Keunikan Pakaian Adat Sunda – Aneka Jenis dan Penjelasannya

Pakaian Adat Sunda – Suku Sunda adalah salah satu etnis di Indonesia yang sebagian besar bermukim di provinsi Banten dan Jawa Barat, meski banyak pula yang tersebar di provinsi lainnya.

Orang Sunda dikenal dengan karakteristiknya yang ramah, optimis, periang, sopan, dan bersahaja. Dalam Suma Oriental milik bangsa Portugis, mereka menyebut orang Sunda sebagai suku yang memiliki sifat jujur dan pemberani.

Meski tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, jati diri Suku Sunda dipersatukan oleh bahasa dan budayanya. Keturunan Sunda bangga akan tradisi dan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhurnya.

Contohnya adalah tradisi seperti bahasa masih digunakan dan dilestarikan sehari-hari. Selain itu, kesenian berupa seni rupa, seni musik, seni tari, hingga kuliner pun masih bertahan hingga kini, begitu pula dengan pakaian adat Sunda.

Sejarah Pakaian Adat Sunda

Setiap suku tertentu memiliki baju tradisional yang beragam, beberapa diantaranya disesuaikan dengan jenis acaranya. Ada pula suku yang membedakan pakaian dari tingkat status sosial atau kasta orang yang mengenakannya.

Suku Sunda adalah salah satu di antaranya, walaupun di zaman modern saat ini penggunaan kasta sudah tidak begitu relevan lagi. Akan tetapi mempelajari mengenai kasta pakaian ini tetap menarik untuk dipelajari.

Baju adat Sunda terbagi menjadi pakaian untuk rakyat biasa, pakaian untuk kalangan menengah, serta pakaian untuk kalangan bangsawan. Selain itu, ada pula baju tradisional untuk pernikahan yang lebih spesial.

Pakaian Adat Sunda (Rakyat Biasa)

Pada zaman dahulu pakaian ini digunakan oleh Suku Sunda golongan bawah yang umumnya bekerja sebagai petani dan pekerja kasar. Pakaian untuk rakyat biasa ini cenderung sederhana, tanpa tambahan aksesoris apapun. Karena digunakan sehari-hari untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya kasar atau berat, maka penggunaan aksesoris yang meriah tentu akan mengganggu.

baju adat sunda flickr

1. Pakaian Laki-Laki

Untuk laki-laki, pakaian rakyat biasa disebut dengan Salontreng. Warnanya gelap, dan dipadukan dengan celana Pangsi yang modelnya gombrang, tidak melekat pada kaki. Selain itu, dikenakan pula kain sarung yang disampirkan di bahu secara menyilang.

Pria Sunda dari kalangan rakyat biasa juga mengenakan ikat kepala yang dinamakan Logen. Model ikatannya ada 2 jenis, yaitu Barambang Semplak dan Hanjuang Nangtung. Untuk alas kakinya, pria Sunda mengenakan Tarumpah yang terbuat dari kayu.

2. Pakaian Perempuan

Wanita Sunda dari kalangan rakyat biasa mengenakan atasan berupa kebaya sederhana. Untuk bawahannya, mereka mengenakan kain batik panjang khas Sunda yang disebut Sarung Kebat atau Sinjang Bundel. Pemakaiannya dibuat seperti rok yang panjangnya mencapai betis.

Terdapat alasan kenapa kain tidak dibuat panjang sampai ke mata kaki, karena para wanita dari kalangan bawah juga merupakan pekerja keras. Mengenakan kain panjang tentu bisa menghambat pekerjaan.

Wanita Sunda tidak mengenakan perhiasan sebagai aksesoris, karena di masa lalu perhiasan tidak sanggup dibeli oleh kalangan rakyat biasa. Mereka hanya menambahkan selendang batik untuk ikat pinggang. Untuk alas kakinya, mereka mengenakan sandal jepit yang biasa disebut Keteplek.

Pakaian Adat Sunda (Kalangan Menengah)

Kalangan menengah ke atas masyarakat Sunda di masa lalu adalah mereka yang memiliki uang, namun bukan merupakan keturunan bangsawan. Mereka biasanya bekerja sebagai pengusaha dan pedagang. Orang-orang yang mampu menempuh pendidikan tinggi juga berada di kelas ini, meskipun posisinya tetap berada di bawah bangsawan.

baju tradisional sunda Karya Nusantara

Pakaian tradisional untuk kalangan menengah ke atas cenderung terlihat lebih rapi, modis, dan elegan. Namun mereka juga tidak terlalu banyak mengenakan aksesoris yang mencolok.

