“Pohon pinus”, kira-kira apa yang terbayang di benak anda jika mendengar kata-kata tersebut? Jika anda membayangkan sebuah pohon serupa dengan pohon cemara atau pohon natal maka anda salah!

Walaupun memiliki jenis yang sama yaitu merupakan pohon coniferous evergreen, yaitu jenis pohon yang tumbuh membentuk kerucut dan memiliki daun yang berwarna hijau sepanjang tahun (tidak berubah warna mengikuti musim). Namun pinus tidak sama dengan cemara dan bukan merupakan pohon yang biasa dipakai sebagai pohon natal.

Perbedaan tipe-tipe pohon coniferous evergreen mungkin akan sulit dibayangkan kecuali kita sudah pernah melihat langsung, sehingga dapat tahu perbedaannya. Akan tetapi merupakan hal yang wajar jika kita berpikir bahwa antara pohon pinus, pohon cemara, dan pohon natal adalah pohon yang sama. Meskipun pada kenyataannya pohon-pohon tersebut berasal dari genus dan familia yang berbeda.

Biasanya jenis pohon yang dijadikan pohon natal atau penggambaran pohon natal pada sejumlah buku dan film adalah jenis pohon fir atau pohon spruce. Dimana keduanya merupakan bagian dari familia Pinaceae, namun berasal dari genus berbeda yaitu genus Cedar (Pohon Fir) dan genus Picea (Pohon Spruce).

Pohon tersebut memiliki karakteristik pertumbuhan ranting dan daun yang tumbuh sepanjang batang pohon yang dimulai pada batang bagian bawah yang lebih tebal dan panjang dan semakin memendek dan mengerucut pada puncak pohonnya.

Sementara pohon cemara sendiri berasal dari genus Cupressus dari familia Cupressaceae. Pohon ini memiliki karakteristik daun yang beruas dan terlihat seperti jarum pendek dan tumbuh secara terpisah. Dimana ruas daun tersebut membentuk semacam silinder yang berujung bulat. Tidak seperti pohon fir atau pohon spruce yang memiliki daun beruas yang terbuka lebar dan terlihat pipih.

Pohon pinus atau di Indonesia disebut juga dengan pohon tusam, memiliki familia yang sama dengan pohon fir dan pohon spruce yaitu familia Pinaceae. Namun masuk ke dalam genus Pinus.

Pohon pinus hanya dapat tumbuh di daerah dataran tinggi dan memiliki karakteristik batang yang retak-retak dan daun yang menyatu membentuk kumpulan seperti jarum panjang. Daun yang tumbuh pada pohon pinus terletak pada dahan atau ranting yang terdapat pada batang bagian tengah.

Karakteristik dan Persebaran Pohon Pinus

Pohon pinus umumnya tumbuh dan berkembang biak secara bergerombol dalam suatu kawasan yang tanahnya bersifat asam, mengandung pasir, dan memiliki serapan air yang baik. Kawasan tersebut dapat ditemukan pada daerah dataran tinggi yang memiliki suhu dibawah 18⁰C sampai -3⁰C.

Dikarenakan sifatnya yang mudah beradapatasi bahkan terhadap perubahan cuaca seekstrim apapun. Maka beberapa spesies pohon pinus dapat tumbuh setelah kebakaran hutan terjadi dan bagi pohon yang sudah dewasa akan dapat beregenerasi dengan cepat.

Pohon pinus memiliki massa hidup yang sangat panjang yaitu selama sekitar 100 – 1000 tahun lebih, sehingga tidak jarang ditemui pohon pinus yang tumbuh dengan sangat tinggi hingga 80 meter, walaupun mayoritas pohon pinus hanya dapat tumbuh rata-rata mencapai tinggi 15 – 45 meter.

Terdapat berbagai macam species pohon pinus yang tersebar di seluruh dunia. Meski asal mulanya pohon pinus sendiri tumbuh pada belahan bumi bagian utara dan beberapa kawasan tropis di bumi belahan selatan.

Menurut distribusi geografi, awalnya tumbuhan pinus tumbuh pada kawasan yang disebut dengan Old World (Eropa, Mediterania, Asia) hingga akhirnya menyebar ke kawasan lain yang disebut dengan New World (Amerika Serikat, Kanada bagian timur dan barat, Meksiko bagian utara, Karibia) dan Araucaria (Amerika Selatan).

