Pisang – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Asal Sebaran & Manfaat

Siapa yang tak kenal dengan pisang, buah sejuta umat yang kaya kandungan gizi ini dapat tumbuh dimana saja, terutama di kawasan tropis. Tumbuhan pisang merupakan keluarga Musaceae yang terdiri dari berbagai macam spesies dengan bermacam bentuk dan warna, seperti hijau, kuning, serta merah.

Tanaman pisang umumnya ditanam bebas di kawasan perkebunan ataupun di pekarangan rumah. Salah satu keunikan tumbuhan ini adalah menghasilkan buah berbentuk tandan dengan jumlah banyak. Selain itu, buah pisang juga identik sebagai makanan monyet dan kera.

Taksonomi

Pisang adalah kelompok tanaman herba yang berbuah dan diketahui berasal dari kawasan tropis. Tanaman ini juga tergolong dalam kelompok tumbuhan monokotil atau berbiji tunggal. Pisang bukanlah pohon karena tidak memilki batang berkayu.

pisang Pixabay

Berikut ini adalah sistem klasifikasi atau taksonomi pisang secara lengkap, yaitu:

KingdomPlantae
Sub-kingdomTracheobionta
Super DivisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasLiliopsida
Sub-kelasCommelinidae
OrdoZingiberales
FamiliMusaceae
GenusMusa
SpesiesMusa paradisiaca

Berdasarkan super kingdom dan super divisi diatas, dapat disimpulkan bahwa pisang merupakan tanaman berpembuluh yang menghasilkan biji. Selain itu, sesuai dengan divisinya pisang juga mempunyai bunga dan masuk dalam suku Musaceae yang khusus ditujukan untuk keluarga pisang-pisangan.

Morfologi Pisang

Tumbuhan pisang mempunyai struktur fisik yang unik dan khas dibanding tanaman lainnya, sehingga memudahkan manusia untuk mengidentifikasi tumbuhan yang dikategorikan sebagai tanaman pisang.

Berdasarkan bentuk morfologinya, bagian tanaman pisang dapat dibagi menjadi beberapa bagian, meliputi akar, batang, daun, buah, dan bunga.

1. Akar

Sebagai tanaman monokotil, pohon pisang mempunyai sistem perakaran serabut atau juga disebut akar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang. Akar tersebut berpusat di bagian bonggol pisang dan pertumbuhannya tidak terlalu dalam menembus tanah. Karena pertumbuhan yang dangkal tersebut maka pisang mudah roboh jika tumbuh di tanah basah.

Kedalaman tanah yang bisa ditembus oleh akar pisang berkisar antara 75 sampai dengan 150 cm. Jumlah akar yang masuk ke dalam tanah cukup banyak jika dibanding yang tumbuh di luar, namun akar ini tidak cukup kuat. Akar pisang yang berada di permukaan tanah tumbuh secara mendatar dan bisa mencapai panjang 4 sampai 5 meter.

Akar tanaman pisang berwarna cokelat. Akar ini tumbuh secara bertumpuk-tumpuk, mirip seperti sistem perakaran pada pohon kelapa. Bonggol pisang yang menjadi pusat pertumbuhan akar nantinya akan menjadi lokasi tumbuhnya tunas baru.

2. Batang

Seperti keluarga tumbuhan herba yang lain, pisang hanya mampu tumbuh hingga ketinggian standar, yaitu sekitar dua sampai tiga meter. Batang tanaman ini berbentuk bulat silindris dan berlapis-lapis, serta mengandung banyak air. Kandungan air tersebut dapat kita lihat saat batang pisang terluka kemudian akan mengeluarkan air atau getah.

Batang pisang terbagi menjadi dua bagian, yaitu batang asli dan batang palsu yang umum disebut sebagai batang semu. Batang asli terletak di bagian dalam tanah yang menyerupai umbi batang, sedangkan batang semu adalah yang tumbuh di permukaan tanah dan tampak seolah-olah seperti batang sejati.

