Pohon Kurma – Asal, Sebaran, Habitat, Manfaat & Cara Budidaya

Pohon kurma merupakan jenis tumbuhan palma atau palem yang mampu beradaptasi cukup baik di iklim kering atau bahkan sangat panas. Pohon ini pun sangat fleksibel dan cenderung toleran terhadap berbagai macam jenis tanah, termasuk tanah basah.

Bisa dibilang sebenarnya pohon kurma lebih membutuhkan musim panas yang panjang dengan curah hujan minimun dengan tingkat kelembaban yang rendah. Sebab iklim seperti ini dibutuhkan tanaman kurma saat masa penyerbukan hingga panen. Akan tetapi, pohon kurma tetap membutuhkan air yang cukup agar mampu melakukan proses pembuahan.

Taksonomi Pohon Kurma

Kurma memiliki nama latin phoenix dactylifera yang berasal dari bahasa Yunani. Perlu diketahui, tanaman kurma telah menjadi sumber makanan utama sejak beribu tahun lalu. Di Indonesia, sebagian besar masyarakatnya lebih menyukai beberapa jenis kurma, seperti kurma nabi atau ajwa, kurma mesir, kurma lulu, dan juga kurma tunis.

Pixabay
\

Berikut ini adalah klasifikasi pohon buah kurma, yaitu:

KingdomPlantae
Sub kingdomTracheobionta
DivisiMagnoliophyta
Sub divisiSpermatophyta
KelasLiliopsida
Sub kelasArecidae
OrdoArecales
FamiliArecaceae
GenusPhoenix
SpesiesPhoenix dactylifera L.

Morfologi Pohon Kurma

Morfologi pohon kurma terbilang sangat unik. Sebab pohon ini mampu tumbuh mencapai ketinggian 15 hingga 25 meter. Umumnya tumbuhan kurma akan tumbuh membentuk rumpun dengan sejumlah batang pada suatu sistem dari akar tunggal. Inilah alasan mengapa pohon kurma juga bisa disebut sebagai tanaman dengan pertumbuhan tunggal.

Berikut ini adalah penjelasan dari ciri dan karakteristik bentuk pohon kurma, antara lain:

1. Batang

Seperti yang tadi telah disebutkan, bahwa pohon kurma mampu tumbuh hingga ketinggian 25 meter. Namun perlu diketahui jika tanaman ini memiliki batang dengan tekstur tidak sesuai atau tidak merata. Akan tetapi hal inilah yang membuat tumbuhan kurma jadi lebih unik.

Pohon ini memiliki batang berdiameter sekitar 40 hingga 45 cm. Meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pertumbuhan batang kurma bisa melebihi dari angka tersebut. Bentuk batangnya bulat seperti tanaman jenis lain pada umumnya.

2. Daun

Bukan hanya memiliki batang yang unik, tanaman buah kurma juga memiliki bentuk daun yang berbeda dari beberapa jenis tanaman lain. Apabila dilihat dari sisi daunnya, kurma memiliki daun dengan diameter antara 3 sampai 4 meter, bahkan terkadang dijumpai ukuran lebih dari itu.

Setiap daun tersebut memiliki duri yang jadi ciri khasnya. Sebagian besar daun kurma berbentuk menyirip dengan 150 pucuk daun muda berukuran panjang sekitar 30 cm dan lebar 2 cm.

3. Bunga

Bunga pohon kurma dapat dibilang sangat cantik. Namun bentuk antara bunga jantan dan betina menjadi cukup sulit dibedakan. Hal ini disebabkan karena adanya rentangan di setiap mahkota bunga kurma yang tumbuh mencapai 6 hingga 10 meter. Bunga kurma juga memiliki semacam rumah dengan ukuran mencapai 16 sampai 20 meter.

Pada umumnya, bunga jantan dan bunga betina pada tanaman ini sangat sulit dibedakan. Namun, jika dicermati lebih lanjut, kedua jenis bunga ini memiliki perbedaan pada pangkal pelepahnya. Bunga jantan memiliki pangkal pelepah kekuningan dan berwarna lebih terang. Sementara bunga betina justru terlihat keabu-abuan.

3. Buah dan biji

Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak asing dengan buah kurma, terutama saat Ramadhan. Bagi sebagian besar masyarakat mungkin mengira bahwa buah kurma hanya berwarna cokelat agak gelap. Padahal, buah kurma memiliki berbagai varian warna lainnya.

Ada jenis buah kurma yang berwarna kemerahan dan ada juga yang berwarna kuning muda. Rata-rata setiap buahnya berbentuk lonjong dengan ukuran mencapai 2 sampai 7,5 cm dan berbiji. Biji tersebut berbentuk lonjong dan memanjang berwarna cokelat terang dengan panjang lebih dari 1 cm.

Asal dan Sebaran

Banyak pendapat yang menetapkan jika pohon kurma berasal dari kawasan Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak 4000 SM. Pohon ini harus ditanam di daerah yang kering dan panas, serta mengandung pasir agar bisa tumbuh dengan subur.

Hal ini disebabkan karena tanaman kurma termasuk dalam jenis pohon palem. Itulah sebabnya mengapa pohon kurma banyak ditemukan di kawasan Afrika dan Timur Tengah, seperti Mesir, Irak, dan Arab Saudi.

