Musim Gugur – Pengertian, Waktu, Ciri & Contoh Negara

Berbeda dengan Indonesia yang hanya memiliki 2 musim, beberapa negara di dunia seperti Jepang dan Kanada mengalami beberapa jenis seperti musim gugur, musim dingin, musim semi dan musim panas yang berganti-ganti sepanjang tahunnya.

Mengapa bisa demikian? Sebab, bumi melakukan putaran bumi mengelilingi matahari atau disebut revolusi terhadap matahari. Selain berevolusi, bumi juga melakukan rotasi dengan kemiringan 23,5 derajat dari sumbu pusatnya.

Kondisi alami tersebut menyebabkan wilayah bumi bagian selatan mendapat lebih banyak sinar matahari dibandingkan belahan utara dan berlaku pula sebaliknya.

Akibat lama penyinaran matahari yang berbeda, maka terjadilah perbedaan musim antar wilayah. Pada wilayah bumi yang jauh dari khatulistiwa akan mengalami empat musim setiap tahunnya.

Pengertian Musim Gugur

Musim gugur dikenal dengan sebutan Autumn. Namun di Amerika Serikat lebih dikenal dengan istilah fall. Ketika terjadi musim gugur, maka daun-daun pepohonan akan berjatuhan. Musim yang identik dengan pemandangan kecokelatan ini terjadi tiap tahunnya diantara musim panas dan dingin.

musim gugur Pixabay

Ketika memasuki masa gugur, suhu perlahan-lahan akan menurun. Musim gugur di belahan bumi utara terjadi antara equinox, yakni sekitar tanggal 22 atau 23 september serta titik balik matahari di tanggal 21 atau 22 desember. Sementara di bumi bagian selatan, musim gugur terjadi pada kisaran tanggal 20 atau 21 maret hingga 21 atau 22 juni.

Di kawasan Eropa, musim gugur sangat berkaitan dengan masa panen. Banyak pula satwa yang mengumpulkan makanan di musim ini untuk cadangan selama berlangsungnya musim dingin.

Waktu Terjadinya

Di setiap tempat, musim gugur terjadi dengan rentang waktu yang berbeda-beda. Dal istilah astronimi, hal ini dipengaruhi oleh fenomena equinox. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, di kawasan Eropa atau belahan bumi bagian utara, terjadinya musim gugur mulai sekitar 23 september dan akan berakhir pada 21 desember.

Namun ada beberapa negara yang mengalami akhir musim gugur lebih awal dengan ditandainya turun salju pertama. Sebab, perhitungan waktu untuk musim gugur terbagi menjadi 2 macam, yakni berdasarkan kalender astronomi dengan perhitungan benda-benda langit.

Selain itu, perhitungan waktu juga berdasarkan metodet meteorologi, yaitu kaitan terjadinya musim gugur dengan uap air, tekanan udara, serta temperatur.

Pada bumi bagian selatan, musim gugur dimulai dari tanggal 21 maret hingga 21 juni. Sedangkan jika berdasarkan hitungan meteorologi, akan dimulai pada 1 maret hingga 31 maret.

Karakteristik Musim Gugur

Setiap tahun, suatu wilayah akan mengalami musim yang bergantian. Tak hanya terjadi di negara dengan 2 musim, namun juga terjadi di kawasan yang memiliki 4 musim

daun kering Pixabay

Musim semi, panas, gugur, dan dingin masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri. Berikut adalah karakeristik musim gugur yang dapat kita kenali:

1. Meningkatnya Presipitasi

Presipitasi akan meningkat seiring datangnya musim gugur. Presipitasi atau semacam hujan (jatuhnya cairan) yang berasal dari penguapan air yang ada di kerak bumi oleh sinar matahari. Sebenarnya di musim-musim lainnya, presipitasi juga tetap terjadi namun dengan kadar yang tidak setinggi di musim gugur.

Meningkatnya penguapan juga dapat menjadi pertanda paling mudah untuk mengenali musim ini tiba. Ketika musim gugur berlangung, hujan cenderung akan serint turun meski dengan intensitas curah hujan tidak begitu deras. Selain itu, di awal-awal musim akan banyak terjadi kabut terutama pada pagi hari.

2. Tumbuhan Mulai Layu

Selain identik dengan bergugurannya dedaunan, tumbuhan pun akan layu. Tandanya adalah perubahan pada daun yang hijau menjadi merah kecoklatan karena tidak cukupnya sinar matahari yang diperoleh.

