Musim Semi – Pengertian, Waktu Terjadi, Karakteristik & Contoh Negara

Musim semi biasanya ditandai dengan kuncup bunga mulai bertunas, hewan-hewan terbangun dari hibernasi selama musim dingin. Kondisi tersebut seolah-olah menjadikan bumi terasa hidup kembali setelah musim dingin yang beku.

Musim semi tidak terjadi di Indonesia dan negara yang berada di wilayah khatulistiwa. Musim ini hanya terjadi di negara yang berada di wilayag sub tropis hingga sedang.

Pengertian Musim Semi

Musim semi diartikan sebagai musim baru pertama. Ketika memasuki musim ini kegiatan yang terhenti akibat musim dingin mulai kembali normal. Misalnya kegiatan pertanian dan perkebunan mulai dilakukan karena suhu lingkungan semakin hangat.

Musim semi adalah periode atau masa peralihan dari musim dingin ke musim panas. Kondisi ini berkaitan dengan posisi kemiringan bumi terhadap matahari. Musim ini juga mempunyai hubungan dengan fenomena equinox dan titik balik matahari.

Fenomena equinox adalah peristiwa astronomi saat matahari melintasi garis khatulistiwa dan terjadi secara periodik dua kali dalam setahun, yaitu 21 Maret dan 23 September. Fenomena equinox mengakibatkan durasi malam sama dengan siang hari.

musim semi Pixabay

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), musim semi merupakan salah satu dari dua musim saat pusat bumi tidak mendekati atau menjauhi matahari.

Kutub utara menjadi tempat terujung terhadap matahari selama titik balik matahari saat musim panas. Kondisi ini terjadi pada tanggal 21 Juni. Kemudian saat kutub selatan menjadi tempat dengan terdekat dengan matahari terjadi pada tanggal 21 Desember.

Di belahan bumi bagian utara, musim semi akan dimulai pada tanggal 21 September hingga 21 Desember. Akan tetapi penanggalan tersebut dapat bergeser.

Pengertian lain dari musim semi adalah musim antara musim dan musim panas, ketika suhu lingkungan perlahan-lahan naik. Musim ini menjadi masa transisi atau peralihan dari musim dingin yang beku menuju musim panas bersuhu tinggi.

Musim semi yang juga disebut musim bunga hanya terjadi di wilayah pertengahan, sedangkan di wilayah equator hanya mengalami sedikit perbedaan suhu, serta musim semi hanya terjadi sebentar di wilayah kutub.

Waktu Terjadi

Berdasarkan awal terjadinya, musim semi di bumi bagian utara dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  1. Secara Astronomi musim semi terjadi pada posisi orbit bumi yang berhubungan dengan matahari saat terjadi fenomena equinox dan solstices. Berdasarkan ilmu astronomi, hari pertama musim semi dimulai dari tanggal 20 Maret hingga 21 Juni. Dalam perhitungan ini, musim semi terjadi saat bumi berada pada sudut 23,5o di bagian ujung atau kutub terhadap sumbu aksis dan berhubungan dengan orbit matahari.
  2. Secara Meteorologi musim semi ditentukan berdasarkan siklus suhu tahunan. Perhitungan meteorologi juga sama baiknya dengan perhitungan astronomi untuk memperoleh penanggalan masa transisi. Secara meteorologi, musim ini terjadi pada 1 Maret dan berakhir pada 31 Mei. Penentuan ini disesuaikan dengan pembagian bulan dalam satu tahun, sehingga jatuh pada setiap tanggal 1 Maret dan berlangsung selama 3 bulan (Maret, April, dan Mei).

Karakteristik Musim Semi

Setiap musim pasti memiliki karakteristik tersendiri, misalnya musim panas dimana suhu lingkungan akan meningkat, serta musim dingin dimana suhu lingkungan akan turun secara drastis. Beriku ini adalah ciri-musim semi, antara lain:

  1. Tumbuhan mulai menumbuhkan tunas-tunas daun baru dan berbanding terbalik dengan musim gugur saat tumbuhan menggugurkan daunnya
  2. Suhu rata-rata lingkungan 60% hawa panas dan 40% hawa dingin
  3. Binatang muncul dan keluar dari tempat persembunyian, serta mulai melakukan aktivitas
  4. Hewan mulai bereproduksi dan berkembangbiak
  5. Sering terjadi hujan pada bulan April
  6. Menghangtanya suhu terkadang menyebabkan banjir akibat es yang mencair, serta menimbulkan tornado akibat terjadi perbedaan suhu udara
  7. Saat musim semi terjadi, sum aksis bumi berada di dekat matahari
  8. Saat bulan Mei tumbuhan berbunga akan bermekaran
  9. Saat hari pertama musim semi, lama waktu terbit matahari dan terbenam adalah sama, yaitu 12 jam. Dengan begitu durasi siang dan malam sama, sehingga siang akan terasa lebih lama
  10. Burung-burung kembali dari tempat migrasi pada pertengahan Februari hingga akhir Juni
  11. Sayur dan buah-buahan mulai tumbuh dan dapat dipanen

Negara Yang Memiliki Musim Semi

Musim semi tidak akan pernah terjadi di Indonesia, sebab negara wilayah tropis hanya mengenal 2 musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Sedangkan di negara-negara berikut, musim semi dapat terjadi, antara lain:

  1. Jepang – Jepang adalah negara yang mengalami 4 musim. Saat musim semi berlangsung, maka bunga-bunga sakura di Taman Nasional Shinjuku Gyoen, Tokyo akan bermekaran.
  2. Korea – Tidak hanya Jepang, negara tetangga seperti Korea Selatan dan Utara juga mengalami musim ini. Kondisi ini ditandai dengan pohon sakura yang mulai menumbuhkan bunga dan daun-daun baru.
pohon sakura Pixabay

Berbagai negara juga menyambut musim semi dengan mengadakan berbagai festival yang menarik kunjungan wisatawan, yaitu:

  • Festival Keukenhof yang berlangsung mulai tanggal 21 Maret hingga 19 Mei. Saat festival ini berlangsung, akan dipamerkan lebih dari 30 jenis bunga, seperti tulip, mawar, lili dan bunga lainnya.
  • Taichung World Flora Exposition adalah pameran bunga yang berlangsung pada 3 November hingga 24 April di Houli, Fengyuan dan Waipu.
  • Spring Festival Food dan Lantern Festival yang diadakan di Tiongkok, dimana kedai dan restoran menyajikan berbagai makanan, seperti pangsit sebagai hidangan utama.
  • Graz’s Spring Festival adalah acara yang diadakan kota Styria dan sangat ramai dikunjungi wisatawan asal Eropa.
  • Festival Bulan April diadakan di Seville dan diisi dengan acara musik tradisional yang disertai dengan dekorasi kota penuh warna.