Mangga – Taksonomi, Morfologi, Sebaran, Kulitivar & Manfaat Buah

3.9/5 - (13 votes)

Arumanis dan Manalagi adalah beberapa contoh jenis buah mangga yang paling diminati oleh masyarakat. Mangga merupakan buah dari pohon tropikal bernama sama. Tanaman ini termasuk dalam genus Mangifera yang terbagi menjadi beberapa spesies dan kultivar.

Pohon mangga adalah salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan, baik secara pribadi maupun untuk tujuan komersial karena nilai ekonomis dari buahnya. Buah mangga dapat dikonsumsi langsung saat matang ataupun mentah, serta dapat diolah menjadi  makanan dan minuman.

Tanaman mangga bukan berasal dari Indonesia, melainkan dari Asia Selatan. Jenis yang paling populer di dunia adalah Mangifera indica atau Indian mango dan telah tersebar ke seluruh dunia. Jenis ini sekaligus menjadi salah satu buah yang paling banyak dibudidayakan di negara-negara tropis.

Taksonomi Mangga

Kelompok buah batu atau drupa ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

KerajaanPlantae
KelasMagnoliopsida
OrdoSapindales
FamiliAnacardiaceae
GenusMangifera
SpesiesM. indica

Asal Kata Mangga

Dalam bahasa Inggris, mangga disebut dengan mango. Kata ‘mango’ berasal dari bahasa Tamil, yaitu ‘manga’. Kata inilah yang kemudian diserap ke dalam bahasa-bahasa Eropa di abad ke 15 dan 16.

buah mangga Pixabay

Hingga akhirnya penyebutan mango menjadi istilah paling umum yang digunakan. Di berbagai negara pun, sebutan untuk buah ini memiliki kemiripan dengan kata aslinya, misalnya manga dalam bahasa Portugis.

Morfologi Pohon Mangga

Pohon mangga memili ciri dan karakteristik khas, meliputi batang, daun, bentuk buah dan sebagainya. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai morfologi tanaman mangga, yaitu:

1. Batang & Akar

Tanaman mangga termasuk kelompok pohon besar, tingginya mencapai 35 meter sampai 40 meter. Namun pada kultivar atau varietas tertentu ada pohon mangga yang sengaja dikembangan agar tumbuh pendek dan berbuah banyak.

Pohon mangga adalah tanaman berumur panjang, bahkan beberapa spesiesnya dapat berbuah hingga umur 300 tahun. Akarnya mampu tumbuh ke dalam tanah hingga mencapai kedalaman 6 meter dan akar cabang menyebar ke samping.

baca juga:  Burung Kedasih - Taksonomi, Ciri, Morfologi, Habitat, Jenis & Fakta Unik

2. Daun

Mangga termasuk tanaman evergreen sehingga daunnya tetap hijau sepanjang tahun. Bentuk daunnya sederhana dengan ukuran panjang 15 cm hingga 35 cm, serta lebar 6 cm sampai 16 cm.

Saat masih muda, daunnya berwarna jingga dengan semburat merah muda, kemudian dengan cepat berubah menjadi warna merah gelap yang berkilau, kemudian menjadi warna hijau tua saat dewasa.

3. Bunga

Pohon mangga menghasilkan bunga yang tumbuh di cabang-cabang pohonnya. Ukuran bunganya kecil, sekitar 5 mm sampai 10 mm. Bunga mangga berwarna putih dan beraroma lembut. Mangga memiliki 5 buah kelopak bunga.

4. Buah Mangga

Pada umumnya, buah mangga matang di saat musim panas atau kemarau. Buah mangga butuh waktu sekitar 5 bulan dari masa berbunga hingga tumbuh menjadi buah yang matang. Buah mangga sangat bervariasi dalam hal ukuran, warna, bentuk, tingkat kemanisan, dan kualitas untuk dikonsumsi. Hal tersebut bergantung dari kultivar yang ditanam.

