Pohon Cemara – Ciri, Manfaat & 13 Jenisnya

Kebanyakan dari kita mengenal pohon cemara sebagai pohon hiasan ketika natal. Selain itu, mungkin kita mengenal cemara sebagai pohon yang tumbuh liar dan seringkali dimanfaatkan untuk konservasi hutan.

Cemara merupakan tumbuhan yang mudah dirawat dan memiliki daun yang tidak mudah kering atau rontok. Bahkan, tanaman ini mampu hidup hingga umur ratusan tahun.

Pohon cemara tersebar di berbagai belahan dunia, seperti di Amerika, Eropa, Australia, Afrika dan Asia, termasuk Indonesia. Tanaman cemara mampu beradaptasi dan tumbuh di daerah dataran tinggi hingga pesisir pantai.

Mengenal Pohon Cemara

Cemara adalah salah satu pohon spesial yang dapat memberi banyak manfaat. Selain identik dengan perayaan natal, pohon cemara juga cocok digunakan sebagai ornamen hiasan dan dekorasi ruangan.

Pohon cemara adalah tumbuhan evergreen, yaitu daun-daunnya selalu hijau, jarang mengering dan tidak mudah rontok. Tumbuhan ini seringkali disamakan dengan pohon tusam, karena rantingnya beruas pada dahan besar yang nampak seperti jarum dan berbuah mirip runjung kecil.

Akan tetapi, sebenarnya cemara bukan termasuk anggota Gymnospermae, sehingga mempunyai bunga jantan dan betina. Bunga betina terlihat seperti berkas rambut, kecil dan kemerahan.

Kerajaan (Kingdom)Plantae
Divisi (Division)Magnoliophyta
Kelas (Class)Magnoliopsida
OrdoFagales
Famili (Family)Casuarinaceae
ciri cemara Pixabay

Ciri-ciri Pohon Cemara

Tumbuhan cemara memiliki karakteristik yang membedakannya dengan jenis pepohonan lain, antara lain:

  • Pohon tumbuh tinggi dan berbentuk kerucut
  • Daun berbentuk ramping dan runcing yang berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun ini merupakan adaptasi pohon cemara terhadap lingkungan yang panas
  • Warna daun pohon cemara umumnya hijau gelap, namun ada beberapa spesies yang berwarna hijau terang
  • Pohon cemara muda memiliki kulit kayu halus, berwarna cokelat kehijauan, dan belum mengalami keretakan
  • Kulit kayu pohon cemara dewasa akan menebal tebal dan berwarna cokelat gelap disertai retakan-retakan. Ketebalan kulit kayu cemara menjadikannya dapat bertahan di segala kondisi cuaca
  • Pohon cemara tidak menghasilkan buah melainkan pinecone atau runjung cemara. Runjung cemara adalah pucuk berbiji dan menjadi organ reproduksi untuk berkembang biak
  • Cabang-cabang cemara tumbuh rapat sehingga terlihat seperti lingkaran cabang yang tumbuh dari titik yang sama. Sebenarnya, cabang-cabang tersebut berbentuk spiral. Semakin ke atas, maka cabangnya akan tumbuh semakin pendek, sehingga membentuk semacam kerucut

Manfaat Cemara

Pohon cemaran menyimpan berbagai manfaat bagi kehidupan dan kesehatan manusia, yaitu:

