6++ Pakaian Adat Jawa Tengah – Corak Budaya Penuh Makna

Pakaian Adat Jawa Tengah – Jawa Tengah yang wilayahnya berada di tengah Pulau Jawa seringkali dijuluki sebagai jantung budaya Jawa. Walaupun merupakan provinsi yang terpisah, namun Daerah Istimewa Yogyakarta juga kerap kali dimasukkan ke dalam kawasan Jawa Tengah, terutama masalah kultural budaya.

Mayoritas penduduk provinsi ini berasal dari Suku Jawa. Selain itu, suku lain yang bermukim di wilayah ini antara lain adalah Sunda, Batak, Madura, Melayu, Minangkabau, Dayak, Bugis, dan lain-lain. Kaum pendatang yang berpengaruh cukup besar di Jawa Tengah adalah Tionghoa. Umumnya mereka bermukim di daerah perkotaan dan berprofesi sebagai pedagang.

Menjaga Warisan Budaya di Jawa Tengah

Hingga kini, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang dikenal tetap mempertahankan tradisi dan budaya peninggalan nenek moyang mereka. Di tengah arus modernisasi yang begitu pesat, tradisi Jawa tetap dipertahankan dan berjalan beriringan dengan teknologi modern.

Contoh paling mudah yang dapat kita lihat adalah penggunaan kain batik di seluruh nusantara. Meskipun banyak provinsi lain yang memiliki jenis kain batik sendiri, namun tak dapat dipungkiri bahwa kain batik corak Jawa yang dikenal luas adalah batik khas Jawa Tengah.

Selain itu, warisan leluhur yang tetap dilestarikan juga bisa dilihat dari tetap berdirinya Kasunanan Surakarta di Solo dan Kesultanan Yogyakarta di D.I Yogyakarta.

Contoh lain dari warisan budaya yang terus dilestarikan adalah kesenian., baik seni tari, pertunjukan, seni musik, kerajinan tangan, dan lain-lain. Bahasa Jawa juga masih digunakan dalam tutur komunikasi sehari-hari. Selain itu, pakaian adat Jawa Tengah juga masih bisa sangat mudah ditemukan, baik dalam keseharian maupun perayaan atau upacara adat tertentu.

Pakaian Adat Jawa Tengah

Etnis Jawa merupakan etnis terbesar di tanah air. Suku Jawa memiliki pengaruh sangat besar dalam kebudayaan bangsa. Di masa lalu, Jawa Tengah merupakan tempat pusat dimana kerajaan-kerajaan mengalami masa kejayaan dan wilayah kekuasaan yang luas. Oleh sebab itu, banyak tradisi Jawa Tengah dikenal luas di nusantara, termasuk baju adat Jawa Tengah.

Bahkan beberapa jenis pakaian adat asal Jawa Tengah ini pun menjadi menjadi inspirasi bagi suku lainnya. Seringkali pakaian tradisional Jawa Tengah juga dijadikan ikon pakaian adat Indonesia secara keseluruhan di dunia internasional.

Batik Jawa Tengah

Pakaian adat Jawa Tengah tidak dapat dilepaskan dari penggunaan kain batik dengan berbagai motif sesuai daerah asalnya. Batik merupakan ikon kultur budaya Jawa.

batik jawa batik-tulis.com

Batik sudah dibuat dan dikenakan sejak ratusan tahun yang lalu. Berdasarkan catatan sejarah, perdagangan batik pertama kali di Solo dilakukan pada tahun 1568. Kemudian kota-kota lainnya pun mulai mengikuti pada abad-abad berikutnya.

Batik Jawa Tengah memiliki corak yang sangat beragam. Masing-masing motif memiliki filosofi tersendiri, antara lain:

  • Batik Truntum adalah jenis batik yang berasal dari Yogyakarta. Motif batik ini hanya digunakan saat acara pernikahan. Maknanya adalah menuntun, dengan harapan orangtua akan menuntun calon pengantin menuju kehidupan pernikahan. Batik Truntum menggunakan zat pewarna soga alam.
  • Batik Sido Wirasat adalah jenis batik yang juga dikenakan pada acara pernikahan, namun dipakai oleh orangtua pengantin. Maknanya adalah agar orangtua bisa memberikan nasehat yang bermanfaat bagi anak dan menantu mereka untuk kehidupan pernikahan yang baik.
  • Batik Cakar Ayam ialah batik yang dikenakan orangtua saat acara Mitoni, Tarub, dan Siraman. Motif Cakar Ayam melambangkan agar setelah berumahtangga, si anak dapat mencari nafkah sendiri dan hidup mandiri dengan baik, begitu juga dengan keturunan mereka nantinya.
  • Batik Grageh Wuluh, motif ini bisa dikenakan kapan pun untuk kegiatan sehari-hari. Makna di balik motif batik ini adalah agar si pemakai selalu mempunyai tujuan dan cita-cita dalam hidupnya, sehingga selalu semangat menjalani hari.
  • Batik Kawung Picis, motif ini hanya bisa dikenakan oleh kalangan kerajaan. Makna di balik motifnya adalah agar manusia selalu mengingat asal-usulnya. Kawung Picis juga melambangkan empat mata angin. Selain itu, dapat juga berarti hati nurani sebagai pengendali nafsu manusia.
  • Batik Kawung adalah motif batik yang berasal dari Yogyakarta. Motif ini hanya bisa dikenakan oleh raja dan keluarganya. Motif Kawung melambangkan kemegahan dan keperkasaan.
  • Batik Parang Kusumo adalah batik yang hanya bisa dikenakan oleh kalangan bangsawan, baik pria maupun wanita. Dengan mengenakan motif Parang Kusumo, diharapkan si pemakai akan mendapat kedudukan, keluhuran, serta dijauhkan dari bahaya.

