Pohon Gandaria – Sebaran, Manfaat Buah dan Budidaya

5/5 - (3 votes)

Pohon Gandaria atau di Indonesia juga dikenal dengan jatake adalah tanaman daerah tropis yang menjadi ikon daerah Jawa Barat. Tumbuhan ini berasal dari kepulauan Indonesia dan Malaysia, serta banyak dibudidayakan di Sumatera dan Thailand.

Buah, daun dan batang gandaria semuanya bisa dimanfaatkan. Berikut adalah ulasan mengenai pohon gandaria secara lengkap.

Taksonomi

Di beberapa daerah di Indonesia, gandaria memiliki beberapa penyebutan nama lokal yang berbeda. Contohnya pao gandari di Madura, gandaria di Sunda, remieu di Gayo, dandoriah di Minangkabau, dan wetes di Sulawesi Utara. Sedangkan di Malaysia disebut kundang ma praang somprang di Thailand, marian-plum atau plum manggo di Inggris.

Berikut adalah klasifikasi ilmiah tanaman gandaria, yaitu:

KingdomPlantae
FilumMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoSapindales
FamiliAnacardiaceae
GenusBouea
SpeciesBouea macrophylla

Morfologi

Tumbuhan gandaria memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan jenis tanaman lainnya. Namun bila dilihat sekilah, pohon gandaria mirip pohon mangga yang berkanopi dengan buah berbentuk bulan dan berukuran kecil.

flickr

Secara fisik, berikut adalah morfologi dari pohon jatake.

1. Ukuran

Batang tanaman gandaria terkenal kuat dan dapat tumbuh tinggi. Tinggi pohon ini mencapai 27 meter dengan diameter batang 55 cm.

2. Daun

Daun gandaria berjenis daun tinggal. Bentuknya lonjong memanjang dan pada bagian ujungnya berbentuk lancip.

Warna daunnya berubah-ubah sesuai usia tanaman, yaitu dari putih, ungu tua, kemudian menjadi hijau tua. Permukaan daun gandaria halus serta warnya mengkilap.

3. Buah Gandaria

Gandaria menghasilkan buah yang bentuknya seperti buah mangga namun dengan ukuran lebih kecil dan lebih membulat. Jika daging buah gandaria ditekan, maka akan mengeluarkan cairan berwarna putih dan tekturnya kental.

Untuk menentukan tingkat kematangan buah, kita bisa melihat dari warna kulit buah. Buah berwarna hijau adalah buah muda, sedangkan buah tua atau matang ditandai dengan warna kuning oranye.

Pohon gandaria akan berbuah pada umur 6 hingga 10 tahun jika pohon ditanam dari biji. Sedangkan bila ditanam secara vegetatif akan berbuah ketika umur 4 sampai 5 tahun atau lebih cepat.

Habitat dan Sebaran

Jatake atau gandaria adalah tanaman asli Indonesia. Pohon ini bisa ditemukan di berbagai wilayah, seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, Kalimantan dan Papua. Meski begitu, tanaman ini juga bisa ditemukan di wilayah Asia Tenggara lain, seperti Thailand, Malaysia hingga India.

baca juga:  Pohon Randu - Taksonomi, Morfologi, Manfaat Kayu & Budidaya

Secara umum, pohon ini dapat tumbuh di daerah dengan iklim tropis, terutama di wilayah dengan ketinggan hingga 850 meter diatas permukaan laut (mdpl).

Status Kelangkaan

Hingga saat ini status kelangkaan populasi pohon gandaria masih belum terdata oleh IUCN (International Union for Conservation of Nature). Namun melihat pemanfaatan gandaria tanpa disertai dengan penanaman kembali, tentu jumlahnya akan semakin menurun.

Gandaria juga tergolong sebagai buah langka. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhannya yang lambat dan belum banyak masyarakat yang membudidayakan.

Manfaat Buah Gandaria

Buah jatake berbentuk bulat kecil menyerupai buah mangga dengan rasa asam seperti rasa buah jeruk. Namun dibalik rasanya yang kecut tersebut tersimpan berbagai manfaat.

1. Bagi Kesehatan

Berikut adalah manfaat buah gandaria untuk kesehatan, antara lain:

  • Melancarkan Buang Air Besar

Mengkonsumsi buah gandaria dapat melancarkan buang besar. Khasiat tersebut diperoleh karena buahnya mengandung serta cukup tinggi dan kandungan air.