1. Pakaian Pria

Pria Sunda dari kalangan menengah biasanya ditandai dengan mengenakan pakaian berupa jas berwarna putih yang diberi nama Bedahan. Untuk bawahan mereka tidak mengenakan celana, melainkan kain yang disarungkan. Aksesoris yang digunakan berupa Bengker.

Untuk menunjukkan status sosial yang lebih tinggi, dikenakan aksesoris yaitu arloji saku. Arloji ini biasanya berwarna emas lengkap dengan rantai keemasan. Arloji diletakkan di saku depan Bedahan, rantainya diposisikan menggantung untuk menandakan status pemakainya.

2. Baju Perempuan

Para perempuan dari kalangan menengah biasanya adalah para istri dan anak gadis pedagang, pengusaha, dan kaum terpelajar. Mereka mengenakan kebaya dalam berbagai macam warna. Bahan kebaya yang digunakan lebih berkualitas dari yang dikenakan wanita Sunda dari kalangan rakyat biasa dengan kualitas jahitan yang berbeda pula.

Sama seperti kaum pria, untuk bawahan mereka mengenakan kain kebat. Cara pemakaiannya dibuat seperti rok panjang, menandakan keanggunan dan menunjukkan jika penggunanya tidak melakukan pekerjaan kasar. Untuk aksesoris, wanita menengah Sundah biasa menambahkan selendang dan ikat pinggang dari kain dengan warna yang senada.

Rambut perempuan dari kalangan menengah pun ditata rapi dengan model sanggul. Sementara untuk alas kakinya, mereka mengenakan selop. Wanita dari kalangan menengah bisa dan diperbolehkan memakai perhiasan berupa cincin, gelang, kalung, dan anting. Meskipun demikian, biasanya perhiasan mereka tidak terlalu mencolok dan semarak.

Pakaian Adat Sunda (Kalangan Bangsawan)

Seperti pada banyak suku lainnya di masa lalu, kalangan bangsawan dianggap menempati kelas sosial yang paling tinggi dalam masyarakat. Memiliki harta dalam jumlah yang jauh lebih banyak jika dibandingkan kalangan lainnya, maka sudah semestinya mereka berpakaian dengan lebih mewah dan elegan.

pakaian tradisional sunda baca.co.id

Pakaian adat Sunda untuk kalangan bangsawan ini masih digunakan sampai sekarang, meski fungsinya berbeda dan tidak hanya dipakai oleh kaum bangsawan saja.

1. Baju Laki-Laki

Sama seperti kalangan menengah, pria bangsawan Sunda juga mengenakan jas sebagai pakaian atasan. Namun perbedaannya terletak pada warna dan bahannya.

Jas untuk pria bangsawan berwarna hitam dan terbuat dari kain beludru. Untuk memperindah penampilan, terdapat sulaman benang emas di ujung kedua lengannya. Untuk bawahannya, mereka mengenakan celana panjang dari bahan dan warna yang sama dengan atasan. Terdapat sulaman benang emas juga di bagian ujung celana.

Agar penampilan semakin maksimal, pria Sunda juga menambahkan ikat pinggang berwarna emas. Paduan warna hitam dan emas ini membuat mereka tampil megah dan berwibawa.

Untuk aksesoris tambahan, pria bangsawan Sunda mengenakan penutup kepala yang disebut dengan Bendo. Sama seperti pria dari kalangan menengah, mereka juga menambahkan arloji gantung berwarna emas di saku depan jas.

2. Baju Wanita

Model pakaian perempuan Sunda dari kalangan bangsawan hampir sama seperti kalangan rakyat biasa dan kalangan menengah, yakni kebaya. Hanya saja kebaya yang dikenakan wanita bangsawan terbuat dari kain beludru berwarna hitam. Kebaya wanita bangsawan juga tidak polos, tetapi ditambahkan motif hiasan berupa manik-manik atau sulaman dengan benang emas.

Untuk bawahannya, wanita bangsawan Sunda juga mengenakan kain kebat yang digunakan seperti rok panjang, namun dengan kualitas kain yang lebih tinggi. Untuk alas kakinya mereka menggunakan selop yang terbuat dari kain beludru hitam, alas kaki ini sangat nyaman dan lembut di kaki.

Rambut para wanita bangsawan Sunda ditata membentuk sanggul yang dihiasi dengan tusuk konde. Wanita bangsawan juga biasanya selalu memakai giwang dan bros. Semua perhiasan wanita bangsawan Sunda terbuat dari emas maupun berlian. Perhiasan yang belum tentu bisa dimiliki oleh kalangan menengah dan tidak akan mungkin dimiliki oleh rakyat biasa.