Pandemi dan Epidemi – Pengertian, Perbedaan dan Wabah Terburuk Sepanjang Sejarah

Beberapa waktu belakangan, kita sangat sering mendengar istilah pandemi dan epidemi. Keduanya adalah istilah yang berasal dari epidemiologi.

Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pola penyebaran penyakit. Selain itu, bisa juga digunakan untuk kejadian terkait dengan kesehatan beserta seluruh faktor yang memengaruhinya.

Biasanya, epidemiologi dilakukan pada lingkungan masyarakat tertentu, baik dalam skala kecil ataupun besar. Contohnya adalah lingkungan perumahan, sekolah, provinsi, negara, hingga dunia.

Pengertian Pandemi dan Epidemi

Pandemi dan epidemi adalah beberapa istilah dari epidemiologi. Masing-masing istilah tersebut saling berhubungan dengan penyakit yang sifatnya serius dan mematikan. Berikut adalah pengertian pandemi, epidemi dan beberapa istilah lain terkait epidemiologi, yaitu:

1. Pandemi

Secara definisi, pandemi adalah wabah penyakit yang terjadi secara luas di seluruh dunia. Contoh penyakit yang akhirnya dikategorikan sebagai pandemi adalah HIV/AIDS dan Covid-19.

pandemi Pixabay

Selain itu, sakit influenza yang mungkin tampak ringan, dulunya pernah dikelompokkan sebagai penyakit dalam kategori pandemi. Sebab pada masa itu, penyakit ini merupakan masalah pelik bagi seluruh negara di dunia sebelum ditemukan obatnya.

2. Epidemi

Epidemi adalah suatu penyakit telah menyebar secara cepat ke berbagai wilayah. Beberapa contoh endemi yang pernah terjadi dan cukup menggemparkan adalah penyakit SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome di tahun 2003.

epidemi Pixabay

Penyakit ini menyebar di seluruh dunia dan menelan korban hingga ratusan jiwa. Selain itu, ada juga penyakit ebola di beberapa negara di Afrika dan penyakit yang disebabkan oleh virus Zika.

3. Endemi

Penyakit endemi merupakan penyakit yang muncul dan menjadi karakteristik di beberapa wilayah tertentu. Salah satunya adalah penyakit malaria di Papua. Penyakit ini selalu ada di daerah tersebut dengan frekuensi atau jumlah kasus tergolong rendah.

baca juga:  Infografis - Bagaimana Mencegah Gigitan Nyamuk

4. Wabah

Suatu penyakit dianggap sebagi wabah jika penyakit tersebut mulai menyebar dan menular dari satu penduduk ke penduduk lain dengan peningkatan jumlah signifikan. Biasanya, wabah terjadi dalam suatu area, komunitas, dan di musim-musim tertentu.

Umumnya wabah berlangsung dalam jangka waktu cukup lama, mulai dari hitungan hari hingga tahunan. Selain itu, wabah bukan hanya terjadi pada satu wilayah, tapi wabah juga bisa meluas ke daerah atau bahkan negara lain di sekitarnya.

Namun perlu diketahui, tidak semua penyakit menular bisa dikategorikan sebagai wabah. Berikut adalah beberapa kondisi yang membuat suatu penyakit bisa dikatakan sebagai wabah, antara lain:

  • Penyakit tersebut sudah lama tidak muncul dan menjangkit di kalangan masyarakat.
  • Ada penyakit baru yang tidak diketahui sebelumnya.
  • Penyakit tersebut baru pertama kali menyebar di suatu daerah tertentu.

Pandemi dan Epidemi Terburuk Sepanjang Sejarah

Dalam sejarah peradaban manusia, setidaknya ada enam pandemi dan epidemi paling parah yang pernah melanda dunia. Bahkan kasus-kasus tersebut justru terjadi dalam kurun waktu seabad terakhir karena mobilitas manusia yang tinggi.

virus Pixabay

1. Wabah Pes – London, Inggris

Wabah pes semat terjadi beberapa kali dalam sepanjang sejarah kehidupan manusia. Pes pertama kali muncul dalam tingkat pandemi di abad ke-14. Saat itu, wabah tersebut dikenal dengan nama Maut Hitam atau Black Death. Dinamakan demikian karena penyakit ini akan menyebabkan jari-jari tangan dan kaki penderita menghitam seperti orang yang telah mati.

Kemunculan pes yang terparah terjadi di London, Inggris pada tahun 1665. Saat itu, keganasan penyakit pes menelan korban hingga 20 persen populasi kota tersebut. Selain itu, wabah ini juga menyebar ke berbagai kota lain di daratan Eropa, seperti Amsterdam, Belanda.

baca juga:  Biogeografi - Pengertian, Ruang Lingkup, Jenis, Wilayah & Faktor Sebaran

Setelah itu, wabah pes terus terjadi di berbagai belahan dunia sampai beberapa abad berikutnya. Bahkan, pes menjadi wabah paling mematikan di kawasan Hindia Belanda pada awal abad ke-20.