  • Meredakan Stress – Ahli psikologi lingkungan dari University of Surrey, Birgitta Gatersleben menjelaskan jika pohon cemara mampu meredakan stres. Kemampuan ini dikaitkan dengan makna cemara yang berarti kesejahteraan dan kepuasan dalam kehidupan. Pohon ini dapat memberikan suasana alam yang secara tak langsung mengatasi stress dan meringankan penyakit mental.
  • Mengatasi Bronchitis dan Batuk – Aroma menyegarkan dari pohon cemara tidak hanya untuk pengharum ruangan, tapi memberi efek menyembuhkan batuk dan bronchitis. Minyak atsiri yang diolah dari pohon cemara ampuh mengatasi keluhan paru-paru, seperti batuk, sinus, hingga bronchitis. Cukup teteskan minyak cemara ke air hangat, lalu hirup uap dari minyak tersebut.
  • Mengobati Cacingan – Akar cemara telah digunakan secara turun temurun untuk mengobati cacingan. Akar pohon merupakan obat tradisional ampuh untuk mengobati cacingan sebelum ditemukannya resep obat konvensional yang dijual di apotek.
  • Mengandung Vitamin C – Buah yang dihasilkan pohon cemara ternyata mengandung senyawa vitamin C. Kandungan vitamin C ini tidak kalah atau setara dengan sumber vitamin C lain seperti jeruk maupun jambu.
  • Bumbu Masakan – Tidak hanya akar dan buhnya saja yang bisa dimanfaatkan, kambium dari batang cemara juga berguna sebagai bumbu pelengkap masakan.
  • Mencegah Abrasi – Tumbuhan cemara memiliki akar-akar yang dalam dan kuat sehingga sering ditanam di wilayah pantai untuk mencegah abrasi. Selain memiliki akar yang kuat, batang cemara juga tahan dari tiupan angin kencang sehingga sangat ideal untuk mencegah pengikisan daratan yang disebabkan angin.
  • Menyuburkan Tanah – Daun cemara kering yang berguguran akan menjadi humus yang menyuburkan tanah sekitarnya.
  • Hiasan dan Dekorasi – Cemara telah lama dimanfaatkan sebagai hiasan rumah. Pohon, daun, hingga tangkainya dapat menjadi hiasan dekorasi rumah dan kerajinan tangan.
  • Menyehatkan Kulit – Kandungan vitamin C sekaligus antioksidan dari cemara telah teruji secara klinis mencerahkan kulit dan mengusir tanda-tanda penuaan dini.
  • Sebagai Pohon Natal – Penggunaan cemara untuk pohon natal telah populer. Akan tetapi, saat ini banyak pohon natal yang menggunakan cemara sintetis karena alasan keawetan.

13 Jenis Cemara

Tumbuhan yang termasuk suku cemara-cemaran meliputi sekitar 70 jenis spesies. Sebagian besar tumbuh di belahan bumi selatan, termasuk Indo-Malaysia, Australia dan Kepulauan Pasifik. Berikut ini adalah beberapa jenis cemara yang cukup komersil dan terkenal.

1. Cemara Kipas

Salah satu jenis cemara yang memiliki nama latin Thuja Occidentalis ini juga dikenal dengan nama Whitecedar. Masyarakat Indonesia mengenalnya sebagai cemara kipas atau tanaman cakar ayam. Jenis cemara ini menyukai kondisi lingkungan lembap dan tumbuh di kawasan hutan basah dengan ketinggian 10 m hingga 20 m.

Cabang daun cemara kipas mengerucut ke samping, bersisik dan membentuk kipas. Daun-daunnya merupakan sumber makan bagi hewan-hewan seperti rusa. Kayu cemara kipas juga dimanfaatkan untuk bahan pembuatan pagar, tiang dan perahu. Cemara kipas banyak tumbuh di kawasan Eropa dengan iklim subtropis.

2. Cemara Pensil

Cupressus Sempervirens atau Cypress Mediterania atau Cypress Tuscan adalah nama lain dari cemara yang berasal dari mediterania. Cemara pensil juga sering dijuluki “drama tree” karena akan membungkuk jika terkena angin meskipun pelan.

Daun cemara pensil sangat rimbun dan padat dengan warna hijau tua. Kayunya kuat dan memiliki bau khas. Cemara pensil seringkali digunakan sebagai tanaman hias dan cocok tumbuh di daerah lembap dan dingin.

3. Cemara Norfolk

Jenis cemara yang berasal dari pulau Norfolk, yaitu pulau kecil di sekitar Samudera Pasifik. Cemara norfolk memiliki ciri cabang yang simetris dan menyerupai jarum tumpul.

