Musim Hujan – Pengertian, Waktu, Proses, Jenis & Dampak Pemanasan Global

Sebagai negara beriklim tropis yang terletak di garis khatulistiwa, menjadikan wilayah Indonesia memiliki 2 musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Diantara kedua musim tersebut ada musim transisi yang disebut musim pancaroba.

Pengertian Musim Hujan

Musim hujan yang juga disebut musim basah adalah musim dengan ciri meningkatnya curah hujan di suatu wilayah dibandingkan rata-rata curah hujan dalam waktu tertentu secara tetap. Musim ini hanya terjadi di wilayah tropis, contohnya adalah Indonesia.

Secara teknis meteorologi, suatu wilayah mengalami musim hujan jika besarnya curah hujan dalam satu dasarian sama atau lebih dari 50 milimeter dan diikuti oleh beberapa dasarian berikutnya. Dasarian merupakan satuan waktu meteorologi yang lamanya 10 hari.

Permulaan musim penghujan dapat berlangsung lebih awal atau maju, sama, serta lambat atau mundur daripada waktu normal rata-rata dalam periode 30 tahun.

tangan dan hujan Pixabay

Berdasarkan jumlah curah hujan, musim hujan bersifat “normal” jika persentasenya berada diantara 85% sampai 115% dari rata-rata 30 tahunan, kemudian bersifat “atas normal” jika melebihi 115% dari rata-rata catatan 30 tahunan, serta bersifat “bawah normal” apabila kurang dari 85% dari rata-rata catatan 30 tahunan.

Jika curah hujan dalam satu dasarian tinggi namun tidak diikuti dasarian berikutnya atau tidak konsisten, maka cuaca tersebut dianggap sebagai peralihan musim atau musim pancaroba.

Proses Terjadinya Musim Hujan

Musim penghujan terjadi ketika ada perbedaan antara massa daratan dan suhu samudera yang jaraknya saling berdekatan. Ketidakseimbangan tersebut disebabkan oleh perbedaan cara air dan bumi dalam menyerap panas matahari atau sumber panas lainnya. Air memiliki suhu lebih merata, sedangkan tanah mempunyai variasi dalam menyerap suhu.

Pada periode yang lebih hangat, matahari akan memanaskan tanah dan air. Air mempunyai sifat memantulkan panas dan tanah tidak memiliki sifat tersebut, sehingga tanah akan mengalami peningkatan suhu lebih tinggi dibanding air.

Kondisi tersebut menyebabkan udara di atas bumi memiliki tekanan rendah dan menciptakan udara lembab dari laut yang berhembus ke darat.

Udara lembab yang berada di atas permukaan tanah akan naik lebih tinggi kemudian mengalami pendinginan dan kembali berhembus ke laut. Siklus ini terus berulang hingga udara lembab tersebut memebntuk awan di atas daratan dan menghasilkan hujan.

Selanjutnya bulan-bulan lebih dingin akan terjadi peristiwa sebaliknya. Air akan kehilangan panas lebih cepat daripada tanag, sehingga udara diatas daratan lebih hangat dibanding di atas lautan. Kondisi ini mengakibatkan udara mengalir dari darat ke laut dan mengalami presipitasi di atas laut setelah pendinginan.

Jenis Musim Hujan

Musim penghujan dibagi menjadi dua jenis, yaitu musim hujan basah dan kering. Musim hujan basah adalah musim penghujan yang disertai curah hujan tinggi dan lebat, sedangkan musim hujan kering ialah musim penghujan tanpa curah hujan.

Musim Hujan di Indonesia

Di daerah tropis seperti Indonesia, musim penghujan terjadi bergantian dengan musim kemarau atau musim kering dan dipengaruhi oleh gerak semu matahari tahunan. Pergerakan matahari akan mengubah peta suhu udara dan permukaan tanah, serta samudera. Perbedaan suhu akan mengubah konsentrasi uap air di udara.

musim hujan Pixabay

Umumnya musim hujan terjadi di bumi yang sedang mengalami posisi zenith peredaran semu matahari. Zenith merupakan titik di angkasa yang persis berada diatas titik pengamatan. Posisi ini tergantung oleh arah gaya gravitasi bumi di tempat pengamat berada.

Musim hujan di Indonesia berlangsung pada bulan Oktober hingga Maret. Pada masa ini curah hujan rata-rata di Indonesia sekitar 1.600 mm setuap tahun. Akan tetapi sebaran tersebut tidak merata, contohnya di Palu dan Timor yang hanya mengalami curah hujan 500 mm sampai 700 mm per tahun.

Kondisi tersebut berbeda dengan kawasan utara Indonesia seperti Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi Riau, Bengkulu dan wilayah Jawa Barat seperti Bogor dan Bandung yang mengalami curah hujan sangat tinggi.

Musim penghujan di Indonesia juga dipengaruhi oleh El Nino dan La Nina dengan siklus 3 sampai 5 tahunan. Adanya fenomena El Nino menjadikan musim kemarau lebih lama dan sangat ekring, sedangkan La Nina menyebabkan curah hujan sangat tinggi dan lebih lama dibanding biasanya.

Pengaruh Pemanasan Global Terhadap Musim Hujan

Studi yang dilakukan pada tahun 2015 menyatakan bahwa pemanasan global menyebabkan efek rumah kaca yang berdampak negatif dan berpeluang merusak tatanan siklus musim hujan. Menurut perkiraan sekitar 50 hingga 100 tahun mendatang, bumi akan mengalami peningkatan curah hujan sangat tinggi pada musim panas atau kemarau.

Peningkatan curah hujan ini disebabkan oleh gas rumah kaca, seperti karbondioksida sehingga meningkatkan kapasitas udara menampung air. Kondisi tersebut menyebabkan bencana banjir di daerah basah. Sedangkan saat musim kemarau di wilayah tertentu akan mengalami kekeringan ekstrim.