Reproduksi Hewan – Pengertian, Fungsi, Jenis Reproduksi Seksual & Aseksual

Setiap makhluk hidup yang ada di bumi memiliki masa hidup berbeda-beda. Setelah masa hidupnya berakhir, maka makhluk hidup ataupun organisme tersebut pasti akan mati. Oleh sebab itu, untuk melestarikan dan meneruskan keturunan suatu spesies, setiap makhluk dibekali sistem reproduksi untuk menghasilkan keturunan baru.

Pengertian Reproduksi Hewan

Sistem reproduksi pada tiap makhluk pasti berbeda-beda, misalnya sistem reproduksi hewan dipastikan tidak sama dengan sistem reproduksi tumbuhan.

reproduksi hewan Pixabay

Menurut definisinya, reproduksi adalah suatu proses biologi yang dilakukan oleh organisme untuk menghasilkan lebih banyak spesies turunannya. Melalui proses perkembangbiakan tersebut, induk akan memindahkan materi genetik kepada anaknya.

Fungsi Reproduksi Hewan

Secara garis besar, reproduksi pada makhluk hidup bertujuan untuk menambah jumlah populasi spesiesnya. Selain itu, fungsi reproduksi ini juga untuk menjaga dan mempertahankan populasi serta kelestarian jenisnya agar tidak punah.

Meski demikian, kelestarian jenis suatu makhluk hidup ataupun spesies tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bereproduksi. Kelestarian suatu organisme juga ditentukan oleh kemampuannya dalam beradaptasi dan faktor seleksi alam. Sebab semua makhluk hidup pasti akan mati dan kondisi tersebut tergantung pada panjang pendeknya usia sehingga membutuhkan proses reproduksi.

Jenis Reproduksi Hewan

Cara perkembangbiakan pada hewan dibedakan menjadi dua jenis berbeda, yaitu reproduksi seksual dan reproduksi aseksual. Pada dasarnya, reproduksi aseksual tidak membutuhkan pembuahan oleh sel jantan, sedangkan reproduksi seksual memerlukan gamet jantan untuk membuahi gamet betina.

baca juga:  Siklus Fosfor - Pengertian, Proses dan Manfaatnya
perkembangbiakan hewan Pixabay

Secara genetika, keturunan dari reproduksi aseksual mempunyai sifat lebih identik dengan induknya. Lain halnya dengan reproduksi seksual yang menghasilkan keturunan dari campuran kedua induk.

Berikut ini adalah penjelasan dari dua cara reproduksi pada binatang, antara lain:

1. Reproduksi Seksual

Reproduksi hewan secara seksual melibatkan organ kelamin jantan dan betina yang ditandai dengan peristiwa pembuahan atau fertilisasi. Pembuahan bisa terjadi di luar ataupun di dalam tubuh sesuai karakteristik species.

Fertilisasi pada hewan terbagi menjadi dua jenis berdasarkan tempat terjadinya, yaitu fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal sebagai berikut:

  • Fertilisasi Eksternal

Sesuai dengan namanya, fertilisasi eksternal terjadi di luar tubuh induk betina. Pada hewan yang proses fertilisasinya berada di luar tubuh induk akan menghasilkan sel telur dan sel sperma dalam jumlah banyak. Sebab kemungkinan terjadinya pembuahan sangat kecil sehingga telur dan sel sperma diproduksi dalam jumlah banyak untuk memperbesar keberhasilan proses tersebut.

Namun proses fertilisasi eksternal ini memiliki cukup banyak risiko, misalnya kemungkinan terjadinya gangguan terhadap sel telur, sel sperma, dan juga zigot fertilisasi karena keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkan atau dimakan oleh predator. Umumnya, fertilisasi eksternal ini dialami oleh hewan yang hidup di air, seperti katak dan ikan.

  • Fertilisasi Internal

Kebalikan dari fertilisasi eksternal, proses fertilisasi internal terjadi di dalam tubuh induk betina. Biasanya proses ini terjadi pada hewan generatif seperti ayam (aves), buaya (reptile), dan kucing (mamalia).

baca juga:  Infografis - Kenali Badak Jawa

Perlu diketahui, reproduksi seksual tidak menyiratkan penyatuan gamet dan kopulasi. Kopulasi merupakan suatu tindakan dalam reproduksi seksual yang dilakukan oleh sepasang hewan dengan cara menyatukan organ sel masing-masing untuk memasukkan sperma supaya terjadi pembuahan.

Sejatinya, peran dari reproduksi setiap makhluk hidup ini adalah untuk memberi kelanjutan atas keberadaan suatu spesies. Sebab hewan saling bersaing dengan individu lain di lingkungan sekitarnya sebagai bentuk pertahanan diri.

2. Reproduksi Aseksual

Jenis sistem perkembangbiakan hewan berikutnya adalah reproduksi aseksual yang hanya melibatkan induk tunggal. Individu baru yang dihasilkan melalui proses reproduksi ini diketahui nyaris serupa dengan induknya.

Bahkan bisa dikatakan pula reproduksi aseksual menghasilkan individu baru tanpa adanya pelebaran sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Umumnya, proses reproduksi satu ini terjadi pada hewan tak bertulang belakang atau invertebrata dan sebagian kecil hewan bertulang belakang atau vertebrata.

Reproduksi aseksual terbagi menjadi beberapa jenis berbeda, yaitu:

  • Membelah Diri atau Pembelahan Biner

Pembelahan diri atau sering juga disebut pembelahan biner umumnya dialami oleh organisme bersel satu yang membelah menjadi dua individu baru yang memiliki nukleus. Salah satu contohnya adalah protozoa.

Protozoa merupakan organisme tingkat pertama atau tingkat rendah yang hanya memiliki satu sel. Selain itu ada pula beberapa organisme lain yang melakukan pembelahan diri semacam ini, seperti plasmodium dan amoeba.

  • Fragmentasi
baca juga:  Hari Binatang Sedunia - 4 Oktober

Secara garis besar, fragmentasi merupakan pemisahan sebagian sel dari suatu koloni yang selanjutnya membentuk koloni sel baru. Hal ini terjadi pada volvox yang merupakan salah satu spesies ganggang hijau yang berbentuk koloni.

Ada juga beberapa jenis vertebrata yang mampu melakukan reproduksi aseksual dan seksual secara parthenogenesis. Menurut para ilmuwan, parthenogenesis merupakan proses tumbuh dan berkembangnya embrio atau biji tanpa adanya pembuahan oleh induk jantan. Hal ini terjadi pada induk hiu martil betina yang ternyata menyuburkan telur-telurnya sendiri sampai menjadi individu baru.