Pohon Kelapa – Taksonomi, Morfologi, Manfaat, Kandungan Buah & Cara Budidaya

Pohon kelapa adalah tanaman asli daerah tropis. Tumbuhan ini hampir selalu dapat ditemukan di kawasan sepanjang garis khatulistiwa. Selain tumbuh liar, pohon kelapa juga tumbuh subur dengan melalui pembudidayaan. Jadi jangan heran, jika kelapa juga banyak ditemukan di seluruh penjuru Indonesia, mulai dari daerah pantai yang datar hingga daerah pegunungan yang tinggi.

Sedangkan di kawasan padat penduduk seperti Pulau Jawa dan juga Bali. Pada umumnya pohon kelapa lebih banyak ditanam di tanah tegalan atau pekarangan. Sementara di daerah dengan kepadatan penduduk lebih rendah, seperti daerah transmigrasi, pohon ini lebih banyak ditanam di lahan terbuka dan lebih luas dengan pola monokultur.

Mengenal Pohon Kelapa

Pohon kelapa memiliki nama ilmiah Cocos Nucifera yang termasuk dalam marga Cocos dari suku Arecaceae. Hampir seluruh bagian dari tumbuhan ini dapat sehingga tak heran jika banyak yang menyebutnya sebagai tanaman serbaguna. Apalagi bagi masyarakat yang mendiami kawasan pesisir pantai, seluruh bagian pohon ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Bagian-bagian yang bermanfaat dari untuk kehidupan manusia meliputi buah kelapa untuk bahan makanan atau minuman, alat rumah tangga, bahan bangunan, dan lainnya. Contohnya adalah bagian tempurung yang bisa dimanfaatkan sebagai arang tempurung, buahnya untuk bahan dasar santan, minyak kelapa, serta campuran beragam olahan makanan.

Selain itu, daunnya juga bisa dijadikan bahan dasar untuk pembuatan sapu lidi. 

Taksonomi Kelapa

Taksonomi atau klasifikasi ilmiah tumbuhan kelapa adalah sebagai berikut:

KingdomPlantae
Sub kingdomTracheobionta
Sub divisiSpermatophyta
DivisiMagnoliophyta
KelasLiliopsida
Sub kelasArecidae
OrdoArecales
FamiliArecaceae
GenusCocos
SpesiesCocos Nucifera L.

Morfologi

Berikut ciri morfologi atau karakteristik dari tumbuhan kelapa, antara lain:

1. Akar

Pohon kelapa mempunyai jenis akar serabut yang cukup tebal dan berkayu serta bentuknya berkerumun layaknya bonggol. Akar ini sangat kuat sehingga mampu menopang pertumbuhan kelapa, bahkan kuat untuk menahan terjangan angin.

2. Bunga

Bunga kelapa termasuk bunga majemuk yang tumbuh di bagian ketiak daun dengan membentuk tandan. Bunga ini berwarna putih agak kekuningan tekstur agak keras yang dilindungi tempurung berbentuk memanjang pada bagian manggarnya. Panjang bunga ini bisa mencapai 30 cm hingga 1,5 m.

3. Buah

Buah kelapa berbentuk bulat cukup dan ukurannya cukup. Namun ada juga yang lonjong tergantung pada tiap jenis varietas kelapa. Diameter buah kelapa sekitar 10 hingga 20 cm. Warnanya pun beragam, mulai dari hijau, kuning, oranye atau merah kecokelatan apabila buah kelapa telah tua.

4. Batang

Batang pohon kelapa berbentuk kayu dengan rongga seperti serabut. Batang ini mampu tumbuh mencapai ketinggian 20 m secara tegak.

Pohon kelapa adalah tumbuhan tidak bercabang. Kulit batangnya sangat kasar. Biasanya, batang pohon kelapa sengaja diberi lubang sebagai tempat pijakan untuk memanjat. Namun, lubang seperti ini juga dapat terbentuk secara alamiah.

Manfaat Pohon kelapa

Salah satu bagian penting dari pohon kelapa yang bisa dimanfaatkan adalah air dari buahnya. Selain mampu menghilangkan dahaga, air kelapa juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh.

buah kelapa Pixabay

Air kelapa mengandung khasiat dengan gizi luar biasa. Bukan hanya unsur makro berupa nitrogen dan karbon, namun juga unsur lainnya yang dibutuhkan tubuh. Sebagai informasi, unsur nitrogen di dalam air kelapa adalah protein yang tersusun atas asam amino, arginin, alanin, sistin, serin, dan alin.

