Pohon Randu – Taksonomi, Morfologi, Manfaat Kayu & Cara Tanam

Kayu randu atau terkadang kita mengenalnya dengan sebutan kayu kapuk adalah kayu yang berasal dari pohon Ceiba pentandra. Di Indonesia, tumbuhan ini dikenal dengan nama pohon randu dan banyak dijumpai di berbagai wilayah.

Manfaat utama dari tanaman ini adalah kayu yang sering digunakan sebagai bekisting bangunan, serta serat buah randu (kapuk) yang telah kering untuk isian kasur, bantal dan guling.

Pohon yang berasal dari wilayah tropis Amerika ini banyak dibudiyakan oleh masyarakat Indonesia karena sesuai dengan iklim Indonesia dan menjadi tanaman industri yang cukup digemari.

Taksonomi

Di masyarakat Jawa, pohon randu dikenal dengan sebutan Kapas Jawa, Kapuk Jawa atau Pohon Kapas Sutra. Secara ilmiah, randu memiliki klasifikasi sebagai berikut:

KingdomPlantae
SubkingdomViridplantae
InfrakingdomSteptophyta
SuperdivisiEmbryophyta
DivisiMagnoliphyta
SubdivisiSpermatophyta
KelasMagnoliopsida
SuperordoRosanae
OrdoMalvales
FamiliMalvaceae
GenusCeiba
SpesiesCeiba pentandra

Asal dan Sebaran

Pohon randu berasal dari bagian utara wilayah Amerika Selatan, Karibia, dan juga Amerika Tengah. Selain memakai nama ‘randu’, pohon ini juga umumnya dikenal dengan sebutan pohon kapuk. Istilah ‘kapuk’ juga digunakan untuk menyebut serat yang dihasilkan buah randu.

Meski berasal dari daratan Amerika, pohon randu telah tersebar ke berbagai wilayah benua lainnya, termasuk Afrika dan Asia. Di Indonesia, randu menjadi salah satu komoditas hutan tanaman industri. Beberapa negara Asia lain yang menjadi habitat randu, yaitu Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Habitat

Habitat alami tumbuhan randu berada di wilayah tropis Benua Amerika. Media tanah yang cocok untuk pertumbuhannya adalah tanah berkontur datar dengan sistem drainase yang baik. Pohon ini membutuhkan air yang banyak pada masa awal pertumbuhan, terutama air hujan.

Sebaliknya, ketika memasuki tahap pembungaan serta pembuahan, pohon ini justru tidak terlalu membutuhkan air dan cenderung cocok dengan cuaca kering.

Pohon randu dapat tumbuh dengan baik pada daratan yang berada di ketinggian maksimal 3.500 meter di atas permukaan laut dan memiliki kelembaban sedang hingga tinggi. Selain itu, pohon ini juga rentan dari terpaan angin kencang karena dapat tumbuh dengan sangat tinggi.

Morfologi

Pohon randu atau kapuk adalah kelompok tanaman berbatang besar dan tinggi. Ketinggian batangnya mulai dari 8 meter sampai dengan 30 meter dengan diameter mencapai 3 meter. Kulit batang randu mempunyai tekstur berduri dengan bentuk kerucut.

batang randu Pixabay

Pada pangkal batang pohon terdapat tonjolan berukuran kecil. Warna kulit pohon randu yaitu cenderung kelabu. Pohon ini termasuk jenis tumbuhan dengan percabangan meluas dan arah pertumbuhan cabangnya nyaris horizontal.

Daun pohon randu merupakan daun dengan pertulangan menjari yang tumbuh pada tangkai pohon. Setiap tangkai ditumbuhi beberapa pokok daun. Jumlah anak daun untuk setiap pokok berkisar antara 5 sampai 9 helai dengan panjang mencapai 15 cm.

