Musim Dingin – Pengertian, Waktu Terjadi, Dampak Positif dan Negatif

Musim dingin merupakan salah satu musim yang dialami oleh beberapa negara di berbagai belahan bumi, baik utara maupun selatan. Jadi tidak semua wilayah mengalami kondisi ini.

Terjadinya musim dingin disebabkan oleh beberapa hal termasuk rotasi bumi. Ketika musim ini terjadi, maka akan memberi dampak tertentu bagi kehidupan manusia dan lingkungan.

Pengertian Musim Dingin

Musim dingin juga disebut musim salju adalah salah satu dari empat musim yang terjadi di daerah beriklim sedang dan subtropis. Kawasan yang mengalami musim ini akan memiliki suhu sangat rendah dan terasa sangat dingin.

Musim ini disebut juga musim salju karena sebagian besar negara-negara yang mengalaminya akan dituruni hujan salju.

Waktu Terjadi Musim Dingin

Ciri utama dari musim dingin adalah kondisi suhu paling dingin suatu wilayah di antara waktu-waktu yang lain. Musim ini hanya terjadi pada wilayah yang mempunyai iklim subtropis hingga sedang, artinya hanya beberapa negara saja yang mengalami atau hanya negara yang mempunyai empat musim.

Musim dingin terjadi pada periode yang berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan oleh perputaran bumi yang berpengaruh terhadap pergantian musim.

musim salju Pixabay

Di belahan bumi bagian utara, musim dingin berlangsung dari bulan Desember hingga Maret, sedangkan wilayah bumi bagian selatan berlangsung dari bulan Juni hingga September.

  • 21 Desember hingga 23 Maret (utara)
  • 21 Juni hingga 23 September (selatan)

Dampak Positif

Ketika musim dingin terjadi akan memberikan dampak terhadap terhadap kehidupan dan lingkungan. Berikut adalah akibat baik dari musim dingin bagi negara yang mengalaminya.

a. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Manfaat pertama terjadinya musim salju adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini sejalan dengan yang diucapkan oleh seorang asistem profesor kedokteran yang bekerja di Rumah Sakit Lenox Hill Amerika Serikat, Robert Glatter, M.D.

Glatter menyebutkan bahwa perubahan cuaca memberikan dampak positif terhadap kondisi tubuh. Menurutnya, cuaca dingin menjadikan tubuh lebih kuat untuk melawan infeksi yang menyerang, karena pada saat itu sel darah putih yang berperan dalam melawan bakteri, virus, serta peradangan mengalami peningkatan.

b. Mempercepat Inflamasi

Dampak positif selanjutnya dan seringkali tak terpikirkan adalah mempercepat inflamasi. Ketika seseorang mengalami peradangan akiabt benturan atau terluka pada bagian tubuh, maka cara paling umum untuk meredakan peradangan adalah dengan mengompres menggunakan es batu.

Ternyata musim dingin dapat membantu tubuh untuk mempercepat proses inflamasi terjadi. Oleh sebab itu ketika terluka atau memar, cuaca yang dingin akan menjadi aspek eksternal yang membantu agar luka lebih cepat sembuh dan mengurangi kondisi peradangan pada tubuh.

c. Tidur Menjadi Lebih Nyenyak

Berbeda dengan musim panas yang menyebabkan tumbuh cenderung untuk mengalami insomnia, musim dingin justru membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan berkualitas. Fakta ini sesuai dengan kondisi tubuh yang lebih mudah tidur ketika berada pada cuaca dingin dibanding panas.

Selain itu, musim dingin juga disebut sebagai musim hibernasi menjadikan mental dan fisik lebih terasa rileks. Pada saat ini angin berhembus lebih cepat dari pada biasanya, sehingga tubuh tidak perlu mengeluarkan energi terlalu banyak untuk mendinginkan diri.

d. Konsentrasi Lebih Fokus

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh University of Wisconsin-La Crosse Journal of Undergraduate Research pada tahun 2005 menyebutkan bahwa tinggi rendahnya suhu kamar sangat berpengaruh terhadap kemampuan manusia untuk berkonsentrasi terhadap suatu hal.

Manfaat ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan membuat tidur menjadi lebih nyenyak. Hanya saja konsentrasi lebih bersifat umum atau dengan kata lain dapat terjadi untuk berbagai aktivitas. Ketika penurunan suhu terjadi maka kinerja manusia cenderung berjalan lebih baik.

e. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Tetap melakukan olahraga dan aktivitas fisik di musim dingin sebenarnya sangat  membantu kesehatan kardio. Namun ini berlaku bagi orang yang tidak mempunyai risiko penyakit jantung.

Dampak Negatif

Tidak hanya memberikan dampak positif, musim dingin juga dapat berakibat buruk bagi kehidupan manusia. Berikut ini adalah dampak negatif musim dingin, yaitu:

a. Risiko Asma Meningkat

Terlalu banyak menghirup udara dingin dapat mengganggu kesehatan paru-paru. Salah satu akibatnya adalah kejang paru-paru. Risiko tersebut semakin meningkat jika cara bernapas juga menggunakan mulut.

Salah satu permasalahan paru-paru yang biasa dialami manusia pada saat musim dingin adalah asma. Sangat dianjurkan untuk selalu mengenakan pakaian hangat ketika keluar dari rumah seperti memakai masker dan syal agar udara yang dihirup saat bernapas lebih hangat.

b. Risiko Frostbite

Frostbite adalah kondisi jaringan tubuh sperti tangan dan kaki yang mengalami pembekuan akibat membekunya kristal es yang ada di dalam jaringan tubuh. Kondisi ini sdisebabkan oleh paparan suhu yang sangat rendah / dingin.

Gejala yang timbul radang dingin adalah terjadi perubahan warna kulit, pucat, dan bagian kaki atau tangan terasa sakit. Jika dibiarkan terus menerus akan timbul gangren yang hanya bisa disembuhkan melalui amputasi.

c. Kulit Kering

Saat musim dingin, kulit akan mengalami penyusutan, sehingga menjadi terlihat lebih keriput dan jika diraba akan terasa kering. Untuk mengatasi hal ini dianjurkan untuk menggunakan pelembab secara rutin

e. Penurunan Berat Badan

Sebenarnya dampak satu ini bisa menjadi positif untuk sebagian orang, terutama bagi yang sedang program diet. Musim dingin menjadikan proses pembakaran kalori di dalam tubuh berlangsung lebih cepat dan dalam jumlah yang relatif banyak. Itu juga yang menjadi alasan mengapa sebagian orang lebih mudah untuk merasa lapar pada saat musim dingin.