Rammang-Rammang – Destinasi Wisata Pegunungan Karst

Pesona keindahan pegunungan karst di Indonesia tersaji di Rammang-rammang, Maros, Sulawesi Selatan. Rammang-rammang merupakan lokasi wisata pegunungan hutan batu kapur terluas ketiga dan telah dimasukkan oleh UNESCO sebagai World Heritage Site.

Disini, wisatawan akan disuguhi petualangan dan menikmati eloknya gugusan pegunungan karst yang menjulang dan ditumbuhi vegetasi lebat.

Pengertian Karst

Karst atau pegunungan kapur adalah bentuk bentang alam yang dicirikan dengan adanya depresi tertutup, drainase permukaan dan gua. Karst terbentuk akibat adanya proses pelarutan suatu kawasan batuan karbonat, sehingga menghasilkan bentuk permukaan bumi yang unik berupa exokarst (diatas permukaan) dan indokarst (dibawah permukaan).

Pegunungan karst Rammang-rammang berada dalam urutan ketiga terluas di dunia setelah Tsingy di Madagaskar dan Shilin di Cina.

Sejarah Rammang-rammang

Pegunungan kapur Rammang-rammang telah terbentuk sejak 30 juta tahun lalu. Akan tetapi, kawasan ini diperkirakan dihuni manusia sejak 40 ribu tahun lalu. Jika beruntung, kita dapat menemukan jejak-jejak kehidupan manusia purba melalui tulisan, fosil dan simbol-simbol di dinding gua.

Rammang-Rammang Wikimedia Commons

Istilah Rammang-rammang sendiri berasal dari istilah Makassar yang berarti “awan” atau “kabut”. Hal ini sesuai dengan kondisi alam lokasi eksotik ini, dimana selalu diselimuti awan dan kabut ketika pagi hari.

Sebelum dibuka menjadi tempat wisata, Rammang-rammang direncanakan sebagai kawasan penambangan batu kapur. Pada tahun 2008, tiga perusahaan asal Tiongkok mendapat izin untuk melakukan aktivitas penambangan, hingga pada akhirnya pada 2013 izin tersebut dicabut melalui desakan masyarakat desa Selenrang yang peduli terhadap alam.

Kegagalan tiga perusahaan pertambangan untuk mengeksploitasi Rammang-rammang, Maros disambut baik oleh warga. Selanjutnya, muncul inisiatif dan kesepakatan warga untuk menjadikan kawasan indah ini sebagai tempat wisata.

Pada tahun 2015, warga desa Selenrang berhasil mendorong lahirnya Peraturan Desa dan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Budpar Kabupaten Maros tentang pengelolaan kawasan Rammang-rammang yang memiliki luas 45.999 hektar.

Wisata Rammang-rammang

Rammang-rammang merupakan kawasan wisata bukit-bukit kapur yang terletak dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung. Untuk menuju ke destinasi wisata ini, kita harus menempuh jarak 40 km dari Makkasar selama 1,5 jam kemudian dilanjutkan dengan menaiki perahu nelayan.

Setibanya dilokasi, kita akan disuguhi pemandangan pepohonan dan persawahan yang ditanami pada oleh warga desa Selenrang, Kabupaten Maros.

Petualangan pun dimulai dari sini! Bukit-bukit karst menjadi background dari hijaunya alam Rammang-rammang. Udara yang sejuk menjadikan wisatawan dalam negeri dan mancanegara betah berada di kawasan ini. Keramahan penduduk lokal sebagai pemandu wisata memberikan kenyamanan bagi pengunjung untuk mengelilingi gugusan-gugusan karst.

Ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi ketika kita berada di kawasan Rammang-rammang, antara lain Taman Hutan Batu Kapur, Gua Bulu’ Barakka’ Telaga Bidadari, Gua Telapak Tangan dan Guan Pasaung. Untuk mengunjungi semuanya, cukup diperlukan waktu satu hari saja. Sebab, ditempat ini belum terdapat fasilitas penginapan.

