Pengertian Reboisasi

Reboisasi atau dalam istilah bahasa Inggris dinamakan dengan reforestation, adalah rangkaian kegiatan penghijauan yang dilakukan pada kawasan hutan atau daerah yang akan difungsikan menjadi kawasan hutan. Kegiatan reboisasi dilakukan pada areal hutan yang telah rusak atau kawasan non-hutan yang akan dijadikan menjadi kawasan hutan.

Kata lain yang sering digunakan untuk menggantikan istilah reboisasi di Indonesia adalah reforestasi, yang merupakan “tindakan menanam bibit pohon atau pohon muda di daerah di mana dulu terdapat hutan” – oleh Merriam Webster.

Reboisasi merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki kawasan hutan yang rusak, baik akibat kerusakan karena pemanfaatan oleh manusia atau kerusakan akibat kondisi alam.

Meskipun hutan yang rusak memiliki cara alami tersendiri untuk tetap bertahan dan memperbaiki diri, namun hal tersebut cenderung membutuhkan waktu lama. Selain itu, jika kerusakan hutan yang terjadi terlampau parah, maka kecil kemungkinan hutan dapat memperbaiki dirinya sendiri. Oleh sebab itu, peran manusia dalam menghambat atau menghentikan deforestasi sangat diperlukan.

Reboisasi Menurut Para Ahli

Terdapat berbagai definisi mengenai reboisasi, adapun dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Manan (1978), reboisasi adalah kegiatan penghutanan kembali pada kawasan hutan yang gundul dan terdapat bekas tebangan, maupun lahan-lahan kosong yang ada di dalam kawasan hutan.
  2. Kadri dkk, (1992), reboisasi adalah kegiatan membangun hutan kembali pada kawasan yang telah habis, bekas tebangan, maupun pada lahan kosong yang terdapat di dalam kawasan hutan. Kegiatan reboisasi meliputi peremajaan pohon, penanaman pohon kembali, serta menanam jenis pohon tertentu yang belum ada di dalam kawasan hutan tersebut.
  3. Manan (1976) dan Supriyanto (1984), reboisasi merupakan kegiatan menanam pada area kosong, namun bukan merupakan hutan melainkan lahan milik pribadi atau milik rakyat dan ditanam dengan jenis pohon keras. Seperti pohon buah, yaitu mangga, rambutan, jeruk, dll. Hal tersebut dilakukan karena biasanya lahan pribadi hanya ditanami dengan tanaman lunak seperti sayuran, dimana tanaman tersebut tidak bisa menguatkan tanah. Sedangkan tumbuhan keras dapat membuat tanah lebih kuat dan lebih subur, serta dapat mencegah berbagai bencana alam.
  4. PP No 35 Tahun 2002 menjelaskan bahwa reboisasi merupakan kegiatan menanam pohon pada kawasan hutan yang telah rusak atau kawasan kosong yang biasanya berisi alang-alang dan semak belukar agar fungsi lahan tersebut dapat dikembalikan sebagaimana mestinya.
  5. Kepmenhut 797/Kpts-II/ Tahun 1998, reboisasi adalah kegiatan peremajaan dan penanaman kembali pohon pada kawasan hutan yang telah rusak. Tujuan dari kegiatan ini sebagai penunjang keselamatan hutan dan menjadikan daerah tersebut menjadi kawasan hutan dan lahan hijau.
  6. Kepmenhutbun No 778/ Menhutbun V/ Tahun 1998, reboisasi merupakan kegiatan untuk memulihkan kembali serta meningkatkan produktivitas hutan yang memiliki kondisi rusak atau kawasan yang masih berupa lahan kosong. Reboisasi dilakukan agar tanah tersebut dapat menjadi lebih subur dan mampu menyerap air, sehingga memberikan banyak manfaat bagi manusia dan kehidupan di bumi.
  7. Kepdirjen No 16/ kpts/ V/ Tahun 1997, reboisasi merupakan kegiatan menanam kembali dan memulihkan fungsi hutan sebagaimana mestinya dengan mengacu pada aturan yang telah ditetapkan.

Mengapa Reboisasi Diperlukan dan Apa Tujuannya?

