Simpanse – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Kelangkaan & Perbedaan Dengan Gorila

5/5 - (2 votes)

Tahukah kamu jika simpanse mempunyai DNA mirip seperti manusia? Ya! Spesies kera besar ini memiliki keidentikan DNA dengan manusia sekitar 97% sampai 98%.

Tak hanya itu, selain struktur DNA faktanya simpanse juga mempunyai kemiripan bentuk tubuh, perilaku serta intelegensi seperti manusia. Mau tahu lebih lanjut? Berikut penjelasan lengkap mengenai salah satu primata cerdas yang berkerabat dekat dengan manusia ini!

Taksonomi

Primata yang dalam bahasa inggris disebut chimp ini adalah nama umum untuk spesies kera dari genus Pan. Simpanse terbagi menjadi 4 spesies yang diklasifikasikan sebagai berikut:

KingdomAnimalia
SubkingdomBilateria
InfrakingdomDeuterostomia
FilumChordata
SubfilumVertebrata
InfrafilumGnathostomata
SuperkelasTetrapoda
KelasMammalia
SubkelasTheria
InfrakelasEutheria
OrdoPrimates
SubordoHaplorrhini
InfraordoSimiiformes
SuperfamiliHominoidea
FamiliHominidae
SubfamiliHomininae
GenusPan
SpesiesPan troglodytes
SubspesiesPan troglodytes ellioti
Pan troglodytes schweinfurthii
Pan troglodytes troglodytes
Pan troglodytes verus

Morfologi

Dibandingkan dengan salah satu spesies primata besar lain yaitu gorila, ukuran tubuh simpanse lebih kecil. Simpanse dianggap sebagai primata yang memiliki banyak kesamaan struktur tubuh dengan manusia. Namun meski begitu, ukuran otak primata ini jauh lebih kecil dibandingkan otak manusia.

Dari segi kekuatan, bila dibandingkan dengan kekuatan manusia ternyata simpanse memiliki 3 sampai 5 kali lipat. Faktor yang menyebabkan simpanse lebih kuat adalah otot-otot yang terlatih untuk memanjat dan bergelantungan.

1. Ukuran Tubuh

Jika dibandingkan dengan manusia, rata-rata tinggi dan berat badan simpanse sedikit dibawahnya. Tinggi primada ini sekitar 120 cm sampai 150 cm, sedangkan beratnya sekitar 40 kg hingga 70 kg untuk simpanse jantan dan untuk betina sekitar 27 kg hingga 50 kg.

2. Bentuk Kepala

Bentuk kepala simpanse mirip dengan bentuk kepala manusia dengan adanya sepasang mata, satu hidung dan satu bibit. Kepala simpanse berbentuk bulat dengan wajah obal.

Pada bagian atas kepala terdapat dahi yang menonjol dan pada bagian terdapa sepasag telinga agak besar.

3. Tangan dan Kaki

Sama seperti primata lain, simpanse memiliki sepasang tangan dan sepasang kaki. Primata ini punya kemampuan berjalan tegak seperti manusia.

Pada bagian tangan terdapat 5 jari yang terdiri dari 4 jari berukuran panjang dan 1 ibu jari yang arahnya berlawanan dan ukurannya lebih pendek. Panjang lengan simpanse lebih panjang dibandingkan ukuran kakinya.

Pada kaki hewan ini juga terdapat 5 jari yang terdiri dari 4 jari berukuran panjang dan 1 ibu jari yang arahnya berlawanan dan ukurannya lebih pendek. Bentuk tangan dan kaki tersebut merupakan bentuk adaptasi agar primata ini memanjat dengan mudah.

baca juga:  Bunga Celosia - Asal, Jenis, Taman Wisata & Cara Tanam

4. Rambut Simpanse

Simpanse mempunyai rambut lebat yang tumbuh di seluruh tubuh kecuali psfs bagian wajah, pantat, telinga, telapak tangan serta kaki. Rambutnya berwarna hitam dan tekstur yang kasar atau kusut.

Habitat dan Sebaran

Simpanse adalah primata yang hidup di berbagai habitat, seperti hutan tropis, hutan hujan pegunungan hingga 3000 mdpl, hutan rawa, hutan hujan hijau, mosaik hutan-sabana, dan sabana kering.

pan troglodytes Pixabay

Sedangkan untuk sebarannya, kera besar ini tersebar di berbagai kawasan terutama di dataran Afrika, seperti Kongo, Afrika, Liberia, Guinea, Ghana, Nigeria, Tanzania, Sudan, Kamerun, Uganda, hingga Asia Tenggara.

Status Kelangkaan

Menurut populasinya, keberadaan simpanse saat ini masuk dalam kategori terancam punah. Fakta tersebut bersumber dari data IUCN (International Union Conservation of Nature) yang memasukkannya ke dalam Redlist atau Daftar Merah.

Ancaman terhadap populasi primata pada umumnya disebabkan oleh fragmentasi dan hilangnya habitat, pembunuhan untuk konsumsi, penyakit, serta perdagangan hewan ilegal. Selain itu, kera besar ini juga sering terkena jebakan hewan lain sehingga mengalami cedera hingga kematian.

