Nanas – Taksonomi, Asal, Simbol Kekayaan, Morfologi, Budidaya & Manfaat

5/5 - (2 votes)

Buah nanas adalah salah satu jenis buah tropikal. Disebut demikian karena tumbuhan nanas berasal dari kawasan tropis dengan kondisi lingkungan lembab.

Nanas merupakan buah umum bagi masyarakat Indonesia. Buah ini sering dikonsumsi sehari-hari, seperti menjadi bagian sajian kuliner bernama rujak.

Selain itu, nanas juga dapat dioleh menjadi jus yang menyegarkan dan menyeahtkan. Meski sangat jamak di kehidupan masyarakat Indonesia, namun sebenarnya tanaman ini bukan berasal dari Indonesia.

Taksonomi Nanas

Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah tumbuhan nanas, yaitu:

KerajaanPlantae
Angiospermae
Monokotil
Commelinids
OrdoPoales
FamiliBromeliaceae
SubfamiliBromelioideae
GenusAnanas
SpesiesA. comosus

Asal Buah Nanas

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tanaman nanas bukan berasal dari Indonesia, melainkan berasal dari kawasan Amerika Selatan, meliptui Paraguay, Brasil, dan Bolivia.

tanaman nanas Pixabay

Tumbuhan ini termasuk ke dalam famili nanas-nanasan atau Bromeliaceae. Awalnya tanaman nanas liar ditemukan di sungai Parana-Paraguay, tepatnya di bagian selatan Brasil dan Paraguay.

Potongan tanaman nanas selanjutnya terdistribusi ke seluruh Amerika Selatan, hingga akhirnya sampai ke Karibia, Amerika Tengah, dan Meksiko. Di Meksiko, tanaman ini kemudian dibudidayakan oleh suku Maya dan Aztec.

Orang Eropa pertama yang menemukan tanaman nanas adalah Columbus, tepatnya di Guadalupa pada tanggal 4 November 1493. Selanjutnya potongan nanas disebarkan secara luas kemudian buah nanas menjadi konsumsi umum bagi penduduk asli Amerika.

Sebaran buah nanas juga dibawa oleh orang Portugis yang membawa tanaman ini dari Brasil dan membawanya ke India pada tahun 1550. Sementara orang Spanyol membuat kultivar nanas ‘Red Spanish’ dan membawanya ke Fillipina, di mana di negara ini kultivar baru tersebut digunakan untuk kebutuhan tekstil sampai abad ke-17.

Columbus membawa tanaman ini ke Spanyol dan menyebutnya sebagai piña de Indes atau pinus para Indian karena bentuk buahnya seperti buah pinus. Buah nanas juga didokumentasikan dalam beberapa kumpulan surat dari masa itu, contohnya pada Decades of the New World karya Peter Martyr yang terbit pada tahun 1516.

Penjelasan mengenai nanas juga terdapat di buku Le Voyage et Navegacion di tahun 1526, karya Antonio Pigafetta. Sedangkan ilustrasi buah nanas pertama kali dibuat pada buku Historia General de Las Indias karya Oviedo yang terbit pada tahun 1535.

baca juga:  Air Terjun Kapas Biru - Guyuran Keindahan Lumajang

Nanas Menjadi Simbol Kekayaan

Buah nanas membuat orang Eropa terpesona, mereka menyebutnya sebagai buah kolonial. Namun tanaman ini tidak bisa sukses dibudidayakan di Eropa sampai beberapa abad.

buah nanas Pixabay

Hingga pada akhirnya di tahun 1658, Pieter de la Court membuat hortikultura rumah kaca di dekat daerah Leiden, Belanda. Tanaman nanas hasil budidaya kemudian dikirim dari Belanda menuju Inggris pada tahun 1719 dan ke Prancis pada tahun 1730.

Di Inggris, tanaman nanas pertama kali ditanam di Domey Court, Domey, Buckinghamshire. Sementara di Prancis, Raja Louis XV dihadiahkan buah nanas yang telah ditanam di istana Versailles pada tahun 1733.

