Pohon Ketapang – Taksonomi, Morfologi, Sebaran, Habitat & Manfaat

Pohon ketapang adalah salah satu jenis tanaman berkayu yang cukup dikenal di masyarakat Indonesia. Pohon yang tumbuh rindang ini seringkali ditanam di halaman rumah atau sepanjang jalan sebagai tumbuhan peneduh.

Jika diamati, pohon ini mempunyai cabang dan tajuk yang berbentuk unik dan khas. Selain itu, bentuk dan ukuran daun ketapang termasuk besar dan tebal dibanding daun pohon lainnya.

Ada banyak hal menarik seputar pohon ketapang, termasuk dalam hal pemanfaatannya. Tenyata pohon berumur panjang dan bisa mencapai ukuran besar ini tak hanya bermanfaat bagi lingkungan, melainkan memiliki khasiat obat dan sebagainya.

Taksonomi

Sebagai tanaman yang tumbuh subur di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara lainnya, pohon ketapang mempunyai sederet nama sesuai wilayah hidupnya. Nama ketapang merupakan istilah umum untuk menyebut tanaman ini, tetapi ada pula penamaan lain untuk menyebut pohon ini, seperti katafa oleh masyarakat Nias dan hatapang oleh Suku Batak.

tumbuhan ketapang Pixabay

Tidak hanya itu, masih ada istilah lain seperti katapieng yang digunakan Suku Minangkabau, lahapang di Simeulue, atapang menurut Suku Bugis, tarisei dan salrise dalam bahasa Sulawesi Utara, ngusu dan tiliho oleh penduduk Maluku Utara, sarisalo di Maluku, serta kalis dan kris oleh masyarakat Papua.

Sedangkan nama global yang dipakai dalam dunia internasional untuk menyebut pohon ketapang antara lain tropical almond, umbrella tree, sea almond, serta beach almond.

Berikut ini adalah sistem klasifikasi atau taksonomi dari pohon yang kerap ditanam sebagai pelindung ini, yaitu:

KingdomPlantae
FilumTracheophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoMyrtales
FamiliConbretaceae
GenusTerminalia
SpesiesTerminalia catappa

Tidak hanya penyebutan namanya yang beragam. Nama latin ketapang juga bermacam-macam, yaitu Terminalia catappa yang bersinonim dengan Terminalia moluccana, Terminalia letifolia, serta Terminalia procera.

Morfologi Ketapang

Pohon ketapang merupakan tumbuhan berkayu dengan percabangan banyak dan daun yang rindang. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa pohon ini kerap dijadikan sebagai pohon peneduh.

Jika diperhatikan lebih saksama pohon ketapang memiliki tajuk khas yang tumbuh secara bertingkat sehingga menyerupai pagoda serta cabang yang mendatar.

1. Akar

Tanaman peneduh ini merupakan kelompok tumbuhan dikotil atau berkeping dua, sehingga sistem perakarannya adalah akar tunggang. Jenis akar tunggang ketapang adalah akar tunggang bercabang, karena terdapat satu pokok berbentuk kerucut yang arah tumbuhnya lurus ke bawah dan memiliki banyak cabang akar yang tumbuh ke samping sebagai penopang.

2. Batang

Pohon dengan nama latin Terminalia catappa ini memiliki batang berkayu dan mampu tumbuh mencapai ketinggian sekitar 35 meter. Tekstur batangnya kasar sebab terdapat alur atau sulcatus di permukaan kulit batang. Alur tersebut akan terlihat sangat jelas jika diperhatikan secara membujur.

Batang pohon ketapang berbentuk bundar atau teres dan tumbuh secara tegak lurus ke atas. Meski begitu batang pokok tanaman ini biasanya sulit untuk diidentifikasi, karena ukurannya yang tidak jauh berbeda dengan percabangan. Oleh karena itu percabangan ketapang juga disebut percabangan simpodial.

