pohon jabon
tumbuhan jabon

Pohon Jabon – Jenis, Morfologi, Sebaran, Manfaat & Budidaya

Investasi bidang kehutanan dalam bentuk penanaman pohon yang dapat menghasilkan kayu sepertinya belum begitu diminati oleh masyarakat luas. Salah satunya adalah budidaya pohon jabon, pohon penghasil kayu yang tidak kalah menguntungkan jika dibanding jenis pohon lainnya.

Mengenal Pohon Jabon

Pohon jabon juga dikenal dengan nama jabun, kelampayan, empayang, atau worotua. Dalam bahasa Inggris disebut dengan pohon burflower, laran, atau pinus leichhardt. Di India, pohon jabon dinamakan kadam sesuai dengan pengaruh agama dan mitologi Hindu.

Pohon yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara ini bersifat evergreen (daun yang selalu hijau dan tak pernah berubah) serta terkenal akan pertumbuhannya yang cepat. Nama ilmiahnya adalah Neolamarckia cadamba yang diambil dari seorang naturalis dari Perancis bernama Jean-Baptiste Lamarck.

Di beberapa tempat di Indonesia, masyarakat memplesetkan nama jabon menjadi ‘jati bonsor’ karena kemampuan tumbuhnya yang sangat cepat.

Ciri dari tumbuhan jabon salah satunya adalah gugus bunga yang berbentuk bulat, berwarna orange serta aromanya khas. Karena harum, bunganya sering diolah menjadi parfum. Pohon ini banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias, diambil kayunya untuk berbagai keperluan mebel dan bahan baku kertas.

Taksonomi

Kingdom:Plantae
(tanpa takson):Angiospermae
(tanpa takson):Eudikotil
(tanpa takson):Asteridae
Ordo:Gentianales
Famili:Rubiaceae
Genus:Neolamarckia
Spesies:N. cadamba

Jenis Pohon Jabon

Terdapat dua jenis spesies jabon selain Neolamarckia cadamba, yaitu jabon merah (Antocephalus macrophyllus) dan jabon putih (Antochepalus Cadamba).

budidaya jabon agrindoekacipta.com

Jabon merah memiliki karakteristik kayu kuat, daunnya lebar, bebas dan berbulu dibandingkan jabon putih. Bagian bawah daun berwarna semu kemerahanan. Secara kualitas, jabon merah lebih unggul daripada jabon putih, namun memiliki pertumbuhan yang lebih lambat. Sedangkan jabon putih karakteristiknya lebih mirip dengan Neolamarckia cadamba.

Morfologi Jabon

Jabon memiliki batang pohon yang besar dan dapat tumbuh hingga mencapai 45 meter. Pohonnya besar dengan mahkota yang luas, batang silindris dan tegak lurus. Laju tumbuhnya cukup cepat pada 6 hingga 8 tahun pertama. Batangnya berdiamater 100 cm hingga 160 cm.

bunga jabon amazon.in

Pertumbuhan jabon menyesuaikan umur, cuaca dan iklim, maka ranting jabon akan rontok dengan sendirinya sehingga mampu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan secara mandiri. Daun yang tumbuh di ranting memiliki panjang 13 hingga 32 centimeter.

Jika batang pohon jabon disayat, kita akan melihat getah yang keluar dari bagian dalam pohon. Bagian dalam pohon berwarna kekuningan, berserat padat dan halus. Sehingga cocok untuk menjadi bahan furniture atau plywood. Getahnya berwarna putih yang apabila terkena udara akan berubah menjadi kuning.

Bunga jabon akan mulai tumbuh ketika pohon berumur 4 hingga 5 tahun dengan wangi yang sangat harum. Warna bunganya bervariasi antara merah hingga oranye. Gugus bunganya berdiamater sekitar 5,5 cm.

Pohon jabon menghasilkan buah pada bulan Juni hingga Agustus tiap tahunnya. Buah jabon berukuran kecil, mirip kapsul, berwarna kuning atau oranye dan didalamnya terdapat delapan biji yang berbentuk trigonal. Setelah dewasa, buahnya terpisah dan melepaskan bibit-bibit yang akan disebar oleh angin dan hujan.