Karena besarnya biaya dan usaha yang dibutuhkan untuk menanam nanas di negara beriklim sedang, maka nanas pun menjadi tumbuhan istimewa dan menjadi simbol kekayaan seseorang.

Biasanya nanas hanya dijadikan hiasan saat acara makan malam, bukannya dimakan. Agar tidak sia-sia, buah ini digunakan sebagai pajangan hingga berulang-ulang sampai busuk.

Pada paruh kedua abad ke-18, buah nanas pun menjadi subjek persaingan antara kaum bangsawan kaya raya di Inggris. Earl Dunmore IV, John Murray, bahkan membangun rumah kaca di pekarangan rumahnya setinggi 14 meter dalam bentuk buah nanas. Hingga akhirnya dalam perkembangan seni arsitektur, buah nanas menjadi elemen dekoratif yang menyimbolkan keramahan pemilik rumah.

Ciri & Morfologi Nanas

Tumbuhan yang menghasilkan buah tidak sejati ini mempunyai ciri dan karakteristik sebagai berikut:

tumbuhan nanas Pixabay

1. Akar

Akar nanas tumbuh di antara batang dan daun, posisi ini menyebabkan bentuk akarnya pipih dan pertumbuhannya melingkar karena posisinya yang terjepit di antara batang dan daun.

2. Batang

Batang tanaman nanas berukuran pendek dan tertutup oleh daun dan akar. Panjang batang sekitar 20 cm sampai 30 cm. Batangnya memiliki ruas-ruas yang pendek dan ruas tersebut akan terlihat jika daun dipotong.

3. Daun

Pertumbuhan daun nanas di awal perkembangannya sangat lambat, yaitu 1 helai per minggu. Namun setelah beberapa lama, pertumbuhannya akan semakin cepat. Bentuk daun nanas seperti talang memanjang serta runcing. dengan panjang mencapai 90 cm.

baca juga:  Mengenal 3 Jenis Harimau di Indonesia, Hanya 1 Yang Tersisa!

4. Bunga

Tanaman nanas menghasilkan bunga berjenis majemuk yang tumbuh di ujung batang. Jumlah bunga biasanya antara 5 sampai 10 kuntum.

5. Buah Nanas

Satu buah nanas terbentuk dari gabungan 100 -200 bunga, oleh sebab itu buah ini termasuk buah tidak sejati. Bunga majemuk tersebut bentuknya bulat dan panjang. Bagian “mata” pada nanas sebenarnya merupakan bekas putik bunga.

Budidaya Buah Nanas

Di Eropa terdapat banyak varietas nanas yang dibudidayakan di dalam rumah kaca. Jenis yang memperlihatkan hasil paling signifikan adalah ‘Smooth Cayenne’ yang diekspor ke Prancis pada tahun 1820. Smooth Cayenne juga dikirim ke Inggris pada tahun 1835.

Selanjutnya dari inggris, jenis nanas ini dibawa ke Hawaii dan Afrika. Saat ini, kultivar nanas Smooth Cayenne menjadi jenis nanas yang paling banyak tersebar di dunia.

Bangsa Spanyol memperkenalkan buah nanas ke Hawaii pada abad ke-18. Tetapi tanaman ini baru dibudidayakan di Hawaii pada tahun 1886. Investor budidaya nanas yang paling terkenal adalah James Dole yang pindah ke Hawaii pada tahun 1899.

Dole membuka lahan seluas 24 hektar untuk dijadikan perkebunan nanas di tahun 1900. Kemudian usahanya berkembang menjadi Dole Food Company. James Dole pun memulai usaha komersial budidaya nanas. Dalam perkembangannya, pegawainya bernama Henry Ginaca berhasil membuat mesin pengupas nanas di tahun 1911.

Di Filipina, nanas Smooth Cayenne telah diperkenalkan sejak tahun 1900-an oleh Biro Pertanian Amerika Serikat pada masa koloni Amerika di Hawaii. James Dole dan pembudidaya besar lainnya, Del Monte, juga membuka plantasi nanas di pulau Mindanao pada tahun 1920-an.

