Mengenal Porang – Habitat, Morfologi, Gizi, Manfaat & Potensi Budidaya

Porang adalah tumbuhan yang dikategorikan sebagai umbi-umbian. Nama lain tanaman ini adalah iles-iles. Tanaman porang mulai dikenal sejak viralnya kisah sukses seorang petani dari Desa Kepel, Jawa Timur di kalangan masyarakat. Tak tanggung-tanggung, petani tersebut berhasil menjadi miliarder karena bisnis ekspor porang.  

Lantas, apa itu porang?

Tanaman porang yang juga sering disebut dengan nama iles-iles adalah tanaman umbi-umbian yang mempunyai nama ilmiah Amorphophallus Muelleri Blume. Tanaman ini diketahui banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung atau serat alami yang larut di dalam air.

Taksonomi Porang

Porang mampu tumbuh di ketinggian mencapai 700 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini juga sangat mungkin untuk dibudidayakan di lahan hutan dibawah naungan tegakan tanaman lainnya. Umumnya umbi-umbi tanaman porang ini masih banyak ditemukan di hutan-hutan liar dan masih belum banyak dibudidayakan.

mediaindonesia.com

Berikut ini klasifikasi ilmiah porang, yaitu:

KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
Sub divisiAngiospermae
KelasMonocotyledonaea
OrdoAlismatales
FamiliAraceae
GenusAmorphophallus
SpesiesAmorphophallus Muelleri

Morfologi Porang

Setelah mengetahui taksonominya, maka berikut ini penjelasan mengenai bentuk, ciri dan karakteristik tanaman iles-iles, antara lain:

1. Akar

Porang mempunyai akar yang mulai tumbuh saat tanaman berumur 7 sampai 14 hari. Tak lama setelah itu akan tumbuh tunas daun baru. Akar porang tidak memiliki akar tunggang dan hanya berupa akar primer. Akar-akar ini akan tumbuh pada bagian pangkal batang, namun sebagian lainnya akan terus muncul dan menyelimuti umbinya.

Akar ini memiliki fungsi menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah untuk kebutuhan pertumbuhan tanaman. Tak hanya itu, akar porang juga berfungsi untuk memperkuat dan menegakkan batang tanaman.

Akar porang juga dianggap sangat unik. Sebab akar ini akan terlihat kering dan seakan mati ketika memasuki dormansi atau masa istirahat.

2. Batang

Batang porang termasuk jenis batang tunggal dan dapat memecah hingga menjadi tiga batang sekunder. Batang tersebut akan memecah sekali lagi sehingga membentuk tangkai daun.

Dalam setiap pertemuan batang akan memicu timbulnya bubil atau biasa disebut dengan umbi katak. Katak porang warnanya cokelat agak kehitaman yang berfungsi sebagai sarana perkembangbiakan. Selain itu, batang porang tidak memiliki cabang dan tidak berkayu. Umumnya batang ini berwarna hijau disertai bercak-bercak putih.

3. Bunga

Bakal bunga porang akan muncul dari umbi ketika usia tanaman telah menginjak 4 tahun. Bunga porang tumbuh saat musim hujan telah tiba. Bunga ini akan tumbuh di bagian umbi yang belum mengalami pertumbuhan daun.

Ketika masa kuncup, mahkota bunga belum terlihat. Namun jika bunga tersebut telah mekar sepenuhnya, maka akan terlihat mahkota bunga yang sempurna dan menawan.

Bunga porang berwarna merah jambu dengan bentuk seperti terompet. Perlu diketahui, setiap umbi porang memiliki satu bunga yang ditopang oleh tangkai dan mampu tumbuh vertikal seperti batang kecil dengan tinggi sekitar 20 sampai 30 cm.

4. Daun

Daun porang termasuk jenis daun majemuk dengan bentuk menjari. Hampir pada setiap batangnya terdapat empat daun majemuk. Apabila proses pertumbuhan tanaman normal, maka daun yang tumbuh mencapai sepuluh helai dengan tepian rata. Daun tanaman porang memiliki warna hijau agak kebiruan.

Ketika tanaman memasuki usia sekitar dua bulan, maka di bagian daun dan pangkalnya akan dipenuhi katak atau bubil. Inilah yang membedakan porang dengan berbagai jenis tanaman lainnya.

5. Buah dan Biji

Morfologi biji tanaman porang terdapat pada bagian buah yang tersusun di setiap tongkolnya. Perbanyakan porang juga bisa dilakukan dengan cara menjadikan bijinya sebagai benih.