Perilaku dan Cara Hidup

Di habitat alaminya, simpanse hidup dalam kelompok sosial yang anggotanya berubah-ubah. Sebagian besar waktunya dihabiskan dalam kelompok kecil yang terdiri dari beberapa individu. Namun selain itu, binatang primata ini juga bersosialisasi dengan kelompok atau komunitas yang lebih besar.

Meski terlihat sangat jarang berkumpul dalam satu tempat yang terdiri dari jantan dan betina, namun anggota kelompok tersebut saling mengenal individu satu sama lain dan saling menjaga wilayah jelajahnya secara bersama-sama.

Biasanya suatu komunitas terdiri dari 150 individu dengan hirarki atau struktur sosial yang ketat, yaitu adanya satu pejantan yang menjadi pemimpin.

Simpanse adalah jenis primata yang mampu menggunakan alat sederhana untuk berburu, yaitu memanfaatkan tongkat, rumput, batu dan daun. Hewan ini juga memiliki perasaan empati, hal tersebut dibuktikan oleh dokumentasi yang menunjukkan jika simpanse akan mengobati individu lain yang terluka. Seekor betina merupakan induk yang ahli merawat anak, mulai dari memberi makan dan mengobati.

Simpanse merupakan primata yang hidup tidak menetap dan setiap hari akan membuat sarang baru. Alasan membuat sarang baru tersebut karena simpanse merupakan hewan yang suka kebersihan, sehingga dengan menempati sarang baru akan menghindarkannya dari kotoran dan bakteri atau virus penyebab penyakit.

1. Cara Berkomunikasi

Hewan ini berkomunikasi dengan menggunakan gerakan tubuh, ekspresi wajah, serta suara. Wajahnya mampu menggambarkan ekspresi untuk berkomunikasi dalam jarak dekat, mulai dari ekspresi cemberut hingga bahagia.

Sedangkan komunikasi melalui suara umumnya dilakukan saat usia dewasa. Cara berkomunikasi pada simpanse juga digunakan untuk menunjukkan ikatan atau struktur sosial.

baca juga:  Ular Piton - Taksonomi, Habitat, Sebaran, Jenis & Cara Melepas Lilitan

2. Kebiasaan Makan

Simpanse adalah hewan omnivora atau pemakan tumbuhan. Akan tetapi, primata kerabat dekat manusia ini lebih banyak mengonsumsi buah-buahan, kacang-kacangan dan daun-daunan.

Jika masuk musim kemarau, simpanse akan memakan biji-bijian, bagian pohon yang lunah dan bunga tanaman. Selain itu, ia juga suka memakan madu, serang, telur burung, semut, rayap, burung, mamalia lain, bahkan tanah.

3. Reproduksi

Kematangan reproduksi betina adalah 13 tahun, sedangkan jantan adalah 15 tahun. Masa kehamilan simpanse betina sekitar 8 bulan dan mampu melahirkan keturunan selama 5 tahun sekali.

Setelah melahirkan, bayi simpanse akan terus berpegangan pada perut induknya karena belum mampu menopang dirinya sendiri. Selanjutnya setelah berusia 5 sampai 6 bulan, bayi tersebut akan naik ke punggung ibunya hingga berusia 1 tahun.

Saat usia bayi mencapai 2 tahun, biasanya telah bergerak sendiri. Kemudian jika usianya telah 4 tahun maka akan disapih oleh induknya. Anak simpanse tersebut akan terus bersama induknya dan bergabung bersama individu lain guna saling berinteraksi.

Rata-rata usia hidup simpanse sekitar 31,7 tahun untuk jantan dan 38,7 tahun untuk betina. Sedangkan simpanse tertua yang hidup umurnya sekitar 82 tahun.

Fakta Tentang Simpanse

Beriktu adalah fakta-fakta menarik tentang simpanse, antara lain:

simpanse Pixabay

1. Primata Cerdas

Simpanse adalah hewan cerdas dengan IQ sekitar 70 sampai 95. Namun bilang dibandingkan dengan manusia, angka IQ tersebut berada di rentang tertinggal dan dibawah rata-rata manusia, sebab IQ manusia pada skor 110-119 adalah di atas rata-rata (high average), skor 90-109 merupakan rata-rata (average), skor 80-89 berarti di bawah rata-rata (low average), serta skor 70-79 merupakan batas tertinggal (borderline delayed).

Kecerdasan simpanse bisa disandingkan dengan gorila, lumba-lumba dan anjing. Bukti kecerdasan primata ini adalah kemampuan seeokor simpanse betina bernama Washoe mampu mempelajari 350 kata dalam Bahasa Isyarat Amerika.

2. Film Simpanse

Kepopuleran simpanse menjadi insiprasi film tentang hewan, biasanya tema yang diangkat adalah tentang persahabatan dengan manusia dan menampilkan kecerdasannya. Beberapa contoh fil m tentang simpanse adalah Rise of The Planet of The Apes, Most Valuable Primate, Chimpanzee, dan lain sebagainya.