Jabon memiliki dua jenis akar, yaitu akar tunggang dan lateral. Akar tunggang tumbuh ke bawah dan ukurannya besar serta berfungsi untuk menegakkan pohon agar tidak mudah roboh. Sedangkan akar lateral tumbuh menyamping dan berfungsi untuk menyerap air serta unsur hara dalam tanah.

Habitat dan Sebaran

Agar tumbuh subur, jabon memiliki kriteria ekologi khusus. Jabon akan tumbuh optimal pada wilayah dengan ketinggian 50 hingga 800 meter di atas permukaan laut. pH tanah yang sesuai untuk pohon jabon cenderung asam yaitu 4,5 hingga 7,5.

Curah hujan yang sesuai untuk budidaya jabon sekitar 1500 hingga 3000 milimeter per tahunnya. Sedangkan suhu lingkungan yang diperlukan mulai dari 14 hingga 40 derajat Celcius. Pada budidaya pohon jabon, umumnya pemanenan dapat dilakukan ketika umur pohon memasuki 5 hingga 8 tahun.

Pohon Jabon adalah pohon asli dari wilayah Asia khususnya Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di kawasan Asia Selatan, pohon ini berasal dari wilayah India, Bangladesh, Nepal dan Sri Lanka. Sedangkan di kawasan Asia Tenggara, tanaman jabon berasal dari Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia dan Papua.

Wilayah lain yang menjadi habitat pohon jabon adalah bagian selatan Cina dan Australia. Kini pohon jabon juga mulai diperkenalkan di Puerto Rico.

Manfaat Pohon Jabon

Sama seperti pohon pada umumnya, jabon merupakan tumbuhan yang menghasilkan kayu keras dan banyak digunakan untuk bahan baku meubel atau furniture. Akan tetapi tidak hanya pemanfaatan kayu jabon saja yang diambil, melainkan bagian-bagian tumbuhan jabon lain juga dapat dipergunakan.

goodnewsfromindonesia.org

a. Kayu / Batang

Manfaat utama pohon jabon terletak pada batangnya. Kayu dari pohon jabon banyak digunakan untuk industri mebel dan furniture karena memiliki sifat yang mudah diolah, dipaku, diserut dan penyusutannya rendah.

Selain itu, kayu jabon yang memiliki massa jenis 290 hingga 560 kg per kubik ini mudah disuntik resin untuk memperkuat massa jenis dan kuat tekan kayu. Kayu jabon juga mudah untuk dikeringkan dengan cara penjemuran maupun pengeringan oven.

Air ada di kayu bisa menguap dengan mudah dan hanya meninggalkan sedikit sisa air atau bahkan tidak ada sisa sedikitpun. Kayunya sangat mudah disimpan dengan sistem tekanan vakum atau tangki terbuka. Seratnya pun tidak terlihat.

Berikut ini adalah manfaat jabon yang diambil dari batang kayunya, yaitu:

  • bahan baku plywood
  • konstruksi bangunan
  • bubur kayu
  • bahan baku kertas dan menghasilkan kertas yang cukup bersih
  • papan rumah
  • alas sepatu
  • pembuatan peti dan kotak
  • pembuatan kano
  • bahan baku batang korek

b. Daun Jabon

Daun-daun segar pohon jabon dapat digunakan untuk pakan ternak. Ekstrak daunnya juga bisa diolah menjadi nanopartikel perak yang nantinya digunakan untuk surface-enhanced Raman spectroscopy (SERS).

SERS adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan nanopartikel yang bertujuan untuk memperkuat suatu permukaan logam yang kasar. Selain itu, ekstrak daunnya yang mengandung antimikroba bisa digunakan untuk obat kumur dan obat pelangsing. Daun tuanya bisa digunakan sebagai alas makanan pengganti piring di daerah pedesaan.

c. Akar dan Bunga

Tidak hanya daun dan batang, namun akar dan bunga pohon jabon juga dapat dimanfaatkan. Kulit dari akar pohon jabon bisa diolah menjadi bahan pewarna.

Bunga jabon juga menjadi bahan baku yang penting untuk memproduksi attar. Attar adalah parfum khas India berupa kombinasi dari tanaman sandalwood. Untuk mengekstraknya perlu menggunakan teknik absorbsi dengan teknik hydro-distillation.

Akan tetapi manfaat ini belum dilakukan di Indonesia, karena sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal jabon sebagi jenis kayu untuk pertukangan.

