Pepaya Calina – Taksonomi, Sebaran, Nutrisi & Cara Budidaya

Dua jenis pepaya yang sebenarnya sama namun dianggap berbeda adalah pepaya calina dan california. Keduanya adalah buah yang sama, tetapi sebutan pepaya california umumnya lebih populer dibanding calina. Padahal penggunaan istilah california hanya digunakan untuk meningkatkan nama jual agar lebih terlihat mentereng.

Pepaya asli Indonesia ini memilki daging buah yang tebal dan rasa yang manis. Keunggulan lain dari pepaya calina adalah awet dan tidak mudah busuk sehingga aman disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Dipasaran, pepaya calina memiliki nilai ekonomis tinggi dan sangat diminati oleh masyarakat.

Penemu Pepaya Calina

Calina adalah jenis pepaya varietas baru yang ditemukan oleh ahli rekayasa genetika bernama Prof. Dr. Ir Sriani Sujiprihatin MS dari Institut Pertanian Bogot. Buah pepaya in ditemukan oleh Sriani beserta tim peneliti lainnya dirumah warga bernama Okrin. Selanjutnya dilakukan penelitian selama 7 tahun hingga menghasilkan varietas pepaya baru yang diberi nama pepaya calina.

Wanita kelahiran Ponorogo pda tahun 1959 silam ini mengawali karirnya dengan menjadi dosen di IPB, kemudian melanjutkan studi S2 di Universitas Putra Malaysia (UPM) yang fokus pada pemuliaan tanaman.

Beberapa penghargaan yang berhasil didapat oleh Sriani antara lain penghargaan dari rektor PIPB, penghargaan Riset Unggulan Strategi Nasional (Rusnas Award, 2004) dari Kementerian Riset dan Teknolohi, Satyalencana Karyasatya dari Presiden Republik Indonesia tahun 2006, serta penghargaan dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) pada tahun 2010. Selain itu, beliau juga pernah mendapat penghargaan sebagai Dosen Berprestasi IPB dan Dosen Berprestasi Tingkat Nasional di tahun 2006.

Ciri Pepaya Calina

Selain memiliki daging buah tebal, rasa yang manis dan tidak mudah busuk, karakteristik lain juga dimiliki tumbuhan pepaya ini. Meski secara fisik, warna, ukuran dan bentuk buah tidak jauh berbeda dengan pepaya lainnya. Namun pohon pepaya calina tinggi batangnya lebih pendek dan mempunyai masa panen lebih cepat dibanding varietas pepaya lain.

Taksonomi

Secara ilmiah, buah pepaya jenis calina diklasifikasikan sebagai berikut:

KingdomPlantae
OrdoBrassicales
FamiliCaricaceae
GenusCarica
SpesiesC. papaya
Nama BinomialCalina papaya

Sebaran

Secara umum sebaran pepaya di dunia diawali dari dua tempat asal, yaitu selatan Meksiko dan Nigeria yang kemudian tersebar dan dibudidayakan di berbagai negara-negara lain, terutama di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia, Malaysia, Brunei dan kawasan lainnya.

Pepaya merupakan jenis tanaman yang mudah tumbuh dan beradaptasi. Media tanaman yang cocok adalah tanah humus bercampur pasir dengan drainasi yang baik, serta mendapat cukup sinar matahari sepanjang tahun.

Pepaya calina termasuk jenis buah yang baru ditemukan. Di Indonesia, pepaya ini telah dibudidauakan di Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Hingga saat ini permintaan pepaya calina nasional umumnya dipenuhi dari perkebunan di Sukabumi, Lumajang dan Pontianak.

Tanaman pepaya calina idealnya di tanam di daerah dengan ketinggian 200 mdpl hingga 500 mdpl. Para petani pepaya umumnya menanam pepaya ini dengan jarak 2,5 m x 2,5 m atau dengan kata lain per hektar lahan dapat ditanami 1.500 pohon pepaya.

Ekspor Pepaya Calina

Perdagangan pepaya di dunia sebagian besar dicukupi oleh lima negara produsen pepaya terbesar di dunia, yaitu Brazil, Nigeria, India, Meksiko dan Indonesia.

