Siklus sulfur adalah salah satu siklus biogeokimia selain siklus karbon dan oksigen, siklus nitrogen, siklus air dan siklus fosfor. Siklus sulfur juga dikenal dengan siklus belerang / daur belerang / daur sulfur.

Daur sulfur diawali dengan perubahan hidrogen sulfida menjadi sulfur oksida, kemudian sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida. Sulfur dapat ditemukan dalam berbagai bentuk.

Pada tanah, sulfur ditemukan dalam bentuk mineral, di udara juga terkandung sulfur dioksida dalam bentuk gas, serta di dalam tubuh organisme sebagai penyusun protein.

bangkai hewan Pixabay

Kandungan sulfur banyak terdapat pada produk-produk yang digunakan manusia sehari-hari, antara lain kandungan bahan baku obat, pembuatan bahan peledak, korek api, industri kimia, dan lain sebagainya.

Pengertian Siklus Belerang

Siklus belerang atau daur belerang adalah rangkaian perpindahan zat kimia yang mengandung unsur sulfur atau unsur belerang di permukaan bumi.

Belerang dalam lingkungan atmosfer terdapat dalam bentuk gas SO2 dari aktivitas vulkanis dan pembakaran bahan bakar fosil. Tidak hanya itu, belerang juga terdapat dalam gas H2S akibat proses pembusukan bahan organik yang terjadi di dalam tanah atau air.

Selain bermanfaat untuk kepentingan manusia, sulfur atau belerang juga memiliki manfaat bagi tumbuhan dalam bentuk anion sulfat di dalam tanah. Di dalam tanah belerang berperan sebagai sulfat, sulfida, dan belerang anorganik.

Siklus Sulfur

Aktivitas dari gunung berapi, sumber air panas yang mengandung belerang, serta hasil dari penggunaan bahan bakar fosil turut melepaskan sulfur ke atmosfer dalam bentuk gas SO2. Setelah itu gas SO2 yang telah berada di udara akan mengalami oksidasi dan kemudian menjadi gas sulfat (SO4).

baca juga:  Siklus Nitrogen - Pengertian dan Prosesnya

Proses pembusukan bahan-bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme juga akan menghasilkan belerang baik dalam wujud gas ke atmosfer atau masuk ke dalam tanah dalam wujud H2S.

Aspergillus spp., Neurospora spp., Escherichia spp., Proteus spp., adalah beberapa organisme yang dapat mengubah protein dari bahan organik menjadi senyawa H2S ketika terjadi proses pembusukan.

Sedangkan organisme pengurai, seperti Vibrio desulphuricans, Aerobacter, dan Desulphovibrio berperan dalam merubah karbohidrat dari bahan organik menjadi H2 dan senyawa-senyawa lainnya.

siklus sulfur Google Image

Gas H2S yang ada di atmosfer kemudian akan melalui fase oksidasi sehingga menjadi gas sulfat (SO4). Kemudian gas sulfat akan kembali ke permukaan bumi bersama air hujan (fase presipitasi).

Kandungan gas sulfat yang tinggi di udara akan menyebabkan masalah bagi lingkungan, karena akan menyebabkan hujan asam. Hujan asam ini merupakan salah satu dampak buruk dari polusi air dan polusi udara.

Sedangkan gas H2S yang terdapat pada tanah akan memasuki fase reduksi dan akan menghasilkan unsur tunggal sulfur (S). Kemudian unsur tunggal tersebut akan memasuki fase oksidasi dengan bantuan bakteri Thiobacillus denitrificans dan Thiobacillus thiooxidans lalu menjadi SO4. Dilanjutkan dengan SO4 dalam tanah yang akan tereduksi kembali menjadi H2S oleh bakteri Thiobacillus thioparus.

Referensi: https://foresteract.com/siklus-sulfur/ | https://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_belerang | berbagai sumber