9++ Pakaian Adat Maluku, Warisan Tradisi Budaya

Maluku adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan kebudayaan tertua di Indonesia. Kehidupan sosial masyarakat Maluku masih sangat kental dan memegang teguh ada istiadat warisan leluhur.

Salah satunya adalah terlihat dari pakaian adat Maluku yang terus dilestarikan hingga saat ini. Selain itu, provinsi berjuluk Seribu Pulau ini memiliki keindahan panorama alam yang tersebar di 1.400 pulau besar dan kecil.

Baju adat Maluku secara umum memliki desain yang sederhana dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Meski begitu, baju tradisional Maluku mempunyai nilai dan makna filosofis yang terjaga dari generasi ke generasi. Pakaian tradisional tersebut menjadi simbol identitas lokal yang semakin menambah kekayaan adat budaya Nusantara.

1. Baju Cele (Pakaian Adat Maluku)

Baju Cele atau juga disebut kain Salele adalah pakaian tradisional Maluku berupa kain tebal namun tetap nyaman dikenakan. Ciri dari baju khas Maluku ini adalah berwarna cerah, seperti merah dengan kombinasi garis berwarna emas atau perak.

baju cele idntimes.com

Pakaian ini merupakan baju adat resmi Maluku yang biasanya dikenalan saat upacara adat, pesta rakyat, maupun pernikahan.

Pakaian Selele atau Baju Sale antara pria dan wanita mempunyai perbedaan meski terlihat serasi. Berikut ini adalah perbedaan antara pakaian tradisional pria dan wanita Maluku, yaitu:

a. Pakaian Tradisional Pria

Pria Maluku mengenakan baju adat berbentuk jas dengan bagian dalam memakai kemeja. Bagian bawahnya berupa celana panjang dengan warna sesuai dengan baju bagian atas. Untuk menampilkan kesan elegan, alas kaki menggunakan sepatu vantovel dengan warna yang diserasikan.

b. Pakaian Tradisional Wanita

Baju Cele untuk wanita merupakan kombinasi kain sarung tenun dan kebaya yang memiliki warna seragam. Sama seperti pria, wanita juga menggunakan alas kaki berupa sepatu vantovel.

Agar tampil lebih cantik dan anggun saat mengenakan baju adat, para wanita juga menambah riasan serta beberapa aksesoris, antara lain:

  • Konde – Bentuk kondek yang dipakai oleh perempuan Maluku hampir sama dengan sanggul riasan rambut lainnya. Umumnya konde yang dikenakan berwarna emas ata Perak. Dalam istilah Maluku, konde tersebut disebut sebagai haspel.
  • Kak Kuping – Kak Kuping adalah ornamen berbentuk bunga. Jumlah kak kuping yang digunakan untuk melengkapi Baju Cele berjumlah 4 buah. Kak kuping dipasang dan diserasikan dengan konde dan haspel.
  • Bunga Ron – Penggunaan bunga ron juga disesuaikan dengan konde. Bahan pembuatan bunga ron adalah papaceda atau gambus. Bunga ron dipasangkan ddengan cara melingkar disekeliling konde.
  • Sisir Konde – Untuk menambah unsur estetika atau keindahan, digunakan pula sisir konde. Penggunaan sisir konde juga bertujuan agar konde tidak jatuh serta menjaga rambut agar tetap rapi. Cara menggunakan sisir konde adalah dengan menjepitnya di tengah konde.
  • Kain Lenso – Kain lenso adalah aksesoris tambahan yang berbentuk sapu tangan. Kain ini akan ditempelkan dibagian pundak menggunakan peniti. Menurut sejarahnya, penggunaan kain lenzo masih berkaitan dengan unsur Belanda.

Selain Baju Cale, masih ada beberapa pakaian adat Maluku yang hingga saat ini tetap dilestarikan. Pakaian tradisional ini memiliki karakteristik berbeda dan mempunyai makna filosofis bagi pemakainya.