Selain motif-motif di atas, masih banyak motif batik Jawa Tengah lainnya. Sebab masing-masing daerah memiliki corak dan pola batik tersendiri.

Meski dalam penerapannya kini masyarakat seringkali mengesampingkan filosofi dibalik coraknya. Namun setidaknya batik masih dipertahankan dan menjadi kebanggan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Jawi Jangkep

Jawi Jingkep adalah pakaian adat resmi yang dikenakan pria Jawa Tengah. Pakaian ini terdiri dari atasan berupa baju Beskap yang biasanya dilengkapi dengan motif bunga. Bawahannya adalah kain jarik yang cara penggunaannya dengan dililitkan di pinggang.

pakaian jawi jingkep idntimes

Pria Jawa Tengah juga menambahkan aksesoris berupa blangkon untuk penutup kepala, senjata tradisional berupa keris yang diselipkan di bagian belakang, alas kaki berupa selop, dan juga bunga melati yang dirangkai dan dikenakan di bagian leher. Pakaian ini biasanya dikenakan saat acara pernikahan.

Kebaya Jawa Tengah

Kebaya sebenarnya tidak hanya dikenakan di Jawa Tengah. Hampir seluruh pakaian tradisional di Pulau Jawa juga mengenal pakaian wanita yang satu ini. Mulai dari Suku Betawi, Sunda, dan juga Jawa Timur semuanya memiliki jenis kebaya sendiri, namun detil yang dimiliki tiap-tiap daerah berbeda-beda.

kebaya jawa tengah idntimes

Di Jawa Tengah, kebaya yang dikenakan untuk upacara pernikahan pada umumnya terbuat dari kain beludru. Namun ada juga yang lebih memilih kain sutra brokat. Sementara untuk dikenakan sehari-hari, wanita Jawa Tengah lebih memilih kain katun atau nilon.

Untuk mengenakan kebaya, wanita Jawa Tengah juga mengenakan kelengkapan lainnya, yaitu kemben untuk menutup bagian dada, tapih pinjung, dan stagen untuk mengencangkan bagian pinggang dan perut. Sementara untuk bagian bawahnya, wanita Jawa Tengah juga mengenakan kain jarik panjang.

Pada bagian rambut, wanita Jawa Tengah biasanya menata dan membentuknya menjadi konde yang rapi dengan dihiasi bunga melati di bagian atas. Tak lupa penggunaan perhiasan untuk mempercantik keseluruhan penampilan. Perhiasannya tersebut bisa berupa kalung, subang, cincin, dan gelang. Wanita Jawa Tengah juga suka membawa kipas.

Kanigaran

Pakaian Kanigaran di masa lalu hanya bisa dikenakan oleh para raja. Namun saat ini, pakaian Kanigaran dikenakan untuk upacara pernikahan. Ciri khas pakaian Kanigaran yang dikenakan pria adalah penggunaan singkok yang memanjang ke atas. Atasannya terbuat dari kain beludru berwarna gelap dengan efek mengkilap, sehingga tampak elegan.

elevenia.co.id

Untuk bagian bawahnya, dikenakan Dodotan atau Kampuh. Dodotan berbeda dari kain jarik biasa. Dodotan lebih berwana dan cara memakainya tidak hanya dililitkan di bagian pinggang, tetapi juga disampirkan di tangan. Selanjutnya bagian belakang atau ekor kain disisakan, kemudian disampirkan di lengan.

Surjan

Pakaian adat pria Jawa Tengah ini hanya dikenakan oleh anggota kerajaan di masa lalu, baik kaum bangsawan maupun abdi dalam. Modelnya hampir sama dengan Beskap, tetapi Surjan memiliki varian warna yang lebih meriah.

surjan detik.net.id

Surjan juga dibuat dengan beberapa motif, seperti Lurik atau bunga-bunga. Bahan untuk membuat Surjan biasanya lebih tipis dibanding baju kanigaran.