Batang asli pohon pisang adalah bagian titik tumbuh yang berfungsi untuk menghasilkan daun dan menumbuhkan jantung pisang. Sedangkan batang semu adalah pelepah daun berukuran panjang yang berlapis-lapis menutupi satu sama lain sehingga membuat tanaman ini berdiri tegak.

Batang pisang umumnya berwarna hijau muda hingga agak kecokelatan. Batang ini tidak menghasilkan kambium, sehingga teksturnya lunak. Selama pertumbuhan, batang semu akan terus membentuk lapisan baru untuk menutupi lapisan lama yang sudah mengering.

3. Daun

Daun pohon pisang cukup khas dan unik karena berukuran besar dan lebar. Bentuknya seperti lanset yang tumbuh memanjang dan memiliki tulang di tengahmya. Pertulangan daun tersebut merupakan pelepah pisang dengan ujung tumpul dan bagian tepi bertekstur rata.

Ketika masih muda daun pisang berwarna hijau muda dan seiring pertambahan umur akan berubah menjadi hijau tua. Ukuran daunnya dapat mencapai panjang 2 meter dengan lebar antara 40 hingga 50 cm. Tulang yang terdapat pada daun pisang berfungsi untuk membagi dua daun menjadi dua ukuran yang sama.

Tekstur daun pisang mudah robek dan jika diperhatikan lebih teliri terdapat garis melintang ke samping dengan titik awal dari bagian tulang daun. Selain itu bagian daun khususnya tulang atau pelepah pisang juga mengandung air yang cukup banyak seperti batangnya.

4. Bunga

Pohon pisang juga menghasilkan bunga atau yang lebih dikenal dengan sebutan jantung pisang. Penyebutan istilah ini karena bentuk bunga pisang mirip seperti jantung manusia. Bunganya berwarna kuning, tetapi pada bagian luar terdapat lapisan kelopak berwarna merah yang cukup banyak sehingga menutupi bagian dalamnya.

Bagian berwarna kuning di dalam bunga pisang merupakan daun penumpu bunga yang tumbuh secara spiral dan sangat rapat. Sedangkan bagian luar atau kelopak adalah daun pelindung yang tumbuh berliling dan mudah rontok. Kelopak ini memiliki ukuran panjang sekitar 10 sampai 25 cm.

Sebagai tanaman berumah satu, alat reproduksi tanaman pisang juga dapat dilihat dari bunganya. Bunga yang tumbuh di bagian pangkal pohon merupakan ciri sebagai kelamin betina, sedangkan bunga yang tumbuh di tengah adalah menunjukkan bunga kelamin jantan.

Pertumbuhan kedua bunga yang menunjukkan kelamin tersebut terjadi secara bersusun dan membentuk dua baris melintang. Terdapat lima daun berwarna ungu atau merah yang melekat dan tumbuh secara bersusun dengan panjang kurang lebih 6 sampai 7 cm.

Selain itu, perbedaan antara bunga betina dan bunga jantan terdapat pada benang yang berjumlah lima buah dan tidak tumbuh secara sempurna pada bunga betina. Kemudian bakal buah yang dihasilkan bunga betina bentuknya persegi, sedangkan bunga jantan sama sekali tidak mempunyai bakal buah.

5. Buah Pisang

Buah pisang tumbuh setelah bagian bunganya keluar. Bagian yang pertama kali tumbuh adalah bakal buah yang dikenal dengan sebutan sisir. Pertumbuhan sisir terjadi secara perlahan dan berturut-turut dimana setelah sisir pertama keluar, akan disusul sisir kedua, sisir ketiga, dan seterusnya.

Ketika pertumbuhan sisir pisang sudah hampir mencapai bagian bunga, maka pada saat itu jantung pisang akan dipotong karena sudah tidak mampu untuk menghasilkan sisir lagi. Dalam satu sisir biasanya jumlah buah pisang yang dihasilkan berkisar antara 10 hingga 20 buah.

Media tumbuh sisir pisang secara bersusun tersebut dikenal sebagai tandan. Umumnya dalam satu tandan terdapat enam sampai 20 sisir sesuai jenis pisang. Buah pisang yang masih muda berwarna hijau dan berubah menjadi kuning ketika sudah masak dengan ukuran yang terus membesar.