Di Indonesia sendiri terdapat satu spesies pohon pinus yang aslinya tumbuh dan berkembang biak di daerah sumatera, tepatnya di Sipirok – Tapanuli Selatan yang dikenal dengan nama Sumatran Pine atau Pinus merkusii Jungh. et de Vriese. Dimana spesies pohon pinus Indonesia ini telah banyak dibudidayakan di daerah-daerah lain di luar pulau sumatera -di Indonesia, serta di beberapa negara lain di Asia seperti India, Filipina, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam.

Taksonomi

Kriteria  Keterangan
Kingdom Plantae
Subkingdom Tracheobionta
Divisi Spermatophyta
Sub Divisi Gmnospermae
Ordo Conifer
Famili Pinaceae
Genus Pinus
Spesies Pinus merkusii Jungh. et de Vriese

Manfaat Pohon Pinus

Budidaya pohon pinus tergolong mudah, karena pohon jenis pinus memiliki sifat yang agresif dan invasif sehingga sangat mudah tumbuh. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha industrial dimana hampir seluruh bagian pinus seperti batang, kulit, getah, dan daun memiliki manfaat yang bisa diubah sebagai bentuk lain yang dapat diproduksi masal dan dijual kembali. Adapun manfaat pohon pinus yang dapat diolah adalah sebagai berikut:

  • Bahan Dasar Pembuatan Furniture : Batang pohon pinus memiliki kualitas yang baik dan struktur serat kayu yang halus sehingga mudah diolah dan dijadikan produk meubel.
  • Bahan Dasar Pembuatan Kertas dan Alat Tulis : Sifat batang kayu pohon pinus yang halus dengan tingkat kepadatan dan kerapatan yang rendah membuat kayu mudah dihancurkan dan diolah menjadi kertas dan alat tulis seperti pensil.
  • Bahan Dasar dan Bahan Pelarut Produk Industri : Getah batang pohon pinus dapat dipanen untuk kemudian diolah menjadi terpentin gondorukem melalui proses penyulingan dan distilasi sehingga menghasilkan fraksi padat (gondorukem) dan fraksi cair (terpentin). Kedua fraksi tersebut memiliki manfaat seperti menjadi bahan sizing produk industri seperti ban, sabun, tinta, dan lain sebagainya, sementara fraksi terpentin dapat digunakan sebagai bahan pelarut yang biasanya dicampurkan pada cat, cairan desinfektan seperti wipol, dan juga aroma terapi.
  • Bahan Dasar Pembuatan Kerajinan dan Peralatan :Sama halnya dengan furniture, sejumlah barang kerajinan tangan seperti miniatur mainan, aksesoris,sumpit, dan korek api juga merupakan hasil olahan batang pohon pinus.
  • Bahan Baku Pembuatan Peti Kemas : Peti kemas yang sering digunakan untuk mengantarkan barang, biasanya menggunakan palet atau packing kayu yang terbuat dari batang pohon pinus.
  • Bahan Dasar Pencampur Pupuk : Ekstrak daun pinus yang mengandung kalium dapat digunakan sebagai bahan campuran pupuk. Ekstrak daun pinus juga dapat diolah menjadi bioherbsida untuk mengatasi pertumbuhan gulma yang berlebihan.

Selain menjadi bahan dasar beberapa produk industri seperti yang telah dijelaskan di atas. Pohon pinus juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, dimana meski tidak secara spesifik dapat menyembuhkan suatu penyakit, namun bagian dari pohon pinus sangat bagus untuk proses terapi pengobatan dan menjaga kesehatan seperti:

  • Sumber Vitamin C dan Antioksidan :Bagian kulit dan daun pada pohon pinus ternyata mengandung flavanoid yang mana senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan mengandung vitamin C. Selain baik untuk kesehatan, juga digunakan untuk produksi industri kecantikan. Selain itu ekstrak daun pinus juga menghasilkan senyawa pycnogenol yang merupakan salah satu bahan baku produk suplemen dan obat nyeri.
  • Pengobatan Gangguan Pernapasan : Banyak industri herbal menggunakan ekstrak pohon pinus untuk diolah menjadi essential oil (EO). Minyak esensial ini dapat digunakan sebagai terapi kesehatan untuk gangguan pernapasan seperti bronkitis, sesak napas, sinus, dan lai sebagainya. Caranya dengan mencampurkan EO pinus dengan air hangat untuk dihirup udaranya melalui hidung.
  • Pereda nyeri Otot : Selain untuk terapi gangguan pernapasan, EO pinus juga dapat mengobati nyeri pada otot. Cara pengobatannya adalah dengan mengoleskan EO pada otot yang nyeri. Namun perlu diingat untuk selalu melakukan patch test (tes alergi atau iritasi kulit dengan mengoleskan sedikit minyak pada area yang akan dilakukan perawatan dan tunggu selama 24-72 jam untuk mengetahui apakah kulit anda bereaksi negatif terhadap EO pinus.
  • Pereda Stres : Ini juga merupakan bentuk terapi pikiran yang disarankan, dimana terapi ini dilakukan dengan cara berjalan-jalan di wilayah hutan pinus. Selain pemandangan hijau yang menyejukkan mata, otak anda pun mendapatkan cukup oksigen bersih sehingga diharapkan dapat mengurangi stres.

Budidaya Pohon Pinus

Penebangan pohon pinus untuk keperluan industri tidak akan memusnahkan spesies pohon ini, dikarenakan penghijauan kembali dengan melakukan penanaman kembali atau proses reboisasi sangat mudah untuk dilakukan. Terdapat 2 metode penanaman pinus yaitu:

Menanam Pohon Pinus dari Bibit

  1. Memilih bibit pinus yang tepat sesuai dengan iklim dan ketinggian dataran dimana pinus akan ditanam.
  2. Memilih tempat menanam yang tepat di waktu yang tepat, apakah bibit akan langsung ditanam pada tanah ,atau dengan menggunakan wadah. Perlu diingat bahwa pinus juga membutuhkan naungan dan air yang cukup agar pinus tetap terhidrasi dan tidak rusak akibat kepanasan.
  3. Lakukan penyiraman hanya agar daerah sekitar tempat tumbuh cukup lembab. Jangan berlebihan hingga akar terendam karena pinus dapat mati dan tidak tumbuh.
  4. Tanam pinus di sisi barat, di tempat yang jauh dari matahari, bersuhu dingin, terlindung, dan pada area yang luas.
  5. Perhatikan cuaca saat melakukan penanaman, yaitu tidak ditanam pada kondisi berangin, kering, dengan suhu ≥ 30⁰C. Namun juga tidak terlalu dingin seperti apabila terkandung es didalam tanah dan area sekitarnya.
  6. Penanaman dilakukan dengan menggali ruangan yang lebih besar dan dalam dari akar, dimana bagian dalam lubang harus diisi dengan tanah galian paling atas.
  7. Keluarkan bibit pinus dari kantong yang melindungi akarnya saat membeli, agar pinus dapat tumbuh dengan baik dan bisa mendapatkan nutrisi tanpa terhalang benda lain.

Menanam Pohon Pinus Dari Benih

  1. Pilihlah biji pinus yang sudah matang, biasanya berwarna coklat atau keunguan.
  2. Simpan benih selama 30-60 hari sebelum memindahkannya pada suatu wadah tanam seperti pot.
  3. Pindahkan bibit pinus yang sudah tumbuh ke area tanah luar dan lapang, dimana dapat membutuhkan waktu sekitar setahun atau lebih.
  4. Jika tidak ingin membeli benih, anda dapat mengumpulkan biji pinus yang banyak berjatuhan dari pohon pinus dewasa atau memetiknya langsung dari ranting. Kemudian pilih biji pinus betina yang berukuran lebih besar karena mengandung benih pinus.
  5. Cara pengambilan benih pada biji dapat dilakukan dengan cara meletakkan biji di tempat yang terpapar sinar matahari agar biji menjadi kering dan terbuka sehingga benih dapat diambil.
  6. Benih yang didapatkan kemudian disimpan dalam suatu wadah bening tertutup yang terendam air selama 24-48 jam, dimana air harus diganti setiap 12 jam sekali.
  7. Setelah 48 jam anda dapat memilih biji yang tenggelam yang menunjukkan bahwa benih tersebut “berisi”.
  8. Simpan benih pada kain lembab dan cek secara berkala apakah tunas telah tumbuh.
  9. Letakkan benih yang bertunas pada pipa plastik khusus untuk menanam pinus yang diisi dengan campuran 80% kulit pohon pinus dan 20% gambut.

