Sampah merupakan hasil pembuangan makhluk hidup yang sudah tidak lagi dibutuhkan atau diperlukan. Sampah selalu hadir di tengah kehidupan manusa, karena manusa juga merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di bumi.

Sampah dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan molekul pembentuknya, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Pada artikel yang lalu, telah dibahas mengenai sampah organik serta bagaimana cara pengelolaannya. Kali ini pembahasan akan lebih mengarah kepada sampah anorganik.

Definisi dan Contoh Sampah Anorganik

Sampah anorganik berlawanan dengan sampah organik, karena jenis sampah ini tidak berasal dari senyawa organik. Sampah ini memiliki pengertian yaitu berupa limbah yang dihasilkan dari bahan-bahan yang bukan berasal dari alam (bahan hayati), melainkan lebih ke bahan-bahan buatan manusia atau bahan sintetik (sampah non alami). Sampah anorganik kebanyakan berasal dari benda-benda hasil fabrikan atau teknologi pengolahan barang tertentu.

Contoh sampah anorganik dalam kehidupan sangat banyak. Mulai dari lingkungan rumah tangga dapat berupa tas plastik, kaleng kemasan, botol plastik, panci dan penggorengan yang sudah rusak, dan sebagainya. Sedangkan sampah non alami dari kantor berupa sisa alat tulis yang sudah tidak terpakai, plastik sampul buku, sisa map plastik, dan masih banyak lagi.

Ciri Sampah Anorganik

Keberadaan sampah anorganik dinilai dapat mencemari lingkungan. Namun, sampah kategori anorganik lebih mudah diolah menjadi barang baru atau kemasan baru. Sehingga, dengan pengolahan sampah yang tepat akan mampu mengurangi dampak lingkungan dari sampah itu sendiri. Adapun ciri-ciri dari sampah anorganik antara lain sebagai berikut:

sampah anorganik sulit terurai

  • Sulit Terurai

Salah satu ciri khas dari sampah non alami adalah sulit terurai. Dalam artian, akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa membusuk dan terurai secara alami. Bahkan beberapa jenis sampah anorganik membutuhkan waktu puluhan tahun agar bisa terurai menjadi senyawa yang lebih kecil.

Hal inilah yang menjadikan sampah anorganik sering menciptakan masalah lingkungan. Akibat sulit terurai, sampah yang terbuang di alam menjadi menumpuk dan mengganggu makhluk hidup lain.

  • Terbuat dari Bahan Pabrikasi

Ciri berikutnya dari sampah anorganik adalah dibuat dari bahan-bahan pabrikasi atau bahan-bahan sintesis. Seperti yang diketahui bersama, sampah plastik yang termasuk sampah anorganik dibuat dengan menggunakan bahan-bahan sintesis. Sehingga sampah anorganik tidak hanya bisa mencemari lingkungan karena wujud tunggalnya saja, melainkan juga dari limbah saat membuatnya.

  • Dapat Diolah Kembali

Walau sulit terurai dan dibuat dari bahan-bahan sintetis, sampah anorganik sebenarnya mudah diolah kembali. Baik dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, atau diolah kembali menjadi barang baru yang lebih bermanfaat. Misalnya botol plastik bisa dimanfaatkan menjadi prakarya, pot tanaman, dan semisalnya.

Selain itu botol plastik yang dikumpulkan juga bisa diolah kembali menjadi botol plastik baru dengan bentuk dan kemasan yang baru.

Jenis-Jenis Sampah Anorganik

Sampah anorganik terdiri dari berbagai bentuk dan macam. Berikut akan dijelaskan beberapa jenisnya beserta contohnya yang banyak ditemukan di masyarakat:

  • Sampah Anorganik Lunak

Sampah anorganik lunak merupakan jenis sampah anorganik yang mudah dibentuk atau diolah dan terdiri dari kandungan bahan-bahan yang lentur. Sampah yang satu ini bisa dimanfaatkan kembali dengan peralatan sederhana maupun kompleks.

Beberapa macam sampah anorganik lunak antara lain sampah plastik, bungkus kemasan, sampah dari bahan tekstil (seperti kain perca).