Tidak jarang ukuran cabang lebih besar daripada batang pokok. Hal itu dikarenakan proses pertumbuhan dan perkembangan batang biasanya lebih cepat berhenti, sedangkan cabangnya terus tumbuh. Sistem percabangan pohon ketapang tumbuh secara mendatar dan membentuk sudut siku-siku dengan pokok batangnya.

3. Daun

Daun ketapang masuk dalam kelompok daun tidak lengkap, karena unsur penyusunnya hanya ada dua, yaitu tangkai daun dan helai daun. Sedangkan daun lengkap harus memiliki tiga bagian, yaitu pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus), dan juga helai daun (lamina).

Tangkai daun pohon ketapang sama seperti daun pada umumnya, berbentuk silinder dengan sisi pangkal melebar dan cenderung pipih. Sementara itu helaian daunnya berbentuk seperti telur yang terbalik atau seperti jantung. Tekstur permukaan atasnya agak licin sementara permukaan bawahnya berambut halus.

Sistem pertulangan daun ketapang menyirip karena mempunyai satu tulang daun besar sebagai induknya. Tulang daun berada di bagian pangkal daun. Selain itu ada pertulangan cabang yang muncul dari bagian pusat daun menuju luar tepi daun.  Jika diraba daun pohon ketapang juga terasa lunak dan tipis.

4. Bunga

Bunga pohon ketapang berukuran kecil dan bentuknya menyerupai lonceng. Ukurannya sekitar 4 sampai 8 mm dengan warna putih, krem, hingga kuning. Bunga ketapang tidak memiliki mahkota tetapi terdapat kelopak yang berjumlah 5 helai untuk setiap bunga. Titik tumbuh bunga ketapang berkumpul di ujung ranting sepanjang 8 hingga 25 cm.

5. Buah

Pohon ketapang juga menghasilkan buah yang bentuknya mirip almond. Oleh sebab itu, pohon ini juga disebut sebagai tropical almond. Buah ketapang berukuran antara 4 hingga 5,5 cm dan berwarna hijau pada saat masih muda, kemudian berubah menjadi merah kecokelatan setelah masak. Buah ini mempunyai biji di dalamnya yang terlindungi oleh kulit buah yang licin.

6. Biji

Di dalam buah pohon ketapang terdapat biji yang terbungkus oleh serat. Biji ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu kulit biji dan tali pusar. Kulit biji terdiri atas dua lapisan, yaitu testa atau lapisan kulit terluar dan tegmen atau lapisan kulit terdalam. Lapisan terluar berfungsi sebagai pelindung, karena mempunyai tekstur yang keras layaknya kayu.

Bagian kedua dari biji ketapang adalah tali pusar yang menjadi penghubung antara biji dengan tembuni. Secara sederhana tali pusar ini berperan seperti tangkai pada biji. Apabila biji sudah masak, maka secara otomatis biji tersebut lepas dari tali pusar. Meski begitu bekas keberadaan tali pusar cukup jelas di bagian atas biji.

Habitat Pohon Ketapang

Habitat tumbuh paling optimal pohon ketapang adalah lingkungan pesisir pantai. Oleh sebab itu tanaman ini juga biasa disebut sebagai tumbuhan pinggir pantai. Akan tetapi sebenarnya ketapang juga mempunyai kemampuan untuk beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan.

daun ketapang Pixabay

Kawasan yang berada pada ketinggian antara 400 meter di atas permukaan laut merupakan lokasi paling cocok untuk menanam pohon ketapang. Apalagi jika didukung dengan curah hujan rata-rata 1000 sampai 3500 mm per tahun pada rentang bulan kering, yaitu selama enam bulan.

Pohon ketapang akan menggugurkan daunnya sebanyak dua kali dalam satu tahun. Hal itu dilakukan sebagai upaya bertahan hidup saat musim kemarau yang kering. Lalu ketika musim penghujan tiba, maka secara perlahan-lahan pohon peneduh ini akan kembali mengeluarkan kuncup daunnya.

