Pepaya – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Jenis Kultivar & Manfaat Buah

Pepaya atau Betik adalah tanaman buah-buahan yang memiliki banyak manfaat. Tumbuhan dengan nama latin Carica papaya ini berasal dari kawasan di Amerika Tengah dan Meksiko bagian selatan yang beriklim tropis.

Tanaman pepaya saat ini telah tersebar di berbagai negara beriklim tropis, termasuk di Indonesia. Pepaya pun telah dinaturalisasi di Kepulauan Karibia, Florida, Texas, California, Hawaii, dan kawasan tropis dan daerah subtropis lainnya.

Dalam bahasa Indonesia, kata pepaya diambil dari bahasa Belanda ‘papaja’. Dalam bahasa Jawa buah ini disebut ‘kates’, sedangkan dalam bahasa Sunda disebut ‘gedang’. Di Indonesia, buah pepaya merupakan salah satu buah populer dan menjadi kegemaran masyarakat Indonesia.

Taksonomi Pepaya

Pepaya adalah satu-satunya spesies dari genus Carica. Berikut ini adalah klasifikasi ilmiah tanaman pepaya, yaitu:

KerajaanPlantae
Angiospermae
Eudikotil
Rosidae
OrdoBrassicales
FamiliCaricaceae
GenusCarica
SpesiesC. papaya

Morfologi Pepaya

Tanaman pepaya umumnya tumbuh tidak terlalu tinggi, hanya berkisar 5 meter hingga 10 meter. Bahkan pada beberapa jenis hanya tumbuh kurang dari 2 meter namun telah berbuah.

tanaman pepaya Pixabay

Batangnya memiliki cabang-cabang yang perjauhan. Daun pepaya tumbuh secara spiral dan teratur. Daunnya berukuran besar, yaitu sekitar 50 cm sampai 70 cm. Bentuk daun pepaya menyerupai telapak tangan.

Seluruh bagian tanaman pepaya mengandung getah. Pepaya merupakan tumbuhan dikotil, sehingga tanaman ini memiliki bunga. Bunganya memiliki aroma manis dan akan mekar di malam hari. Penyerbukan pepaya terjadi oleh bantuan serangga atau angin.

Ukuran buah pepaya umumnya lebih besar dibanding buah-buah lainnya. Buah pepaya berbentuk oval memanjang dengan ukuran mencapai 15 cm hingga 45 cm dan diameter 10 sampai 30 cm. Saat matang, tekstur buahnya lembut, selembut buah alpukat matang, atau bahkan lebih lembut lagi. Warna kulitnya hijau, ada pula yang berwarna agak jingga.

Daging buah pepaya umumnya berwarna oranye hingga kemerahan. Di bagian tengahnya terdapat rongga cukup besar yang dipenuhi dengan biji. Ukuran biji pepaya kecil dan berwarna kehitaman. Dalam 1 buah pepaya terdapat banyak sekali biji pepaya. Biasanya saat dikupas dan dipotong-potong, bijinya dibuang terlebih dahulu, baru kemudian disajikan.

Habitat & Reproduksi Pepaya

Tanaman pepaya mempunyai 3 jenis kelamin, yaitu jantan, betina, dan hermaprodit. Pepaya jantan hanya memproduksi serbuk sari dan tidak berbuah. Pepaya betina memproduksi buah kecil dan tidak bisa dimakan, kecuali jika dibuahi.

Sementara pohon pepaya yang hermaprodit mampu memproduksi buah sendiri. Hampir semua jenis pepaya yang dikomersialkan adalah hermaprodit.

Pepaya adalah tumbuhan yang salah satunya berasal dari Meksiko bagian selatan (Chiapas dan Veracruz), Amerika Tengah, dan Afrika Selatan bagian utara. Saat ini tanaman pepaya dibudidayakan di sebagian besar negara tropis.

Pepaya yang dibudidayakan akan tumbuh dengan sangat cepat. Pohon pepaya pertumbuhannya tidak akan optimal jika berada pada kondisi lingkungan bersuhu dibawah -2 derajat Celcius. Tanaman ini lebih menyukai tanah berpasir. Genangan air dapat membunuh tanaman pepaya dalam waktu 24 jam.

Kultivar Pepaya di Dunia

Pada umumnya ada 2 jenis pepaya yang dibudidayakan, pertama adalah pepaya yang menghasilkan daging buah manis, berwarna oranye hingga merah. Sementara jenis yang satunya menghasilkan daging buah berwarna kuning.

Di Australia, jenis pepaya merah disebut dengan red papaya, sedangkan pepaya kuning diberi nama yellow papaw. Keduanya mempunyai kulit berwarna hijau saat belum matang.

Ada pula kultivar pepaya berdaging merah, bernama Maradol, Sunrise, dan Carribean Red yang dijual di pasar Amerika Serikat. Biasanya jenis ini dibudidayakan dan diekspor oleh petani pepaya dari Meksiko dan Belize.

Jenis Pepaya di Indonesia

Di Indonesia ada beragam kultivar buah pepaya. Jenis-jenis ini sengaja dikembangkan dan direkayasa agar menghasilkan tanaman yang kuat, berbuah banyak dan menghasilkan buah berkualitas.

pohon pepaya Pixabay

Beberapa jenis kultivar pepaya di Indonesia antara lain:

1. Pepaya Bangkok

Kultivar pepaya Bangkok merupakan jenis paling terkenal di Indonesia. Dinamakan demikian karena kultivar ini berasal dari Thailand. Buah pepaya bangkok memiliki kulit luar tipis dan teksturnya tidak rata.

Tekstur kulit tersebut membuatnya agak sulit untuk dikupas. Namun kultivar ini sangat populer karena ukurannya yang besar, rasa buahnya pun manis dan memiliki kandungan air yang cukup banyak.

2. Pepaya Solo

Kultivar pepaya Solo merupakan hibrida unggul dari Hawaii. Ukuran buahnya kecil dan rasanya manis. Kultivar ini lebih disukai oleh orang barat.

3. IPB-1

Institut Pertanian Bogor (IPB) juga mengembangkan beberapa kultivar pepaya. Kultivar IPB-1 memiliki nama lain, yaitu Arum Bogor. Keunggulan dari kultivar ini adalah ukurannya buahnya mini, yaitu sekitar 0,6 kg. Ukuran mini ini membuatnya sangat praktis untuk konsumsi harian.

4. IPB-2

Kultivar kedua dari IPB disebut dengan Prima Bogor. Daging buahnya berwarna merah. Ukurannya lebih besar dari kultivar yang pertama, yaitu sekitar 2,2 kg. Keunggulan pepaya Prima Bogor adalah dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama, bahkan tahan hingga 1 minggu.

5. IPB-3

Kultivar buatan IPB yang ketiga ini dinamakan Carisya. Ukurannya kecil dan sangat pas dimakan untuk 1 orang. Pepaya ini tidak perlu dikupas secara keseluruhan saat dikonsumsi. Cukup dibelah dan dimakan dengan sendok. Kulit buah Carisya bertekstur mulus dan berwarna hijau tua.

Daging buah pepaya Carisya berwarna jingga hingga kemerahan. Rasanya sangat manis dengan tekstur daging buah agak kenyal. Aromanya lebih harum dibandingkan jenis pepaya lainnya. Kultivar pepaya Carisya juga memiliki keunggulan lebih tahan tungau dibandingkan kultivar Arum Bogor.

6. IPB-6C

Kultivar pepaya IPB ini disebut dengan Sukma. Daging buahnya berwarna merah. Saat matang, kulitnya akan berubah menjadi semburat berwarna kuning di bagian ujung buah. Ukuran pepaya Sukma cukup besar, yaitu mencapai bobot 2 kg. Ukurannya yang besar menjadikan pepaya Sukma cocok untuk dikonsumsi bersama keluarga.

7. IPB-9

Kultivar pepaya dari IP selanjutnya dinamakan California atau Calina. Pepaya calina cukup populer di pasaran. Permukaan kulit pepaya California berwarna hijau dan sangat mulus. Daging buahnya berwarna jingga, tebal dan lembut. Ukuran pepaya California cukup besar, yaitu sekitar 1,5 kg.

Manfaat Pepaya

Hampir seluruh bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan, mulai dari daging buahnya, biji, hingga daunnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai manfaat pepaya secara lengkap, yaitu:

buah pepaya Pixabay

1. Buah Pepaya

Karena mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama serat dan vitamin A, maka buah pepaya sangat baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Vitamin A baik untuk kesehatan mata, sementara seratnya sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan.

Buah pepaya dapat dimakan secara langsung tanpa tambahan apapun. Di Indonesia, pepaya juga disantap sebagai rujak dengan tambahan sambal kacang atau garam berbumbu. Daging buah pepaya yang belum matang pun bisa diolah menjadi sayur.

2. Daun Pepaya

Daun pepaya memiliki rasa yang pahit meski diolah. Namun daun pepaya kaya akan vitamin A, B, C, E, dan K. Daunnya juga mengandung mineral berupa kalsium, magnesium, natrium magnesium, dan zat besi.

Daun pepaya dapat direbus dan dijadikan lalapan, disantap bersama sambal terasi atau sambal kacang. Bisa juga dijadikan ramuan yang diminum untuk obat demam berdarah, anti malaria, membantu melancarkan sistem pencernaan, menurunkan kadar gula darah, atau meredakan nyeri saat menstruasi.

3. Biji Pepaya

Biji pepaya mengandung antioksidan yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Biji pepaya bisa dikonsumsi dengan cara diblender dan diminum seperti jus. Bisa juga dengan cara diseduh, namun sebelum itu bijinya harus dikeringkan terlebih dahulu.

4. Getah Pepaya

Meski dianggap mengganggu saat terkena getah pohon pepaya yang lengket, namun ternyata getah pepaya memiliki nilai jual yang tinggi. Getah pepaya dapat diolah menjadi tepung papain yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.