Habitat Tanaman Pisang

Habitat tumbuh tanaman pisang tidak harus pada lahan khusus, karena flora ini dapat beradaptasi di wilayah dataran tinggi ataupun dataran rendah. Proses penanamannya pun tidaklah sulit dan tidak membutuhkan perhatian khusus. Selama kondisi tanah baik dan cukup cahaya matahari, maka pohon pisang dapat tumbuh dengan baik.

jantung pisang Pixabay

Namun ketinggian paling optimal untuk pertumbuhan pisang adalah di kawasan dengan ketinggian 100 meter di atas permukaan laut. Jenis tanah yang cocok adalah tanah lembab dan berada pada wilayah terbuka. Sebab pohon pisang sangat membutuhkan cahaya matahari agar bisa tumbuh dengan maksimal.

Di wilayah dataran tinggi pisang juga dapat tumbuh dengan baik, tetapi intensitas menghasilkan buah tidak sebaik ketika berada pada ketinggian 100 mdpl. Begitu pula jika ditanaman di lingkungan yang terendam air, pohon ini dipastikan tidak akan bisa tumbuh secara optimal.

Asal & Sebaran

Berdasarkan penelitian, tanaman pisang diduga berasal dari kawasan Asia Tenggara khususnya semenanjung Malaya dan Filipina serta India. Selanjutnya tanaman yang menghasilkan buah lezat ini kemudian tersebar ke berbagai wilayah, seperti Madagaskar atau Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Kini persebaran pohon pisang telah merata mulai dari kawasan Asia Tenggara terus hingga ke Lautan Teduh dan Hawaii, kemudian sampai di kawasab Samudera Atlantik, Kepulauan Kanari, dan Benua Amerika. Wilayah sebaran pertumbuhan tanaman pisang umumnya mempunyai iklim tropis dan sub-tropis.

Manfaat Pisang

Tidak hanya buah pisang yang mempunyai berbagai khasiat untuk kesehatan manusia, tetapi bagian-bagian lain seperti batang, daun dan bunga dari tanaman ini juga bisa dimanfaatkan. Oleh sebab itu, wajar jika pisang juga disebut sebagai tanaman serbaguna seperti pohon kelapa.

buah pisang Pixabay

1. Manfaat Batang

Batang pisang dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian sebagai media tanam untuk budidaya jamur. Bahkan tanpa harus dibudidayakan pun jamur dapat tumbuh dengan sendirinya di batang pisang yang telah ditebang.

2. Manfaat Daun

Daun pisang merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan selain buahnya. Daunnya sering digunakan untuk pembungkus makanan khas di beberapa daerah di Indonesia. Daun pisang yang lebar dan mudah dibentuk ketika layu membuat daun pisang biasa digunakan sebagai media untuk membungkus makanan seperti lemper dan kue basah.

3. Manfaat Bunga

Jantung pisang yang merupakan bunga pisang juga dapat dimanfaatkan untuk sajian kuliner atau bahan makanan. Jika buahnya dikonsumsi sebagai makanan selingan, maka bagian jantung pisang dapat diolah menjadi sayur. Cara pengolahannya pun sangat mudah dan bisa dikreasikan dalam berbagai menu yang lezat.

4. Manfaat Buah

Buah pohon pisang adalah bagian utama dan menjadi alasan ekonomis sehingga tanaman ini dibudidayakan. Buah pisang dapat dikonsumsi langsung sebagai pencuci mulut ataupun diolah untuk menghasilkan makanan baru seperti pisang goreng, kolak buah, dan kue bolu. Bahkan pisang muda juga dapat dijadikan sebagai bahan sayur.

Buah pisang sangat baik untuk dikonsumsi sebab mengandung banyak zat yang bermanfaat baik untuk tubuh. Buah ini mampu mencegah tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh, melancarkan pencernaan dengan melegakan lambung dan usus, mengatasi anemia, mencegah asma, dan juga bermanfaat untuk kecantikan kulit.