Negara Maritim – Pengertian, Ciri, Konsep, Contoh & Perbedaan Dengan Negara Kepulauan

Selain sebagai negara agraris, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara maritim di dunia. Meski demikian, masih belum banyak orang yang bisa menjelaskan apa sebenarnya negara maritim tersebut dan mengapa Indonesia mendapat julukan tersebut.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai sebutan Indonesia sebagai negara maritim.

Pengertian Negara Maritim

Jika dijelaskan secara singkat dan sederhana, negara maritim adalah suatu negara yang daerah teritorial lautnya lebih luas daripada daerah teritorial daratan.

negara maritim batasnegeri.com

Namun tak sedikit pula yang berpendapat bahwa negara maritim merupakan suatu negara yang terdiri dari banyak pulau atau disebut juga negara kepulauan. Pada intinya, negara maritim dapat diartikan sebagai negara yang dikelilingi oleh wilayah laut dan perairan yang luas.

Istilah maritim sangat erat hubungannya dengan segala aktivitas yang berkaitan dengan pelayaran dan perdagangan serta berhubungan dengan kelautan. Oleh sebab itu, istilah ini kerap digunakan pada terminologi kelautan dan kemaritiman yang berkenaan dengan laut dan pelayaran perdagangan laut.

Ciri Negara Maritim

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, negara maritim adalah sebutan bagi suatu negara yang berada di kawasan laut teramat luas. Suatu negara baru bisa dikatakan sebagai negara kepulauan atau negara kelautan jika mempunyai banyak pulau, seperti halnya Indonesia dan Filipina.

Jika dijelaskan lebih rinci, kegiatan kemaritiman yang dipahami oleh beberapa kalangan masyarakat umumnya mengacu pada seluruh kegiatan di laut yang berkaitan dengan pelayaran dan perdagangan. Nah, berikut ini adalah beberapa ciri negara maritim yang perlu diketahui, antara lain:

  • Negara maritim memiliki wilayah perairan atau laut yang lebih luas sekitar 2/3 dari wilayah daratan
  • Memiliki banyak pulau yang dikelilingi oleh perairan atau laut
  • Memiliki sumber daya laut sangat besar, baik sumber daya alam ,mineral, energi, dan lain sebagainya
  • Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan atau profesi lainnya yang berhubungan dengan kelautan

Konsep Negara Maritim

Negara maritim mengacu pada suatu konsep yang mengutamakan pemanfaatan semua sumber daya alam di wilayah laut yang bertujuan untuk kepentingan rakyat dan kemakmuran negara. Kata maritim sebenarnya bisa diartikan layaknya wilayah laut yang menunjukkan suatu negara dengan mayoritas penduduk bekerja di wilayah perairan.

peta indonesia Pixabay

Berikut ini ialah beberapa kegiatan ekonomi yang seringkali dilakukan sebagai bagian konsep negara maritim, yaitu:

  • Jasa penyeberangan kapal antar pulau dan negara
  • Industri pembuatan kapal laut
  • Industri reparasi kapal
  • Industri logistik pengiriman barang melalui jalur laut
  • Aktivitas perekonomian pelabuhan
  • Tol laut
  • Jasa pernavigasian kapal
  • Terminal peti kemas
  • Jasa pergudangan laut
  • Industri pembuatan senjata dan kapal perang.

Meski saat ini Indonesia memiliki predikat sebagai negara maritim, tapi untuk mewujudkan konsep tersebut bukan suatu yang mudah. Sebab untuk mewujudkan konsep kemaritiman, seluruh penduduknya harus sadar dan mampu berpikir lebih logis dengan memandang laut mulai dari sisi wadah, isi, sekaligus geografisnya.

Selain itu, penting juga untuk mengusahakan penerapan strategi geopolitik yang tepat. Contohnya, mulai membiasakan diri untuk memahami penggunaan kata maritim, bukan kelautan. Dengan demikian, kita bisa melihat secara luas dan memanfaatkan laut sebagai media pemersatu bangsa, bukan sekadar wadah untuk melakukan eksploitasi besar-besaran. 

Selain itu, perlu adanya sudut pandang lain untuk melihat laut, yaitu menjadikan laut layaknya media perhubungan yang nantinya digunakan sebagai media sumber daya, media pertahanan dan keamanan, serta media diplomasi. Perlu diketahui, laut bukan sekadar rintangan, kendala, atau hambatan bagi suatu negara kelautan.

