Rempah Indonesia – Sejarah dan 14 Jenis Rempah Asli Nusantara

5/5 - (2 votes)

Tak bisa dipungkiri, Indonesia memiliki tanah subur yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman dengan segudang manfaat. Salah satu di antaranya adalah rempah Indonesia yang sangat mendunia.

Rempah adalah bagian dari tumbuhan yang mempunyai aroma dan rasa cukup kuat. Jenis rempah Indonesia pun ternyata sangat banyak dan beraneka ragam.

Rempah-rempah dari Indonesia umumnya dimanfaatkan melalui tiga cara oleh masyarakat pribumi, yaitu menjadi pengawet, pemberi rasa makanan, dan menjadi obat tradisional. Menariknya, tanaman rempah ini telah dikenal sejak dahulu sebagai komoditas asli Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi.

Rempah Indonesia juga sempat menjadi barang yang paling dicari pada zaman pra kolonial. Salah satu alasannya karena rempah-rempahan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai obat mujarab untuk beberapa penyakit kronis. Namun pemanfaatan rempah secara perlahan mulai berkurang setelah ilmu kedokteran semakin maju dan berkembang.

Kini rempah Indonesia lebih banyak digunakan sebagai bumbu masakan, obat tradisional, bahan produk kecantikan, serta bahan utama pembuatan parfum. Hingga kini Indonesia tetap dikenal sebagai produsen tanaman rempah berkualitas tinggi.

Sejarah Rempah

Membahas mengenai rempah di Indonesia, maka kita perlu mengetahui keterkaitannya dengan zaman penjelajahan yang pernah dilakukan oleh beberapa bangsa Eropa pada sekitar abad 15. Sejarah ini berawal saat kebangkitan Kekaisaran Turki Utsmani.

rempah Pixabay

Pada masa itu, Kerajaan Byzantium berhasil dipukul mundur yang ditandai dengan berhasil direbutnya Kota Konstantinopel. Perebutan ini membuat pintu masuk jalur sutera yang menjadi penghubung satu-satunya antara dunia timur dan barat dikuasai oleh Turki.

Pungutan pajak yang terbilang tinggi untuk segala jenis barang dagangan, termasuk rempah mendorong beberapa negara di Eropa mencari rute lain untuk masuk ke pusat penghasil rempah. Mereka pada akhirnya menemukan rute baru melalui jalur laut.

Pada akhirnya, penjelajah Spanyol berhasil tiba di Maluku pada tahun 1519 dan kembali ke Spanyol dengan kapal penuh cengkih dan rempah asal Indonesia lainnya. Sementara Belanda selanjutnya tiba ke Indonesia pada tahun 1598 dan kembali ke negara asalnya dengan membawa 600 ribu pon rempah serta produk nusantara bernilai tinggi lainnya.

Tak lama berselang, Belanda kemudian membentuk sebuah kongsi perdagangan yang dikenal dengan nama VOC untuk memonopoli perdagangan rempah di Indonesia. Rempah-rempah dari Indonesia kemudian dijual ke Eropa demi meraup keuntungan berlimpah.

baca juga:  Padang Lamun - Pengertian, Ciri, Sebaran, Peran & Manfaat

Jenis Rempah Indonesia

Ada banyak jenis rempah yang berasal dari Indonesia. Berikut ini adalah beberapa contoh rempah-rempah nusantara dengan segala manfaat dan fungisinya, antara lain:

1. Cengkih – Syzygium aromaticum

Cengkih adalah bagian kuncup bunga dari pohon famili jambu-jambuan atau Myrtaceae. Cengkih masuk dalam jenis rempah Indonesia yang sejak dulu sangat diburu oleh negara barat. Cengkih bisa digunakan sebagai bumbu masakan pedas dan bahan utama pembuatan rokok kretek.

cengkeh Pixabay

Cengkih merupakan salah satu jenis rempah yang seringkali digunakan sebagai agen preservative makanan dan juga tanaman obat. Manfaat terebut dikarenakan cengkih mengandung antioksidan dan anti-mikroba dosis tinggi. Bahkan, cengkih juga bisa dimanfaatkan sebagai analgesik dan disinfektan.

2. Kemiri – Aleurites moluccana

Kemiri adalah jenis tumbuhan yang bijinya sering dimanfaatkan untuk sumber minyak dan rempah-rempah. Jenis rempah Indonesia ini masih satu famili dengan singkong dan termasuk kastub-kastuban atau Euphorbiaceae.

kemiri brilio.net

Di pasar global, kemiri dikenal dengan sebutan candleberry, candlenut, atau Indian walnut. Pohon kemiri sendiri disebut dengan kukui nut tree atau vanish tree. Sementara minyak kemiri yang diekstrak dari bijinya mempunyai aneka manfaat untuk produk industri, seperti bahan campuran cat atau bahan campuran penyubur rambut dan pelembap kulit.