Kandungan tersebut mampu membantu tubuh untuk melakukan proses penyerapan makanan lebih cepat dan lancar.

  • Meningkatkan Imunitas Tubuh

Kandungan air yang tinggi pada buah gandaria dapat membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh menjadi lebih efektif. Manfaat dari metabolisme tersebut adalah meningkatnya daya tahan tubuh terhadap infeksi yang diakibatkan oleh serangan virus dan kuman.

  • Menjaga Kesehatan Kulit

Kulit sehat, kencang dan mulus adalah dambaan bagi manusia, terutama wanita. Untuk memperoleh kulit yang sehat, kita bisa memanfaatkan buah pohon gandaria.

Buah jatake dipercaya mampu menjaga kelembapan kulit berkat kandungan yang ada di dalamnya. Contohnya adalah kandungan vitamin C yang mampu membantu proses pembentukan jaringan kolagen, sehingga kulit menjadi sehat dan nampak awet muda.

  • Mengurangi Risiko Stroke

Stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak. Melalui konsumsi buah gandaria, maka risiko stroke dapat ditekan karena kandungan buah ini mampu menetralisir kadar kolesterol di dalam tubuh yang nantinya akan dibuah saat BAB.

  • Menjaga Kesehatan Mata

Selain vitamin C, gandaria juga menghasilkan buah yang mengandung vitamin A. Kandungan vitamin A tersebut baik untuk menjaga kesehatan mata, seperti melindungi mata dari gangguan mata kering serta risiko kesehatan mata lainnya.

  • Menjaga Kesehatan Ibu Hamil

Zat besi yang terkandung di dalam buah gandaria membantu tubuh untuk meningkatkan produksi sel darah merah. Oleh sebab itu, buah ini sangat baik dikonsumsi oleh ibu hamil secara teratur dan sesuai aturan.

baca juga:  Bonsai Asam - Cara Mudah Membuat dan Merawatnya

Sebab, jika ibu hamil kekurang zat besi atau sel darah merah dapat menyebabkan risiko penurunan daya tahan tubuh hingga lahirnya bayi secara prematur.

2. Manfaat Lain

Selain khasiat yang berasal dari buah, daun gandaria juga bisa dimasak menjadi sayuran maupun lalap. Daun jatake juga bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Batang pohon gandaria juga bisa dimanfaatkan untuk kayu pertukangan karena sifatnya yang kuat. Salah satunya adalah pemanfaatan kayu gandaria untuk sarung keris.

Fakta Gandaria

Pohon yang sebarannya tumbuh di pulau-pulau Indonesia ini juga memiliki fakta menara, apakah itu? Simak penjelasan berikut ini.

1. Ikon Khas Jawa Barat

Bagi masyarakat Sunda di Jawa Barat, gandaria mempunyai tempat tersendiri. Masyarakat Sunda sering memanfaatkanya untuk diolah menjadi makanan, seperti asinan dan rujak.

Bahkan, pohon ini telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai flora identitas Jawa Barat.

2. Buah Gandaria Sangat Bernutrisi

Buah gandaria sangat kaya akan kandungan nutrisi penting yang berguna bagi kesehatan tubuh. Beberapa kandungan tersebut antara lain air, serat, protein, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, riboflavin, beta karoten, dan lain sebagainya.

Apabila dikonsumsi secara teratur dan wajar, maka akan bermanfaat baik bagi tubuh, tidak terkecuali juga bagi ibu hamil. Kandungan utama seperti zat besi memberikan dampak baik untuk ibu hamil dan janin dalam kandungan.

Beberapa khasiat yang diperoleh antara lain meningkatkan sistem imun, melancarkan peredaran darah, memenuhi kebutuhan gizi harian, membantu pertumbuhan gigi dan tulang serta melancarkan sistem pencernaan.

3. Sebagai Bahan Olahan Makanan

  • Asinan Buah Gandaria

Berikut adalah resep membuat asinan dari buah gandaria, yaitu:

Awalnya siapkan bahan-bahan antara lain buah gandaria, gula pasir, air matang, garam dan cabai rawit. Selanjutnya cuci dan potong-potong buah sesuai ukuran yang diinginkan.