Contoh Negara Maritim

Setelah memahami definisi, ciri dan konsepnya, berikut ada beberapa contoh negara maritim di dunia, antara lain:

Nama NegaraGaris Pantai (KM)
Filipina36.289
Indonesia54.716
Inggris12.429
Irlandia1.448
Islandia4.970
Jepang29.751
Kuba3.735
Madagaskar4.826
Papua Nugini5.152
Selandia Baru15.134

Perbedaan Negara Maritim dan Negara Kepulauan

Beberapa waktu belakangan, ada banyak sekali pertanyaan yang terlontar terkait status Indonesia sebagai negara maritim atau negara kepulauan. Pertanyaan ini sempat mencuat setelah pemerintah membuat kebijakan poros maritim, padahal pemerintahan sebelumnya lebih menekankan pengembangan pada sektor daratan atau agraris.

tol laut katadata

Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara negara maritim dan negara kepulauan, simak penjelasan lengkap berikut ini:

1. Indonesia Sebagai Negara Maritim

Seperti yang telah kita ketahui bersama, negara maritim adalah negara yang terdiri dari wilayah lautan yang terhubung dengan pulau-pulau di dalamnya. Jika dilihat dari aspek militer, negara maritim lebih mengandalkan pasukan angkatan laut dengan kekuatan blokade di wilayah sendiri ataupun di wilayah perairan musuh.

Bukan hanya itu, negara maritim juga mengusung kebijakan yang terkait dengan pemanfaatan laut secara maksimal. Jadi jangan heran, jika banyak sekali negara kepulauan yang tidak bisa disebut sebagai negara maritim. Alasannya karena negara tersebut belum mampu memaksimalkan potensi laut. Namun sebaliknya, ada banyak juga negara dengan wilayah laut terbatas, tapi mampu memaksimalkan potensi laut yang dimiliki.

Melalui kebijakan baru Indonesia sebagai poros maritim dunia, tentu saja diperlukan dukungan yang besar dari kekuatan alutsista dari TNI Angkatan Laut dan juga TNI Angkatan Udara demi menjaga kedaulatan NKRI.

Di samping itu, status negara maritim juga mengharuskan Indonesia untuk mengelola dan memanfaatkan kekayaan laut secara maksimal di berbagai jenis perairan. Mulai dari perairan kepulauan, laut wilayah, perairan pedalaman, zona ekonomi eksklusif, zona tambahan, landas kontinen, dasar laut internasional, dan hak atas laut bebas.

Berdasarkan data kewilayahan Republik Indonesia melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) serta Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI Angkatan Laut, luas total wilayah perairan Indonesia mencapai sekitar 6,32 km2. Tentu luasan ini lebih besar ketimbang daratannya yang hanya mencapai 1,905 juta km2

Tak hanya itu, lautan Indonesia dikenal sebagai wilayah Marine Mega Biodiversity terbesar di dunia karena memiliki sekitar 8500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang.

2. Indonesia Sebagai Negara Kepulauan

Berdasarkan konvensi HUKLA 1982, Indonesia adalah negara kepulauan karena memenuhi syarat seperti luas laut dibanding luas daratannya tidak kurang dari 1:1 dan tidak lebih dari 9:1. Selain itu, jarak antar pulau yang bisa dihubungkan dengan garis pangkal yang terlihat tidak melebihi 100 mil dengan pengecualian 125 mil.

Indonesia mempunyai wilayah yang terdiri dari banyak pulau dan daratan yang terpisah oleh lautan. Artinya, pertahanan kedaulatan lebih mengandalkan kehadiran TNI Angkatan Darat sebagai first line of defence.

Mengingat sejumlah fakta yang telah dijelaskan sebelumnya, lantas mengapa Indonesia masih disebut sebagai negara kepulauan terbesar di dunia padahal area lautnya lebih besar ketimbang daratannya?

Indonesia memiliki wilayah yang terdiri atas pulau yang tersebar di seluruh wilayahnya sebanyak 17.500 pulau. Pulau-pulau ini terhubung oleh laut dan selat sehingga menjadi wilayah yang dikenal dengan sebutan Nusantara. Menariknya, setiap wilayah ini memiliki keanekaragaman yang berbeda-beda.

Pengertian tentang negara kepulauan ini juga diatur dalam artikel 46 United Nations Conventions on the Law of the Sea atau Konvensi PBB mengenai Hukum Laut.