3. Kayu Manis – Cinnamon verum

Kayu manis adalah jenis rempah Indonesia dengan aroma khas, cita rasa pedas, dan manis. Tanaman yang tergolong dalam famili kamfer-kamferan atau Lauraceae ini sering digunakan untuk kuliner. Jenis rempah eksotis ini berasal dari kulit pohon kayu manis yang telah dikeringkan. Biasanya, kayu manis dijual dalam bentuk bubuk ataupun gulungan.

kayu manis kadinsen.com

Kayu manis juga termasuk dalam kategori bumbu masakan tertua di dunia yang pernah digunakan oleh manusia. Menurut penelitian, bumbu ini telah digunakan sejak peradaban Mesir Kuno sekitar 5000 tahun silam dan sempat tercantum pada beberapa kitab.

Jika dilihat dari sisi kesehatan, kayu manis bisa dijadikan obat tradisional ataupun suplemen makanan yang ampuh untuk mencegah serangan berbagai penyakit. Penggunaan kayu manis diketahui sangat bermanfaat jika dicampur dengan beberapa tetes madu.

Adapun beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan kayu manis adalah gangguan kulit, perut kembung, penyakit radang sendi dan gangguan jantung.

4. Kapulaga – Amomum compactum

Jenis rempah ini dihasilkan dari beberapa tanaman genus Amomum dan Elettaria yang termasuk keluarga jahe-jahean atau Zingiberaceae. Kedua genus tanaman tersebut merupakan jenis tumbuhan endemik di beberapa negara Asia Tenggara dan Selatan, seperti Indonesia, Bangladesh, dan Nepal.

kapulaga Pixabay

Umumnya, kapulaga digunakan sebagai tambahan penyedap rasa pada makanan dan obat tradisional. Bijinya dikenal dalam bentuk polong kecil dengan penampang irisan segitiga berbentuk gelendong kumparan. Kulit luarnya cukup tipis dengan biji berwarna kehitaman berukuran kecil.

baca juga:  Kaktus - Taksonomi, Morfologi, Jenis, Manfaat & Budidaya

Menariknya, saat ini kapulaga termasuk dalam jenis rempah termahal ketiga di dunia setelah saffron dan vanilla.

5. Pala – Myristica fragrans

Sesuai dengan nama latinnya, pala adalah pohon yang berasal dari keluarga Myristiceae yang tumbuh subur di beberapa daerah Indonesia, seperti Maluku dan Kepulauan Banda.

buah pala Twitter @palaindonesia

Sebelum dipasarkan kepada masyarakat, biji pala harus dijemur terlebih dulu hingga benar-benar kering, kemudian dipisahkan dari cangkang terluarnya (fuli). Proses pengeringan ini biasanya membutuhkan waktu enam sampai delapan minggu karena dijemur secara tradisional.

Saat proses ini dilakukan, biji akan menyusut dan cangkang biji terdalam akan pecah. Nah, bagian dalam biji inilah yang kemudian dijual sebagai pala di pasaran.

Pala merupakan jenis rempah yang kaya akan kandungan minyak atsiri, yaknik sekitar 7 sampai 14%. Minyak inilah yang sering digunakan sebagai campuran sabun ataupun parfum. Sementara pala yang dibuat dalam bentuk bubuk sering digunakan sebagai bahan penyedap makanan dan minuman.

6. Lada – Piper nigrum

Lada dikenal pula dengan sebutan merica merupakan salah satu jenis tanaman dengan berbagai kandungan bahan kimia bermanfaat. Lada memiliki rasa sedikit pahit, pedas, dan bersifat anti-piretik atau mampu menurunkan demam.

kebun lada explorer.id

Jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia, lada telah diperjualbelikan sejak ratusan tahun silam. Sebagai rempah asli Indonesia, lada memiliki banyak peminat dan menguasai hampir 80% pangsa pasar dunia. Namun seiring permintaan pasar yang semakin meningkat, kini Indonesia hanya mampu memenuhi 13% permintaan global.

7. Serai – Cymbopogon citratus

Serai atau disebut juga sereh merupakan jenis tumbuhan yang masuk dalam golongan famili rumput-rumputan atau Poaceae. Serai kerap dimanfaatkan sebagai bumbu dapur untuk memberi aroma pada makanan tertentu.

serai Pixabay

Bukan hanya sekadar memberi aroma pada makanan, serai juga menjadi penambah aroma minuman tradisional. Biasanya, serai digunakan dalam bentuk bubuk, kering, ataupun batangan sesuai bentuk aslinya.