Habitat Pohon Kurma

Sesuai asal usulnya, habitat tumbuhan kurma ialah wilayah dengan iklim dan cuaca khas timur tengah dengan panas yang luar biasa. Bahkan sebagian besar pohon kurma hanya tumbuh di padang pasir yang tandus, sehingga tidak heran jika sebagian orang mengira bahwa kurma tidak bisa ditanam di daerah lain dengan iklim berbeda.

Namun ternyata, pohon kurma juga bisa tumbuh di berbagai negara seperti Thailand dan juga Indonesia. Bahkan, beberapa petani di Indonesia merawat dan membudidayakan kurma dengan baik sehingga menghasilkan panen buah kurma melimpah.

Manfaat Pohon Kurma

Selain buahnya yang mempunyai nutrisi dan gizi tinggi, ada banyak manfaat lain dari pohon kurma. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pemanfaatan bagian tanaman kurma, antara lain:

buah kurma Pixabay

1. Batang

Biasanya batang pohon kurma digunakan untuk tiang atau langit-langit pondok atau rumah. Batang kayu kurma memiliki bobot lebih ringan dibanding kayu pohon kelapa. Akan tetapi kayu batang kurma tidak memiliki daya keawetan yang baik sehingga tidak tahan lama. Selain sebagai bahan baku konstruksi, kayu pohon kurma juga bisa digunakan sebagai kayu bakar.

2. Getah

Pohon kurma menghasilkan getah yang ternyata bisa dimanfaatkan. Getah kurma bisa dijadikan bahan baku sirup ataupun produk lain yang aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

3. Daun

Umat Kristiani biasanya menggunakan daun kurma sebagai properti dalam upacara Palm Sunday. Begitu juga dengan para penganut Yahudi yang menggunakan daun-daun kurma sebagai lulav saat perayaan Sukkot atau salah satu hari libur di sana.

Daun kurma juga banyak ditemukan di berbagai pondokan yang ada di Afrika Utara. Daun kurma yang telah tua juga bisa dibuat menjadi kerajinan, seperti layar, keranjang, kipas, bahkan tikar yang nyaman. Daun ini pun bisa diolah menjadi isolasi, sedangkan tangkai daunnya yang telah kering bisa dijadikan sumber selulosa ataupun sapu, umpan pancing, tongkat jalan, dan bahan bakar.

4. Biji

Selain sebagai bakal tanaman pohon kurma, biji kurma juga bisa digunakan sebagai pakan ternak. Caranya membuatnya diawali dengan merendam biji kurma dalam air agar lunak dan dapat dikonsumi hewan ternak.

Sementara itu, minyak yang berasal dari biji kurma bisa dimanfaatkan sebagai produk kosmetik dan kecantikan. Jadi jangan heran jika ada produk sabun yang terbuat dari bahan minyak biji kurma.

Apabila diolah lebih lanjut, biji kurma ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber asam oksalat. Benihnya juga bisa dibakar untuk membuat arang yang sering digunakan pengrajin perak untuk mencetak perak menjadi kalung.

Sama halnya seperti biji kopi, biji kurma juga bisa dijadikan sebagai bahan baku minuman. Cara pengolahannya pun sama seperti pengolahan biji kopi pada umumnya.

5. Buah

Salah satu bagian dari tanaman kurma yang sangat sering kita manfaatkan adalah buahnya. Buah kurma biasanya sering kita konsumsi saat bulan puasa saat berbuka ataupun sahur. Buah kurma dapat dikonsumi saat segar ataupun sudah dikeringkan. Kurma memiliki banyak kandungan gizi yang baik untuk kesehatan sehingga menjadikannya cukup populer di bidang medis.

Berikut ini adalah kandungan gizi dan nutrisi buah kurma, yaitu:

  • 7 gram serat
  • 2 gram protein
  • 20% kebutuhan kalium harian
  • 14% kebutuhan magnesium harian
  • 18% kebutuhan tembaga
  • 15% kebutuhan mangan
  • 5% kebutuhan zat besi harian
  • 12% kebutuhan vitamin B6 harian

Budidaya Pohon Kurma

Umumnya budidaya pohon kurma dilakukan dengan cara generatif. Cara ini dikenal dengan penggunaan kecambah dari biji kurma, sebab biji kurma berpotensi untuk tumbuh menjadi tumbuhan baru asalkan ditanam dengan cara yang benar. Oleh sebab itu, bukan tidak mungkin kita menanam pohon kurma di area pekarangan rumah sendiri.

Pixabay

Kurma merupakan palma yang terdiri dari beragam jenis. Sesuai banyaknya jenis kurma, harga yang ditawarkan untuk setiap buahnya pun berbeda-beda. Salah satu jenis kurma yang memiliki harga jual relatif tinggi selain kurma nabi atau ajwa adalah kurma madu atau lulu.

Sementara di Indonesia, saat ini semakin menjamur para petani kurma yang menjual bibit-bibit kurma hasil budidaya mandiri. Meski masih terkendala dengan minimnya adaptasi alam dan dangkalnya pengetahuan tentang cara bertanam kurma, namun potensi budidaya kurma cukup cerah.