Asal & Sebaran

Pohon ketapang disebut-sebut sebagai salah satu tanaman asli dari Asia Tenggara. Pendapat ini cukup kuat jika melihat bahwa lingkungan yang paling cocok untuk pertumbuhan ketapang adalah kawasan beriklim tropis. Akan tetapi di Indonesia pohon ini cukup jarang dijumpai di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan.

Berawal dari wilayah Asia Tenggara, pohon ketapang kemudian menyebar ke berbagai kawasan lainnya, seperti bagian utara Australia, Polinesia, India, Pakistan dan Madagaskar, kemudian tersebar ke Benua Afrika bagian timur dan barat, hingga akhirnya mencapai Benua Amerika bagian selatan dan tengah.

Status Kelangkaan

Tanaman peneduh telah tercatat di dalam daftar International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Status yang diberikan untuk tanaman ini adalah Least Concern (LC) yang berarti setelah dilakukan penelitian tidak ada indikasi yang menunjukkan bahwa pohon ketapang masuk sebagai flora terancam.

Status tersebut ditetapkan pada tahun 2018 dan telah diperbaharui pada tahun 2019. Selain itu, status Least Concern diberikan karena populasi ketapang masih stabil. Hal ini cukup sepadan dengan tingkat persebarannya yang nyaris dapat dijumpai di seluruh dunia.

Perkembangbiakan

Perbanyakan pohon ketapang dilakukan melalui bijinya. Biji ketapang yang telah masak secara alami akan lepas dari tembuninya. Biji-biji inilah yang kemudian akan membentuk anakan baru jika berada di lingkungan yang cocok untuk hidup.

Pohon ketapang yang banyak tumbuh dan ditanam di pinggir pantai secara alami akan menjatuhkan buahnya. Buah tersebut kemduian terbawa arus laut sehingga terombang-ambing selama beberapa waktu di lautan. Ketika buah tersebut mencapai daratan, maka secara tunas akan tumbuh dari bijinya.

Proses penyebaran biji ketapang juga bisa dilakukan dengan bantuan kelelawar. Satwa ini seringkali memakan kulit atau daging buah pohon ketapang. Terkadang juga membawa buah tersebut pergi ke tempat lain. Dari sinilah kemudian biji ketapang menyebar dan tumbuh.

Selain proses perkembangbiakan alami, manusia juga berperan penting terhadap pertumbuhan pohon rindang ini. Bahkan beberapa penjual tanaman hias menjual bibit pohon ketapang.

Berikut adalah cara sederhana untuk menanam pohon ketapang sendiri, yaitu:

1. Pemilihan Biji Ketapang

Keuntungan menanam pohon ketapang adalah sifatnya yang mudah beradaptasi dengan berbagai macam kondisi lingkungan. Jadi tidak mutlak harus ditanam di habitat yang optimal, seperi pesisir pantai.

Tahap pertama penanaman ketapang adalah melakukan pemilihan biji. Biji ketapang yang sudah masak akan lepas sendiri dari buahnya, akan tetapi jika belum maka biji tersebut dapat dilepaskan sendiri. Caranya mudah, yaitu dengan membelah buah ketapang dan mengambil biji di dalamnya. Agar kualitas biji yang dihasilkan baik, maka terlebih dahulu lakukan pengeringan.

Pengeringan biji ketapang daoat dilakukan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari setidaknya selama lima hingga enam jam. Setelah itu biji ketapang kemudian diletakkan tempat teduh. Lama penyimpanan kurang lebih selama satu hari sebelum mulai ditanam.

2. Pembuatan Bibit

Biji ketapang yang telah melalui proses pengeringan dan penyimpanan selama satu hari bisa langsung ditanam di dalam polybag. Pada tahap ini asupan sinar matahari dan air yang cukup menjadi faktor penentu keberhasilan pembibitan pohon ketapang.