  • Sampah Anorganik Keras

Sampah anorganik keras memiliki kandungan bahan yang sulit untuk dihancurkan dan sifatnya lebih kuat daripada jenis yang lunak. Limbah ini kebanyakan sulit untuk diolah kembali. Pengolahan kembali sampah anorganik keras biasanya membutuhkan teknologi dan alat yang lebih kompleks.

Adapun macam-macam sampah anorganik keras antara lain sampah kaleng, sampah kaca atau material pecah belah, sampah dari bahan-bahan metal.

Prinsip Pengolahan Sampah Anorganik

Sampah anorganik sering seringkali menimbulkan berbagai masalah karena sulit terurai. Maka dari itu pengolahan sampah yang baik sangat diperlukan untuk mengurangi masalah dan mengatasinya.

Pada dasarnya ada beberapa prinsip pengolahan sampah yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah sampah anorganik, berikut beberapa penjelasannya:

  • Reduce

Reduce atau mengurangi merupakan salah satu prinsip pengolahan sampah yang paling sederhana. Cara ini sangat mudah untuk dilakukan. Namun mungkin masyarakat belum memiliki kesadaran akan hal tersebut. Padahal jika kebiasaan masyarakat bisa diubah menjadi masyarakat yang lebih sadar lingkungan, prinsip reduce ini akan menjadi salah satu yang dapat diandalkan. Beberapa contoh cara mengurangi sampah anorganik yang bisa dilakukan sehari-hari seperti:

  1. Tidak menggunakan sedotan untuk minum, karena sampah sedotan kelihatan kecil namun berpengaruh cukup besar di lingkungan.
  2. Jika ingin membeli nasi atau makanan di warung, ada baiknya membawa sendiri kotak makan dari rumah untuk mengurangi sampah kemasan makanan.
  3. Membawa kantong belanja sendiri dengan tujuan untuk mengurangi sampah plastik dalam bentuk kantong belanja.
  4. Membawa botol minum sendiri dan tidak membeli minuman dalam kemasan.
  • Reuse

Prinsip kedua dalam pengolahan sampah adalah reuse atau menggunakan kembali. Dalam hal ini, masyarakat bisa memilah sampah anorganik yang sekiranya masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Daripada dibuang, sampah-sampah yang masih layak untuk digunakan dapat dimanfaatkan menjadi bahan lainnya.

Cara lainnya adalah dengan lebih jeli dalam melihat benda-benda yang sekiranya masih dapat diisi ulang. Beberapa contoh penerapan prinsip reuse untuk sampah anorganik antara lain sebagai berikut:

  1. Mengisi ulang tinta pena yang sudah habis agar bisa digunakan kembali dan tidak menjadi sampah.
  2. Memanfaatkan kaleng makanan sebagai pot tanaman.
  3. Memanfaatkan kaleng cat besar sebagai bak penampung air di kamar mandi.
  4. Memanfaatkan bolot plastik bekas untuk meletakkan sabun cairan pencuci piring atau deterjen cair.
  5. Memanfaatkan kemasan makanan untuk menyimpan benda-benda kecil atau mainan anak-anak.
  • Recycle

Recycle atau mendaur ulang merupakan salah satu prinsip pengolahan sampah anorganik yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan. Mekanismenya adalah memanfaatkan sampah yang masih layak digunakan sebagai benda baru yang memiliki nilai jual dan nilai guna yang lebih tinggi.

Cukup banyak pihak yang melakukan recycle terhadap sampah dan bahkan mendapat penghasilan dari kegiatan tersebut. Tentunya prinsip ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya untuk lingkungan melainkan juga untuk faktor ekonomi masyarakat.