Perkebunan-perkebunan di Indonesia selama periode 1998 hingga 2007 rata-rata menghasilkan produksi yang naik turun, namun puncak produksi nasional tercatat pada tahun 2004 yaitu 732,611 ton dan tahun 2008 sebanyak 717,89 ton. Dari jumlah tersebut, tentu wilayah Indonesia mempunyai potensi pengembangan budidaya buah dengan pengembangan ke wilayah-wilayah lainnya.

Harga Pepaya Calina

Pepaya jenis calina memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan mempunyai harga pasaran yang cenderung lebih mahal dibanding buah pepaya lain.

Contohnya jika dibandingkan dengan pepaya bangkok dengan harga dipasaran Rp 6.000 sampai Rp 6.500 per kg, sedangkan pepaya calina memiliki harga Rp 9.000 hingga 10.000 per kg.

Gizi dan Nutrisi

Kandungan utama buah pepaya adalah Vitamin A dan Vitamin C. Pepaya baisanya dimakan sebagai pencuci mulut sekaligus hidangan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizi dari buah-buahan. Selain buahnya, akar pepaya juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan gangguan ginjal dan kandung kemih.

pepaya calina Pixabay

Daun buah pepaya bisa digunakan untuk obat malaria, kejang dan demam. Caranya cukup mudah, cukup rebius beberap lembar daun selaam 15 menit kemudian minum air rebusan tersebut.

No.Unsur/KomposisiBuah MasakBuah MentahDaun
1.Air (mg)86,792,375,4
2.Padatan   
 a. Lemak (g)0,12
 b. Karbohidrat (g)12,24,911,9
 c. Protein (g)0,52,18
 d. Energi (kal)462679
 e. Serat (g)0,7  
 f. Kalsium (mg)2350353
 g. Fosfor (mg)121663
 h. Besi (mg)1,70,40,8
 i. Vitamin A (IU)3655018.250
 j. Vitamin B1 (mg)0,040,020,15
 k. Vitamin C (mg)7819140

Batang pepaya yang mengandung getah berwarna putih juga mengandung enzim pemecah protein bernama papaine. Kemudian beberapa bagian pohon pepaya juga mulai dimanfaatkan untuk bahan baku kosmetik, farmasi dan tekstil.

Peluang Usaha

Kebutuhan buah di pasaran akan terus meningkat seiring pertambahan populasi manusia dan tumbuhnya kesadaran akan kecukupan nutrisi. Hal tersebut tentunya menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.

Salah satunya adalah peluang budidaya pepaya calina yang memiliki masa panen pendek dan lebih cepat dibanding varietas pepaya lainnya, yakni hanya 9-11 tahun buah pepaya telah dapat dipanen.

Selain itu, tinggi pohon pepaya ini kurang dari 2 meter sehingga proses dan waktu pemanenan dapat dipersingkat dan lebih mudah. Belajar dari pengalaman pengusaha perkebunan pepaya calina, ternyata buah ini dapat memberikan keuntungan hingga 5,5 kali lipat dari biaya produksinya.

Kebutuhan buah pepaya di kota-kota besar saat ini terus meningkat. Contohny adalah di Jakarta, permintaan pepaya mencapai 10 ton per hari dan sementara ini hanya tercukupi 7 hingga 9 ton saja per minggu.

Selain potensi pasar domestik, budidaya pepaya juga berpeluang menembus pasar ekspor. Oleh sebab itu diperlukan kerjasama dan dukungan dari petani maupun pemerintah untuk mengembangkan peluang usaha ini.