Deforestasi kawasan hutan dunia terjadi secara cepat. Kawasan hutan Indonesia sendiri pada periode 2009-2013 telah kehilangan kawasan hutan sekitar 4,6 juta hektar. Luas tersebut sebanding dengan luas daerah Sumatera Barat.

Penyusutan lahan hutan atau deforestasi tersebut disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam contohnya adalah kebakaran hutan akibat kekeringan panjang. Sedangkan faktor manusia contohnya adalah pembukaan lahan pertanian, pemukiman, serta infrastruktur tanpa mempedulikan kawasan hutan.

salah satu contoh deforestasi adalah penebangan liar

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, hutan memiliki kemampuan untuk memulihkan diri. Namun jika deforestasi yang terjadi terlalu parah, maka diperlukan bantuan dari manusia dengan upaya reboisasi.

Kegiatan reboisasi memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dari tiap-tiap makhluk hidup pada umumnya, dan manusia pada khususnya. Dengan melakukan perbaikan kawasan hutan, maka kualitas dan fungsi sumber daya alam juga akan turut meningkat.

Fungsi hutan yang baik akan memberikan dampak positif bagi lingkungan seperti mencegah polusi udara, kembalinya ekosistem yang seimbang, dan pencegahan global warming.

Manfaat Reboisasi

Usaha reboisasi yang dilakukan akan memberikan berbagai manfaat bagi keseimbangan alam. Adapun manfaat tersebut adalah:

  1. Manfaat Hidrologis. Manfaat pohon yang telah kita ketahui bersama adalah dapat menyimpan cadangan air yang ada di dalam tanah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka kapasitas air yang disimpan di dalam tanah akan semakin banyak pula. Manfaat tersebut akan kita rasakan pada musim kemarau dimana intensitas hujan berkurang, sehingga manusia dapat memanfaatkan cadangan air dari dalam tanah. Selain itu, manfaat lainnya dapat pula dirasakan pada musim penghujan, dimana pohon-pohon di kawasan hutan dapat menghambat air dari dataran tinggi dan menyimpannya di dalam tanah sehingga terhindar dari risiko banjir bandang.
  2. Manfaat Orologis. Mengembalikan kesehatan hutan dengan cara reboisasi dapat memberikan manfaat orologis, yaitu kemampuan untuk dapat menahan erosi tanah sehingga tidak mudah longsor dan gugur.
  3. Manfaat Ekologis. Reboisasi memberikan manfaat secara ekologis berupa keseimbangan lingkungan alam. Apabila pohon yang hidup dalam hutan jumlah semakin berkurang akibat penebangan hutan secara liar, maka akan timbul potensi bencana seperti tanah longsor, banjir bandang, dan pemanasan global.
  4. Manfaat Klimatologis. Melalui proses fotosintesis, pohon akan mendaur ulang karbondioksidan dan menghasilkan oksigen. Kawasan hutan yang baik akan membantu mengurangi pencemaran udara dan menjaga kelestarian udara.
  5. Manfaat Edhapis. Kawasan hutan merupakan tempat hidup, tempat tinggal, serta tempat berkembang biak bagi beragam hewan. Apabila populasi pohon dalam hutan semakin berkurang atau mengalami deforestasi secara besar-besaran, tentu akan merusak habitat dari hewan-hewan yang tinggal di kawasan hutan. Hal tersebut menimbulkan efek berantai, dimana hutan yang rusak akan mengakibatkan populasi hewan tertentu juga terganggu.
  6. Manfaat Estetis. Pohon juga memiliki manfaat secara estetika atau keindahan. Penanaman pohon secara rapi dan teratur selain dapat mengebalikan fungsi hutan, juga dapat memberikan efek estetika dimana dapat dimanfaatkan sebagai sarana wisata alam.
  7. Manfaat Protektif. Pohon memberikan perlindungan bagi manusia, terutama dalam kawasan lingkungan sehari-hari. Pohon dapat menjadi penahan angin kencang, peneduh sinar matahari, peredam suara, serta penahan debu pada lingkungan sekitar. Manfaat kelestarian pohon yang terjadi di kawasan hutan juga memberi dampak yang lebih besar, seperti mencegah banjir, erosi, dan tanah longsor.
  8. Manfaat Higenis. Berkaitan dengan proses fotosintesis tumbuhan, dimana proses berubahnya karbondioksida menjadi oksigen. Hal tersebut juga memberikan manfaat kebersihan. Racun-racun dalam udara akan terserap oleh tumbuhan dan memberikan hasil udara yang lebih baik. Selain itu, akar pohon juga memberikan manfaat sebagai filter air yang membuat kualitas air tanah semakin baik dan terjaga.
  9. Manfaat Edukatif. Kawasan hutan yang terdiri dari pohon atau tumbuhan yang hidup di dalamnya, serta berbagai hewan yang hidup pula di kawasan tersebut dapat dijadika sarana belajar bagi generasi mendatang.
  10. Manfaat Rekreatif. Wisata alam tidak dapat dilepaskan dari wisata hutan. Kawasan hutan yang terjaga kelestariannya dapat dimanfaatkan menjadi sarana rekreasi alami.
  11. Manfaat Ekonomis. Pohon-pohon di kawasan hutan atau perkebunan dapat memberikan manfaat ekonim melalui daun, buah, batang, akar, dan getah yang dihasilkan. Tentu pemanfaatan ini juga harus diimbangi dengan penanaman kembali agar hutan tidak semakin habis dan rusak akibat eksploitasi yang berlebihan.