Berikut ini ada beberapa contoh recycle atau daur ulang yang ada di lingkungan masyarakat:

  1. Membuat kerajinan dari kain perca.
  2. Botol plastik yang bisa diubah menjadi lampion lampu yang cantik.
  3. Limbah kaleng yang dapat diubah menjadi kursi duduk untuk keperluan cafe.
  4. Ban kendaraan yang tidak terpakai dapat diubah menjadi bahan untuk membuat pot tanaman atau meja yang unik dan kreatif.
  5. Bungkus makanan kemasan yang bisa dijadikan bahan untuk membuat tas, bros, dan keperluan fashion lainnya.
  • Replace

Prinsip replace atau mengganti merupakan sebuah prinsip yang bisa juga dilakukan untuk mengolah sampah anorganik agar meminimalisir permasalahan lingkungan. Dalam hal ini, sampah anorganik bisa dimasukkan kembali ke pabrik untuk diolah kembali menjadi benda baru. Misalnya sampah plastik dan botol plastik yang bisa diolah kembali menjadi botol plastik yang baru.

Dampak Negatif Sampah Anorganik

Pada dasarnya, semua sampah memang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Akan tetapi, keberadaan sampah anorganik yang banyak tentu akan lebih membahayakan daripada sampah organik. Mengapa demikian? Karena sampah jenis ini tidak mudah terurai atau membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai.

Tentu saja hal ini bisa memberikan pengaruh jangka panjang. Belum lagi jika jumlah sampah anorganik terus meningkat dari tahun ke tahun.

Masalah Kesehatan Akibat Sampah Anorganik

Siapa bilang sampah-sampah anorganik hanya mengotori lingkungan? Lebih dari itu, ternyata keberadaannya di sekitar kita juga ikut menyumbang risiko gangguan kesehatan. Baik yang berasal dari fisik sampah itu sendiri, maupun dari proses pembuatannya sendiri.

Sebagai contoh, sampah anorganik seperti kaleng dan botol plastik dapat terisi air hujan dan menjadi habitat nyamuk untuk berkembang biak. Bukan tidak mungkin jika nyamuk yang berkembang biak tersebut adalah jenis nyamuk yang berbahaya seperti demam berdarah dan semisalnya.

Contoh lainnya adalah dari bahan-bahan dan proses pembuatan kaleng dan plastik itu sendiri. Misalnya plastik yang mengandung bahan-bahan sintetis yang tidak semuanya aman untuk manusia. Salah satunya adalah dioksin, yang dapat menyebabkan aneka masalah kesehatan, mulai dari gangguan saraf hingga penyakit kanker.

Bau yang ditimbulkan dari area pembuangan sampah pun dapat mengganggu pernafasan manusia. Khususnya yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah itu sendiri.

Masalah Lingkungan Akibat Sampah Anorganik

Masalah lingkungan menjadi hal yang sangat krusial dan banyak dibahas akhir-akhir ini. Selain karena global warming, masalah sampah anorganik pun menjadi salah satu tema besar yang sering dibahas. Memang benar bahwa sampah anorganik yang menumpuk sudah menjadi penyebab bagi banyak masalah lingkungan di masyarakat.

Contoh yang pertama adalah maraknya bencana alam akibat penumpukan sampah anorganik. Sebut saja banjir, yang hampir setiap tahun terjadi. Penyebabnya tidak lain adalah penumpukan sampah yang mengakibatkan aliran air sungai menjadi tersumbat. Akibatnya debit air yang bertambah akan meluap karena tidak memiliki jalan lagi untuk mengalir.

Contoh lainnya adalah menyebabkan pencemaran air. Mau tidak mau, sampah apapun yang masuk ke dalam air tentu akan membuat air menjadi tercemar. Jika air sudah tercemar, maka kebersihan dan kesehatan air pun tidak lagi terjaga.

Hal ini juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Belum lagi permasalahan kota yang sering muncul karena tumpukan sampah. Mulai dari fasilitas-fasilitas kota yang menjadi kotor dan tidak terawat, hingga daerah-daerah yang menjadi kumuh akibat tumpukan sampah.

