pH Tanah – Pengertian, Jenis, Pengukuran & Manfaat

pH Tanah – Tanah adalah media alami yang menjadi salah satu aspek penunjang kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk pula tanaman. Subur atau tidaknya tanah dipengaruhi oleh kandungan unsur hara yang berbeda-beda pada setiap jenis tanah.

Unsur hara yang terkandung dalam tanah secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman disamping faktor kemampuan tanaman dalam menyerap zat hara dari dalam tanah. Kemampuan tanaman untuk melakukan proses penyerapan unsur hara juga dipengaruhi oleh faktor utama, yakni tingkat keasaman tanah atau pH.

Pengertian pH Tanah

pH merupakan kependekan dari potensial of hydrogen. Sedangkan pH tanah adalah suatu standar pengukuran tingkat keasaman atau kebasaan pada suatu lahan. Dengan mengetahui kadar pH dalam tanah, para petani (manusia) dapat menentukan tanaman apa yang cocok untuk ditanam atau dibudidayakan karena setiap tanaman memiliki karakteristik kebutuhan kadar pH yang berbeda-beda.

Mengenal Jenis Tanah

Sebelum lebih jauh mempelajari mengenai pH tanah, sebaiknya pahami dulu beberapa jenis tanah ada di bumi ini.

  1. Tanah Inseptisol adalah jenis tanah yang umumnya berada di daerah beriklim dingin dan biasanya ditutupi oleh lumut atau es seperti di Antartika
  2. Tanah Spodosol dan Histosol adalah jenis tanah yang basah dan dapat ditemukan di daerah sekitar Kanada yang beriklim sejuk
  3. Tanah Aridisol merupakan jenis tanah yang bersifat kering hingga padang pasir sehingga jarang ditumbuhi tanaman, umumnya berada di daerah Timur Tengah dan Australia
  4. Tanah Vertisol ialah jenis tanah campuran lempung pada daerah beriklim tropis lembab dengan dua musim, yaitu hujan dan kemarau seperti di daerah India
  5. Tanah Oksisol, Inseptisol dan Ultisol merupakan tipe tanah basah yang terdapat di wilayah beriklim tropis, seperti di Indonesia
  6. Tanah Entisol dan Inseptisol adalah jenis tanah yang tipis dan berbatu, tipe tanah ini dapat ditemukan di daerah Korea Selatan dan Rusia Barat

Jenis tanah juga berpengaruh terhadap kadar pH tanah, sedangkan kadar pH akan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanaman.

Pengaruh pH Tanah Terhadap Kesuburan

Berikut adalah tabel kandungan nutrien dalam berbagai kadar pH dalam tanah yang diambil dari Emporium Hydroponics.

tabel pH tanah ncsu.edu

Terdapat tiga jenis pH yang mendasari karakteristik tanah dan biasanya menjadi acuan utama dalam bidang pertanian, antara lain:

1. pH Netral

Tanah dengan pH netral berada pada angka 6,5 hingga 7,8. Tingkat keasam-basaan ini merupakan pH ideal dengan kandungan senyawa organik, mikroorganisme, unsur hara dan mineral-mineral dalam kondisi yang optimal.

Biasanya tanah ber-pH netral cocok digunakan untuk bercocok tanam. Beberapa tanaman seperti ubi kayu optimal ditanam pada tanah dengan pH 4,5 hingga 8 dan cabai yang memerlukan pH tanah antara 5,6 hingga 7,2.

2. pH Asam

Kadar pH tanah yang asam biasanya dimiliki oleh tanah gambut yang cenderung mempunyai kandungan hidrogen, aluminium, dan belerang tinggi. Pada kondisi asam, biasanya tanaman tidak mampu tumbuh dengan baik karena zat hara tidak dapat diserap oleh tumbuhan secara optimal. Untuk mengurangi kadar keasaman tanah, kita dapat melakukan pemberian dolomit atau kapur pertanian.

3. pH Basa

Tanah dengan pH basa lebih banyak mengandung zat kapur dan umumnya terdapat di di daerah pesisir pantai. Selain itu, tanah basa juga memiliki kandungan ion magnesium, kalsium, kalium, dan natrium yang lebih tinggi. Kondisi kebasaan yang tinggi tidak baik bagi tanaman. Pengolahan tanah basa agar pH menjadi netral dapat dilakukan dengan pemberian kapur gypsum.

Mengukur pH Tanah

Pengkuran kadar pH dalam tanah dapat dilakukan sebelum melakukan cocok tanam, baik pertanian maupun perkebunan. Berikut ini adalah beberapa teknik pengukuran pH tanah yang dapat kita lakukan, antara lain:

pH meter banggood.com

1. pH Meter

Cara paling mudah untuk mengukur kadar pH dalam tanah adalah menggunakan pH meter tanah. Alat ukur ini bisa dibeli dengan harga sekitar 300 ribu dan biasanya dimiliki oleh petani modern yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan tanaman. Namun bagi petani tradisional, alat ini bukan menjadi barang wajib dan mungkin masih banyak yang tidak mengenal fungsinya.