Dampak Tidak Adanya Reboisasi

kerusakan hutan tanpa upaya reboisasi dapat mengakibatkan tanah longsor

Kawasan hutan yang telah rusak apabila dibiarkan dan tidak segera diambil langkah reboisasi, akan memberikan dampak buruk di masa depan. Adapun dampak yang  terjadi akibat tidak adanya reboisasi adalah sebagai berikut:

  1. Banjir. Salah satu fungsi penting dari kawasan hutan yang terdiri dari banyaknya pohon adalah untuk menyimpan air di dalam tanah. Tidak adanya pohon pada kawasan hutan akan menyebabkan air mengalir dengan leluasa dan menjadi penyebab banjir. Banjir bandang juga dapat terjadi pada daerah hutan gundul.
  2. Tanah longsor. Akar pohon pada daerah hutan dapat menjadi penopang lereng atau tebing pada suatu daerah. Jika daerah hutan mengalami kondisi gundul, maka potensi tanah longkor akan meningkat karena dorongan air tanah.
  3. Punahnya beberapa spesies flora dan fauna. Telah kita ketahui bersama, bahawa hutan merupakan habitat bagi beragam flora dan fauna. Kerusakan habita berupa hutan akan menyebabkan kepunahan beberapa fauna yang tidak dapat melalui seleksi alam akibat kerusakan hutan. Melestarikan kawasan hutan juga merupakan bagian dari upaya pelestarian flora dan fauna.

Perbedaan Reboisasi dan Penghijauan

Seringkali kita memahami istilah reboisasi dan penghijauan dengan menyamakan artinya. Padahal, dalam PP No 35 Tahun 2002 telah dijelaskan perbedaan reboisasi dan penghijauan sebagai berikut:

“Reboisasi merupakan upaya penanaman pohon pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan. Sedangkan penghijauan adalah upaya pemulihan lahan kritis diluar kawasan hutan untuk mengembalikan fungsi lahan.”

Dengan demikian dapat disimpulkan pengertian reboisasi (reforestation) yaitu merupakan kegiatan penghijauan di kawasan hutan yang rusak atau areal non-hutan yang akan dijadikan kawasan hutan. Sedangkan pengertian penghijauan adalah kegiatan penanaman pohon pada lahan kosong atau lahan tandus agar lahan tersebut dapat kembali pulih, dipertahankan dan ditingkatkan kembali kesuburannya.

Reboisasi

  • Dilakukan di kawasan hutan atau kawasan kosong yang akan dijadikan hutan.
  • Penananaman jenis pohon yang sama atau jenis pohon lain sesuai tata guna lahan oleh pemerintah.

Penghijauan

  • Dilakukan di luar kawasan hutan, biasanya pada tanah milik rakyat
  • Penanaman berupa tanaman keras, seperti phon hutan, pohon buah, tanaman perkebunan, tanaman pupuk hijau, dan rumput pakan ternak.