2. Kebaya Putih Lengan Panjang

Pakaian adat Maluku selanjutnya adalah baju kebaya berwarna puti dengan lengan panjang yang terbuat dari bahan brokat. Pada zaman dahulu, pakaian ini biasanya dikenakan oleh wanita dari kalangan tertentu, seperti perempuan kerajaan, bangsawan, serta guru.

Untuk menambah kecantikan dan nilai estetika, digunakan pula beberapa perhiasan dan aksesoris. Aksesoris yang sering dikenakan adalah kancing di pergelangan tangan dan kancing di bagian depan.

Baju adat Maluku ini juga berhiaskan bordir di bagian belakang. Selain itu, saat mengenakan baju ini biasanya ditambahkan tusuk konde dan sanggul berbentuk bulat. Sedangkan alas kaki yang digunakan adalah sepatu berwarna putih, serasi dengan warna kebaya.

3. Kebaya Hitam Gereja

Jumlah penganut agama Kristen di Maluku yang cukup banyak atau sekitar 41% juga turut berpengaruh terhadap perkembangan pakaian adat. Kebaya Hitam Gereja adalah pakaian lengan panjang berwarna hitam yang terbuat dari bahan brokat. Saat menggunakan baju ini, biasanya dipadu-padankan dengan kain sarung.

Kebaya Hitam Gereja juga dilengkapi dengan berbaagai aksesoris untuk menambah nilai keindahannya. Aksesoris yang digunakan adalah kain lenso, celana hitam dan kaos kaki putih. Untuk bagian kepala biasanya dilengkapi dengan sanggul bulat dengan hiasan tusuk konde. Umumnya pakaian ini dikenakan saat beribadah di gereja.

4. Baju Baniang Putih

Pakaian ini adalah baju adat yang berasal dari Maluku Tengah dan hanya dikenakan oleh laki-laki. Baniang Putih adalah kemeja dengan leher berbentuk bulat dan dilengkapi kancing berwarna putih. Biasanya pakaian ini dikenakan untuk dalaman jas.

5. Kebaya Dansa

Saat menghadiri pesta, kebudayaan Maluku memiliki jenis pakaian adat tersendiri. Pakaian ini dinamakan Kebaya Dansa dengan desain kemeja berlehar bundar tanpa kancing. Bahan pembuatan baju ini adalah kain polos dengan motif bunga-bunga kecil. Pakaian khusus menari ini bisa dipakai oleh pria maupun wanita.

6. Baju Nona Rok

Baju Nona Rok adalah kebaya putih berbahan brokat halus dengan bawahan rok bermotif bunga-bunga. Saat mengenakan baju ini biasanya dilengkapi dengan sanggul, tusuk konde dan ikat pinggang berwarna perak. Sedangkan untuk aksesoris tambahan sebagai penambah estetika Baju Nona Rok hampir sama dengan Baju Cele.

7. Manteren Lamo

Manteren Lamo adalah pakaian adat Maluku yang hanya boleh dikenakan Sultan. Baju ini terdiri dari jas tertutup berwarna merah dengan hiasan bordir dan pernak-pernik berwarna emas pada bagian ujung tangan, leher dan saku bagian luar.

Pada pakaian ini juga terdapat kancing berukuran cukup besar yang terbuar dari bahan perak dan berjumlah sembilan buah. Biasanya pakaian ini dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam dengan kombinasi merah.

8. Kimun Gia

Kimun Gia adalah kebaya yang khusus diperuntukkan untuk perempuan dari keluarga atau kerabat kerajaan. Pakaian adat Maluku ini terbuat dari kain satin berwarna terang yang melambangan jiwa muda masyarakat Maluku.

Ketika memakai pakaian ini, maka para wanita akan menambahkan aksesoris dan perhiasan yang terbuat dari emas, seperti kalung, bors, ikat pinggang dan tusuk konde.

9. Baju Koja

Baju Koja merupakan pakain berbentuk jubah panjang yang hanya boleh dipakai oelh pria kerabat atau keluarga kerajaan. Baju ini berwarna ceraj, seperti merah muda, biru muda, dan kuning. Saat memakainya, maka akan dipadukan dengan bawahan celana panjang berwarna putih atau hitam, serta hiasan kepala bernama toala palulu.

tahurababunyi.com