2. Kertas Lakmus

Jika pernah mengenyam pendidikan SMP atau SMA, pasti pernah melakukan praktikum dengan kertas lakmus biru dan merah. Dahulu kita diajarkan bagaimana cara mengukur kadar pH tanah menggunakan kertas lakmus dengan cara sebagai berikut:

  • Ambil sampel tanah pada lima titik yang berbeda
  • Masukkan semua sampel pada wadah dan campur dengan air, lalu biarkan selama 15 hingga 30 menit hingga tanahnya terpisah atau mengendap
  • Celupkan kertas lakmus pada cairan selama 1 menit dan jangan sampai kertas lakmus bersentuhan dengan tanah
  • Jika warna kertas lakmus berubah menjadi ungu, artinya pH tanah tersebut bersifat netral, jika warnanya merah berarti tanah bersifat asam dan warna biru menunjukkan tanah memiliki pH basa.

3. Ukur pH Tanah dengan Tanaman Liar

Alternatif metode lain yang lebih murah untuk mengukur pH tanah adalah menggunakan tanaman sekitar. Petani bisa menggunakan indikator tanaman liar untuk mengukur pH lahan pertanian.

Tanaman liar satu dengan yang lainnya memiliki tingkat kehidupan yang berbeda berdasarkan pH tanah yang ditanami. Dengan begitu, indikator tanaman liar ini merupakan cara yang paling sederhana untuk mencari berapa kadar pH yang terkandung dalam tanah. Tanaman yang dapat dimanfaatkan seperti harendong atau Melastoma Malabathricum yang mampu tumbuh pada lahan dengan kadar pH rendah.

4. Ukur pH Tanah dengan Kunyit

Selain tanaman liar, kunyit juga bisa digunakan sebagai indikator kadar pH tanah pada suatu lahan. Biasanya kunyit tumbuh pada tanah dengan kadar pH rendah atau bersifat asam akan memiliki warna yang lebih pudar. Namun, jika tidak ada perubahan warna pada kunyit, maka bisa dipastikan lahan tersebut memiliki kadar pH normal atau netral. 

5. Ukur pH Tanah dengan Kubis Merah

Kubis merah juga bisa dijadikan alternatif pengukur pH atau tingkat keasaman tanah. Namun cara yang satu ini cukup rumit karena perlu mempersiapkan cairan dari air destilasi dan rendaman kubis merah terlebih dahulu.

Jika hasil warna cairan tersebut berwarna ungu, maka artinya tanah memiliki kadar pH netral. Setelah itu, barulah diambil sampel tanah dari lahan kemudian dimasukkan ke cairan tersebut dan menunjukkan hasil sebagai berikut:

  • Jika cairan tidak berubah warna atau tetap ungu, artinya tanah memiliki pH netral
  • Jika cairan berubah warna menjadi merah muda, artinya tanah memiliki pH asam
  • Jika cairan berubah warna menjadi biru atau hijau, artinya tanah memiliki pH basa

Manfaat Pengukuran

Selain dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan kesuburan tanah untuk tanaman tertentu, mengetahui pH tanah juga bermanfaat untuk hal lain, yaitu:

saluran limbah Pixabay

1. Fenomena Erupsi Gunung

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa debu vulkanik, lahar dan awan panas akibat erupsi gunung dapat merusak tanaman dan tanah. Namun, pada kenyataannya material gunung berapi yang dikeluarkan mengandung mineral yang berfungsi untuk menyuburkan tanah.

Dalam proses erupsi ini, pH tanah memiliki pengaruh yang besar. Debu vulkanik dapat menurunkan kadar pH dan mengubah kondisi tanah. Hal ini juga mengubah komposisi mikroorganisme, zat organik dan mineral dalam tanah.

 2. Bidang Pertanian di Indonesia

Kadar pH yang ada pada tanah erat kaitannya dengan bidang pertanian di Indonesia. Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki banyak jenis tanaman perkebunan dan pertanian.

Pengetahuan mengenai pH tanah dimanfaatkan untuk mengatur kadar pH agar sesuai dengan kebutuhan pertanian. Misalnya saat pemberian pupuk akan membuat pH pada tanah akan menurun dan berubah menjadi asam, dan lain sebagainya.

3. Kegiatan Industri

Contoh lain pentingnya mengetahui kadar pH dalam tanah juga dimanfaatkan pada lingkungan sekitar pabrik atau industri. Limbah industri yang bersifat asam dan dibuang di lingkungan dekat industri akan memberikan pengaruh dan perubahan kadar pH lingkungan dan sifat tanahnya atau sering kita sebut polusi tanah.