Pada umumnya, warna kulit buah mangga adalah hijau, oranye, kuning, dan merah. Di Indonesia, buah mangga yang banyak dijual di pasaran adalah mangga berkulit hijau. Bentuk buah mangga umumnya agak lonjong, menyerupai bentuk ginjal atau kacang, namun ada juga yang berbentuk bulat. Ukurannya bervariasi, antara 5 cm sampai 25 cm dengan berat sekitar 140 gram hingga 2 kg per buahnya.

Kulit buah mangga lembut, halus dan harum. Jika telah benar-benar matang, kulit mangga mengeluarkan aroma yang khas dan semakin harum.

5. Biji

Di dalam daging buah mangga terdapat 1 biji besar, ukurannya sekitar 4 cm sampai 7 cm. Biji tersebut berguna sebagai bibit tanaman mangga. Untuk hasil penanaman terbaik, sebaiknya gunakan biji mangga yang diperoleh dari buah mangga yang telah matang.

Sebaran Mangga

Pohon mangga telah dibudidayakan di Asia Selatan sejak ribuan tahun yang lalu, hingga akhirnya tersebar ke Asia Tenggara pada abad ke-5 dan 4 SM. Sementara di Afrika Timur, budidaya pohon mangga telah dimulai sejak abad ke-10 SM.

tanaman mangga Pixabay

Hal ini dicatat oleh seorang penjelajah dari Maroko, bernama Ibnu Battuta pada abad ke-14. Pohon mangga kemudian mulai menyebar hingga ke Brazil, Bermuda, Hindia Barat, dan Meksiko. Di wilayah-wilayah tersebutlah mangga tumbuh dengan baik karena iklimnya yang sesuai.

Saat ini, mangga banyak ditanam di seluruh negara tropis dan subtropis yang tidak memiliki musim dingin ekstrim. Setengah dari mangga yang ada di dunia berasal di India. Kemudian disusul oleh China sebagai produsen mangga terbesar kedua di dunia.

baca juga:  Pohon Beringin - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Manfaat & Mitos

Pohon mangga juga dibudidayakan di Andalusia, Spanyol, terutama di provinsi Malaga. Kawasan pesisir provinsi ini memiliki iklim subtropis dan merupakan satu dari sedikit wilayah di Eropa yang bisa digunakan untuk membudidayakan tanaman dan buah tropis. Kepulauan Canary adalah tempat lain di Eropa yang juga dapat ditanami mangga.

Negara lainnya yang juga membudidayakan pohon mangga antara lain Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, Hawaii, Afrika Tengah, Selatan dan Barat, Australia, China, Korea Selatan, Pakistan, Bangladesh, serta negara-negara Asia Tenggara.

Meskipun India memproduksi mangga terbanyak di dunia, namun sebagian besar untuk mencukupi kebutuhan lokal. Hanya sekitar 1% yang diekspor ke negara-negara lain.

Kultivar Mangga

Ada ratusan jenis mangga di seluruh dunia. Rasa buah mangga yang disukai banyak orang menjadikan para petani selalu berusaha untuk mengembangkan jenis mangga yang lebih baik.

tanaman buah mangga Pixabay

Kultivar yang paling disukai adalah mangga berembrio tunggal. Sedangkan jenis yang paling populer adalah kultivar Alphonso yang banyak diekspor. Kultivar mangga Alphonso seringkali disebut sebagai rajanya buah mangga.

Sebuah kultivar mangga bisa sukses di sebuah negara, tetapi bisa jadi gagal dikembangkan di negara lain. Contohnya kultivar mangga dari India yang bernama Julie. Jenis ini dapat tumbuh dengan baik di Jamaika, namun di Florida kultivar ini membutuhkan perawatan tahunan untuk menghindari serangan jamur.

