Pohon kamper yang memiliki nama ilmiah Cinnamomum camphora. merupakan penghasil kayu kamper. Pohon ini dapat tumbuh besar mencapai ketinggian 20 sampai 30 meter.

Daun pohon kamper memiliki bentuk yang sekilas tampak biasa seperti daun pada pohon-pohon lainnya. Namun jika diamati, daun kamper memiliki tampilan yang cukup mengkilat dan melilin. Selain itu, daun kamper menghasilkan bau dengan aroma kapur barus apabila dilumat.

Pada saat musim semi, pohon kamper akan menghasilkan daun berwarna hijau terang disertai dengan bunga putih kecil. Kamper juga menghasilkan gugusan buah hitam yang menyerupai beri dan memiliki diameter 1 cm. Kulit kayu pohon kamper memiliki ciri pucat dan teksturnya sangat kasar, serta memiliki retakan yang berbentuk vertikal.

Kamper tidak hanya dikenal di Indonesia, beberapa negara lain juga mengenal dan memanfaatkan pohon kamper. Misalnya di negara Taiwan, Korea, Vietnam, dan Jepang, meskipun pohon kamper sendiri berasal dari Tiongkok, tepatnya dari bagian selatan Sungai Yangtze.

Pengenalan Spesies

Pohon kamper termasuk tumbuhan dalam ordo Laurales dan famili Lauraceae. Pohon ini juga menyebar hingga sampai ke Australia sejak tahun 1822. Kamper tersebar hingga Australia berawa sebagao pohon hias yang ditanam di area perkebunan dan taman umum atau ruang terbuka hijau.

Iklim subtropis yang basah di Australia merupakan habitat yang cocok untuk pertumbuhan kamper. Bahlkan, saat ini pohon kamper dianggap sebagai gulma jahat, terutama di wilayah Queensland hingga ke New South Wales.

Di Australia, pohon kamper mampu membuat cekungan pada tanaman muda dengan sangat cepat, sedangkan pohon asli Australia membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk dapat membuat cekungan. Sistem akar kamper sangat besar dan dapat menyebar, sehingga mengganggu sistem drainase dan saluran pembuangan pada daerah perkotaan.

Akar kamper juga dapat merusak area tepi sungai. Selain itu, kandungan kapur barus yang ada pada pohon tersebut dapat membuat tumbuhan lain terganggu pertumbuhannya.

baca juga:  Kopi Liberika - Klasifikasi, Varietas dan Budidaya

Pohon kamper juga menyebar hingga kawasan Amerika Serikat. Pohon ini mulai tersebar di daratan utama Amerika Serikat, tepatnya pada tahun 1875.

Di Amerika Serikat, pohon kamper dinyatakan sebagai spesies invasif dengan kategori I, terutama di Florida. Selain itu, daerah lain juga menganggap pohon ini sebagai pohon pengganggu, seperti di daerah Alabama, California, Florida, Georgia, Hawaii, Louisiana, Mississippi, Carolina Utara, Carolina Selatan, dan terakhir di Texas. 

Komponen Kimia

Pohon kamper atau Cinnamomum camphora mengandung senyawa kimia volatil pada semua bagian tubuh pohon. Sehingga, bagian kayu dan daun pada tanaman ini jika diproses dengan distilasi uap akan menghasilkan minyak atsiri.

Pohon kamper memiliki enam varian senyawa kimia yang berbeda-beda. Keenam senyawa tersebut, yaitu kemotipe atau kamper, linaool, sineola, nerolidol, safrola, dan juga borneol.

Di beberapa daerah seperti Tiongkok, ternyata para pekerja lapangan berusaha untuk menghindari pencampuran kemotipe ketika sedang melakukan panen, agar mereka terhindar dari bau yang ditimbulkan oleh pohon kamper.

Beberapa orang Tiongkok juga menggunakan senyawa sineola dari kamper sebagai penghasil minyak eukaliptus palsu. Varian kimia atau kemotipe pada kamper berbeda-beda dan bergantung pada negara asal pohon tersebut.

Pohon kamper yang berasal dari Tiongkok dan Taiwan tentu memiliki varian kimia yang berbeda. Varian kimia pada kamper dapat dikenali berdasarkan dari asal negaranya. Misalnya pohon kamper yang tumbuh di daerah Taiwan dan Jepang umumnya memiliki kandungan linaool yang sangat tinggi. Bahkan kandungan linaoolnya dapat mencapai 80% – 85%.