Biasanya tanaman ini akan menggugurkan daunnya secara periodik. Jumlah daun yang gugur sangat bervariasi, yaitu keseluruhan atau hanya sebagian. Oleh sebab itu, pada waktu tertentu pohon tak jarang dijumpai tanpa daun sama sekali.

Tanaman kapuk memiliki bunga yang berwarna putih atau pink kemerahan dengan ukuran yang relatif kecil. Bunganya tumbuh secara bergerombol pada tangkai pohon dan biasanya area tangkai yang ditumbuhi mencapai 20 cm.

Selain bunga, pohon randu juga mempunyai buah yang berbentuk kapsul dan meruncing pada ujung pangkal buah. Ukuran panjang buah sekitar 10 cm sampai dengan 30 cm. Ketika buah telah masak atau tua, warna buah akan berubah kecokelatan. Di dalam buah pohon randu terdapat biji dan serat yang disebut kapuk atau kapas.

Biji randu berwarna hitam terbungkus oleh serat-serat kapuk. Umumnya warna serat kapuk adalah putih, tetapi ada juga yang berwarna kelabu atau kuning muda. Ketika buah randu masak pohon, buah tersebut akan pecah secara almi dan menyebabkan biji serta serat kapuk berjatuhan dari pohon.

Status Kelangkaan

Berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species, pohon randu atau kapuk tergolong ke dalam tanaman berstatus Least Concern. Artinya, flora ini mempunyai Resiko Rendah menghadapi kepunahan.

Populasi pohon kapuk cukup banyak karena tumbuhan ini banyak dibudidayakan serta mempunyai cara perkembangbiakkan yang cukup baik.

Kayu Randu

Kayu kapuk atau randu merupakan jenis kayu yang cukup populer di masyarakat tanah air. Kayu ini hampir selalu digunakan dan menjadi material wajib ketika seseorang membangun rumah. Fungsinya ialah untuk bekisting atau penahan cor-coran.

papan randu kursrupiah.net

Penggunaan papan randu dipilih karena proses pengecoran tidak memerlukan kayu berkualitas tinggi, pertimbangan utama yang dipakai adalah kayu dengan harga murah. Harga kayu randu di toko bangunan sekitar Rp 4.000,- hingga Rp 7.000,- per papan. Bekisting dari kayu randu umumnya digunakan sekali pakai.

Kayu randu termasuk jenis kayu berkualitas rendah dan mudah lapuk jika terkena air atau udara lembab. Kayu randu juga mudah berubah bentuk, pecah, serta terserang jamur maupun rayap. Kayu dari pohon randu masuk dalam jenis kayu dengan tinkat keawetan kelas V, yaitu bersifat mudah lapuk atau keropos.

Selain bermanfaat untuk bidang konstruksi ringan, kayu randu juga menjadi bahan baku plywood atau pulp di industri kertas. Sedangkan penggunaan randu untuk furniture sangat tidak disarankan karena kayu ini memiliki kepadatan rendah dan terlalu lunak.

Manfaat Pohon Randu

Tidak hanya kayu dan serat kapuknya yang bermanfaat, ada berbagai manfat lain yang dimiliki pohon randu, termasuk untuk pengobatan penyakit dan pemenuhan bahan baku industri. Sayangnya, saat ini pemanfaatan pohon randu secara tradisional perlahan-lahan mulai terkikis oleh perkembangan teknologi.

1. Bahan Industri

Serat buah yang dihasilkan pohon randu terbilang cukup unik dan memiliki nilai manfaat yang tinggi. Serat yang disebut kapuk banyak dimanfaatkan pengusaha di bidang industri, khususnya industri pemintalan dan meubel, bahkan industri elektronik.

Pada industri pemintalan, serat kapuk biasanya dijadikan bahan baku untuk membuat benang. Sementara pada industri meubel serat kapuk digunakan sebagai bahan isian untuk mengisi bantal, kasur, matras, dan jok kursi. Sedangkan pada industri elektronik, serat randu dimanfaatkan sebagai isolator panas dan juga peredam suara.