Tentunya setelah dilakukan penanaman, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan perawatan dan pemeliharaan. Dikarenakan pinus muda masih membutuhkan perhatian dan perlindungan ekstra selama beberapa tahun pertama pertumbuhannya. Setelah itu pohon pinus dapat tumbuh secara mandiri dengan baik. Adapun perawatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Meletakkan mulsa (pasak kayu yang ditancapkan di sekitar bibit atau benih) yang melingkari ruangan sekitar pinus untuk menghindari serangan rumput liar.
  2. Perhatikan kelembaban tanah tempat tumbuh kembang pinus, dimana pengairan hanya dilakukan jika tanah terlihat retak, yang menandakan bahwa tanah mengering.
  3. Pemasangan pipa plastik atau pagar kawat di area tumbuh pinus terkadang diperlukan untuk menghindari serangan hewan herbivora.
  4. Rajin mengecek kondisi pohon pinus, dan melakukan pemangkasan yang diperlukan pada ranting yang bermasalah seperti terkena penyakit jamur atau ranting mati.

Perlu diingat bahwa penanaman pohon pinus yang terbilang cukup mudah, memiliki beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan seperti metode penanaman pohon lain, diantaranya pemberian pupuk yang memiliki efek “membakar” pada pinus.

Selain itu, berhati-hatilah dalam memilih tanah untuk menanam pinus karena dikhawatirkan dapat menimbulkan infeksi pada pohon pinus yang sedang ditanam.

Dampak Negatif Tumbuhnya Pohon Pinus

Begitu banyak manfaat dari pohon pinus bagi kehidupan, kesehatan, dan juga perekonomian manusia. Namun ternyata pohon pinus pun memiliki sejumlah efek negatif bagi lingkungan sekitar dan juga kesehatan manusia sebagai berikut:

  • Pertumbuhan invasif dan agresif
  • Menghisap seluruh unsur hara dan air kawasan sekitarnya
  • Mencegat air hujan yang turun ke bumi
  • Menghisap aliran air bawah tanah
  • Memiliki tingkat evapotranspirasi tinggi
  • Mengandung alergen yang buruk bagi kesehatan

Terlepas dari segala dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh pohon pinus, bukan berarti tidak dapat diatasi atau ditanggulangi dengan baik. Karena bagaimana pun juga masih terdapat beberapa wilayah yang mengalami penggundulan hutan akibat penebangan liar dan ilegal terhadap pohon pinus, sehingga menimbulkan dampak negatif seperti banjir.

Pelestarian Hutan Pinus

Dengan berbagai sisi positif maupun negatif yang dimiliki oleh pohon pinus, keberadaannya tetap perlu dilestarikan. Dimana beberapa daerah di Indonesia telah mengembangkan pelestarian pohon pinus tersebut dengan cara membuka bisnis wisata hutan pinus, yang dimana dana yang didapatkan dari hasil penjualan tiket dapat digunakan kembali untuk membantu pekerja dan warga sekitar untuk membantu menjaga kelestarian hutan pinus.

hutan pinus kragilan

Cara ini dinilai sangat efektif karena selain bertujuan untuk menjaga kelestarian pohon pinus, juga dapat membuka lapangan pekerjaan yang dapat membantu perekonomian warga sekitar. Sehingga manfaat yang dapat dirasakan dari pohon pinus bukan hanya berasal dari produk olahannya saja, namun dari pohon pinus dan lingkungannya sendiri.

Berikut adalah beberapa wisata hutan pinus yang ada di Indonesia yang dapat anda kunjungi bersama keluarga atau teman:

  1. Pulau Jawa: Pasar Langlang Purwakarta – Jawa Barat
  2. Pulau Jawa: Taman Wisata Alam Gunung Pancar Bogor – Jawa Barat
  3. Pulau Jawa: Puncak Becici Desa Muntun Dlingo – D.I. Jogjakarta
  4. Pulau Jawa: Kragilan Top Selfie Magelang – Jawa Tengah
  5. Pulau Sulawesi: Hutan Pinus Samparona Baubau – Sulawesi Tenggara

Selain sebagai tempat berlibur yang ramah lingkungan, hutan pohon pinus juga sangat indah untuk diabadikan dalam sebuah foto dan membaginya pada akun sosial media anda. Memberikan suatu deskripisi yang dapat diselipkan sebuah pesan untuk menjaga kelestarian pohon pinus asli Indonesia demi kebaikan alam Indonesia.

Artikel Lain