Sedangkan di daerah India dan Sri Lanka, kandungan kemotipe atau kapur barusnya sangat tinggi dan dominan. Lain halnya dengan pohon kamper yang tumbuh di daerah Madagaskar. Di daerah tersebut pohon kamper memiliki kandungan sineola yang tinggi mencapai 40% – 50%.

baca juga:  Hutan Sabana - Pengertian, Ciri, Flora Fauna dan Potensi Wisata

Di Madagaskar, minyak atsiri hasil dari pohon kamper dikenal dengan istilah ravintsara dan dijual oleh para penduduk Madagaskar.

jokowi dan pm china menanam kamper Liputan6

Manfaat dan Kegunaan

Beberapa manfaat yang bisa diambil dari pohon kamper adalah minyak atsiri, harsa serta damar. Selain itu, kamper yang juga disebut dengan nama tanaman kayu kapur atau tanaman kapur barus ini memiliki beberapa khasiat lain, sebagai berikut:

  • Khasiat Pengobatan

Pohon kamper memiliki khasiat dan kegunaan yang cukup banyak di bidang kesehatan dan pengobatan. Tanaman kamper dapat digunakan sebagai analgesik atau pereda nyeri. Selain itu, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai obat untuk sakit mata, sakit gigi dan sebagai tonikum.

Biji kamper bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk sakit perut. Kemudian, balsem yang dibuat dari kapur barus juga berkhasiat untuk mengobati penyakit rematik.

  • Kandungan Borneol 93%

Beberapa ahli menyatakan bahwa kandungan borneol pada kristal kamper sangat tinggi, hingga mencapai 93%. Selain itu ,pohon ini juga mengandung minyak kapur mencapai 31%. Minyak kapur dikenal efektif untuk pengobatan tradisional berbagai macam penyakit ringan dan digunakan sebagai minyak gosok, terutama di daerah Aceh.

  • Menghambat Perkembangan Bakteri

Senyawa borneol yang terdapat pada pohon kamper mampu menghambat perkembangan mikroba dan bakteri lainnya. Senyawa borneol mengandung antioksidan yang cukup tinggi.

Senyawa ini juga mampu mengatasi gangguan sistem saraf dan memiliki efek menenangkan pada orang yang menggunakannya. Oleh karena itu, senyawa ini seringkali digunakan sebagai obat untuk mengatasi rasa nyeri, seperti nyeri otot ataupun nyeri sendi.

  • Kapur Barus

Kapur barus yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari berasal dari pohon kamper. Kapur barus juga bisa digunakan sebagai bumbu masak, bahan pembuatan dupa, serta manfaat obat. Sedangkan di Indonesia, kamper atau kapur barus dimanfaatkan sebagai obat nyamuk sekaligus sebagai pembunuh kutu.

baca juga:  Pohon Gaharu - Ciri, Manfaat, Jenis dan Budidaya

Kayu Kamper

Kayu kamper cukup populer untuk bahan dekorasi rumah, sebab kayu kamper memiliki ketahanan yang baik dan anti rayap.

Samarinda merupakan penghasil kayu kamper yang memiliki serat lebih halus dibanding kayu kamper dari daerah Kalimantan lainnya. Di daerah ini, umumnya tinggi pohon akan tumbuh mencapai 20 m hingga 30 m dengan diamater 60 cm hingga 120 cm.

kayu kamper Dekoruma

Untuk membedakan jenis kayu kamper dengan kayu lainnya, misalnya kayu gaharu atau eboni. Maka dapat dilihat dari pola seratnya, yaitu pola serat lurus atau bergelombang pada kayu kamper.

Kayu kamper memiliki tekstur agak kasar jika diraba dan mengkilap atau berkilau ketika dilihat. Kayu ini merupakan jenis kayu yang awet dan tahan lama, serta memiliki daya tahan terhadap serangga seperti rayap.

Kayu kamper masuk dalam kayu kelas awet II dan kelas kuat I. Bahkan, kualitas kayu kamper dapat dikatakan hampir mendekati kayu jati. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kayu kamper memiliki aroma khas yang menjadikannya enggan didekati oleh serangga pemakan kayu.

Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan kayu kamper:

  • Kelebihan
    • Memiliki serat yang indah
    • Memiliki kekuatan kelas I
    • Memiliki keawetan kelas II
    • Tahan terhadap rayap
    • Memiliki aroma khas
  • Kekurangan
    • Mudah melar
    • Rapuh jika terkena air dalam jangka panjang

Dengan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh kayu kamper, maka kayu ini cocok untuk bahan konstruksi dan pembuatan plafon rumah.

Referensi: https://www.dekoruma.com/artikel/74105/apa-itu-kayu-kamper | berbagai sumber

5.0
23