Informasi terbaru, pegunungan karst Rammang-rammang di Maros, Sulawesi Selatan saat ini menjadi yang terbesar di dunia. Sebab, pegunungan karst yang ada di China dan Madagaskar kian waktu kian tergerus oleh eksploitasi dan aktivitas pertambangan.

wisata rammang rammang mongabay.co.id

1. Taman Hutan Batu Kapur

Taman Hutan Batu Kapur Rammang-rammang merupakan satu-satunya di Indonesia dan terluas ketiga di dunia setelah Taman Hutan Batu Tsingy di Madagaskar dan Taman Hutan Batu Yunan yang ada di Cina. Terdapat dua komplek taman hutan batu di kawasan ini, yaitu di bagian utara dan selatan.

2. Telaga atau Taman Bidadari

Taman bidadari adalah sebuah telaga yang berada di kawasan tengah-tengan bukit kapur Rammang-rammang. Air yang mengsi telaga berasal dari celah-celah batuan kapur.

Untuk mencapai lokasi ini, kita harus berjalan kaki melewati jalan setapak yang terbentuk dari pecahan batu kapur. Meski cukup berbahaya dan menantang karena harus mendaki dan berjalan di tepi jurang. Ketika sampai di taman bidadari rasa-rasanya perjuangan itu akan pantas.

3. Gua Bulu’ Barakka

Berada tidak jauh dari hutan taman batu kapur, kita dapat menuju gua bulu’ barakka’ dengan mengendari motor atau berjalan kaki sekitar 500 meter. Nama bulu’ barakka’ dalam bahasa Makassa memiliki arti “gunung anugerah”.

Disini, kita akan menemukan situs prasejarah di dalam gua, berupa cap tangan manusia purba dan gambar-gambar dari kehidupan masa lalu.

4. Gua Telapak Tangan

Masih satu jalur dengan telaga bidadari, untuk mencapai gua telapak tangan kita harus berjalan kaki sejauh 2 km. Hampir sama dengan apa yang dapat kita lihat di gua bulu’ barakka’, disini kita juga akan menikmati situs prasejarah peninggalan manusia purba.

5. Gua Pasaung

Seperti pada umumnya pegunungan karst, kita akan menemukan banyak gua didaerah Rammang-rammang. Gua pasaung berada di kawasan kampung Berua. Disini, kita juga akan mendapati cap tangan manudia purba. Konon, dilokasi gua ini dahulunya digunakan sebagai tempat sabung ayam.

backpacker Pixabay

Tips Berwisata ke Rammang-rammang, Maros

Sebelum berangkat dan melakukan petualangan disana, ada baiknya melakukan persiapan-persiapan berikut ini:

  1. Berangkat Pagi – Selain menikmati pemandangan pegunungan karst, disini kita bisa menikmati sunrise yang sangat indah. Agar tidak terlewat momen ini, sebaiknya datanglah pagi-pagi atau berangkat subuh.
  2. Bawa Uang Tunai – Siapkan uang tunai yang akan digunakan untuk membayar sewa perahu menuju kampung Berua. Harga sewa cukup variatif, sekitar 200 ribu untuk perahu dengan kapasitas 4 orang, sekitar 250 ribu untuk perahu dengan kapasitas 7 orang dan 300 ribu unutk perahu dengan kapasitas 10 orang.
  3. Pakai Sepatu / Sandal Gunung – Gunakanlah sepatu atau sandal gunung agar nyaman berpetualang di alam.
  4. Gunakan Topi dan Sunblock – Untuk melindungi mata dan kulit dari paparan sinar matahari di siang hari, jangan lupa bawalah topi, sunblock dan kacamata gelap.
  5. Bawa Tisu dan Handuk – Aktivitas outdoor tentu akan menguras keringat. Oleh sebab itu, bawalah cukup air minum dan tisu atau handuk untuk membersihkan keringat.
  6. Nikmati Kuliner – Setelah seru berpetualang, saatnya persiapkan lidah dan perut untuk menikmati kuliner yang tidak jauh dari obyek wisata.

Bagaimana? Sudah siapkah berpetualang ke Rammang-rammang? 😀

Referensi: berbagai sumber