air tercemar
polusi air

Polusi Air – Pengertian, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi

Polusi air memberikan ancaman kerusakan bagi organisme yang hidup ekosistem air. Sebab, air adalah salah satu sumber utama penopang kehidupan yang memiliki fungsi yang sangat penting. Sebagian besar penyusun tubuh manusia, hewan, hingga tumbuhan adalah air.

Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari air selalu diperlukan untuk minum, mandi, memasak, mencuci dan keperluan lainnya.

Kehadiran dan kualitas air disekitar kita tidak dapat lepas dari adanya siklus hidrologi yang selalu berjalan. Siklus air adalah proses alami berupa daur air yang dimulai dari penguapan air hingga turun kembali dalam bentuk hujan.

Manfaat Air

Air memiliki kegunaan bagi seluruh komponen kehidupan, berikut ini adalah beberapa manfaat air dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Memenuhi Cairan Tubuh – Seluruh makhluk hidup membutuhkan air untuk tetap hidup. Jika manusia dan hewan mengalami kekurangan cairan, maka akan mengalami dehidrasi. Begitu pula dengan tumbuhan, jika tidak mendapatkan air akan layu dan mati.
  2. Membersihkan Tubuh dan Lingkungan – Agar tubuh manusia tetap sehat dan terbebas dari kuman penyakit, maka harus menjaga kebersihan dengan mandi minimal 2 kali sehari. Selain itu, air juga berguna untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal seperti mencuci, membersihkan lantai dan lain sebagainya.
  3. Bidang Pertanian – Dalam bidang pertanian air memiliki peranan sangat penting. Jika tanaman kekurangan air maka akan menyebabkan tanaman layu dan mati. Kegagalan panen akan menyebabkan masalah terus berlanjut, seperti krisis pangan dan kelaparan dalam skala besar.
  4. Bidang Energi – Air merupakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan. Penggunaan aliran air pada daerah sungai dapat digunakan untuk memutar turbin sehingga menghasilkan energi listrik.
daerah aliran sungai Pixabay

Pengertian Pencemaran Air

Polusi atau pencemaran air adalah proses menurunnya atau rusaknya kualitas air di sungai, danau, laut, serta penampungan air lainnya akibat kegiatan manusia. Polusi air adalah masalah serius yang dihadapi oleh berbagai negara, sehingga menjadi masalah bersama di seluruh dunia.

Kerusakan kualitas air biasanya ditandai dengan perubahan warna, rasa, serta bau air. Kondisi tersebut disebabkan oleh ulah manusia baik secara sengaja ataupun tidak sengaja, seperti membuang sampah sembarangan hingga tercemarnya air akibat limbah pabrik yang dibuang tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu.

Tercemarnya air akan menyebabkan masalah kesehatan bagi manusia, matinya organisme air dan tumbuhan, sehingga merusak tatanan ekosistem secara keseluruhan.

Penyebab Air Tercemar

Polusi air dapat disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Berikut ini adalah faktor-faktor penyebab pencemaran air tersebut:

  1. Sampah Organik dan Anorganik – Budaya hidup bersih seringkali dianggap remeh oleh manusia. Kebiasaan membuah sampah secara sembarangan akan menyebabkan air dan tanah tercemar.
  2. Limbah Industri – Limbah cair industri yang dibuang ke sungai atau laut secara langsung tanpa melalui proses pengolahan limbah akan mencemari ekosistem perairan. Misalnya limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yang memiliki sifat mudah meledak, mudah terbakar, dan beracun.
  3. Pertambangan – Industri pertambangan juga menjadi salah satu faktor penyebab pencemaran air. Misalnya pada tambang batubara yang melakukan pembakaran batubara, maka akan melepaskan merkuri ke atmosfer. Merkuri yang kembali lagi ke tanah bersama air hujan, sehingga menyebabkan polusi tanah dan air.
  4. Bom Ikan – Penangkapan ikan secara besar-besaran umumnya disebabkan karena permintaan ikan meningkat dan menjadi cara instan untuk memperoleh tangkapan dalam jumlah besar. Akan tetapi, penggunaan peledak seperti bom ikan dapat merusak ekosistem terumbu karang dan mencemarai lautan. Selain itu, ikan-ikan kecil juga ikut mati akibat ledakan tersebut sehingga regenerasi ikan akan tergganggu.
  5. Peternakan dan Perikanan – Kotoran ternak pada umumnya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para peternak, sehingga banyak di buang ke sungai dan menyebabkan pencemaran air sungai. Padahal dari kotoran ternak tersimpan potensi energi alternatif berupa biogas dan manfaat sebagai pupuk kandang.
  6. Limbah Pertanian – Penggunaan pupuk kimia pada sektor pertanian juga memberikan dampak negatif bagi kualitas air tanah. Residu kimia akan terkumpul pada tanah dan menyebabkan kualitas air menjadi beracun dan tidak layak konsumsi.
  7. Tumpahan Minyak di Laut – Tumpahnya kapal pembawa minyak di laut juga dapat menyebabkan pencemaran air dan mengakibatkan kematian bagi makhluk-mahluk laut.
  8. Deterjen / Sabun – Salah satu limbah rumah tangga yang setiap hari kita hasilkan adalah air bekas sabun deterjen. Pilihlah deterjen ramah lingkungan agar air tanah disekitar lingkungan tidak tercemar.
  9. Kerusakan Hutan – Hutan memiliki manfaat penting bagi kehidupan. Penebangan pohon secara liar akan menyebabkan berkuranganya pohon dan kemampuan hutan dalam mengikat air akan menurun. Hal ini juga dapat menyebabkan erosi tanah, banjir bandang dan bencana alam lainnya.
sampah botol plastik Pixabay

Ciri-Ciri Polusi Air

Apabila air mengalami perubahan warna, bau, dan rasa, maka air tersebut dapat dianggap tercemar. Namun secara ilimiah pencemaran air dapat dilihat melalui beberapa parameter dan indikator berikut ini:

  1. Parameter Fisika – Ini adalah parameter yang sering digunakan untuk mengetahui kualias air. Indikator air tercemar dalam parameter fisika adalah warna air, bau, rasa dan kekeruhan.
  2. Parameter Kimia – Untuk menentukan air telah terkontaminasi atau tidak, maka dapat menggunakan parameter kimia untuk mengetahui kadar pH, zat organik dan logam berat yang terkandung dalam air.
  3. Parameter Bakteriologi – Pada air yang tercemar, biasanya terdapat bakteri didalamnya. Oleh karena itu diperlukan uji bakteri seperti coliform, puristik dan patogenik untuk mengetahui kualiatas air.
  4. Parameter Suhu – Air yang telah tercemar umumnya akan mengalami peningkatan suhu. Hal tersebut dikarenakan terdapat populasi bakteri yang menyebabkan perubahan suhu pada air.
  5. Parameter Rasa dan Bau – Indikator air yang memiliki kualitas baik adalah jernih, tidak berasa dan tidak berbau karena memiliki pH netral. Sebaliknya, air yang tercemar akan berbau busuk, teras pahit atau asam.
  6. Parameter Warna – Air bersih tidak memiliki warna, transparan, dan jernih.
  7. Parameter Kekeruhan – Air yang keruh dapat menjadi indikator bahwa air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi, misalnya air yang mengandung kapur.
limbah air kotor Pixabay

Dampak Pencemaran Air

Polusi air akan menyebabkan kerusakan ekosistem air dan dampak lingkungan yang sangat besar secara keseluruhan. Berikut ini adalah akibat bagi lingkungan jika polusi air terjadi:

  1. Populasi Hama Meningkat – Pencemaran lingkungan secara umum akan memutus rantai makanan pada suatu ekosistem. Hal ini juga berlaku jika air tercemar oleh pestisida, karena hewan pretador alami seperti katak akan mati dan populasi hama / serangga akan meledak.
  2. Kepunahan Spesies – Polusi air dapat menyebabkan ikan dan biota lain di perairan mati karena keracunan limbah-limbah air yang berbahaya.
  3. Keseimbangan Lingkungan Terganggu – Lingkungan yang pada mulanya seimbang akan terganggu ketika terjadi interaksi yang berubah dalam suatu ekosistem.
  4. Kesuburan Tanah Menurun – Kondisi tanah dan air tidak dapat dipisahkan, sebab tanah yang tercemar juga menjadi indikasi air area tersebut ikut tercemar, begitu pula sebaliknya. Tercemarnya air akan membuat pH tanah menurun, hal ini menyebabkan tanah tidak subur dan mikroorganisme dalam tanah mati.
  5. pH Air Meningkat – Peningkatan pH air akan mengakibatkan biota-biota air terkena dampak sebagai berikut:
    • pH Air 6-6,5 maka berakibat populasi plankton akan menurun
    • pH Air 5,5-6 maka penurunan plankton dan bentos akan semakin parah
    • pH Air 5-5,5 maka tidak hanya plankton dan bentos yang terkena dampak, karena ferifilton juga akan mengalami penurunan
    • pH 4,5-5 akan menyebabkan plankton dan bentos menghilang. Namun alga hijau akan meningkat dan menajdi penghambat proses nitrifikasi

Selain dampak bagi lingkungan, polusi air juga berdampak bagi kesehatan dan estetika. Air menjadi sarana untuk membawa penyakit karena menjadi media tempat hidup mikroorganisme patogen serta sarang serangga, seperti nyamuk dan lalat.

Selain itu, nilai keindahan atau estetika juga akan terganggu. Misalnya saluran sungai yang mampet karena tumpukan sampah, warna air yang keruh di sekitar lingkungan, dan lain sebagainya.

Contoh Pencemaran Air

Berikut ini adalah beberapa contoh pencemaran air di sekitar lingkungan berdasarkan zat-zat yang membuat air tercemar:

  • Agen infeksius, seperti bakteri, virus, parasit
  • Zat anorganik, seperti pestisida, plastik, minyak, bensin, deterjen
  • Logam berat, seperti asam, basa, logam.
  • Zat radioaktif, seperti thorium, uranium, radon, iodine, cesium.
    Sedimen, misalnya tanah, lumpur, kerikil
  • Nutrisi atau unsur hara, seperti nitrat, fosfat, amonium
  • Zat organik, seperti pupuk kandang, residu tumbuhan

Contoh nyata pencemaran air adalah polusi di Sungai Citarum. Sungai Citarum mulai tercemar pada awal 1980 dimana industri mulai tumbuh di sepanjang area sungai dan melakukan pembuangan limbah tanpa pengolahan ke sungai tersebut.

sampah sungai Pixabay

Hal tersebut diperparah dengan kurangnya kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dan menjadikan bantaran kali sebagai lokasi pemukiman dan pembuangan sampah seperti plastik, sampah rumah tangga, styrofoam, kayu, dan sebagainya. Wajar saja jika musim pengujan datang, maka wilayah Jakarta langganan terkenan banjir.

Di beberapa lokasi di sungai citarum dapat ditemui tumpukan sampah yang mengapung di permukaan air. Berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, saat ini lebih dari 2.700 industri terdapat di wilayah sungai citarum.

Sebagian besar ditengarai membuang limbah industri secara langsung, sehingga keanekaragaman hayati sungai citarum banyak yang mati dan air sungai memiliki kadar racun tinggi, serta tidak layak konsumsi.

Cara Mengatasi dan Mencegah Pencemaran Air

Berikut ini adalah cara mengatasi pencemaran air dan tindakan pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Penerapan tata kota yang baik akan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan. Pembagian zona untuk kawasan industri perlu dilakukan agar limbah-limbah dari kegiatan industri tidak memberikan dampak bagi masyarakat luas, seperti adanya polusi udara, polusi air, polusi suara, dan polusi tanah.
  2. Membatasi penggunaan zat kimia dan pestisida perlu dilakukan agar tanah dan air tetap sehat dan subur.
  3. Menghentikan penebangan liar dan melakukan konservasi lahan dengan cara reboisasi atau penghijauan agar pohon-pohon yang ditanam dapat mengikat air sebagai cadangan air tanah.
  4. Budayakan membuang sampah pada tempatnya sebagai kebiasaan agar pencemaran air tidak terjadi. Salah satu caranya adalah dengan memisahkan jenis sampah organik dan sampah anorganik.

Selain cara-cara diatas, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menjaga air tetap bersih dan sehat dan terhindar dari pencemaran.

Referensi: https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/polusi-air | https://jagad.id/polusi-air-pengertian-contoh-dampak-pencemaran/ |https://thegorbalsla.com/pencemaran-air/ | berbagai sumber