Mamalia Terbesar di Bumi! Ternyata Bukan Gajah!

Menurutmu, apa mamalia terbesar di bumi? Mungkin beberapa diantara kalian akan menyebutkan Gajah sebagai jawabannya, namun jawaban tersebut belum sepenuhnya benar. Gajah memang mamalia besar terlebih Gajah Purba yang menjadi moyang Gajah modern yang kita kenal saat ini.

Lalu jika bukan Gajah, mamalia terbesar apa yang hidup di bumi?

Gajah terutama Gajah Purba adalah salah satu mamalia terbesar yang pernah hidup di bumi, namun hanya terbesar di darat. Sebelum melanjutkan ke hewan menyusui terbesar di muka bumi, RimbaKita.com akan sedikit bahas tentang mamalia berbelalai ini.

gajah purba Pinterest

Gajah Purba yang bernama latin Deinotherium giganteum adalah mamalia darat besar yang memiliki leher lebih panjang dibanding gajah saat ini. Gadingnya mirip jangkar yang tumbuh dibawah mulutnya. Gajah jantan berukuran raksasa dengan tinggi tubuh 3,5 meter sampai 4,2 meter dan berat badan mencapai 14 ton.

Sebelum mengalami kepunahan, gajah raksasa ini tersebar di kawasan Eropa, Asia, hingga Afrika dimana kondisi ekosistem dan habitat pada masa itu masih sangat mendukung kehidupannya.

Meski memiliki ukuran yang begitu besar, ternyata Gajah Purba belum bisa menyandang status sebagai mamalia terbesar di bumi. Hal ini didukung oleh pernyataan J.C. Koningsberger, seorang ahli botani asal Jerman yang mendirikan Museum Zoologicum Bogoriense atau Musem Zoologi Bogor yang telah mengumpulkan berbagai koleksi fosil dari berbagai negara di dunia. Ia menyatakan jika ternyata mamali paling besar di bumi adalah Paus Biru dan bukan Gajah Purba.

Paus Biru, Mamalia Terbesar di Bumi!

Paus Biru? Mungkin belum banyak yang tahu jika paus yang selama ini dikenal sebagai ikan ternyata adalah mamalia. Paus Biru dengan nama latin Balaenoptera musculus adalah mamalia terbesar di dunia dan hingga saat ini masih bertahan hidup di samudera yang luas. Seperti dengan lumba-lumba, hewan ini digolongkan sebagai mamalia karena paus tidak bertelur sepert ikan pada umumnya, selain itu Paus Biru juga berkembangbiak secara melahirkan.

Layaknya mamalia lainnya, meski hidup di perairan ternyata ikan paus bernafas menggunakan paru-paru dan tidak memiliki insang. Faktanya! Paus adalah satu-satunya mamalia yang hidup dibawah laut sepanjang hidupnya.

Kingdom:Animalia
Filum:Chordata
Kelas:Mammalia
Ordo:Cetartiodactyla
Infraordo:Cetacea
Parvordo:Mysticeti
Famili:Balaenopteridae
Genus:Balaenoptera
Spesies:B. musculus

Seberapa besar ukuran Paus Biru hingga mengalahkan ukuran Gajah Purba?

ukuran paus biru britannica.com

Paus Biru bisa tumbuh mencapai panjang 33 meter dan berat hingga 181 ton, berkali-kali lipat dari ukuran Gajah Purba bukan? Bahkan ukuran jantungnya saja sebesar mobil!

Meski sebagai satwa raksasa, ternyata paus justru memakan hewan-hewan mikro yaitu plankton, udang, hingga ikan yang berukuran kecil. Tidak seperti kebanyakan hewan lain dimana jantan berukuran lebih besar dan berbobot berat, Paus Biru betina malah memiliki tubuh lebih berat dibandingkan paus jantan.

Ketika melahirkan, paus betina akan menyusui anaknya. Proses menyusui bisa dilakukan karena induk paus mempunyai otot di sekitar kelenjar susu, sehingga ketika otot tersebut bergerak maka air susu akan keluar ke mulut bayi paus. Air susu paus tidak encer seperti mamalia pada umumnya, namun cenderung berlemak dan kental.

Paus Biru adalah penguasa lautan di bumi, daya jelajahnya sangat luas dan bisa ditemukan hampir di seluruh samudera, kecuali di perairan dangkal dan lautan yang tertutup tanah seperti Laut Merah dan Laut Mediterania.

Mamalia terbesar yang hidup di laut ini biasanya melakukan migrasi dengan berpindah dari tempat yang bersuhu dingin ke tempat bersuhu hangat untuk berkembang biak. Masa kehamilan paus berkisar antara 10 bulan hingga 12 bulan. Setiap dua atau tiga tahun sekali, paus betina umumnya akan melahirkan satu anak.

Dilihat dari angka kelahiran tersebut, sudah bisa kita tebak akan berpengaruh terhadap jumlah atu populasinya. Paus Biru atau Balaenoptera musculus adalah mamalia dengan populasi rendah dan mengalami banyak ancaman kepunahan, antara lain karena dijadikan hewan buruan, terkena dampak polusi, perubahan iklim, terjerat jaring nelayan, tabrakan dengan kapal, eksploitasi habitat laut yang berlebihan dan sebagainya. Ancaman-ancaman tersebut harus segera dihentikan agar kelestarian Paus Biru terus berlangsung.