2. Pengobatan

Bagian pohon randu yang berguna untuk bidang pengobatan adalah daunnya. Ada begitu banyak penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan bahan utama daun randu, mulai dari penyakit ringan sampai beberapa jenis penyakit berat.

Beberapa diantaranya adalah sakir panas dalam, gangguan pada mulut seperti sariawan dan infeksi, mempercepat penyembuhan bekas luka, mengobati batuk dan melancarkan dahak, serta dapat membantu menyehatkan mata.

Sedangkan penyakit berat yang dapat diobati dengan daun randu, antara lain adalah wasir atau ambeien, gangguan pencernaan atau diare, disentri, serta dapat membantu mengatasi maag kronis.

Budidaya Pohon Randu

buah kapuk Pixabay

1. Pembibitan

Bibit randu dapat diperoleh dari biji atau stek. Perbanyakan melalui biji diawal dengan tahap persemaian. Hal terpenting dalam menyepai randu adalak pengerjaan tanah. Permukaan bedengan harus dibuat rata dan memiliki sistem drainase yang baik.

Jarak tanam bedengan dibuat 20 cm x 20 cm menggunakan 3 biji setiap lubang kemudian ditunggu selama 1 bulan. Setelah itu, hasil semai terbaik dapat disisakan. Selain cara tersebut, cara lainnya adalah dengan menyebar biji dalam bak yang kemudian dipindah ke bedengan. Tanaman randu dapat dipindah ke lahan yang lebih luas jika telah berumur satu tahun atau setinggi 1 meter.

Teknik okulasi atau stek pohon randu biasanya menggungan Togo B sebagai batang bawah. Keuntungannya adalah sambungan batang bawan dan atas (mata tunas) tidak muncul benjolan seperti bibit dari biji. Selain itu, sifat unggul tanaman induk akan menurun ke tanaman hasil okulasi.

2. Penanaman

Jarak tanam pohon randu yang baik dapat menyesuaikan jenis randu yang akan ditanam. Umumnya jarak tanam dibuat antara 8 x 8 m hingga 10 x 10 m. Namun agar percabangan tanaman tidak saling mengganggu, terkadang jarak tanam dibuat 15 x 15 m.

3. Tanaman Sela

Perkebunan randu dapat ditanami tanaman semusim maupun tahunan agar potensi lahan dapat maksimal. Berdasarkan penelitian, pohon kapuk sangat cocok dikombinasikan dengan tanaman kakao.

Kakao berfungsi sebagai tanaman bawah dan kapuk sebagai tanaman pelindung. Syarat tumbuh randu dan kakao meliputi tanah dan iklim relatif sama. Tidak jarang tumbuhan randu juga dikombinasikan dengan tanaman kopi robusta.

4. Pemeliharaan

Pohon randu adalah jenis tanaman yang minim perawatan. Pemangkasan pada ranting-ranting randu hanya dilakukan untuk dahan-dahan yang mati. Pemupukan dapat dilakukan dua kali dalam satu tahun, yakni awal dan akhir musim hujan.

Randu berusia 1 hingga 5 tahun biasanya diberi pupuk urea 1 kg dan SP36 0,5 kg serta KCl 0,5 kg untuk setiap pohon. Semakin tua pohon randu, maka dosis pupuk perlu ditingkatkan.

5. Organisme Pengganggu

Randu jarang sekali mendapat gangguan hama dan penyakit, kecuali parasit dari keluarga Loranthaceae. Parasit ini berasal dari beberapa jenis burung pemakan buah-buah benalu yang meninggalkan biji pada tangkai randu.

Jenis randu jawa merupakan tanaman yang sensitif terhadap benalu, sedangkan jenis karibea memiliki daya tahan yang lebih baik. Untuk mengatasi gangguan benalu, pohon harus dibersihkan secara efektif agar petani tidak mengalami gagal panen.