Pohon Pinang – Taksonomi, Morfologi, Manfaat & Bahaya Buah Pinang

Pohon pinang adalah sejenis tanaman monokotil yang berasal dari famili Palmaceae dengan genus Areca. Tumbuhan ini dikenal sebagai tanaman berumah satu atau monoceous, yaitu bunga jantan dan bunga betina berada dalam satu tandan serta menyerbuk silang.

buah pinang Google Images

Taksonomi Pohon Pinang

Penggolongan pinang secara ilmiah bisa kita simak pada tabel berikut ini:

DivisiSpermatophyta
Sub divisiAngiospermae
KlasMonocotyledoneae
OrdoPrincipes/Palmales/Arecales
FamilyPalmae/Arecaceae
Sub familyArecoideae
GenusAreca
SpeciesAreca catechu L.

Morfologi Pinang

Berdasarkan ciri pada bagian-bagian pohon pinang, dapat dijelaskan morfologi tanaman ini adalah sebagai berikut:

tanaman pinang wikimedia

1. Batang

Pohon pinang adalah tanaman soliter yang tumbuh secara individual. Batangnya lurus dengan ketinggian mencapai 20-30 meter, berdiameter antara 25-30 cm.

Batang pohon pinang memiliki ruas bekas daun atau nodus yang jelas dengan jarak berkisar 15-20 cm setiap ruasnya, namun ukuran tersebut tergantung dengan varietasnya. Semakin rapat jarak antar ruas batang tersebut, maka dinilai semakin baik.

2. Daun

Pohon pinang memiliki jumlah daun cukup bervariasi, yaitu antara 7-10 helai setiap pohonnya. Daun pinang berbentuk menyirip majemuk dengan panjang sekitar 1-1,5 meter. Setiap pohon memiliki anak daun atau leaflet berjumlah sekitar 30-50 pinak daun.

3. Bunga

Pinang menghasilkan bunga berumah satu. Artinya, bunga jantan dan betina berada dalam satu rangkaian bunga yang sama atau inflorescence.

Bunga betina terletak di bagian dasar tangkai rangkaian bunga yang disebut spikelet. Sementara bunga jantan memiliki ukuran lebih kecil, namun jumlahnya lebih banyak dan terletak menyebar dari bagian luar sampai ujung tangkai rangkaian bunga tersebut.

Bunga jantan maupun bunga betina berwarna putih susu dengan enam petal, tapi tidak memiliki tangkai bunga. Bunga jantan memiliki enam benang sari. Untuk bunga betinanya memiliki ukuran panjang sekitar 1,3-2 cm lebih besar ketimbang bunga jantan.

4. Buah

Buah pinang termasuk dalam jenis buah drupe atau buah batu karena lapisan bagian dalamnya (endocarp) cukup tebal dan keras seperti batu. Warnanya kuning cenderung oranye saat masak. Pericarp-nya bersabut dengan ketebalan sekitar 5-6 mm. Buah ini berbiji dengan bentuk lonjong membulat.

5. Akar

Dilihat dari jenis akarnya, pinang termasuk tanaman monokotil. Sebab, akar pinang merupakan akar serabut yang mirip dengan akar pohon kelapa.

Manfaat Pinang Bagi Kesehatan

Siapa sangka pohon pinang menyimpan banyak manfaat bagi tubuh, terutama dari bagian buahnya. Di balik rasanya yang sangat pahit, buah pinang mempunyai kemampuan mempertahankan kadar asam askorbat saliva pada manusia.

manfaat pinang idntimes.com

Asam askorbat saliva adalah zat yang mampu membantu mencegah terjadinya karsinogenesis di dalam rongga mulut pada hewan percobaan. Bukan hanya itu, berikut penjelasan lebih lengkap tentang manfaat buah pinang yang jarang diketahui.

1. Mencegah Gigi Berlubang

Salah satu alasan mengapa orang zaman dulu hobi mengunyah pinang adalah untuk menguatkan gigi. Buah pinang memang terbukti mampu membantu mengurangi kadar bakteri penyebab gigi berlubang. Namun sayangnya, mengunyah buah pinang akan membuat warna gigi berubah menjadi kuning, merah, bahkan cokelat kehitaman.