Tanaman porang yang masih muda mempunyai buah berwarna hijau dan terkadang berubah menjadi kekuningan. Dalam setiap tongkol terdapat 100 sampai 300 biji buah. Apabila tanaman telah dewasa, warna buahnya terlihat agak kemerahan dan semakin kehitaman jika telah siap panen.

Habitat Porang

Porang merupakan tanaman yang toleran dengan naungan hingga 60 persen dan bisa tumbuh pada tanah jenis apapun di ketinggian 0 hingga 70 mdpl. Bahkan sifat tanaman ini memungkinkan untuk dibudidayakan di lahan hutan atau di bawah naungan tegakan tanaman lain di sekitarnya.

Bibitnya biasa diperoleh dari potongan umbi batang ataupun bubil yang kemudian ditanam secara langsung. Saat ini, porang memiliki nilai ekonomis untuk dikembangkan karena sangat berpeluang untuk dijadikan komoditas ekspor.

Kandungan Gizi

Porang adalah salah satu kekayaan hayati umbi-umbian khas Indonesia. Tanaman ini dikenal memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi, mulai dari protein, karbohidrat, vitamin, mineral, serat pangan, dan lemak. Jadi jangan heran, jika tanaman porang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan diekspor sebagai bahan baku industri.

Porang kaya akan karbohidrat yang terdiri dari glucomannan, pati, serat kasar, dan gula reduksi. Nah, glucomannan ini sering dimanfaatkan oleh banyak produsen industri pangan, kimia, dan farmasi. Produk-produk makanan yang dihasilkan dari glucomannan ,antara lain shirataki berbentuk mie, konnyaku, bahan campuran kue, roti, jeli, selai, es krim, permen, dan lain sebagainya.

bubil porang medium.com

Zat ini juga berfungsi sebagai pengental sirup dan sari buah, bahan pengisi dan pengikat tablet, bahan pelapis, bahan perekat, pelapis kedap air, media pertumbuhan mikroba, dan bahan pembuatan kertas.

Pada dasarnya, tujuan pengolahan porang dilakukan untuk mendapatkan komponen glucomannan. Sementara produk yang biasa diolah dan dipasarkan dari umbi segar adalah keripik, tepung porang, dan tepung glucomannan.

Manfaat Porang

Tak bisa dipungkiri bahwa tumbuhan porang menyimpan banyak manfaat. Karena itulah nilai porang terbilang sangat tinggi di pasaran. Berikut adalah beberapa manfaat tanaman porang untuk kesehatan tubuh.

1. Mengendalikan kolesterol dalam darah

Siapa sangka porang ternyata efektif menjaga kadar kolesterol dalam darah agar tetap ideal. Kandungan glucomannan yang tersimpan dalam tanaman ini memiliki peranan penting dalam proses pengurangan kolesterol tubuh.

2. Mengatasi sembelit

Porang bisa dijadikan salah solusi ampuh untuk mengatasi sembelit atau kondisi susah buang air besar. Kandungan serat dalam tanaman umbi ini ternyata sangat efektif untuk membantu melunakkan feses dan melancarkan pergerakan usus. Dengan begitu, kotoran dalam tubuh lebih mudah dikeluarkan.

3. Merawat kulit

Glucomannan juga mampu membantu merawat kesehatan kulit. Kandungan dari tanaman ini berguna untuk menghilangkan jerawat dan merawat kulit secara keseluruhan agar tampak lebih sehat.

4. Menjaga berat badan tetap ideal

Porang juga bisa dijadikan pilihan menu diet untuk konsumsi setiap hari. Jika seseorang berniat menurunkan berat badan, maka olahan porang adalah pilihan paling tepat. Sebab andungan serat dari tanaman ini mampu menghasilkan efek kenyang lebih lama sehingga berat badan terkontrol dengan baik.

5. Mencegah dan Mengatasi Diabetes

Porang juga bermanfaat mencegah sekaligus mengatasi diabetes. Sebab, kandungannya mampu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh. Karena serat porang menciptakan efek kenyang lebih lama, maka para penderita diabetes dapat mengontrol frekuensi maka secara disiplin, sehingga kadar gula darah lebih stabil.

6. Menurunkan Darah Tinggi

Para penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi sangat disarankan untuk mengonsumsi porang. Sebab, kandungan yang ada didalamnya juga terbukti mampu menurunkan tekanan darah.

7. Mencegah Pembentukan Sel Kanker

Mengonsumsi porang secara rutin juga bisa menghindarkan kita dari risiko terkena penyakit berbahaya, terutama kanker usus berkat kandungan serat alaminya. Bahkan serat ini juga dipercaya mampu merawat kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan.