Sebagai negara dengan iklim tropis, keberadaan salju merupakan hal yang mungkin mustahil ditemukan di Indonesia. Namun uniknya, di pegunungan Papua dapat ditemukan keistimewaan berupa fenomena salju abadi.

Pengertian dan Proses Terbentuknya Salju

Salju adalah kristal-kristal es pada awan yang saling menempel. Kemudian seiring berjalannya waktu, kristal es tersebut akan semakin berat sehingga jatuh ke permukaan bumi.

Proses terbentuknya salju berkaitan dengan siklus air, dimana air yang berbentuk padat (salju) kemudian menguap kembali ke atmosfer, lalu turun kembali menjadi hujan atau salju. Salju terbentuk ketika cuaca cukup dingin pada daerah tertentu dalam jangka panjang.

Jenis / Macam Salju

Meskipun sama-sama terbuat dan mengandung air, ternyata salju dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu salju kering dan salju basah.

Lalu apa perbedaannya?

Jenis salju basah adalah salju yang dapat berubah menjadi air. Sedangkan, salju kering adalah salju yang jatuh melalui daerah dengan udara kering, sehingga bagian luar kepingan salju akan mengering. Hal itu mengakibatkan adesi antara partikel salju melemah.

Selain itu, kondisi atmosfer juga berpengaruh terhadap bentuk salju dan apa yang terjadi ketika salju jatuh ke permukaan tanah. Umumnya salju turun dalam bentuk simetris (6 sisi) dan lainnya.

baca juga:  Wawasan Nusantara - Pengertian, Tujuan, Fungsi, Aspek & Contoh Implementasi

Salju Abadi di Papua, Indonesia

Di wilayah pegunungan Papua, terdapat empat puncak salju dan es abadi yang menjadi keunikan tersendiri karena berada di wilayah yang beriklim tropis.

salju abadi puncak jaya gunung-indonesia.com

Puncak salju dan es abadi merupakan tujuan wisata anti mainstream, karena diperlukan usaha ekstra keras dan tantangan untuk dapat mengunjunginya, sehingga tidak banyak wisatawan yang berhasil tiba.

Empat puncak salju abadi di Indonesia semuanya berada di Gunung Jayawijaya di daerah Tembagapura, Mimika, yaitu:

  1. Puncak Jaya – Salju dan es abadi di Puncak Jaya terletak di Barisan Sudirman. Ketinggian puncak ini mencapai 4.884 meter dimana menjadi tujuan utama pendaki untuk melihat salju di Indonesia. Akan tetapi, terdapat ironi yang menyatakan bahwa pada tahun 2020 salju abadi di Puncak Jaya akan menghilang karena dampak pemanasan global.
  2. Puncak Sumantri Brojonegoro – Puncak ini memiliki ketinggian mencapai 4.870 meter (15.978 kaki). Masih di pegunungan yang sama, Puncak Sumantri Brojonegoro berdekatan dengan Puncak Jaya.
  3. Puncak Carstensz – Jika dibandingan dengan Puncak Jaya dan Puncak Sumantri Brojonegoro, Puncak Carstensz berlokasi di tempat yang lebih sulit untuk dicapai. Pendaki gunung yang hendak menuju puncak ini harus menggunakan krampon atau sepatu es untuk keamanan pendakian.
  4. Puncak Mandala – Pada masa penjajahan Belanda, Puncak Mandala dinamakan dengan Juliana Top atau Puncak Juliana. Puncak Mandala memiliki ketinggian 4.760 meter dan memiliki medan yang sulit untuk dilewati.
baca juga:  Fenomena Aurora - Pengertian, Jenis, Penyebab & Prosesnya
puncak jaya superadventure.co.id

Salju Abadi di Dunia

  • Salju Abadi di Jepang

Jepang memiliki pegunungan dengan salju abadi di Gunung Tete (Tateyama) yang merupakan pusat dari Alpine Route. Alpine Route adalah salah satu dari tiga gunung utama di Jepang yang menggambarkan pegunungan Swiss.

  • Salju Abadi di Swiss

Swiss merupakan negara yang terkenal dengan keindahan pegunungan saljunya. Mount Titlis di Engelberg, Swiss adalah destinasi wisata dimana di lokasi tersebut terdapat salju abadi. Puncak Mount Titlis berada di atas garis salju sehingga puncak tersebut selalu tertutupi salju meskpiun pada musim panas.

  • Salju Abadi di Turki

Turki juga memiliki tempat dengan salju abadi yang ada sepanjang tahun, tepatnya di Uludag. Uludag dapat diartikan sebagai gunung agung (besar). Kota ini menjadi tujuan wisata dengan beragam fasilitas seperti kereta gantung dan sarana olahraga ski salju.

Referensi: berbagai sumber

Salju Abadi di Indonesia dan Belahan Bumi Lain
5 (100%) 23 vote[s]