3. DNA Mirip Manusia

Ada beberapa kemiripan antara manusia dan simpanse, salah satunya pada struktur DNA. Jika menganut teori evolusi, primata ini merupakan kerabat terdekat manusia yang masih hidup. Akan tetapi peneliti menemukan jika manusia dan simpanse menggunakan bagian DNA dengan cara berbeda, sehingga berpengaruh terhadah perkembangan otak dan kecerdasan.

4. Hewan Kuat

Menurut perhitungan, simpanse mempunyai kekuatan hingga 4 kali dibandingkan manusia dengan ukuran tubuh sama. Kecepatan berlarinya sekitar 25 km per jam.

Lengan jenis kera ini sangat lincah berayun di pepohonan karena proporsi serat otot yang kuat. Oleh sebab itu, serangan simpanse tentu sangat membahayakan.

baca juga:  Pohon Durian - Taksonomi, Sebaran, Buah, Kayu & Budidaya

5. Masuk Angin

Sama seperti manusia, ternyata primata ini biasa mengalami masuk angin. Pada tahun 2013, terdapat wabah penyakit pernapasan yang menjangkiti kelompok simpanse di Taman Nasional Kibale, Uganda. Setidaknya 5 dari 56 individu tewas akibat wabah tersebut.

Setelah dilakukan otopsi, ternyata kelompok tersebut terkena virus Rhinovirus C. Fakta ini diperkuat oleh pernyataan seorang profesor bahwa secara genetik, simpanse rentan terhadap virus satu ini.

6. Kemampuan Bertarung

Hewan ini memiliki perilaku hidup berkelompok, sehingga berpotensi berperang atau bertarung untuk mempertahankan wilayahnya. Pertarungan ini dilakukan secara keroyokan untuk saling membunuh. Bahkan diketahui kawanan simpanse pernah bertarung dengan beberapa gorila.

7. Dua Kaki Untuk Berjalan

Selain memanjat dan berayun dari pohon ke pohon seperti primata lainnya, cara berjalan simpanse biasanya dilakukan dengan empat kaki atau disebut knuckle-walking. Tak hanya itu, binatang kerabat manusia ini juga bisa berjalan dengan dua kaki pada waktu tertentu.

8. Peringatan Jika Ada Bahaya

Ruang terbuka atau alam liar adalah tempat nyaman sekaligus berbahaya bagi hewan ini. Saat menghadapi bahaya, satwa cerdas ini akan saling memberikan peringatan. Mereka akan mengeluarkan suara tertentu ketika merasa ancaman dan kembali ke dalam kelompok untuk memastikan rekan-rekannya mengetahui bahaya tersebut.

Perbedaan Simpanse, Gorila dan Manusia

Gorila dan simpanse adalah dua jenis primata yang dianggap sebagai “saudara jauh” manusia. Disebut demikian karena hampir 97-98 persen DNA gorila dan simpanse identik dengan DNA manusia.

Meski memiliki materi genetik hampir sama, namun pernah dilakukan penelitian di Universitas Yale Amerika Serikat yang menemukan bahwa ada perbedaan signifikan antara kedua primata tersebut, tepatnya pada bagian otak.

Para peneliti merumuskan bahwa beberapa bagian otak manusia mengandung pola aktivitas gen manusia yang berpengaruh terhadap kemampuan kognitif. Kemampuan inilah yang tidak dimiliki oleh primata meski hampir semua wilayah otak manusia memiliki ciri khas molekuler menyerupai simpanse dan gorila.

Ukuran otak manusia tiga kali lebih besar, sehingga memiliki lebih banyak sel primata lain. Akan tetapi, ada perbedaan kecil, yaitu sel individu berfungsi dan membentuk koneksi.

Jaringan otak yang jadi pembeda antara manusia dan primata terletak pada bagian striatum, yakni wilayah yang berkaitan erat dengan gerakan. Perbedaan juga ditemukan pada otak kecil. Selain itu, para peneliti juga menemukan satu gen bernama ZP2 yang hanya aktif pada serebelum manusia.

Terdapat pula gen TH yang berfungsi menghasilkan hormon dopamin. Gen TH terdapat dalam korteks otak dan striatum manusia tapi tidak ada pada simpanse.

Pada penelitian ini juga ditemukan gen MET pada manusia lebih tinggi ekspresinya dibandingkan gorila dan simpanse. Gen ini berhubungan dengan penyebab autisme.

Sedangkan untuk karakteristik fisik, gorila dan simpanse memiliki kesamaan pada ukuran tangan yang lebih panjang dibanding kaki. Tubuh kedua primata berbulu, kecuali di bagian jari, wajah, ketiak, telapak tangan dan kaki.

Selain itu, simpanse mampu berjalan tegak dengan dua kaki saat membawa barang dengan kedua tangannya. Sedangkan gorila berjalan dengan kedua kaki serta bantuan kedua baku tangan dan kepalan tangan. Gerakan ini disebut knuckle-walking atau berjalan dengan buku jari.