalah sedimen kimiawi yang terjadi karena proses kimiawi. Proses kimiawi yang dimaksud adalah proses penguapan, dehidrasi, hingga proses pelarutan.

Salah satu contoh batuan sedimen kimiawi yang terjadi secara langsung adalah batuan sedimen kapur seperti stalaktit dan stalagmit. Biasanya, stalaktit dan stalagmit lebih sering ditemukan di dalam gua-gua kapur.

  • Batuan Sedimen Organik

Batuan sedimen organik adalah jenis batuan yang proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme. Contohnya adalah sisa bangkai binatang yang tertimbun hingga dasar laut seperti terumbu karang atau kerang.

baca juga:  Siklus Hidrologi - Pengertian, Macam, Tahapan Proses & Gambar Daur Air

c. Batuan Sedimen Berdasarkan Perantara / Medium

Batuan sedimen juga dibagi berdasarkan perantara atau medium,yaitu:

  • Batuan Sedimen Aeris / Aeolis

Proses pengangkutan batuan ini dipengaruhi oleh angin. Beberapa contoh batuan sedimen aeris adalah tanah los, tuff, dan pasir gurun.

  • Batuan Sedimen Aquatis

Batuan sedimen aquatis adalah batuan yang terdiri dari batu-batu yang saling merekat satu sama lain.

  • Batuan Sedimen Glasial

Secara umum, pengangkutan batuan ini terjadi melalui media perantara es, salah satu jenisnya adalah moraine.

3. Batuan Metamorf

Batuan metamorf merupakan salah satu jenis batuan yang dihasilkan dari perubahan batuan beku dan batuan endapan karena adanya proses metamorfosis. Beberapa faktor yang menyebabkan batuan ini berubah adalah tingginya tekanan, suhu, kombinasi suhu, dan penambahan bahan lainnya.

Manfaat Litosfer

Litosfer atau kerak bumi menjadi bagian dari bumi yang secara langsung berpengaruh terhadap kehidupan seluruh makhluk. Bisa dikatakan, litosfer bagian atas adalah habitat bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Sementara litosfer di bagian bawah mengandung bahan mineral yang juga bermanfaat bagi makhluk hidup, seperti batu bara, minyak bumi, timah, gas, nikel, ataupun besi.

batuan beku Pixabay

Tidak hanya untuk tempat makhluk hidup hidup dan berkembang, litosfer juga menyediakan berbagai bahan yang dibutuhkan makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhannya.