Perlindungan Hutan – Pengertian, Tujuan, Faktor & Metode

Tingkat deforestasi hutan di Indonesia yang pernah mencapai 3,5 juta hektare pada periode 1996 hingga 2000 saat ini telah turun drastis menjadi 0,44 juta hektare pada periode 2017 sampai 2018.

Meski tingkat penurunannya cukup besar, namun dengan masih adanya pengurangan luasan kawasan hutan menjadi bukti jika kehadiran hutan belum sepenuhnya terlindungi. Padahal keberadaan hutan memberikan manfaat vital bagi kehidupan manusia. Upaya perlindungan hutan nampaknya hanya dilakukan oleh orang-orang atau organisasi tertentu yang sadar akan pentingnya kelestarian hutan.

Pada dasarnya hutan dibagi menjadi dua jenis, yaitu hutan alam atau hutan yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia dan hutan buatan yang dibentuk dari penanaman pohon secara sengaja.

Hutan Menurut Fungsinya

Sebelum membahas lebih jauh tentang upaya perlindungan hutan, sebaiknya kita ketahui dulu jenis hutan berdasarkan fungsinya. Jenis hutan dibagi menjadi hutan lindung, hutan konservasi dan hutan produksi, pengertiannya adalah sebagai berikut:

kawasan konservasi Pixabay
  • Hutan Lindung adalah hutan yang berperan menjaga lingkungan tempat tinggal manusia, flora serta fauna. Hutan ini menjadi bagian dari siklus hidrologi, oleh karena itu jika terjadi gangguan atau kerusakan akan menyebabkan ketidakseimbangan pasokan air di lingkungan sekitarnya.
  • Hutan Konservasi adalah hutan yang perlu dilindungi karena memiliki fungsi ekologi dan sosial. Perannya dalam menjaga kehidupan flora, fauna dan plasma nutfah harus terlindungi agar keanekaragaman hayati tetap lestari.
  • Hutan Produksi adalah hutan yang bermanfaat untuk diambil hasil hutannya. Hutan produksi umumnya terdiri dari jenis tanaman monokultur sehingga dapat dipanen dan menghasilkan keuntungan secara periodik.

Pengertian Perlindungan Hutan

Perlindungan hutan adalah bagian dari pengelolaan hutan yang berhubungan dengan berbagai faktor pengganggu, penyebab gangguan, proses terjadinya gangguan, dampak yang ditimbulkan, serta metode pengendalian. Gangguan hutan yang dimaksud adlaah seluruh tindakan, kegiatan atau aktivitas alami yang mengganggu keseimbangan ekosistem hutan.

Tujuan Melindungi Hutan

Tujuan perlindungan hutan adalah menjaga kawasan dan lingkungan hutan termasuk seluruh unsur yang ada didalamnya. Upaya melindungi hutan terdapat pada Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2004 dan berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Faktor Pengganggu

Gangguan terhadap hutan dapat diklasifikasikan berdasarkan sumbernya, yaitu gangguan daya alam, gangguan biotik, dan gangguan manusia. Gangguan daya alam bisa datang dari pengaruh cuaca, letusan gunung berapi, bencana banjir dan kebakaran hutan.

feller buncher tigercat.com

Gangguan hutan dapat disebabkan oleh berbagai faktor dengan dampak yang bermacam-macam, bisa sangat merusak atau tidak merusak. Berikut ini adalah faktor-faktor tersebut:

  • jenis faktor pengganggu hutan
  • frekuensi gangguan
  • bagian hutan yang mengalami kerusakan
  • luas area yang mengalami kerusakan

Jenis gangguan terhadap hutan yang paling besar umumnya adalah karena ulah manusia, contohnya adalah kebakaran hutan dengan berbagai alasan seperti pembukaan lahan ataupun pembukaan area pemukiman. Kebanyakan dari gangguan tersebut 99% dilakukan secara sengaja dan memberikan ancaman terhadap kelestarian hutan.

Metode Perlindungan Hutan

Salah satu cara untuk melindungi hutan dari gangguan dan kerusakan adalah dengan membeli hutan agar tumbuhan dan satwa di dalamnya menjadi hak miliki seseorang atau lembaga yang bertanggungjawab dan memiliki tujuan untuk pelestarian hutan.

Dengan adanya hak atas suatu wilayah hutan, maka pemiliki ber-hak untuk mengusir siapapun yang masuk ke dalam hutan dan menganggu keseimbangan lingkungan.

Cara lain untuk melindungi hutan adalah melakukan pemantauan di lokasi dengan mendirikan stasiun pemantauan dengan fasilitas tertentu untuk mendukung penjagaan hutan.

Langkah selanjutnya yang dapat diambil dalam usaha perlindungan hutan adalah melalui pengambilan keputusan terhadap tindakan agar penyebab kerusakan hutan tidak berkembang dan menyebabkan gangguan serius. Kemudian hutan harus dikelola secara hati-hati dan berwawasan masa depan untuk kelestarian.