Permasalahan lingkungan menjadi sebuah isu yang terus bergema beberapa tahun belakangan. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya dampak negatif yang muncul dari kerusakan lingkungan.

Kemajuan teknologi juga menjadikan udara terus menerus mengalami pencemaran yang kita kenal dengan istilah polusi udara. Polusi udara merupakan salah satu penyebab kerusakan lingkungan dan dampaknya juga mengarah ke kesehatan manusia.

Pengertian Polusi Udara

Polusi udara atau juga dikenal dengan pencemaran udara adalah sebuah kondisi terdapatnya ada satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di udara (atmosfer) yang jumlahnya berada pada titik yang membahayakan.

Dalam hal ini, polusi udara bisa berdampak pada kesehatan manusia, tumbuhan, dan juga hewan. Selain itu, percemaran pada udara juga menimbulkan dampak bahaya lain, karena dapat merusak properti dan juga mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan.

Pencemaran udara adalah salah satu jenis pencemaran lingkungan hidup, di samping pencemaran suara, pencemaran air, pencemaran cahaya dan pencemaran tanah.

Polusi udara dapat merusak kualitas udara itu sendiri dan disebabkan oleh beberapa sumber, baik sumber hidup maupun sumber tidak hidup. Pencemaran udara juga terdiri dari beberapa macam atau jenis. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkap mengenai polusi udara.

Penyebab Pencemaran Udara

Polusi udara memiliki penyebab yang sangat beragam, tergantung lokasi pencemaran udara tersebut terjadi. Di Indonesia, pencemaran udara lebih dari 70% berasal dari emisi kendaraan bermotor.

Kendaraan bermotor akan menghasilkan gas pembuangan yang kemudian terkumpul di udara. Pencemaran udara yang satu ini jika terjadi dalam skala besar, akan menyebabkan gangguan lingkungan dan membawa dampak yang cukup mengkhawatirkan. Diantaranya muncul zat-zat kimia berbahaya seperti timbal (Pb), oksida fotokimia (Ox), oksigen nitrogen (NOx), hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan masih banyak lagi.

asap kendaraan busy.org

Kendaraan bermotor menyumbang hampir keseluruhan timbal dan karbon monoksida, 71-89% hidrokarbon, 34-73% NOx, dan 13-44% suspended particulate matter. Selain itu, debu yang terbang di udara juga dapat menjadi salah satu bagian penyebab polusi udara. Misalnya debu dari hasil pembakaran sampah rumah tangga yang merupakan penyebab dari sulfur dioksida.

Saat ini polusi udara menjadi sesuatu yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data WHO, sekitar 98% kota dengan jumlah penduduk di atas 100.000 orang di negara berpenghasilan rendah hingga menengah ternyata tidak memenuhi standar kualitas udara yang baik. Tentu masalah ini menjadi masalah bersama yang perlu untuk diatasi dengan baik, agar kualitas udara menjadi sehat dan aman.

Sumber Polusi Udara

Sumber penyebab polusi udara terbagi menjadi dua, antara lain sumber alami dan sumber yang berasal dari manusia. Penjelasan mengenai asal polusi udara, antara lin:

  1. Sumber Polusi Udara Alami – Sumber alami pencemaran udara berasal dari aktivitas alam. Beberapa contohnya, seperti kebakaran hutan yang terjadi karena faktor alam, abu vulkanik dari letusan gunung berapi, atau nitrifikasi dan denitrifikasi biologi.
  2. Sumber Polusi Udara Dari Manusia – ASumber polusi udara yang terjadi karena ulah manusia bisa dikarenakan kegiatan transportasi atau produksi (industri) yang terjadi, khususnya di perkotaan. Contohnya adalah gas emisi pabrik, kendaraan bermotor, dan semisalnya. Kegiatan-kegiatan ini menyumbang beberapa zat kimia di udara yang menjadi polusi, misalnya CO, SOx, NOx, HC, dan sebagainya.
baca juga:  Infografis - Polusi Udara Membunuh 7 Juta Nyawa Tiap Tahun

Macam Polusi Udara

Polusi udara atau pencemaran udara dibedakan menjadi dua macam, yaitu pencemaran udara primer dan sekunder yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pencemaran Udara Primer – Pencemaran udara primer adalah substansi polusi udara yang diciptakan langsung dari sumber pencemarannya. Misalnya karbon monoksida (CO) yang merupakan salah satu zat kimia pencemar udara primer yang dihasilkan langsung dari proses pembakaran.
  2. Pencemaran Udara Sekunder – Pencemaran udara sekunder adalah substansi polusi udara yang tercipta dari reaksi polutan-polutan primer di udara. Salah satu contohnya adalah pembentukan ozon yang terjadi dalam proses fotokimia yang terjadi secara sekunder.

Dampak Udara Tercemar

Terdapat banyak sekali dampak dari adanya polusi udara. Polusi udara dapat menyerang berbagai sendi kehidupan manusia dan alam. Berikut beberapa dampak yang diakibatkan dari pencemaran udara, yaitu:

  • Dampak Kesehatan

Salah satu dampak utama dari polusi udara secara langsung adalah dampak terhadap kesehatan. Polusi udara akan mempengaruhi saluran pernapasan manusia dan juga hewan. Sehingga dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti penyakit paru-paru dan penyakit pernapasan saluran atas.

Sementara itu, tidak hanya sistem pernapasan yang terganggu. Pada manusia yang menghirup zat karbon monoksida, kerja hemoglobin akan terganggu. Akibatnya, oksigen tidak akan beredar di dalam tubuh secara lancar. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian karena keracunan CO. Data dari WHO mencatat, ada sekitar 3,2 juta kasus kematian karena polusi udara di dunia.

Sementara itu, data terbaru dari WHO menyebutkan bahwa jumlah kematian karena polusi udara meningkat menjadi 7 juta orang per tahunnya. Hal ini dikarenakan ada lebih dari 90% orang di bumi menghirup udara dengan tingkat polutan yang cukup tinggi. Kebanyakan kasus kematian karena polusi udara ini terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

  • Dampak Ekonomi

Tidak hanya sektor kesehatan yang terdampak dari adanya polusi udara. Namun ekonomi di suatu daerah pun juga akan terdampak. Hasil kajian Bank Dunia menyatakan bahwa dampak ekonomi yang terjadi akibat adanya polusi udara di Indonesia menimbulkan kerugihan sebesar 1,8 trilyun rupiah. Tentu angka ini tidak main-main untuk sebuah kerugian ekonomi, apalagi di tahun 2015 yang lalu angka ini sempat meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah.

  • Dampak Sosial

Pencemaran udara juga akan berdampak pada bidang sosial. Karena udara yang kotor, orang-orang tidak bisa lagi menghirup udara yang sehat. Apalagi jika sedang terjadi polusi udara besar-besaran pada musim kemarau, dimana semua orang harus menggunakan masker untuk melindungi diri. Tentu hal ini akan menghambat kehidupan sehari-hari dan berdampak pada lingkungan sosialnya.

  • Dampak Pendidikan

Di bidang pendidikan adanya polusi udara dapat menjadi penghambat kegiatan belajar mengajar. Apalagi terdapat penelitian yang menyimpulkan bahwa polusi udara dapat mempengaruhi penurunan fungsi kognitif, dan ini akan berdampak juga pada tingkat kecerdasan seseorang.

  • Dampak Pertanian

Dunia pertanian pun akan mengalami dampak buruk akibat adanya polusi udara. Hal ini dikarenakan polusi udara akan mengganggu kinerja tumbuhan untuk berfotosintesis dan kemampuan pohon untuk tumbuh dan berkembang.

Tidak hanya itu, zat kimia di udara akan mengganggu tanaman dan tanah. Sehingga bukan hal yang mustahil jika tanaman terena penyakit. Beberapa jenis penyakit tanaman yang sering terjadi misalnya nekrosis dan klorosis. Hal ini terjadi akibat sirkulasi udara yang tidak sehat dan kotor.

Jika bidang pertanian terganggu, maka masalah pokok (makanan) di suatu daerah pun akan terganggu. Apalagi jika sampai gagal panen. Maka hal ini juga akan mengganggu stabilitas ekonomi dan kehidupan masyarakatnya.

  • Hujan Asam
baca juga:  KTT Bumi - Sejarah, Isu Penting dan Kesepakatan

Ada banyak sekali dampak dari lingkungan yang rusak, salah satu yang populer adalah hujan asam. Hujan asam ini dapat terjadi karena air hujan memiliki pH yang asam. Tingkat pH air hujan yang normal adalah sekitar 5,6. Polusi udara karena zat SO2 dan NO2 dapat bereaksi dengan air hujan dan menjadikan air asam. Hal ini tentu akan berpengaruh juga terhadap kualitas permukaan air di bumi. Sehingga air menjadi berkualitas buruk dan akan merusak kualitas tanah di sekitarnya.

Selain hujan asam, kita mungkin tidak asing lagi dengan istilah efek rumah kaca. Dimana efek rumah kaca ini menyebabkan matahari yang masuk ke bumi tidak dapat terpantul ke luar bumi karena terhalang polutan di udara. Akibatnya radiasi panas matahari terjebak di atmosfer udara dan menjadikan suhu bumi meningkat.

Efek rumah kaca disebabkan oleh banyak faktor, misalnya adanya CO2, metana, ozon, N2O, CFC, dan sebagainya di troposfer. Gas-gas ini lah yang memunculkan pemanasan global atauglobal warming. Jika terjadi, maka kutub akan mencair, air laut meningkat, perubahan iklim, dan berujung pada ketidakseimbangan flora dan juga fauna.

  • Kerusakan Lapisan Ozon

Lapisan ozon adalah sebuah lapisan di stratosfer yang merupakan pelindung alami dari bumi. Ozon berada di ketinggian 20 hingga 35 kilometer. Lapisan ozon ini tugasnya adalah untuk memfilter radiasi ultraviolet B yang muncul dari matahari.

Jika polusi udara terjadi dalam jumlah yang membahayakan, hal ini dapat mengikis lapisan ozon. Kerusakan lapisan ozon akan menyebabkan sinar ultraviolet B masuk ke bumi. Sinar inilah yang dapat menyebabkan berbagai masalah di bumi, seperti penyakit tanaman, hingga kanker kulit pada manusia.

polusi industri Pixabay

Zat Polutan

Polusi udara dapat disebabkan oleh berbagai macam hal akibat kandunganz at polutan. Berikut ini beberapa zat polutan di udara yang akan dijelaskan juga beserta bahayanya.

  • Karbon Monoksida (CO)

Salah satu zat yang berbahaya di udara adalah CO atau karbon monoksida. Zat ini banyak ditemukan di perkotaan karena terbentuk dari proses pembakaran atau transportasi yang menggunakan bahan bakar solar. Gas ini juga terjadi dalam pembakaran dengan mesin diesel. Karbon monoksida dapat mengganggu kesehatan, menyebabkan penurunan fungsi otak, hingga kematian.

  • Karbon Dioksida (CO2)

Karbon dioksida adalah salah satu zat yang dikenal secara luas sebagai zat sisa. Zat ini jika terbentuk dalam jumlah yang besar akan naik dan menyebabkan polusi. Efeknya adalaha dapat menciptakan efek rumah kaca. Hal ini dikarenakan zat karbon dioksida akan bercampur dengan debu, jasad renik, dan titik air.

  • Nitrogen Oksida (NOx)

Nitrogen oksida merupakan sebuah senyawa gas yang ada di atmosfer bumi (NO2 dan NO). baik NO2 atau NO, keduanya berbahaya untuk makhluk hidup. Gas NO merupakan salah satu polutan yang sulit diamati secara visual, karena tidak memiliki warna, rasa, dan bahkan bau. Sementara itu, NO2 juga mudah diamati, karena memiliki bau menyengat dan memiliki warna kecokelatan atau kemerahan.

Polutan NOx ini timbul dari kegiatan pembangkit listrik, pembuangan mobil, pembakaran, pengelasan, dan semisalnya. Senyawa ini akan menguap dan membentuk kabut asap. Jika berpadu dengan sulfur oksida, akan berpotensi menyebabkan hujan asam. NO2 beracun, dan sifat racunnta 4 kali lebih kuat daripada efek racun dari NO. NO2 dapat merusak paru-paru, dan juga mengakibatkan kematian.