Budidaya nanas kemudian berkembang pesat di Asia Tenggara. Meski demikian, Perang Dunia II memberikan dampak kerusakan bagi -kebunkebun nanas. Selanjutnya Hawaii mendominasi perdagangan nanas hingga tahun 1960-an.

Saat ini, Filipina menjadi salah satu eksportir buah nanas terbesar di dunia. Plantasi milik Del Monte kini dikelola oleh pihak lokal sejak dibeli oleh Del Monte Pacifif Ltd., sebuah perusahaan milik Filipina.

Buah Nanas Untuk Kuliner

Daging dan sari buah nanas sering digunakan untuk kebutuhan kuliner di seluruh dunia. Di banyak negara tropis, buah nanas banyak dijual di pinggir jalan sebagai cemilan, baik dalam bentuk kupasan, dipotong-potong, maupun dalam bentuk utuh.

baca juga:  Buah Manggis - Asal Usul, Manfaat dan Cara Budidaya
jus nanas Pixabay

Sementara di negara-negara barat, buah nanas masih sering disajikan sebagai dekorasi kuliner dengan tambahan buah ceri yang ditusuk ke stik.

Potongan buah nanas juga sering dijadikan tambahan pada salad buah atau makanan gurih, misalnya sebagai salah satu topping pizza. Selain itu, nanas yang dilumatkan juga bisa diolah menjadi selai, yogurt, es krim, atau jenis makanan manis lainnya. Sari buah nanas juga sering digunakan sebagai campuran cocktail, misalnya pada jenis minuman piña colada dan tepache.

Di  Filipina, buah nanas diolah menjadi makanan penutup yang serupa dengan jeli, bernama nata de piña. Jenis makanan ini telah diproduksi sejak abad ke-18.

Sementara pada makanan tradisional Filipina dan Honduras, ditemukan adanya cuka yang terbuat dari nanas. Cuka ini diproduksi secara lokal oleh masyarakat setempat. Kuliner Taiwan juga menggunakan cuka nanas sebagai pelengkap..

Jus nanas adalah salah satu sajian buah nanas yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Eropa. Orang Eropa di masa lalu sangat terpesona dengan buah eksotis ini, sehingga sampat sekarang pun masih menggemari buah nanas.

Belanda adalah negara Eropa yang paling banyak mengekspor jus nanas. Sedangkan negara terbanyak dalam hal mengonsumsi jus nanas di tahun 2017 adalah Thailand, Indonesia, dan Filipina.

Buah Nanas Untuk Industri Tekstil

Selain sebagai makanan kecil, penambah aroma, minuman dan hiasan pada makanan, buah nanas juga dimanfaatkan untuk hal yang sama sekali berbeda, yaitu industri tekstil. Kultivar nanasberjenis ‘Red Spanish’ pernah dibudidayakan secara besar-besaran di Filipina. Daunnya yang panjang adalah sumber serat piña.

Serat ini kemudian dianyam menjadi kain tipis seperti renda dengan haisan bordir berbentuk bunga. Kain ini kemudian menjadi komoditas ekspor mewah dari Filipina, terutama pada masa koloni Spanyol.

Kain ini menjadi favorit di kalangan kaum aristokrat Eropa pada abad ke-18 hingga 19. Di Filipina, kain ini juga digunakan untuk pembuatan jenis pakaian barong tagalog, baro’t saya, dan traje de mestiza. Ketiganya adalah pakaian yang hanya digunakan oleh kalangan atas di Filipina. Selain itu, kain ini juga digunakan sebagai bahan sapu tangan wanita yang bernama pañuelo.

Kain dari serat buah nanas menjadi favorit karena teksturnya yang ringan dan melayang jika terkena angin. Jenis kain ini sangat cocok dikenakan di negara tropis yang beriklim sangat panas bagi orang Eropa. Sayangnya, industri ini runtuh karena Perang Dunia II.