Harga Kayu Jabon

Jabon menjadi salah satu pilihan investasi yang menggiurkan. Pohon jabon naik daun ketika masyarakat pegiat budidaya tanaman kayu mulai meninggalkan jati dan sengon.

Harga 1 kubik kayu jabon saat ini berkisar 2 juta dan cenderung mengalami kenaikan setiap tahun. Waktu tunggu untuk panen kayu jabon pun tidak terlalu lama, yaitu sekitar 5 sampai 7 tahun sehingga semakin diminati oleh masyarakat.

Budidaya Jabon

a. Syarat Tumbuh

Jabon tumbuh baik pada daerah dengan iklim tropis basah dengan ketinggian lokasi tanam 0 hingga 1000 mdpl. Jenis tanah yang cocok untuk budidaya jabon adalah tanah lembung, podsolik cokelat dan aluvial yang biasanya ditemukan pada laha sekitar aliran sungai.

b. Penyemaian Benih

Bibit jabon yang baik dapat diperoleh melalui penebaran benih pada media pasir halus yang ditempatkan pada bak plastik yang bagian bawahnya memiliki lubang resapan air. Bak yang telah terisi benih kemudian diletakkan diatas bak lain yang berisi air dengan tujuan agar air merambat melewati lubang bak persemaian.

Pada proses ini diperlukan pengontrolan penyakit agar kegagalan bibit dapat ditekan. Jika bibit telah tumbuh sekitar 1 cm maka dapat dipindah ke dalam polybag yang telah diisi media tanam berupa campuran tanah dan kompos (2:1).

c. Lahan Tanam dan Penanaman

Lahan tanam budidaya jabon dapat dibut dengan ukuran 4 x 5 meter atau menyesuaikan kondisi lapangan agar perumbuhannya optimal. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 x 40 x 50 cm untuk bibit yang ukurannya 40 hingga 50 cm.

Lubang tanam dapat diberi campuran pupuk kompos dan NPK sekitar 2,5 gram untuk diendapkan pada lubang sedalam 30 cm. Setelah lahan tanam siap, makan penaman bibit pohon jabon perlu menunggi 3 hingg 7 hari.

Buka polybag bibit jabon secara hati-hati agar sistem perakarannya tidak rusak, kemudian masukkan bibit ke lubang tanam dan tutub dengan tanah setinggi 20 cm tanpa pemadatan. Sisa lubang tanam setinggi 10 cm dibiarkan untuk tujuan kantong air.

d. Pemupukan

Perkembangan dan perumbuhan tanaman jabon sangat bergantun pada nutri dalam tanah dan proses penyerapan oleh akar tanaman. Pemupukan dapat dilakukan hingga umur pohon jabon mencapai 3 tahun.

Setelah melewati usia 3 tahun, dekomposisi unsur hara didalam tanah telah berkesinambungan sehingga pemupukan tidak diperlukan lagi. Namun agar hasil panen kayu jabon maksimal, pemupukan juga dapat diberikan hingga usia tanaman mencapai 5 atau 6 tahun.

Berikut ini adalah urutan pemberian pupuk tanaman jabin sesuai usia tanaman, yaitu:

  • awal tanam hingga tahun ke-1 berikan jabon 1 sendok makan pupuk NPK dengan cara ditabur pada pangkal batang tanaman secara merata. Usahakan taburan pupuk tidak mengenai kulit batang tanaman.
  • tahun ke-1 hingga ke-2 berikan pupuk kandang dan kompos sekitar 10 kg dan pupuk NPK sebanyak 250 gram.
  • diatas tahun ke-2 pemberian pupuk dapat dilakukan dengan jenis pupuk kandang maupun kompos sekitar 20 kg dan NPK sebanyak 750 gram.

Pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang befungis sebagai penyerap dan penyimpan unsur hara dalam tanah. Selain itu, pupuk organik juga mempercepat pertumbuhan pada budidaya pohon jabon.

e. Perawatan Hingga Panen

Agar tanaman terhindar dari hama dan penyakit, lakukan penyemprotan pestisida setiap 1 atau 2 minggu selama 3 atau 5 bulan dari penanaman awal. Hali ini bertujuan agar daun jabon tidak habis dimakan oleh ulat daun. Penyemprotan dapat dihentikan apabila daun jabon yang tumbuh jumlahnya cukup banyak. Pada budidaya jabon, pohon dapat dipanen setelah berusia 6 tahun.