2. Mengatasi Mulut Kering

Ternyatamengunyah buah pinang juga bisa memicu keluarnya air liur. Dengan kata lain, kebiasaan ini bisa memberikan manfaat secara langsung bagi kita yang memiliki masalah mulut kering. Namun, kita tak bisa terlalu sering melakukan cara ini sebab efeknya cukup buruk bagi gigi seperti yang telah disebutkan di atas.

3. Mengurangi Gejala Skizofrenia

Buah pinang ternyata cukup efektif untuk mengurangi gejala-gejala pada penderita skizofrenia. Namun masalahnya, buah ini memberikan efek samping berupa tremor dan rasa kaku di tubuh.

4. Membantu Penyembuhan Stroke

Manfaat lain dari buah pinang yang masih jarang diketahui adalah dapat membantu proses penyembuhan penyakit stroke. Buah ini memang dipercaya mampu memperbaiki kemampuan bicara, kekuatan tubuh, dan fungsi kandung kemih pada penderita stroke.

5. Meningkatkan Energi

Buah pinang juga mempunyai kemampuan untuk meningkatkan energi dan stamina, sekaligus euforia jika dikonsumsi. Tak heran, jika buah ini sering dianggap sebagai buah penambah energi. Bahkan, tak sedikit orang yang sengaja menggunakan buah pinang sebagai stimulan untuk menambah libido.

6. Meredakan gangguan kecemasan

Manfaat lain dari buah pinang adalah membantu meredakan gejala depresi bagi para penderita masalah kesehatan mental. Pasalnya, buah pinang dipercaya dapat menurunkan kadar hormon kortisol yang jadi penyebab stres.

7. Mengeluarkan Racun

Pada sejumlah praktik pengobatan tradisional, buah pinang paling sering digunakan untuk membantu mengeluarkan racun di dalam tubuh. Buah ini sering digunakan untuk menyingkirkan parasit dan cacing yang diduga menjadi penyebab penyakit tertentu. Meski demikian, belum ada penelitian ilmiah yang mampu membuktikan manfaat ini.

8. Mencegah Anemia

Ada lagi manfaat buah pinang untuk pengobatan tradisional, yaitu membantu menyeimbangkan kadar zat besi dalam darah dan mencegah terjadinya anemia. Bahkan, kandungan senyawa tannis pada buah ini dinilai mampu menurunkan tekanan darah.

Bahaya Mengonsumsi Buah Pinang

Di balik deretan manfaat yang terkandung dalam buah pinang, siapa sangka jika saat ini para pakar kesehatan telah mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat menghindari kebiasaan mengunyah pinang. Hal ini disebabkan adanya penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah pinang dalam jangka waktu lama justru memicu timbulnya kanker mulut.

tumbuhan pinang agustinnesia.com

Inilah salah satu alasan mengapa badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) sempat menetapkan buah pinang sebagai buah yang bersifat karsinogen. Perlu kita ketahui, karsinogen merupakan senyawa atau zat yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Selain kanker mulut, mengunyah buah pinang juga berisiko memicu beberapa penyakit lain, seperti oral submucous fibrous. Penyakit ini diketahui sebagai suatu kondisi yang membuat mulut menjadi kaku sehingga rahang tidak bisa digerakkan sama sekali.

Tak hanya itu, buah pinang juga bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada gusi, perubahan warna gigi, peningkatan risiko penyakit jantung, sindrom metabolik, dan obesitas. Bahkan parahnya, interaksi buah pinang dengan suplemen atau obat yang sedang dikonsumsi justru membuat obat tersebut jadi kurang efektif.

Diketahui pula, buah pinang bisa menyebabkan kecanduan dan gejala putus obat. Para wanita hamil pun juga dilarang mengonsumsi buah pinang karena berisiko menyebabkan terjadinya masalah pada organ reproduksi dan memicu bayi lahir dengan berat badan rendah.

Tak sedikit metode pengobatan tradisional yang sering merekomendasikan buah pinang untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Namun sayangnya, di sisi lain para ahli menganggap buah ini sangat berbahaya bagi tubuh. Jadi sebaiknya, kita pun bisa lebih berhati-hati dan berkonsultasi lebih dulu kepada para tenaga medis terpercaya.

Jangan sembarangan mengonsumsi buah pinang muda, biji buah pinang, ataupun air rebusan pinang. Kita juga patut berhati-hati ketika membeli suplemen atau obat yang mengandung buah pinang. Kecuali, jika memang dokter atau praktisi medis lainnya telah merekomendasikan produk tersebut dan menjaminnya aman dari segi kesehatan.