Sampah Anorganik Menyebabkan Masalah Bagi Makhluk Hidup Lain

Tidak hanya mengganggu lingkungan dan manusia, sampah anorganik juga tentu mengganggu keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya. Karena bagaimana pun juga manusia dan lingkungan tidak bisa lepas dari yang namanya hewan dan juga alam sekitarnya. Sehingga sampah pun juga mengganggu hewan-hewan dan alam.

sampah botol plastik

Sudah sangat banyak kasus pencemaran air yang sampai ke lautan akibat sampah anorganik. Parahnya, pencemaran air akibat sampah ini tidak hanya berdampak pada kualitas air, namun juga menyebabkan banyak ikan dan organisme laut lainnya mati karena keracunan.

Kasus lain juga terjadi di daratan. Dimana sampah-sampah yang ada di darat dapat menjadi penjerat hewan-hewan yang hidup di sekitarnya. Sehingga banyak dari mereka yang mati karena terjerat sampah.

Sampah Anorganik Dapat Dimanfaatkan

Meski demikian, sampah anorganik tetaplah memiliki sejumlah manfaat. Berikut beberapa manfaat yang sudah banyak dirasakan oleh sebagian masyarakat:

  • Bahan kerajinan tangan

Berkaitan dengan prinsip pengolahan sampah, sampah anorganik mulai banyak dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan. Bahkan sekolah-sekolah pun banyak yang memberikan pelatihan atau edukasi kepada murid-muridnya untuk membuat prakarya dari bahan-bahan sampah. Tentu hal ini menjadi terobosan baru di dunia industri kreatif agar membuat inovasi baru untuk mengurangi dampak negatif dari sampah anorganik.

  • Bahan daur ulang

Seperti yang dijelaskan di atas, salah satu prinsip pengolahan sampah adalah recycle atau daur ulang. Dimana sampah-sampah dapat diolah menjadi barang-barang yang memiliki nilai guna yang lebih tinggi. Sampah anorganik dapat dimanfaatkan sebagai bahan-bahan daur ulang yang tentunya bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.

  • Dapat digunakan kembali

Karena sampah anorganik merupakan sampah yang lama terurai, penggunaan kembali sampah tentu sangat memungkinkan untuk dilakukan. Sampah-sampah rumah tangga dapat dialihfungsikan menjadi benda lain yang sederhana. Seperti ember cat untuk bak penampungan air dan semisalnya. Cara ini tentu akan bermanfaat.

  • Sebagai mainan anak-anak

Manfaat lain dari sampah anorganik adalah dapat dijadikan bahan mainan anak-anak. Jika anda ingin melatih kreativitas anak-anak, ajaklah mereka untuk membuat mainan sendiri dari limbah anorganik yang ada di rumah. Tidak perlu menggunakan alat yang rumit, cukup menggunakan peralatan yang ada di rumah. Selain dapat menghasilkan sesuatu, cara ini juga akan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Sehingga ke depannya, anak menjadi orang yang lebih kreatif dan lebih peduli dengan lingkungan.

  • Meningkatkan pendapatan ekonomi

Mendapatkan uang dari sampah, mengapa tidak? Inilah salah satu manfaat sampah yang banyak dilupakan. Padahal sampah anorganik yang diolah dengan baik tentunya bisa membantu meningkatkan pendapatan ekonomi. Apalagi jika seseorang berhasil membuat usaha khusus di bidang daur ulang sampah. Lapangan pekerjaan pun bisa bertambah jika usaha tersebut dibuat dalam skala besar.

Dalam skala kecil, usaha pengepul barang bekas adalah salah satu bentuk usaha sederhana yang dapat memberikan tambahan pemasukan uang. Dimana sampah-sampah anorganik yang sudah dikumpulkan akan dijual untuk diolah kembali menjadi barang baru yang lebih layak untuk dipasarkan.

Tidak hanya itu, sampah anorganik pun bisa dijadikan mata pencaharian tetap bagi para pelaku usaha di bidang industri kreatif. Misalnya usaha daur ulang ban bekas menjadi kursi cafe yang unik.

Lebih jauh lagi, usaha ini tentu membutuhkan ahli di bidang pembuatan kursi sehingga lapangan pekerjaan akan bertambah dan peluang meningkatkan pendapatan ekonomi pribadi dan instansi akan lebih lebar.

Artikel Lain