2. Flu Spanyol – Kansas, Amerika Serikat

Flu Spanyol adalah pandemi virus influenza yang menyebar ke seluruh penjuru dunia antara tahun 1918 sampai 1919. Saat itu, diperkirakan sekitar 500 juta orang terinfeksi penyakit ini dengan total kematian mencapai 50 juta di seluruh dunia.

Meski dinamakan Flu Spanyol, ternyata penyakit ini pertama kali menyebar di Kansas, salah satu negara bagian Amerika Serikat. Namun, Spanyol menjadi negara pertama yang berani mengumumkan bahwa penduduk mereka tengah terjangkit penyakit mematikan ini.

Adapun dampak yang disebabkan oleh flu spanyol adalah kerusakan parah pada paru-paru yang terjadi dalam waktu singkat. Para petugas medis menyatakan, korban virus ini akan mengalami kondisi paru-paru terisi air serta kasus pneumonia parah.

3. Flu Babi – Amerika Utara

Flu Babi pertama kali diketahui kemunculannya pada tahun 2009 di kawasan Amerika Utara. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus H1N1 yang ditularkan oleh babi pada manusia sehingga menyebabkan terjadinya gangguan pada organ pernapasan.  

Diperkirakan bahwa pandemi ini menyebabkan hilangnya 575.400 jiwa di seluruh dunia. Umumnya, flu babi menyerang anak-anak dan paruh baya.

4. Flu Hong Kong – Hong Kong, Tiongkok

Pandemi berikutnya yang tak kalah menghebohkan adalah pandemi flu Hong Kong di tahun 1968. Penyakit ini menyebar karena adanya penularan virus flu H3N2 yang menjadi pandemi flu ketiga di abad ke-20.

Ada sekitar satu juta orang lebih dari seluruh dunia yang tewas karena virus mematikan ini. Sejak pandemi ini muncul, pemberian vaksin influenza setahun sekali pun mulai dilakukan agar masalah yang sama tidak terulang dikemudian hari.

5. HIV/AIDS – Afrika

Selain beberapa penyakit di atas, HIV/AIDS merupakan penyakit yang paling mematikan dan ditakuti oleh banyak orang sampai detik ini. Sebab, masih belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS.

baca juga:  Apa Perbedaan Katak dan Kodok? Ini Penjelasannya

Penyakit ini muncul di awal tahun 1980-an. Mulanya, HIV/AIDS disebut-sebut berasal dari virus simpanse yang berasal dari Afrika. Menurutu perkiraan ada sekitar 65 juta orang yang terinfeksi penyakit ini dengan total kematian mencapai 25 juta jiwa. HIV/AIDS adalah penyakit yang biasanya menular melalui darah atau hubungan seksual.

6. Polio – New York, Amerika Serikat

Epidemi terparah berikutnya adalah epidemi polio yang terjadi di New York, Amerika Serikat pada tahun 1916. Penyakit tersebut menyebabkan 27.000 kasus dengan 6.000 kematian yang sebagian besar menyerang anak-anak. Bahkan, ada beberapa kasus yang menyebabkan cacat permanen pada para penyintas.

Epidemi polio terjadi secara sporadis hingga vaksin salk berhasil dikembangkan pada tahun 1954. Saat vaksin salk tersedia secara luas, kasus polio di Amerika Serikat pun mulai menurun dan benar-benar hilang di tahun 1979.

Tak bisa dipungkiri, upaya vaksinasi di seluruh dunia nyatanya memang mampu mengurangi penyebaran penyakit polio. Meskipun begitu, bisa dikatakan bawah penyakit ini belum sepenuhnya hilang di beberapa negara berkembang.

7. Ebola – Sudan, Afrika Utara

Ebola adalah salah satu penyakit yang sempat menghancurkan Afrika Barat di tahun 2014 hingga 2016. Saat itu, dilaporkan ada sekitar 28.000 kasus aktif dengan 11.325 kematian.

Kasus ebola pertama di Afrika Barat dilaporkan terjadi di Guinea pada Desember 2013 yang kemudian menyebar dengan cepat hingga ke Liberia dan Sierra Leone. Sayangnya, tidak ada obat untuk ebola meski sampai saat ini para ahli masih berupaya untuk menemukan vaksin demi mengatasinya.

Berdasarkan penelusuran, ebola pertama kali terjadi di Sudan, Afrika Utara dan Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah pada tahun 1976. Para ahli berpendapat, penyakit tersebut berasal dari virus yang disebarkan oleh kelelawar.