Di pasar buah dunia, kultivar mangga Tommy Atkins adalah jenis yang mendominasi. Kultivar ini pertama kali berbuah pada tahun 1940 di Florida bagian selatan.

Awalnya mangga Tommy Atkins ditolak secara komersial oleh peneliti Florida. Namun kultivar ini disukai oleh petani dan importir karena sangat produktif, tahan terhadap hama dan penyakit, masa penyimpanan lama, ukuran buah, serta warnanya menarik.

Kebanyakan buah mangga yang dikomersialkan dan diekspor akan dipanen sesaat sebelum matang atau ketika buah masih agak keras. Walaupun nantinya akan menjadi matang dan manis, tapi rasa buah mangga yang dipanen saat belum matang tidak seenak mangga yang matang di pohon.

Manfaat Buah Mangga Untuk Kuliner

Rasa buah mangga pada umumnya manis, meski variasi rasa dan teksturnya berbeda-beda tergantung dari spesies dan kultivarnya. Misalnya kultivar Alphonso, mangga ini bertekstur lembut dan berair. Sementara kultivar Tommy Atkins teksturnya lebih keras, seperti buah alpukat dengan daging buah lebih berserat.

baca juga:  Tanaman Air / Hidrofit - Pengertian, Jenis, Fungsi, Manfaat & 11 Contoh Pilihan
pohon mangga Pixabay

Kulit mangga juga dapat diolah dengan cara dimasak atau dibuat menjadi acar, sehingga bisa dimakan. Tetapi kita harus berhati-hati, karena terkadang beberapa orang akan mengalami resistensi dan menimbulkan gatal pada kulit bibir atau lidah.

Beberapa cara mengonsumsi buah mangga antara lain:

1. Buah Segar

Sebagian besar buah mangga dikonsumsi dalam keadaan segar, tanpa tambahan apapun. Sebab mangga memiliki rasa manis dan menyegarkan. Namun ada juga yang menambahkan saus, seperti di Indonesia dan Thailand yang memakan mangga dengan tambahan saus kacang. Ada juga yang menambahkan mangga dengan garam pedas berbumbu.

Di Filipina, buah mangga yang belum terlalu matang biasa dikonsumsi dengan kecap ikan, cuka, kecap, dan garam. Sementara di Amerika Tengah, buah mangga dikonsumsi dengan garam, cuka, lada hitam, dan saus pedas.

2. Jus Mangga

Buah mangga juga sering dijadikan jus. Di Asia Tenggara, jus mangga biasa dijual atau dibuat sendiri. Potongan buah mangga juga biasa dijadikan campuran dalam berbagai minuman dingin di Indonesia dan Malaysia, contohnya adalah es buah.

Di India, minuman bernama mango lassi dibuat dengan mencampurkan daging buah mangga dengan susu dan gula. Selain itu, mangga juga biasa dijadikan smoothies, milkshake, dan es krim.

3. Mangga Olahan

Buah mangga juga dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan kecil, seperti jeli, permen, manisan, asinan, atau dodol yang populer di Indonesia. Namun ada juga yang mengolahnya menjadi jenis makanan inti, seperti dijadikan bahan campuran kari.

Di Indonesia, potongan buah mangga dicampur dengan sambal dan menghasilkan sambal mangga yang rasanya pedas, asam manis dan menyegarkan.

Di India, tepatnya di Andhra, buah mangga dibuat menjadi acar. Buah mangga yang digunakan adalah mangag yang belum matang dan rasanya masih asam. Buah mangga ini kemudian dicampur dengan bubuk cabe, garam, mustard, dan bahan-bahan lainnya. Di beberapa kawasan di Asia Tenggara, buah mangga juga dibuat acar dengan mencampurkannya dengan kecap ikan dan cuka beras.

Ada pula yang mengeringkan buah mangga, lalu dijadikan bahan campuran dalam sereal bersama berbagai jenis buah lainnya, seperti kismis, kurma, apel, dan pir.