  • Amonia (NH3)
baca juga:  Pemanasan Global - Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi

Salah satu polutan yang ada di udara adalah amonia. Amonia merupakan senyawa yang berbentuk gas dengan aroma yang sangat menyengat. Amonia mudah mencair, dan sumbernya adalah refuksi gas nitrogen dari proses difusi udara, maupun limbah industri.

Amonia dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia. Efek racunnya bisa menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan, kulit, menyebabkan sesak napas, radang tenggorokan, asma, tekanan darah tinggi, hingga kebutaan.

  • Merkuri (Hg)

Merkuri merupakan salah satu zat berbahaya yang bisa muncul dalam bentuk apapun. Merkuri bisa terdai dari proses pembangkit listrik dan lainnya. Merkuri beracun dan bisa berada di tanah ataupun air. Jiak merkuri berbentuk gas, maka akan lebih berbahaya lagi. Hal ini dikarenakan efek racun yang dapat menyebabkan masalah perkembangan, masalah ginjal, tiroid, reproduktif, hingga neuropsikologis.

Penanggulangan Pencemaran Udara

Mengingat pencemaran udara sangat mengganggu dan dapat menyebabkan banyak dampak negatif, tentunya penanggulangan harus dilakukan.

Berikut beberapa solusi atau penanggulangan yang biasa dilakukan untuk mengurangi polusi udara, khususnya di wilayah perkotaan yang padat.

  • Mulai mengalihkan pola pikir untuk menggunakan transportasi umum daripada transportasi pribadi. Hal ini dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan kendaraan bermotor. Jika dilakukan di perkotaan yang padat, maka juga akan mengurangi efek macet di jalan raya. Karena kemacetan juga merupakan salah satu penyumbang polutan yang banyak di udara.
  • Melakukan gaya hidup hemat energi untuk mengurangi kesempatan menyumbang polusi udara. Misalnya dengan mematikan lampu, kipas angin, dan AC ketika akan keluar ruangan. Cara sederhana semacam ini bisa mengurangi efek polusi udara, apalagi jika dilakukan secara massal. Karena tentu saja, penggunaan listrik yang boros akan menyebabkan penggunaan bahan bakar yang lebih boros juga.
  • Memanfaatkan sampah organik dan anorganik dengan baik, misalnya dengan reuse, recycle, atau reduce. Hal ini akan bermanfaat untuk mengurangi potensi polusi udara dikarenakan berkurangnya sampah dan daur ulang plastik di pabrik, yang tentunya menyebabkan limbah.
  • Menggunakan sumber energi terbarukan dan sumber energi ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan sumber energi alternatif cenderung lebih aman terhadap lingkungan dan kecil kemungkinannya untuk menciptakan polusi udara.
  • Menggunakan teknologi hemat energi, untuk mengurangi penggunaan energi yang berdampak pada penurunan jumlah polusi udara.
  • Melakukan reboisasi dan penghijauan di area perkotaan, seperti membangun ruang terbuka hijau dan hutan kota.

Tentunya beberapa kegiatan untuk penanggulangan polusi udara dan masalah lingkungan di atas tidak mudah untuk dilakukan jika sebagian masyarakatnya sudah terlanjur memiliki kebiasaan dan pola hidup yang kurang baik dari segi kesehatan lingkungan.

Namun, langkah sekecil apapun dapat memberikan dampak positif untuk udara dan lingkungan.

Hal yang belum dilakukan mungkin adalah melakukan penyuluhan yang bermanfaat kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan. Pemerintah dapat memperkuatnya dengan menegakkan kembali peraturan lingkungan atau hukum tentang lingkungan.

Selain itu, kesadaran memang harus dibangun dari lapisan masyarakat terbawah agar kegiatan berlangsung secara massal dan bermanfaat.

Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara | http://blogpengertian.com/pencemaran-udara/ | https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-pencemaran-udara.html | https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/udara/polusi-udara-penyebab-dampak-dan-upaya-menanggulanginya | https://lingkunganhidup.co/pencemaran-udara-pengertian-penyebab-dampak-solusi/

Polusi Udara – Pengertian, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi
5 (100%) 6 votes