Jika dibandingkan dengan asam amino yang terdapat dalam susu sapi, asam amino pada air kelapa ternyata jauh lebih tinggi. Sementara itu, unsur karbonnya berbentuk karbohidrat sederhana berupa mineral yang dibutuhkan tubuh sebagai pengganti ion. Sehingga sangatlah wajar, jika setelah mengonsumsi air kelapa, tubuh akan terasa segar kembali.

Jika diteliti lebih lanjut, air kelapa juga mengandung banyak vitamin, seperti vitamin C yang lebih dominan asam nikotinat, asam pantotenat, biotin, asam folat, dan riboflavin. Oleh karena itu, air kelapa juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan tradisional sekaligus kecantikan.

Tak hanya itu, air kelapa juga kaya akan kalium atau potasium. Kandungan gulanya pun cukup bervariasi antara 1,7 hingga 2,6 persen serta protein antara 0,07 hingga 0,55 persen. Tak heran jika air kelapa sangat berpotensi untuk dijadikan bahan baku produk pangan, mulai dari bahan pembuatan jelly, dektran, cuka, nata de coco hingga minuman beralkohol.

Lain halnya dengan daging buah kelapa, bagian ini kerap dimanfaatkan untuk diambil minyaknya. VCO adalah salah satu jenis minyak kelapa yang dihasilkan melalui proses tertentu sehingga kandungannya tetap terjaga dengan baik.

Hal tersebut juga dimaksudkan sebagai pembeda antara proses pengolahan minyak kelapa melalui pengolahan yang melibatkan bahan kimia dengan pengolahan melalui tahapan pemurnian atau refining.

Sementara itu, bagian akar pohon kelapa bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan bir dan zat pewarna makanan. Batangnya kerap dijadikan untuk bahan baku perabotan rumah tangga. Tak jarang pula, batang kelapa dijadikan kayu bakar di dapur-dapur rumahan.

Sementara bagian daunnya bisa digunakan sebagai bahan pembungkus ataupun dianyam sedemikian rupa untuk dijadikan atap rumah. Tulang daunnya pun tak perlu dibuang karena masih bisa digunakan untuk membuat sapu.

Untuk bagian bunganya mampu menghasilkan cairan yang dikenal dengan nama nira. Rasanya sangat manis sehingga biasa dijadikan bahan baku utama pembuatan gula nira ataupun minuman. Selain itu, nira juga bisa digunakan untuk pembuatan gula aren atau gula merah.

Budidaya Pohon Kelapa

Sebenarnya cara menamam pohon kelapa tidak terlalu sulit jika kita memahami langkah-langkahnya dengan benar. Berikut ini adalah cara budidaya kelapa serta cara perawatannya, yaitu:

pohon kelapa Pixabay

1. Peremajaan

Proses peremajaan pohon kelapa bisa dilakukan dengan memerhatikan beberapa kriteria, yaitu tinggi batang kelapa sudah lebih dari 15 m, usia lebih dari 50 tahun, dan produksi buahnya kurang dari 3 butir per tahun atau setara dengan 0,5 ton kopra per hektar per tahun.

2. Pembibitan

Sebaiknya pilih benih unggul yang berasal dari Blok Penghasil Tinggi atau BPT dan tidak terkena hama penyakit. Alangkah lebih baik lagi jika benih disiapkan sejak 10 – 12 bulan sebelum masa tanam dimulai. Sementara itu, bibit baru bisa dipindah tanam pada areal lahan budidaya setelah berusia 8 – 10 bulan.

3. Pembuatan Lubang Tanam

Apabila ingin membuat lubang tanam, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat barisan ajir di antara kelapa tua dengan jarak sekitar 8,5 x 8,5 m atau 9 x 9 x 9 m berbentuk segitiga.

Sebelum bibit mulai ditanam, lubang tanam harus dibuat lebih dulu dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm atau bisa disesuaikan dengan berat ringannya tanah yang diolah. Ketahuilah, ukuran lubang tanam lebih besar untuk tanah berat dan lebih kecil untuk tanah ringan.

4. Proses penanaman

Sebaiknya pada 2- 4 minggu sebelum bibit pohon kelapa mulai ditanam, timbun dahulu lubang tanam dengan tanah yang telah dicampur 20 kg pupuk kandang atau pupuk lainnya sesuai kebutuhan.

Perhatikan juga kondisi tanaman dan tanahnya. Tanam bibit kelapa tersebut pada bagian tengah lubang dengan kedalaman sekitar 10 cm dari permukaan tanah.