Namun, ketika pertumbuhannya semakin meninggi, cabang-cabangnya akan berubah menjadi tidak simetris. Cemara ini tumbuh subur didaerah beriklim dingin dengan kelembapan tinggi, serta mendapat sinar matahari secara langsung.

4. Cemara Udang

Cemara ini merupakan cemara asli Indonesia, nama latinnya adalah Casuarina equisetifolia linn. Pohon cemara ini berciri daun lancip seperti jarum, batang besar, dan kulit hitam kasar.

Akan tetapi, tanaman ini sering dijadikan bonsai sebagai hiasan. Bentuknya indah menyerupai udang dan banyak ditemukan di Pantai Lombang, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

5. Cemara Pua Pua

Salah satu pohon cemara yang memiliki daun bagus seperti tanduk rusa. Sepanjang tahun, cemara jenis ini memiliki daun berwarna hijau tua.

Umumnya, cemara pua pua menghiasi halam rumah karena perawatannya yang mudah dan daunnya tidak mudah rontok.

6. Cemara Angin

Cemara dengan nama latin Casuarina Junghuhniana atau Casuarina Equisetifolia adalah tanaman yang mampu hidup di semua daerah di Indonesia. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari dan penyiraman teratur agar tumbuh subur.

Pohon cemara angin dapat mencapai ketinggian 5 meter lebih, berdaun tipis dan lembut, mudah bergoyang jika tertiup angin. Tanaman ini populer sebagai penghias gedung-gedung besar seperti gedung universitas dan gedung pemerintahan.

7. Cemara Buaya

Tumbuhan cemara ini memiliki pertumbuhan menyamping dan bukan keatas. Memiliki nama latin Juniperus horizontalis, cemara ini banyak diminati para penghobi tanaman untuk dijadikan bonsai.

Keunikannya adalah tumbuh secara menyamping, berdaun lebat, tinggi hanya 10 cm hingga 30 cm namun merambat kesamping hingga beberapa meter.

8. Cemara Lilin / Cemara Pecut

Pohon cemara yang bentuk atasnya mengerucut seperti pecut atau cambuk ini memiliki daun bergerombol dan tumbuh mencapai 10 m hingga 15 m. Cemara ini cocok untuk reboisasi dan peneduh kawasan jalan raya.

9. Cemara Embun

Dinamakan cemara embun karena bentuk daunnya seperti berembun. Daun yang berwarna hijau muda keputih-putihan seakan-akan selalu terkenan embun. Posturnya relatif kecil jika dibandingkan dengan jenis cemara lainnya.

10. Cemara Renthes

Salah satu jenis cemara yang berdaun lebat dan bentuknya menghadap ke atas.

Bentuk daunnya meruncuk dan tumbuh secara tidak beraturan. Cemara renthes memiliki harum yang cukup wangi.

11. Cemara Chinese Gold Tree

Tanaman ini cukup unik, karena daunnya berwarna kuning tidak seperti cemara lainnya.

Meskipun terlihat kuning, daun-daun cemara dari cina ini masih sehat dan tidak akan gugur.

12. Cemara Laut

Cemara laut yang bernama latin Casuarina equisetifolia adalah tanaman cemara yang sering ditemui di pantai atau pesisir laut. Pohon cemara laut memiliki percabangan halus berwarna cokelat keabu-abuan. Batang yang masih muda bertekstur halus kemudian menjadi kasar, tebal, dan retak ketika tua.

Pohon ini berbatang kurus, sehingga tahan terhadap terpaan angin laut, daunnya berbentuk seperti lidi beruas-ruas berjumlah tujuh atau delapan setiap ruas. Daun cemara laut mudah rontok, tumbuh merunduk dan berbentuk seperti jarum dengan warna hijau keabu-abuan.

cemara perak

13. Cemara Perak

Sesuai dengan namanya, pohon cemara pohon ini memilik daun berwarna perak. Daun-daun cemara perak akan memantulkan cahaya berwarna keperakan ketika terkena sinar matahari secara langung.