Campurkan buah dengan beberapa bahan lainnya, yaitu gula, garam, air, dan cabai rawit yang sudah diulek kasar. Kemudian tunggu selama beberapa menit hingga bumbu meresap ke dalam buah, selanjutnya asinan siap untuk dinikmati.

  • Rujak Buah Gandaria

Berikut adalah resep membuat rujak dari buah gandaria, yaitu:

Awalnya siapkan bahan-bahan antara lain buah gandaria, gula merah atau gula aren, cabai rawit, terasi udang dan garam.

Campur dan haluskan bahan-bahan yang digunakan sebagai sambal, yaitu gula merah, cabai, garam, dan terasi udang. Selanjutnya kupas, cuci, dan potong buah gandaria sesuai ukuran yang diinginkan. Rujak siap disajikan untuk keluarga dan akan lebih nikmat bila dimakan pada siang hari.

  • Sambal Gandaria

Berikut adalah resep membuat sambal gandaria, yaitu siapkan buah gandaria, cabai merah, bawang putih, bawang merah, gula jawa, gula pasir, terasi, garam dan minyak goreng.

baca juga:  10 Sungai Terpanjang di Benua Eropa, Foto & Penjelasan
sambal gandaria cookingwsheila.com

Mulailah dengan membersihkan semua baha kemudian potong-potong bahan agar lebih mudah untuk dihaluskan. Setelah itu haluskan seluruh bahan menggunakan blender atau ulekan.

Agar lebih nikmat, sebelumnya kita bisa menggorengnya terlebih dahulu atau jika tidak maka siram sambal tersebut dengan minyak goreng panas agar terasa lebih sedap dan awet. Sambal gandaria siap disajikan dan disantap dengan lauk lainnya.

Budidaya Tanaman Gandaria

Hingga saat ini masih sangat jarang masyarakat atau petani yang membudidayakan pohon gandaria, sehingga jumlahnya cenderung menurun. Padahal selain manfaat kesehatan yang diperoleh dari buahnya, tentu tanaman ini dapat memberikan nilai ekonomis bagi petani / pembudidaya.

Berikut adalah panduan cara membudidayakan pohon gandaria dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menanamnya, yaitu:

1. Lokasi Lahan

Habibat tumbuhan gandaria meliputi wilayah dataran rendah hingga dataran tinggi. Di alam liar, pohon ii tumbuh disekitar ketinggian 300 mdpl, namun jika hendak dibudidayakan maka bisa ditanam hingga ketinggian lahan 850 mdpl.

2. Pembibitan

Budidaya gandaria dapat dilakukan melalui pembibitan dari biji maupun secar vegetatif. Jika menggunakan biji, maka kita harus memilih biji yang bersal dari buah yang sehat dan bagus.

Cara menanam gandaria dari biji sangat mudah, kita hanya perlu menanamnya ke tanah dan menunggunya hingga bertunas. Setelah tunas tumbuh mencapai tinggi 20 cm, selanjutnya kita pindah ke polybag.

Sedangkan jika menggunakan cara vegetatif, yaitu melalui cangkok atau okulasi. Kita bisa mendapatkannya dari penjual bibit tanaman agar lebih mudah.

3. Media Tanam

Tahapan selanjutnya dalam budidaya gandaria adalah memindahkan bibit pada lahan tanam dengan membuat lubang berukuran 40 cm x 40 cm. Tanam bibit yang telah disiapkan kemudian taburi tanah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang.

Pastikan lahan budidaya cukup sinar matahari dan tidak berada bangunan. Pemilihan lokasi tersebut dimaksudkan agar struktur bangunan tidak rusak oleh pertumbuhan akar pohon gandaria.

4. Perawatan

Seperti merawat tanaman pada umumnya, kita harus rajin membersihkan gulma atau rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman gandaria. Agar pertumbuhan pohon lebih maksimal, berikan pupuk alami dan hindari pupuk kimia saat tanaman berusia 2 bulan.

5. Pemanenan

Pohon gandaria yang ditanam dari bibit vegetatif umumnya akan berbua lebih cepat dibanding yang berasal dari biji. Gandaria hasil cangkok biasanya berbuah saat usia tanaman 5 sampai 6 tahun.

Sedangkan gandaria dari penanaman biji baru akan berbuah saat berumur 10 tahun. Akan tetapi hal tersebut juga dipengaruhi oleh kualitas biji yang ditanam.