8. Adas – Foeniculum vulgare

Sejak dahulu, adas telah dikenal sebagai salah satu jenis rempah Indonesia untuk bumbu masakan dan bahan pembuat obat. Adas memiliki cita rasa sedikit panas sehingga tak heran jika rempah ini juga dijadikan bahan utama pembuatan minyak telon.

adas Pixabay

Tanaman ini mempunyai aroma unik yang terbilang harum dengan tinggi pohon sekitar 50-200 cm berwarna hijau terang dan pertumbuhan tegak lurus.

9. Ketumbar – Coriandrum sativum

Ketumbar adalah jenis rempah Indonesia yang berasal dari tumbuhan keluarga adas-adasan atau Apiaceae. Dalam dunia pengobatan, ketumbar dikenal sebagai fructus coriandri. Ketumbar berbentuk kecil dengan diameter rata-rata sekitar 1-2 mm.

baca juga:  Infografis - Kenali Badak Jawa
ketumbar Pixabay

Bila dilihat sekilas, ketumbar mirip dengan biji lada tapi ukurannya lebih kecil dan warnanya lebih gelap. Biasanya, ketumbar dijual dalam bentuk bubuk ataupun biji kering.

10. Jahe – Zingiber officinale

Jahe adalah salah satu jenis rempah yang paling populer karena manfaatnya dalam memberikan efek hangat pada tubuh dan rasa nikmat pada makanan. Rempah ini tergolong dalam jenis tanaman temu-temuan berbentuk rimpang dengan bentuk jemari menggembung sekaligus beruas.

jahe Pixabay

Mengingat efeknya yang mampu menghangatkan dan melegakan tubuh, jahe sering digunakan sebagai bahan obat tradisional. Efeknya hangat tersebut dihasilkan oleh senyawa keton yang disebut zingeron.

11. Lengkuas – Alpinia galanga

Seperti halnya jahe, lengkuas atau laos termasuk dalam jenis temu-temuan dengan warna lebih terang, kemerahan dan tekstur lebih keras. Biasanya, lengkuas dimanfaatkan dengan cara dimemarkan sebelum dicampur dengan masakan bersantan ataupun tumisan.

lengkuas Pixabay

12. Kunyit – Curcuma longa

Kunyit yang juga dikenal dengan nama kunir adalah salah satu jenis rempah Indonesia yang digolongkan dalam kelompok temu-temuan atau Zingiberaceae. Kunyit dianggap sebagai salah satu bumbu dapur wajib oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk beberapa jenis masakan lokal.

kunyit Pixabay

Selain dijadikan bumbu dapur, kunyit juga dimanfaatkan sebagai bahan baku jamu gendong karena memiliki banyak manfaat untuk organ dalam, terutama jaringan usus supaya tetap terjaga dengan baik.

13. Kencur – Kaempferia galangal

Masih satu kerabat dengan kunyit, kencur adalah sejenis tanaman temu-temuan yang sering digunakan sebagai stimulan ataupun tonikum yang aman. Oleh sebab itu, tak heran jika kencur kerap diracik bersama beras yang telah dihaluskan untuk dijadikan minuman tradisional paling populer di Indonesia bernama beras kencur.

kencur sumbersehat.com

Selain itu, pemakaian kencur sebagai bumbu beberapa resep masakan khas Indonesia ternyata dipercaya mampu memberikan efek positif untuk tubuh penikmatnya, seperti mengobati infeksi dan radang, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan nafsu makan, hingga mencegah penyakit kanker.

14. Kepayang – Pangium edule

Kepayang atau yang lebih akrab disebut keluak dihasilkan oleh pohon dari suku Achariaceae. Rempah ini telah lama dikenal sebagai campuran masakan khas Indonesia. Contohnya di Jawa Timur, keluak kerap digunakan sebagai bahan baku utama bumbu makanan bernama rawon yang berwarna hitam legam. Ada juga sup konro dan brongkos yang memasukkan keluak sebagai salah satu bumbu rahasianya.

kepayang duniaira.com

Meskipun dikenal mampu membuat makanan terasa lebih sedap dan nikmat, ternyata biji keluak sangat beracun jika dimakan mentah-mentah. Sebab keluak mengandung asam sianida dosis tinggi yang jika dikonsumsi melebihi batas normal bisa menyebabkan hilangnya kesadaran.