Budidaya Pepaya Calina

Budidaya pepaya dapat dilakukan di lahan pertanian atau pekarangan rumah. Khusus untuk pepaya calina, Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian menyarankan agar ditanam di dataran rendah dengan tinggi 300 hingga 1000 mdpl, curah hujan 1.000 sampai 2.000 mm per tahun, suhu antara 22 hingga 26 derajat Celcius, kelembaban 40% dan daerah tidak berangin terlalu kencang. Sedangkan tanah yang cocok adalah jenis humus dan mampu menahan air dengan pH netral antara 6-7.

budidaya pepaya bogor-today.com

Berikut ini adalah cara menanam pepaya calina agar menghasilkan buah yang maksimal, yaitu:

  • Persiapan Benih

Benih dapat diperoleh dari biji pepaya yang telah masak dan berasal dari tanaman yang baik. Biji yang diambil dari dalahm buah harus dicuci bersih untuk menghilangkan selubuh biji, kemudian kering anginkan di tempat teduh.

  • Pembibitan

Benih yang telah didapat dapat ditanam dalam polybag atau trau. Sekitar 3 minggu kemudian benih akan tumbuh menjadi bibit dan lakukanlah pemeliharaan intensif.

  • Persiapan & Pengolahan Lahan

Lahan penanaman pepaya perlu disiapkan 1-2 minggu sebelum penanaman. Persiapan ini meliputi pembersihan, pembuatan bedengan, penentuan jarak tanan, pembuatan lubang tanam, serta pemberian pupuk dasar berupa pupuk organik.

  • Penanaman

Bibit yang telah disemai di polybag selama 2 bulan dapat ditanam. Langkah ini harus dilakukan dengan hati-hati karena polybag tidak boleh hancur karena akan menyebabkan kerusakan akar dan tanaman menjadi layu. Sebaiknya 1 hari sebelum penanaman, lahan harus diairi, terutama pada sore hari untuk menghindari penguapan.

  • Penyulaman

Penyulaman adalah tahap penggantian tanaman mati atau tumbuh menyimpang akibat kesalahan penanaman atau akibat serangan hama dan penyakit.

  • Pengairan

Pepaya merupakan tanaman yang menyukai air namun tidak tahan terhadap henangan air karena akan menyebabkan batangnya membusuk. Oleh sebab itu, pengairan harus dilakukan dengan tepat, misalnya dengan membuat saluran drainase yang tidak membuat air mengepung pohon pepaya.

  • Penyiangan & Pembubunan

Agar tanaman tumbuh optimal, lakukan penyiangan dengan mengurangi persaingan tanaman pepaya dengan gulma agar tida berebut unsur hara dan sinar matahari. Selain itu, lakukan juga pembubunan disekitar tanaman agar drainase dan aerasi tanah tetap baik dan ideal bagi pertumbuhan pohon.

  • Pemupukan

Tanaman pepaya perlu diberi pupuk organik seperti kompos atau kandang agar tanaman tetap sehat untuk dikonsumsi. Pemberian pupuk ini dapat dilakukan 4 bulan sekali. Sedangkan pupuk kimia juga bisa diberikan, contohnya adalah NPK sebanyak 200 gram per pohon setelah masa tanam, 300 gram saat tanaman memasuki usia 3 bulan, 500 gram saat tanaman berusia 6 bulan, 9 bulan dan 12 bulan per pohon. Setelah berbuah, tambahkan pupuk KCI agar daya tahan lebih kuat dan buah lebih manis.

  • Pengendalian Hama Penyakit

Petani pepaya calina juga harus waspada terhadap serangan hama dan penyakit. Beberapa jenis hama yang mengganggu tanaman adalah kutu putih, tungai dan aphid. Hama tersebut menghisap semua cairan yang ada di daun muda. Untuk mengatasinya, kita bisa menggunakan insektisida atau akarisida.

Sedangkan penyakit yang menyerang pepaya calina antara lain Phytphora parasitica, P, Palmivora, Collectricum dan Pythium yang menyerang daun, akar, batang dan buah saat musim penghujan. Untuk pengendaliannya, kita bisa lakukan dengan menyemprotkan larutan fungisida yang dicampur air.

  • Masa Panen

Pemanenan buah pepaya dapat dilakukan pada usia 8 atau 9 bulan setelah masa tanam. Ciri buah yang telah matah adalah adanya semburat warna kuning pada bagian ujung buah. Cara panen yang baik adalah dengan memotong bagian tangkai dengan gunting atau pisau tajam. Interval panen dapat dilakukan 10 hari sekali.