Oleh sebab itu, biji ketapang yang sudah ditanam di dalam polybag sebaiknya ditempatkan pada lokasi yang mudah memperoleh sinar matahari dan juga air. Tempat yang cocok adalah halaman rumah yang cukup teduh. Proses pembibitan ini berlangsung sampai anak pohon ketapang mencapai tinggi kurang lebih 30 cm.

3. Penanaman Permanen

Bibit ketapang yang sudah mencapai tinggi sekitar 30 cm telah layak dipindahkan ke media tanam permanen. Media tanam yang optimal untuk penanaman pohon ketapang setidaknya berupa lubang berukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 40 cm.

Akan tetapi sebelum memindahkan anak pohon ketapang, sebaiknya lubang tersebut diisi dengan pupuk terlebih dahulu dan dibiarkan dalam kondisi terbuka sampai dua pekan. Hal ini dilakukan agar kondisi tanah maksimal dan baik untuk ditanami pohon ketapang.

Manfaat Pohon Ketapang

Pohon ketapang mempunyai banyak sekali manfaat untuk kehidupan manusia. Maka dari itu kegiatan budidaya ketapang cukup banyak dilakukan. Akan tetapi tidak semua orang paham dan mengetahui manfaat tanaman peneduh ini.

buah ketapang Pixabay

Berikut adalah beberapa manfaat tumbuhan ketapang dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

1. Pohon Peneduh

Sudah menjadi rahasia umum jika manfaat utama pohon ketapang adalah sebagai peneduh jalan dan halaman. Hal ini dikarenakan pertumbuhan pohon ketapang yang menyerupai payung lebar dan rindang. Maka dari itu jika ditanam di pinggir jalan akan memberi rasa teduh.

Namun ada kekurangan dari pohon ini, yaitu jumlah daun yang digugurkan sangat banyak ketika musim kemarau, sehingga membuat lingkungan sekitarnya kotor. Umumnya kondisi ini terjadi dua kali dalam setahun dan bertepatan. Kekurangan berikutnya adalah sistem perakaran tunggang yang kuat dan mampu merusak konstruksi jalan dan bangunan.

2. Bahan Pewarna Alami

Pohon ketapang mempunyai kandungan tanin didalam daun dan kulit batangnya. Senyawa tanin dikenal sebagai pewarna hitam jika dilarutkan. Pewarna ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, misalnya industri tekstil.

3. Konstruksi Bangunan

Sebagai tanaman berkayu besar, pohon ketapang juga biasa diambil kayunya untuk dimanfaatkan dalam bidang konstruksi bangunan. Kayu ketapang memiliki warna antara merah bata dan cokelat pucat. Teksturnya keras, tetapi tidak setahan lama kayu meranti.

Banyak masyarakat yang memanfaatkan kayu ketapang sebagai bahan bangunan, misalnya dijadikan lantai kayu. Selain itu masyarakat zaman dulu juga memanfaatkan kayu ketapang sebagai bahan membuat perahu karena ukurannya yang besar.

4. Pengganti Kacang Almond

Ada satu fakta menarik seputar pohon ketapang, yaitu bijinya dapat dikonsumsi bahkan tanpa harus diolah terlebih dahulu. Telah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu nama tanaman peneduh ini adalah sea almond. Istilah almond tersebut merujuk pada kemiripan biji ketapang dengan kacang almond.

Dalam bidang kuliner, biji ketapang biasanya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Biji ketapang juga sering dijadikan sebagai campuran untuk membuat kue menggantikan kacang almond ataupun biji kenari.

5. Penetral pH Air

Pemanfaatan pohon ketapang sebagai penetral pH air biasanya dilakukan oleh masyarakat yang memelihara ikan. Daun tanaman ini diambil kemudian dimasukkan ke dalam air untuk menetralkan pH-nya. Air yang mempunyai pH netral diketahui sangat baik sebagai media memelihara ikan terutama ikan cupang.