Musim – Pengertian, Pembagian Dunia, Indonesia & Ciri

Indonesia adalah negara yang berada wilayah khatulistiwa dan hanya mengalami dua musim utama, yaitu musim kemarau dan penghujan. Selain itu, kita juga mengenal musim pancaroba untuk menyebut masa peralihan dari musim kemarau ke penghujan dan sebaliknya.

Namun selain dua musim tersebut, bumi juga memiliki musim-musim lain yang akan kita bahas sebagai berikut.

Pengertian Musim

Musim adalah salah satu pembagian utama tahun yang dipengaruhi oleh bentuk iklim yang luas. Dalam satu tahun, wilayah bumi dibedakan menjadi 4 musim, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas dan musim gugur.

kekeringan Pixabay

Akan tetapi untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pembagian musim dibagian menjadi dua, yakni musim hujan dan musim kemarau.

Pembagian musim juga pernah dilakukan ketika masa Mesir Kuno, ketika pada waktu itu musim dibagi menjadi musim bajir, musim darurat karena banjir dan musim penunaian yang panas.

Sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pengertian musim adalah rentang waktu tertentu yang berkaitan dengan kondisi iklim.

Musim di Dunia

Pembagian musim di dunia dibagi menurut penanggalan tertentu yang terjadi di belahan bumi bagian utara maupun selatan, antara lain:

PenanggalanBelahan bumi
 Wilayah Tropis
April hingga Septembermusim kemarau
Oktober hingga Maretmusim hujan
 Belahan utaraBelahan selatan
21 Maret-21 Junimusim semimusim gugur
21 Juni-23 Septembermusim panasmusim dingin
23 September-21 Desembermusim gugurmusim semi
21 Desember-21 Maretmusim dinginmusim panas
musim di dunia Wikimedia Commons

1. Musim Dingin

Pengertian musim dingin adalah kondisi hawa dingin dengan ciri turunnya salju atau es.

Musim dingin yang terjadi di bumi bagian utara terjadi antara bulan November hingga Januari. Sedangkan musim dingin yang terjadi di bumi bagian selatan terjadi antara bulan Mei hingga Juli.

Ciri-ciri Musim Dingin

Ketika musim dingin terjadi, karakteristisk cuaca yang terjadi adalah sebagai berikut:

  • Tumbuhan mulai rontok atau berkguguran karena timbunan salju
  • Hawa pada musim dingin terbagi menjadi 80% dingin dan 20% panas
  • Hewan-hewan akan melakukan hibernasi di dalam sarang atau hanya beraktivitas di dalam sarang
  • Munculnya badai salju

2. Musim Semi

Musim semi adalah kondisi yang terjadi di daerah tertentu dengan ciri utama kembali tumbuhnya vegetasi atau pepohonan setelah musim salju.

Musim semi yang terjadi di bumi bagian utara terjadi antara bulan Februari hingga April. Sedangkan musim semi yang terjadi di bumi bagian selatan terjadi antara bulan Agustus hingga Oktober.

Ciri-ciri Musim Semi

Ketika musim semi terjadi, karakteristisk cuaca yang terjadi adalah sebagai berikut:

  • Daun-daun tumbuhan muda akan mulai tumbuh
  • Hawa musim semi terbagi menjadi 60% panas dan 40% dingin
  • Hewan-hewan mulai keluar sarang dan terbangun dari hibernasi
  • Curah hujan meningkat

3. Musim Panas

Musim panas adalah kondisi pada daerah tertentu dengan ciri utama meningkatnya hawa yang sangat panas.

Musim panas yang terjadi di bumi bagian utara terjadi antara bulan Mei hingga Juli. Sedangkan musim panas yang terjadi di bumi bagian selatan terjadi antara bulan November hingga Januari.

Ciri-ciri Musim Panas

  • Daun-daun tumbuhan mulai layu dan kering
  • Hawa musim panas terbagi menjadi 80% panas dan 20% dingin
  • Hewan-hewan beraktivitas mencari makan di luar sarang
  • Curah hujan meningkat disertai badai angin

4. Musim Gugur

Musim gugur adalah kondisi di tempat tertentu dengan ciri utama daun-daun berguguran atau rontok.

Musim gugur yang terjadi di bumi bagian utara terjadi antara bulan Agustus hingga Oktober. Sedangkan musim gugur yang terjadi di bumi bagian selatan terjadi antara bulan Februari hingga April.

Ciri-ciri Musim Gugur

  • Dedaunan tumbuhan layu dan rontok
  • Hawa musim gugur terbagi menjadi 60% dingin dan 40% panas
  • Hewan-hewan mulai kembali ke sarang dan bersiap mengumpulkan makanan untuk hibernasi
  • Suasana langit cenderung gelap dan berwarna oranye
peta indonesia Google Images

Musim di Indonesia

Wilayah Indonesia yang berada di khatulistiwa dan beriklim tropis menjadikannya tidak mengalami 4 musim dunia diatas. Akan tetapi, pembagian musim di Indonesia dibedakan menjadi dua, antara lain:

1. Musim Hujan

Curah hujan rata-rata di Indonesia adalah 1600 mm setiap tahunnya. Namun sebaran curah hujan tersebut tidak merata di setiap wilayah. Misalnya, di wilayah Palu dan Timor yang hanya mengalami curah hujan 500 mm hingga 700 mm per tahun.

Sedangkan di wilayah utara sperti Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi Riau, Bengkulu dan wilayah Jawa Barat seperti Bogor dan Bandung memiliki curah hujan yang sangat tinggi.

Selain itu, di Indonesia juga mengenal siklus 3 tahun sampai 5 tahun yang disebut El Nino. Fenomena ini menyebabkan musim kemarau yang lama dengan ciri tidak turunnya hujan dalam waktu tertentu.

Setelah El Nino, akan terjadi La Nina. Peristiwa La Nina adalah fenomena yang menyebabkan curah hujan tinggi dalam waktu lebih lam dibanding biasanya.

2. Musim Kemarau

Musim kemarau adalah kondisi yang terjadi di wilayah Indonesia dengan ciri utama turunnya curah hujan yang signifikan. Pada kondisi ini, kerap terjadi bencana kekeringan dan kekurangan air.

Terjadinya musim kemarau dipengaruhi oleh gerakan angin muson timur yang melintasi Indonesia.

Angin muson adalah angin yang bertiup dari belahan bumi utara yang menjadikan benua Australia menjadi dingin sehingga tekanan udaranya meningkat. Kondisi tersebut menjadikan suhu di kawasan benua Asia meningkat dengan tekan udara rendah.

Angin yang berasal dari gurun di Australia mempunyai sifat panas dan kering dan tertiup ke Indonesia akan menyebabkan musim kemarau.

3. Musim Pancaroba

Meski bukan termasuk dalam pembagian musim, namun masyarakat di Indonesia mengenalnya dengan nama musim pancaroba atau peralihan.

Pengertian musim pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim musim, yaitu antara musim penghujan dan musim kemarau, serta sebaliknya.

Di Pulau Jawa, pancaroba terjadi pada bulan Maret dan April (pergantian penghujan ke kemarau) dan pada bulan Oktober dan Desember (pergantian kemarau ke penghujan)

  • Ciri Musim Pancaroba
    • Frekuensi hujan tinggi
    • Hujan deras disertai petir dan angin
    • Frekuensi penyakit salurapan pernapasan atas (pilek dan batuk) meningkat