Tak heran jika di musim ini area jalanan akan penuh dengan daun-daun kering yang berguguran.

3. 60% Hawa Dingin & 40% Hawa Panas

Suhu udara ketika musim gugur mengalami percampuran. Namun porsi hawa dinginnya lebih besar dibandingkan hawa panas. Sebagian kawasan selatan atau utara bumi akan mengalami suhu dingin hingga 60%, sedangkan sisanya adalah bersuhu panas. Namun ada pula beberapa negara yang merasakan hawa yang tidak terlalu dingin dan cenderung lebih hangat.

4. Hewan-hewan Bersiap Kembali ke Sarang

Sejumlah binatang memiliki insting untuk bermigrasi. Binatang-binatang akan bermigrasi pada saat musim panas atau dingin tiba. Musim gugur menjadi waktu dimana hewan-hewan akan kembali ke sarangnya.

Selain itu, musim gugur juga menjadi pertanda bagi binatang untuk mengumpulkan pasokan makanan agar ketersediaan pangan selama musim dingin hingga musim semi tiba tetap terjaga.

Ada pula beberapa hewan yang akan mengonsumsi makanan lebih banyak untuk persiapan hibernasi ketika musim dingin tiba, contohnya adalah beruang.

5. Suasana Lebih Gelap

Karena tidak maksimalnya sinar matahari seperti saat musim panas, maka akan berdampak pada suasana alamnya. Ketika musim gugur, suasana akan tampak lebih gelap dari biasanya. Siang hari pun terasa lebih cepat dibandingkan malam hari. Hal ini makin menguatkan suasana gelap ketika musim ini sedang terjadi.

Hal ini juga dipengaruhi oleh berubahnya warna daun menjadi kecoklatan. Tanaman-tanaman akan banyak yang meranggas karena kurangnya pasokan sinar matahari untuk fotosintesis. 

6. Daun Berwarna Merah Kecoklatan

Pemandangan musim gugur begitu identik dengan suasana merah kecokelatan. Ketika musim ini belangsung, dedaunan akan berubah menjadi merah dan kecokelatan.

Tidak semua tumbuhan dapat hidup di kawasan 4 musim. Tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan 4 musim, maka saat musim gugur ia akan merubah warna daunnya menjadi merah kecoklatan. Kemudian tumbuhan tersebut akan menghijau kembali ketika musim semi datang.

Negara Musim Gugur

Banyak negara yang menjadikan datangnya musim gugur sebagai potensi wisata. Tak heran banyak paket wisata musim gugur yang ditawarkan beberapa negara.

Bagi yang ingin berlibur dan menikmati suasananya, berikut referensi tempat dengan pemandangan musim gugur yang indah:

1. Kanada

Kanada adalah negara di benua Amerika yang terkenal dengan pohon maple-nya. Bahkan daun pohon maple menjadi lambang di bendera negara tersebut.

Musim gugur dengan pemandangan pohon maple yang berguguran merupakan ciri khas dari Kanada. Di musim ini, umumnya kunjungan wisatawan dari berbagai negara meningkat pesat.

2. Paris, Perancis

Paris adalah salah satu kota romantis di Eropa. Kota dengan ikon menara eiffel yang terkenal ini menjadi salah satu contoh kota dengan musim gugur yang indah, salah satunya di Jardin du Luxembourg serta Parc des Buttes Chaumount.

Meski Paris cenderung lebih sepi pengunjung, namun akan menjadi liburan menyenangkan karena kita lebih leluasa menikmati pemandangannya.

3. Jepang

Negera Jepang adalah negara Asia yang mengalami 4 musim setiap tahunnya. Negeri Sakura ini juga menjadi salah satu tujuan wisata musim gugur bagi wisatawan mancanegara.

Saat musim gugur tiba, daun pohon momijigari akan berubah warna menjadi kekuningan. Untuk melihat pemandangan tersebut, kita bisa datang ke Kyoto untuk berwisata.

4. Selandia Baru

Tak hanya di kawasan belahan bumi utara, bumi bagian selatan juga memiliki pesona musim gugur yang menakjubkan. Selandia Baru yang terkenal akan padang rumputnya mempunyai pemandangan yang sangat indah yang terjadi pada bulan April.

Kita bisa berkunjung ke Lembah Waitaki, Otago Tengah, dan Tekapo untuk menikmati indahnya pemandangan musim gugur ini.